Opinion

Nirvana – “Opinion

September 25, 1990; KAOS 89.3 FM. Dimuat dalam box set Sliver dan With the Lights Out.

Congratulations, you have won
It’s a year’s subscription of bad puns
And it makes your story, our concern
And you set it up for returns

Opinions, opinions

And there seems to be a problem here
Your state of emotion seems to clear
You rise and fall like wall street stock
And they had an affect on our happy talk

😯

*tercerahkan*

17 thoughts on “Opinion

  1. Fiuh. Bagi kuping saya yang manja ini, Cobain ini bener-bener kagak bisa nyanyi dan kagak bisa main gitar. Tapi liriknya kedengarannya bagus sih.

  2. @ ahgentole

    Permainan gitarnya Cobain memang agak susah dipuji, tapi kayaknya vokalnya biasa-biasa saja tuh? Suara yang “mentah” dan “tak terlatih” seperti itu keren; makanya kalau vokalis, saya paling hormat sama yang sebangsa Cobain, Mike Ness, Bon Scott, Liam Gallagher, dst.

  3. Hahaha… Kurt Cobain😆

    Itu orang memang kampret! Jadi dewa di jaman prustasi. Lirik2nya memang bagus buat ngajak orang mencoba bunuh diri😆

    Perkara suara? Kalo sempat ikut American Idol yakin dia bakal dilempar dari audisi, meski cuma sempat nyanyi sebaris😆

    Tapi, ya… itu kerennya dia. Mentah, liar dan gak peduli seni bercengkok-bernyanyi:mrgreen:

  4. @ Alex©

    Perkara suara? Kalo sempat ikut American Idol yakin dia bakal dilempar dari audisi, meski cuma sempat nyanyi sebaris😆

    Tapi, ya… itu kerennya dia. Mentah, liar dan gak peduli seni bercengkok-bernyanyi:mrgreen:

    Wah, tapi saya baru tahu kalau suaranya dia sejelek itu. Memang pertama kali dengar itu di “In Bloom”, yang suaranya agak bersih, dan malah menganggap suara dia itu betul-betul bagus; seraknya pas!😆 Mungkin kuping memang sudah rusak.

  5. @ahgentole

    Ah Anda itu memang tidak populis!!!1👿

    *ga nyambung*

    ===

    @Abu Geddoe

    Permainan gitarnya Cobain memang agak susah dipuji,

    Feedback? Kaya di Endless Nameless itu?😕

  6. @ lambrtz

    Ah Anda itu memang tidak populis!!!1👿

    Eh, tapi kebanyakan materi Nirvana juga ga populis, walau “elit” di kalangan yang berbeda.

    Feedback? Kaya di Endless Nameless itu?😕

    Ga, cuma ya, gampang.:mrgreen: Saya aja bisa.:mrgreen:

    Endless Nameless” juga bisa dibilang trek setengah bercanda, jadi ga keitunglah.

    BTW kalo mau Nirvana yang pure gila-gilaan ga tau aturan nyanyi, pastinya Incesticide dong.😀 Hairspray Queen rocks!

  7. @Alex

    Itu orang memang kampret! Jadi dewa di jaman prustasi. Lirik2nya memang bagus buat ngajak orang mencoba bunuh diri

    Tapi, kalau soal kitab suci para pembunuh, tidak ada yang mengalahkan JD Salinger’s The Catcher in The Rye.

  8. @lambrtz

    Eh, saya bilang dia gak bisa main gitar dan gak bisa nyanyi bukan berarti saya gak suka ya. Ya, sukalah — sayakan sudah mendengar musik waktu Cobain masih hidup, sempat lihat dan senang klip Smells Like Teen Spirit setiap sebelum dan sesudah film The Simpson di RCTI. Kalo sempet dengerin albumnya Nuno yang Schizophonic, bakal ketauan kalo seniman sekaliber Nuno (yang serius belajar gitar di Jepang kalo gak salah, pokoknya anak sekolahan dah) itu mendewakan Nirvana (Grohl atau Cobain). Lagu2nya Nuno di album itu jadi ngegrunge banget. Hampir terlalu Nirvana, apalagi lagu 2 Weeks in Dizkneeland. Padahal di zamannya, akhir 1980-an dan awal 1990-an, grunge itu simbol orang gak bisa main gitar, gak punyai skill, terlalu ABG, beda sama GNR, Aerosmith, dan Extreme. Hampir semua lagu Nirvana enggak ada melodinya! Lah, wong lagu About a Girl itu lagu pertama yang saya bisa pake gitar. Gampang dimainin.:mrgreen: Tapi yah kesederhanaan dan keterusterangan Nirvana yang bikin dia besar. Axl pun tenggelam ditelan zaman. Axl dan Cobain itu musuh bebuyutan; pertempuran dua generasi lah.

    Saya gak tau sebenernya otak di balik musik Nirvana itu Grohl atau Cobain sih? Yang jelas Foo Fighter saya suka bener. Harmoninya Nirvana mungkinkah dari Grohl?

  9. @ ahgentole

    Saya gak tau sebenernya otak di balik musik Nirvana itu Grohl atau Cobain sih? Yang jelas Foo Fighter saya suka bener. Harmoninya Nirvana mungkinkah dari Grohl?

    Grohl cuma nulis drumline buat Nirvana. Kalau “bikin lagu beneran” kayaknya cuma riff “Scentless Apprentice” dari In Utero. Coba lihat-lihat interview dan kutipannya dia; dia itu penganut taat kepercayaan bahwa drummer yang lancang mau nulis lagu bakal dipecat.

    Sayang juga, soalnya dia emang jago bikin lagu. Semua lagunya dibikin untuk side project, yang akhirnya meledak jadi Foo Fighters.

    gak punyai skill

    Eh, tapi bukannya Grohl sendiri terhitung jago?😕

  10. @ Abu Geddoe

    Wah, tapi saya baru tahu kalau suaranya dia sejelek itu. Memang pertama kali dengar itu di “In Bloom”, yang suaranya agak bersih, dan malah menganggap suara dia itu betul-betul bagus; seraknya pas!😆

    Ha, sama…

    Tapi saya pertama mendengarnya malah di Smells Like Teen Spirit. Habis itu berburu koleksi kasetnya. Suaranya memang ndak merdu, tapi mungkin karena klop sama penjiwaan dia bermusik saja yang membuat suara itu jadi keren bin bagus😀

    Mungkin kuping memang sudah rusak.

    Ah, itu kan masalah selera kuping saja😀
    Saya juga sempat disemprot teman di era boyband karena meraung-raungkan grunge di kamar. Katanya: “Bernyanyi saja asal tereak-tereak. Musik apaan itu?!!”😆

    Dari sisi permainan musik… hehehe… Kurt itu kan memang masih terhitung turunan punk gaya bermainnya, maklum penggemar Sex Pistols juga dianya. Jadi ya ndak heran juga sih kalo permainan gitarnya bergaya “3 chord” gitu:mrgreen:

    Atau mungkin karena awal nge-band malah pegang drum?:mrgreen:

    IMHO, yang bagusnya dia/Nirvana bermain malah yang di MTV Unplugged itu. The Man Who Sold The World-nya David Bowie sepertinya merupakan satu diantara lagu daur ulang yang sukses “dibajak” sehingga yang bukan penyanyi aslinya malah seakan jadi pemilik itu lagu😀

    In the wake of this cover, Bowie bemoaned the fact that when he performed the number himself he would encounter “kids that come up afterwards and say, ‘It’s cool you’re doing a Nirvana song.’ And I think, ‘Fuck you, you little tosser!'”

    Hahahaha… Bowie saja sampe merengut😆

    @ Nenda Fadhilah

    Tapi, kalau soal kitab suci para pembunuh, tidak ada yang mengalahkan JD Salinger’s The Catcher in The Rye.

    Wah, belum baca, Non…

    Tapi… pembunuh atau bunuh diri?😕

    @ ahgentole

    Padahal di zamannya, akhir 1980-an dan awal 1990-an, grunge itu simbol orang gak bisa main gitar, gak punyai skill, terlalu ABG, beda sama GNR, Aerosmith, dan Extreme.

    Pearl Jam termasuk salah satu yang matahin anggapan itu deh kayanya:mrgreen:

    Hampir semua lagu Nirvana enggak ada melodinya!

    Kurang sih melodinya.🙄

    Lagian enakan gitu, kan bisa gampang dipelajari ngegitarnya beliau😛

    Saya gak tau sebenernya otak di balik musik Nirvana itu Grohl atau Cobain sih? Yang jelas Foo Fighter saya suka bener. Harmoninya Nirvana mungkinkah dari Grohl?

    IMO, ikon-nya Kurt Cobain. Apalagi rata-rata lagu di Nirvana itu representasi hidupnya si Kurt sendiri, (lagu di album Black. Jadi Kurt agaknya mendominasi di lirik.

    Musik… Grohl agaknya😕

  11. Eh… keburu kepencet itu..😡

    Maksudnya, lagu di Album Black itu, “You Know You’re Right”, itu kerasa benar nyanyian si Kurt Cobain. Benar-benar seperti teriakan emosional dia😕

  12. @ Abuya ALex©

    Betul itu, suara serak itu acquired taste™, seninya beda. Kalau tak terbiasa memang susah.:mrgreen:

    Kurt itu kan memang masih terhitung turunan punk gaya bermainnya, maklum penggemar Sex Pistols juga dianya.

    Jelas. Memang punk yang first wave itu luar biasa.😀 Eh, tapi beliau juga penggemar yang semacam Led Zep ‘kan?

    Pearl Jam termasuk salah satu yang matahin anggapan itu deh kayanya:mrgreen:

    Ah, betul juga. Ed Ved ‘kan memang “profesional” teknik vokalnya.😕 Chris Cornell-nya Soundgarden juga begitu.

    IMO, ikon-nya Kurt Cobain. Apalagi rata-rata lagu di Nirvana itu representasi hidupnya si Kurt sendiri, (lagu di album Black. Jadi Kurt agaknya mendominasi di lirik.

    Musik… Grohl agaknya😕

    Grohl cuma menulis “Scentless Apprentice”. Cobain itu pelit bagi-bagi hak songwriting.😆

  13. @alex

    Pearl Jam termasuk salah satu yang matahin anggapan itu deh kayanya

    Iya bisa jadi. Tapi, untuk kasus Nirvana, saya ingat waktu itu saya masih kelas satu STM dan udah sok pamer Mr. Big gitu deh lagunya. Bawa2 CD gitarnya Paul Gilbert; mencibir anak-anak grunge yang di mana-mana bikin grafiti smiley sebagai awam yang gak tau musik, ngikutin trend belaka. Haha…I DON’T MISS THOSE DAYS! Jaman tawuran soale. Setiap hari deg2an dicegat sekolah musuh, dan anak-anak skeolah dengan aliran musik beda. Aneh deh. Jadi ada tawuran antara anak Grunge, Punk dan Grindcore! Jadi ada yang sok urakan, ada yang sok anarki dan ada yang sok satanis. Meraka biasa bikin grafiti di mana2; coret-coret dinding: Punk Not Dead-lah, apalah. Dan saya, waktu itu masih kelas satu, coret2 tas dan celana sekolah saya dengan tulisan: blues! Hahahaha…masa-masa itu. Lugu banget.

Comments are closed.