Salah Prosedur

Menurut maestro advertising Paul Arden, terlalu banyak orang yang melakukan kesalahan sederhana dalam hidup. Katanya, kita cenderung ingin menyempurnakan sesuatu sebelum bertindak. Prosedur yang benar, menurut beliau, ialah bertindak dulu, baru disempurnakan. “Too many people spent too much time perfecting something before they actually do it.” Ini konon sesat. Yang betul adalah; do it, and fix it as you go.

Saya biasanya tak percaya aforisme; tapi yang ini kok mengena dengan kasus hidup saya.

23 thoughts on “Salah Prosedur

  1. Banyak hal yang butuh persiapan dulu sebelum dilakukan. Kita nggak mau bangun jembatan tanpa perencanaan dan studi sipil. “Bangun aja dulu, jangan takut ambruk. Kan bisa dibetulkan.”

    Dan aku kira, kekurangan urban planning adalah alasan setiap hari aku harus menghadapi kemacetan di Jakarta.

    Tapi kurasa itu contoh extrem… Yang efektif sepertinya rencanakan sampai tahap tertentu lalu lakukan. Jangan terlalu plan to prefection.

  2. Saya malah suka aforismenya Zizek:

    Don’t just do something, talk!

    Yang jadi persoalan itu sering kali kita dihadapkan pada “state of urgency”. Ada humanitarian crisis, bantuan harus jalan. Tetapi yah begitu…gak selesai-selesai krisisnya karena sumber masalahnya tidak pernah disentuh.

  3. *kesepet*
    Iyaaaa..saya seringnya juga ragu2 dan ga berani untuk melakukan sesuatu (misalnya posting hal-hal yang berat di blog), alasannya simpel, saya belom mengerti benar soal itu, masih cacat sansini..
    ujung2nya malah ga jadi..
    kalah sebelum perang..payah😦

  4. Tapi kan, kadang2 tindakan yang pengen dieksekusi bakal sampai ke point of no return atau point of no fix.😕

    *mikir2 lagi*
    *jadi ingat slogannya Nike*

  5. z0mg, I didn’t realise this! Thank you! This helps me in my research! You get my gratitude😀

    You should’ve posted this much much earlier😛

  6. @ energi negatif™

    *lempar keluar jendela*

    @ dnial

    Kalau prinsip ini diterapkan ke contoh-contoh di atas, maka akan berbeda:

    i) Jembatan tidak jadi-jadi sebab sibuk memikirkan gaya arsitektur mana yang akan diaplikasikan.
    ii) Urban planning tidak kunjung dimulai lantaran mabuk studi banding.

    @ gentole

    Dan itu tentunya diucapkan dengan aksen Eropa Timur khas Zizek…?😛

    @ dana | Herianto

    Alhamdulillah.🙂

    @ grace

    Daftar di waiting list saya lebih panjang lagi.

    @ jensen99

    Jasduit!

    @ lambrtz

    Awesome. Thank the late Mr. Arden.🙂

    @ omiyan

    Lalu?

  7. selalu ada perencanaankan sebelum bertindak? ya meskipun pada kenyataanya seiring proses kita bisa memperbaiki satu dua lubang yang ada, tapi mana yang lebih baik antara yang selalu berpikir dan berencana sampai memperhatikan detail-nya, tapi tidak pernah bertindak?

    saya lebih memilih bertindak tapi masih tetap menggunakan akal, jangan bertindak tanpa berpikir dulu😀

    setuju Ged : )

  8. Kebetulan kah ini, pas buka ini pas ada notifikasi dari stumbleupon di email. Iklan tak penting tapi ada kutipan dari karya Lewis Carroll:

    One day Alice came to a fork in the road and saw a Cheshire cat in a tree. “Which road do I take?” she asked. “Where do you want to go?” was his response. “I don’t know,” Alice answered. “Then,” said the cat, “it doesn’t matter.”

    It doesn’t matter…. jawaban yang acuh-tak acuh tapi mengena:mrgreen:

Comments are closed.