Tagged with Bahasa

Bahasa Menunjukkan Bangsa(t)

Entri singkat saja. Ini cuma hasil pemikiran saya sendiri tentang seni-seni berdiskusi (saya tak mau menyebut “beretorika” sebab konotasinya tak secerah dulu). Dan ini juga sebenarnya sepele, dan malah lebih bersifat presentatif. Perkara “pakaian“. Jadi begini, kadang saya merasa tak nyaman dengan pilihan kosa kata yang dipergunakan dalam melontarkan argumen. Umpamanya saya disuruh untuk menilai … Continue reading

Interrobang

Jadi begini, bayangkan, visualisasikan kalau anda sedang duduk-duduk di sebuah warung. Lontong sudah disantap, dan rokok sedang diisap dengan sentosanya. Di depan anda, kopi hitam pekat asapnya sedang mengepul-ngepul. Nah, sewaktu mood sedang positif seperti itu, tiba-tiba datang seorang kampret. Silakan visualisasikan sang kampret versi anda ini seperti apa; bisa bocah ingusan yang air mukanya … Continue reading

Sedetik

Sedetik. Sedetik. Sedetik. Seberapa lamakah sedetik? Siapapun juga tahu. Kecuali mungkin orok yang baru keluar dari ‘goa’ setelah sembilan bulan dipingit di dalam. Anak kecil yang masih gentayangan di taman kanak-kanak pun, paham sedetik itu berapa lama. Tapi bagaimana dengan definisi ilmiahnya?