Asu 3

Bohlam di toko warna putih semuanya.

12 thoughts on “Asu 3

  1. kalau kata Dee, akan indah pada saatnya, mas bro😀
    semoga tidak lama lagi
    saya pun mendukung mengumpat, boleh?
    affuuuu😆

  2. Pukimak?

    Adakah ini plesetan politis typo dari Pukimai, yang mana merupakan hyponym dari Cukimai, yang mana pula keduanya adalah kata makian standar dalam dialek kota saya?

    Untuk mencegah disambiguitas lebih jauh, perlu saya jelaskan bahwa puki dalam dialek di kota saya berarti vulva, sedangkan cuki berarti coitus, namun pengertian hakiki dari mai sampai sekarang masih merupakan misteri linguistik.
    Justifikasi paling populer adalah pengejawantahan Mai sebagai nama seorang geisha yang pernah jadi idaman di seantero Soekarnopura, yang mana puki dan cuki dimaksud bersifat atributif terhadap sosok Mai.

    Apakah kita sama mesumnya merujuk pada hal yang sama?😆

  3. Kepada Saudara Fritzter, saya ucapkan terima kasih tengah menyisihkan sebagian waktunya untuk menyediakan kuliah singkat berkenaan dengan perkara linguistik ini.

    Adapun menurut legenda yang saya dengar, “typo” yang terjadi ialah dimaksudkan untuk mengurangi kesan elit dari terminologi yang dimaksud; yaitu dengan menggeser subyek dari seorang tokoh historis (“Mai”) kepada induk biologis masing-masing obyek sumpah serapah yang dipergunakan.

    Terima kasih.

Comments are closed.