Tagged with Kuliner

Ayam

Dari dulu saya bingung. Kenapa waralaba-waralaba makanan suka sekali menjadikan bahan makanan yang mereka masak sebagai maskot atau ikon? Apabila waralaba yang bersangkutan menjual ayam goreng dan sebangsanya, maka seringkali ayam dipergunakan sebagai maskot. Apabila menjual ikan, maskotnya ikan. Dan seterusnya. Padahal ini lucu. Dulu majalah komedi Cracked menyebut Charlie the Tuna, maskot produk tuna … Continue reading

Grissini

Grissini (breadstick) itu memang luar biasa. Renyah, gurih, dan tidak meninggalkan rasa yang pekat di lidah. Saya cuma beli sekotak kecil untuk coba-coba, namun ternyata begitu spektakuler. Sublime. Sayang harganya tidak murah. 😦 Tapi itu cerita lain untuk saat ini.

Mie Bid’ah

“In Islam, bid‘ah (Arabic: بدعة) is any type of innovation. Though innovations in worldly matters are acceptable to an extent, innovation within the religion is seen as a sin in Islam…” (Bid’ah di Wikipedia)   Ahem. Jadi begini. Tadi saya mau makan siang di kafeteria. Kenapa demikian? Karena lapar. Kenapa di kafeteria? Karena malas untuk … Continue reading

Travelogue

Kayaknya sudah lumayan lama saya nggak ngepost tulisan yang baru– padahal yang mau ditulis ada banyak. Apa lacur, toh saya bukanlah homo sapiens paling rajin sealam semesta.

Lontong

Pikiran itu terbesit begitu saja. Tiba-tiba, tanpa tanda waspada. Dan imbasnya cukup besar. Bukan tentang pelajaran. Bukan tentang agama. Bukan tentang anime. Bukan tentang steker speaker saya yang patah sehingga memaksa saya untuk memakai headphone untuk sementara waktu. Bukan pula tentang tombol telepon seluler saya yang lepas sehingga sekarang mesti saya tambal dengan selotip (Hape … Continue reading