Tagged with Paradoks

Surga dan Kepekaan Sosial

“Nah, katakanlah anda sudah mencapai surga, berikut 70,000 bidadari semok yang legendaris itu. Lalu?” Saya mempunyai satu pertanyaan besar; Surga akan dihuni oleh orang-orang yang tidak peka. Orang-orang tidak peka tidak pantas masuk di surga. Jadi? Paradoks 😕

Operation Deicide?

Saudara-saudara, Kita akan membicarakan tentang kemungkinan perlunya membunuh Tuhan. Ya, membunuh Tuhan yang Maha Esa itu. “Boys! Defeat God, then we’ll dine in paradise!” * * * Voltaire pernah berkata, bahwa kalaupun Tuhan itu seandainya tidak ada, maka mesti segera diciptakan. Sebab Tuhan itu, menurut Voltaire, mutlak diperlukan oleh manusia dan segala isi dunia. Namun … Continue reading

Lotere Berhadiah Surga

Sepanjang hidup saya, sejauh apa yang saya pahami, saya rasa di dunia ini — dari kolong jembatan di Jakarta sampai kebun-kebun di Amerika Selatan, dari perapian-perapian di musim dingin yang menusuk di Eropa Utara sampai kuil-kuil antik di negeri Sakura, manusia saling mengajarkan bahwa surga adalah hadiah lotere. “Dalam pemikiran saya, seseorang seharusnya menerima sesuai … Continue reading

Neraka : Sekadar Renungan

Nah, mari merenung sedikit. Mari mendengarkan ocehan ulama tentang neraka. … Oh, bukan, ulama di sini adalah ulama secara bahasa. Maksudnya orang yang berilmu. Bukan sekadar orang yang berjanggut indah, dan… Yah, tahu sendirilah. “At times, the thought of a brotherly love overcoming the omnibenevolent love is too paradoxical.” Dan yang namanya belajar, anda juga … Continue reading

Ternyata, Neraka Lebih Menarik Daripada Surga?

Suatu ketika saya dihadapkan pada sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh isi kepala saya sendiri. Pertanyaannya cukup bombastis; mana yang lebih menarik, neraka atau surga? “Tentu, saya ingin ke surga. Tapi, keinginan untuk pergi ke surga itu jauh lebih kecil, dibandingkan dengan keinginan untuk menghindari neraka.” Tentunya, pikiran cepat yang terlintas adalah surga. Pikiran itu terlintas … Continue reading