Roger Waters on His Purpose as an Artist

There is no purpose. We do whatever we do.

Yee-haw.:mrgreen:

Ya, ya, akan lebih afdhol kalau lagunya itu dari Pink Floyd, tapi peduli setan, lagu ini lebih cocok dengan mood-nya.๐Ÿ˜›

22 thoughts on “Roger Waters on His Purpose as an Artist

  1. @ yud1

    Amen to that indeed. 8)

    @ almascatie

    Heh? Heh? Kok?๐Ÿ˜•

    @ Disc-Co

    Hehehe, Led Zep itu memang tipe musisi yang menyebalkan tapi memang berbakat. Mirip dengan Oasis, tapi lebih keren dan lebih menyebalkan.:mrgreen:

  2. tapi lebih keren dan lebih menyebalkan

    Ini seperti cara cewek-cewek menggambarkan cowok-cowok tipe bad-dense-guy.. persis ^^
    *OOT*:mrgreen:

  3. Mirip dengan Oasis, tapi lebih keren dan lebih menyebalkan.

    Amen to that. Sama menyebalkan, tapi level Led Zepp lebih tinggi๐Ÿ˜€

    There is no purpose. We do whatever we do.

    Ah… suka ucapan ini. Kalolah bisa, mau awak tatokan ke jidat๐Ÿ˜ณ

    Macam ucapan Aleksandr Solzhenitsyn: “Art isnโ€™t a matter of what, but of how.” [One Day in the Life of Ivan Denisovich]๐Ÿ™„

  4. @ Buya Alexยฉ

    Amen to that. Sama menyebalkan, tapi level Led Zepp lebih tinggi๐Ÿ˜€

    Satu-satunya keunggulan Oasis adalah lebih jantan. Sekeren-kerennya Jimmy Page, kalau diwawancara macam banci dia.๐Ÿ˜†

    Ahโ€ฆ suka ucapan ini. Kalolah bisa, mau awak tatokan ke jidat๐Ÿ˜ณ

    ๐Ÿ˜†

    Macam ucapan Aleksandr Solzhenitsyn: โ€œArt isnโ€™t a matter of what, but of how.โ€ [One Day in the Life of Ivan Denisovich]๐Ÿ™„

    Ini juga kalo bisa mau tak tatokan di jidat.๐Ÿ˜›

  5. saya lebih suka Coolio yang ‘Gangster Paradise’, hee ga nyambung sih, itu bukan aliran rock n roll soalnya. suka ga fo??

  6. There is no purpose. We do whatever we do.

    Ah, ini falsafah seniman borjuis ini. Tidak pro-Rakyat.๐Ÿ˜€ Tetapi apakah betul, seni hanya layak dijadikan pemuas hasrat estetik belaka bagi para seniman atau para kolektor? Seniman adalah orang-orang eskapis? Masturbator kompulsif?

    *mengingatLekra*

  7. @ Emina

    Kebetulan tidak pernah dengar, tapi akan saya cari di YouTube.๐Ÿ˜›

    @ gentole

    Hohoho! Iya, Mas. Saya dulu pengagum falsafah ars gratia artis, tapi sudah tobat.๐Ÿ˜€ Menurut saya seni-budaya itu agak ironis juga, sebab boleh dikatakan jasa kultur-kultur populis jauh lebih berat ketimbang fine art. Tujuan seni itu apa sebetulnya sih?

    Kelihatannya saya juga mulai memiliki kecenderungan berpendapat demikian. Seni yang tidak populis itu semacam masturbasi.:mrgreen:

  8. led zeppelin itu bukannya band2 tuwir gitu yah?
    bukannya menghina selera, tp apa gak ada band yg disuka yg mudaan dikit?๐Ÿ˜€

  9. @ Ando-kun

    Wah, saya ga tahu. Hunt di YouTube lah Masbro.๐Ÿ˜€

    *lanjut ke Ten Years Gone*

    @ toim

    Hahahaha! Betul juga. Band “muda” yang ada di mp3 player saat ini cuma Dropkick Murphys, MSP, dan Sigur Ros.

  10. @ Abu Geddoe

    Satu-satunya keunggulan Oasis adalah lebih jantan. Sekeren-kerennya Jimmy Page, kalau diwawancara macam banci dia.๐Ÿ˜†

    Hehehe… mungkin karena sinismenya dia memang gak seketus Mr. Noel… atau mungkin karena perbawa rock lawas yang dandanannya memang agak banci?๐Ÿ˜›

    Sepertinya eks Led Zepp mesti fanatik satu klub di liga Inggris biar bisa setara ya? Beli MU, misalnya… :mrgreen:

    MSP? Manic Street Preachers? Itu juga produk tahun 80-an, bukan?๐Ÿ˜•

  11. @ Buya Alexยฉ

    Hohoho! Tapi Led Zep itu ‘kan bukan kumpulan remaja dari satu kota, yang lantas bisa fanatik pada klub tertentu. Mereka ‘kan bertemu sebagai kumpulan session musician, CMIIW. Jadi ya asalnya juga berbeda-beda.๐Ÿ˜•

    MSP? Manic Street Preachers? Itu juga produk tahun 80-an, bukan?๐Ÿ˜•

    Jahh, kalo gitu ya cuma Dropkick Murphys dan Sigur Ros.๐Ÿ˜ฆ

  12. Tapi.. We do whatever we do ala Led Zep dan Pink Floyd itu kan levelnya dewa! Bisa dikoleksi sampai sekarang dan jadi panutan (musiknya).๐Ÿ˜€

    Maksudnya, apa semua musisi berhak mengatakan demikian?๐Ÿ˜•

  13. @ jensen99

    Eh, tapi falsafah itu hanya milik Roger Waters, lho. Entah apa juga dianut Led Zep, atau bahkan sesama personil Pink Floyd lain seperti David Gilmour.๐Ÿ˜•

    Maksudnya, apa semua musisi berhak mengatakan demikian?๐Ÿ˜•

    Saya bilang sih iya. Saya tak percaya dengan kualitas intrinsik soalnya.๐Ÿ˜€

  14. Hohoho! Iya, Mas. Saya dulu pengagum falsafah ars gratia artis, tapi sudah tobat.๐Ÿ˜€ Menurut saya seni-budaya itu agak ironis juga, sebab boleh dikatakan jasa kultur-kultur populis jauh lebih berat ketimbang fine art. Tujuan seni itu apa sebetulnya sih?

    Kelihatannya saya juga mulai memiliki kecenderungan berpendapat demikian. Seni yang tidak populis itu semacam masturbasi.:mrgreen:

    Seni dan pekerjaan kreatif untuk pro-rakyat? nasionalisme? propaganda? Kalau itu sih sudah banyak di USSR dan Jerman era NAZI.

    Paradox memang, tapi untuk rakyat Barat seperti US yang budayanya berlandaskan pada individualisme, seni ‘masturbasi’ lah yang jadi pro-rakyat dan juga rekaman kultur. Kalau di Indonesia masih dilema kali ya.

  15. @ Raide

    “Untuk rakyat” tak mesti diartikan pro-pemerintah; dan lebih jauh lagi, “populis” tak mesti diartikan “untuk rakyat”.

    Motivasi berbagi sesama manusia saja, itu sudah terhitung bebas dari kungkungan egoisme sang seniman. Tidak harus mencakup masyarakat luas dengan etos nasionalisme tertentu.

  16. @Geddoe

    yeah, definisi ‘rakyat’ atau ‘society’ pun dapat didiskusikan lebih jauh lagi. Misalnya dalam konteks USA dimana kebebasan individu menjadi fokus utama, sepertinya seni untuk eksplorasi diri itu malah jadi sangat sah-sah saja. Lain lagi kalau di negara yang nasionalis dimana rakyat berarti pemerintahan, negara-negara jaman medieval dimana gereja itu segalanya (Gothic art), Indonesia, dll.

Comments are closed.