Kecap

Kecap.

Sudahlah, setuju dan yakin saja!

Alkisah
Ada sebuah keluarga
Saban hari makan kecap
Tapi
Makin lama
Kecapnya makin tawar

Lalu
Ada saudagar datang
Berapi-api
Katanya
“Kecap saya lebih manis!”
Begitu

Sudahlah, setuju dan yakin saja!

Kemudian
Keluarga ini dipaksa
Ganti kecap
Si saudagar
Berceloteh siang dan malam
Supaya ganti kecap

Katanya
Rumah sebelah
Juga pakai kecap yang tak mutu
Semuanya kerempeng
Oleh sebab itu
Pakai kecap ini; kecap SPIRITUAL-TRANSENDENTALโ„ข

Sudahlah, setuju dan yakin saja!

Akhirnya
Kecap pun diganti
Anak-anak semaput
Sang Ibu mati
Si Bapak tertatih-tatih
Protes

Sang saudagar
Garuk-garuk kepala
“Wah, ini”
“Pasti salah pemakaiannya saja!”
“Kecapnya tak salah!”
Lalu dia berlalu, begitu saja

Sudahlah, setuju dan yakin saja!

Sudahlah, setuju dan yakin saja!

Sudahlah, setuju dan yakin saja!

31 thoughts on “Kecap

  1. Bung, tidaklah ada barang yang sempurna di dunia ini, termasuk r…eh…kecap.

    :-”

    BTW, metafora? Bukannya alegori?๐Ÿ˜•

  2. @ lambrtz

    Ya itu. Bisa saja kecapnya memang lebih manis, tapi tentu tak sempurna. Tiada gading yang tak retak (halah).

    …lebih tepat alegori ya?๐Ÿ˜•

    *ganti*

    Makasih.๐Ÿ™‚

    @ grace

    Avatar Mbak bagus.๐Ÿ™‚

    *mengalihkan*

    @ danalingga

    Bukan agama, melainkan interpretasi dari ajaran agama dan politik.

    Mungkin bahkan bukan interpretasi dari ajaran agama dan politik, melainkan sikap orang-orang tertentu yang menjual interpretasi dari ajaran agama dan politik.

    @ Ken Arok

    Sanah nonton bokep!

    *usir Ken Arok*

  3. Kecap tawar itu kan produk SEKULAR-LIBERAL-KAPITAL. Makanya harus diganti sama yang SPIRITUAL-TRANSENDENTAL.

    Perkara sekular, liberal, dan kapital itu artinya apa
    Peduli setan!
    ๐Ÿ˜†

  4. *baru balik dari artikel SPIRITUA TRASENDAL ™ itu*

    Ah, ternyata artikel itu toh, benar benar menggelitik. Pantesan ampe kamu buat puisi segala.๐Ÿ˜›

  5. ^

    Nasi thok pake bawang dan kecap asin, mau?

    ๐Ÿ˜ฏ
    Pernah/sering juga bro, makan dengan menu gitu?
    *jadi inget masa SD, makan nasi cuma pake kecap manis plus bawang*

    E, lain kali bikin lagi puisi/sajak ala ente, bro๐Ÿ˜›
    *soal garem kek, cuka, pecin, atau apa*:mrgreen:

  6. @ frozen

    Apanya? Kalo kecap manis, iya, waktu bocah emang suka yang begituan. Tapi kalo kecap asin maap-maap ajalah.

    @ kunderemp “an-narkaulipsiy” ratnawati hardjito

    *ndak mudeng*

    @ Ken Arok

    Ah, macam orang baru saja kau.:mrgreen:

    @ bodrox

    Bukan soal dua-duanya. Ini soal arogansi.

  7. @ kunderemp “an-narkaulipsiy” ratnawati hardjito

    Masih tidak paham!๐Ÿ˜ฏ

    @ mardun

    Allah tobatโ„ข. Apa jadinya kalau makan nasi pakai susu kental manis?

    @ Ary

    Sesat! Jengkol itu pasangannya cuma sambal balado.๐Ÿ˜•

  8. supaya kecapnya tetap disetujui dan diyakini, perlu dibuat semacam ancaman dan rangsangan yg teramat kuat:
    bila ga pake kecap ini, ntar setelah mati bakal dipanggang se-lama2nya… dan bagi yg taat memakai, akan dianugerahi 72 perawan๐Ÿ˜†

Comments are closed.