Harun Yahya Dukung Evolusi?

* * *

Creationist Adnan Hoca’s views evolving

Friday, September 26, 2008

ISTANBUL – Turkish Daily News

Controversial cult leader Adnan Oktar, who is known for advocating creationism, concedes that Islam and Darwinism are compatible if evolution is seen as the work of Allah. Also, Oktar says he wants to make peace with well-known scientist Richard Dawkins, whose Web site Oktar claims insults his personality

It is possible to be a good Muslim and a Darwinist at the same time, one of Turkey’s devoted supporters of creationism, who earlier defined Darwinism as a “deception of Satan,” said at a press conference Wednesday.

The statement may not at first sound extraordinary. However, it came from controversial cult leader Adnan Oktar, who wrote over 200 books under the pseudonym Harun Yahya to prove that Darwinism was the biggest enemy of humankind and that the theory of evolution was false.

“It is possible to be a good Muslim and a Darwinist at the same time,” said Oktar, whose influence over a legion of young devotees peaked in the 1990s, at a makeover press conference Wednesday night. “We cannot criticize that person for following the ideas of Darwin. That person may say, “I believe Allah created us that way. Following Darwin’s ideas does not excommunicate someone from Islam.”

* * *

Full version is viewable from the source: [link]

The article in which Dawkins criticized Yahya: [link]

You have evolved, Oktar! I do hope you’re joking, however, lest I cannot even begin to imagine the looks on your followers’ faces.🙂

Note to self: Do not fuck with Richard Dawkins?:mrgreen:

29 thoughts on “Harun Yahya Dukung Evolusi?

  1. Islam and Darwinism are compatible if evolution is seen as the work of Allah

    Dari dulu pun, saya sudah berpikir bahwa evolusi adalah cara terbaik Tuhan menciptakan manusia. Dia membiarkan makhluk-Nya itu mencari “bentuk” yang paling sesuai, mulai dari satu sel tak berbentuk sampai kepada bentuk yang paling sempurna.

    Ternyata saya lebih hebat daripada Harun Yahya 8)

    *mengangkat diri menjadi Nabi baru*

  2. @ Nazieb

    Ya, ya, ente emang lebih hebat.😛

    Betewe, permalinknya… -_-!!

    Itu judul aslinya. Tapi lucu, jadi biarin aja.😆

    @ Nenda Fadhilah

    Sumbernya kayaknya lumayan kredibel, tapi kalau emang hoax, kasih tahu aja. Ntar diedit. Ga terlalu peduli juga soale.

  3. Ini beneran?:-/

    Setelah permohonan maaf CoE belum lama ini, rasanya kok agak terlalu… kebetulan. Apa memang lagi ada gelombang penerimaan evolusi, ya? ^^;;

    *merasa deja vu*

  4. @ danalingga

    Nemu dong.😛

    @ Disc-Co

    Tapi dia bukannya mengafirmasi Evolusi sih, cuma meralat paham yang mengasosiasikannya dengan ireligiusitas.🙂

    @ sora9n

    Saya juga terkaget-kaget. Masih terpana soal yang COE tempo hari soalnya. (o_O)a

  5. Haduh! Gara-gara post ini, dan diskusi kemarin, saya jadi berkunjung ke situs HY lagi. Saya masih menaruh curiga pada orang ini. Saya sangat kecewa dengan orang-orang yang ada di balik situs HY itu. Kerjanya bikin hoax, potong kutipan sembarangan, menyesatkan, pokoknya begitu deh! *Ah, saya tidak bisa mengungkapkan kemarahan lebih jauh karena suatu alasan.😦 *

    Untuk berita ini pun saya kira bukan berita besar juga. Ini sih retorikanya HY aja, dan wartawan memanfaatkan itu. Buktinya di situsnya HY masih bilang begini:

    “Given this, Muslims must understand that it is totally mistaken to believe that Allah created the universe and yet support the theory of evolution despite the lack of hard scientific evidence. Furthermore, it is just as mistaken to claim that evolution is compatible with the Qur’an by ignoring all the warnings in the Holy Book itself. Muslims who adopt such a position must realize that they are supporting an idea designed to help materialist philosophy and that, given this fact, they must withdraw their support at once.” Lengkapnya di http://www.harunyahya.com/incompatible02.php

    Soal momentum. Saya jadi menduga-duga lagi nih. Kreasionisme Islam model HY itu sebenarnya hampir bisa dipastikan sedarah dengan kreasionisme Kristen. Bahkan dalam situs HY, selain evolusi, yang ditonjolkan adalah semacam pluralisme agama-agama Abrahamik, yang anehnya luput dari perhatian pengagum Yahya di RI.😕 HY melunak, mungkin karena memang di duia Kristen lagi musimnya itu “meminta maaf” secara politik pada Darwin. Selain anti-evolusi, kesamaan HY dan evangelis agresif adalah pandangan mesianik yang kuat tentang turunnya Kristus. Ini memang penyakit banyak gerakan keagamaan modern: mereka bergerak seolah-olah bulan depan kiamat. Bisa jadi, misi utama HY sudah bergeser, bukan lagi mengibliskan evolusi tetapi mengabarkan mesianisme [the second coming of Christ]? Konon katanya pengikut HY menganggap dialah sang Mahdi. Ada di tulisan feature yang ditulis Reuters: http://uk.reuters.com/article/featuresNews/idUKL2926092420080619?feedType=RSS&feedName=featuresNews&sp=true

    Lagipula ulama salaf sudah menganggap HY sesat secara akidah karena pandangan metafisikanya yang panteistik, model-model wahdatul wujud gitu deh. Bisa dilihat di situs ini: http://abusalma.wordpress.com/2007/01/03/beberapa-kesalahan-fatal-di-dalam-buku-harun-yahya/

    Sayangnya ulama salaf itu masih berbaik sangka dan menganggap dia mungkin “khilaf”. Mungkin dia mengetahui adanya resistensi dari dunia Islam dan dia merasa perlu untuk beretorika, mengambil hati kaum Muslim dengan mengatakan apa yang dikutip di berita itu?

    Yah, gak tau juga sih. HY itu memang misterius, apalagi lembaganya. Wallahu a’alamlah. Tapi satu hal yang pasti, sainsnya itu benar-benar bermasalah dan situsnya benar-benar memberikan informasi yang sudah diplintir-plintir!

  6. …”yay”?😕

    Entah kenapa saya malah merasa ambivalen dengan konferensi persnya si HY ini. Berarti sekarang kelompok kreasionis populer yang bisa dibabat cuma dari kalangan kristen dong?

  7. @ gentole

    Nah, itu dia. Ini mencurigakan, soalnya.

    Untuk berita ini pun saya kira bukan berita besar juga. Ini sih retorikanya HY aja, dan wartawan memanfaatkan itu. Buktinya di situsnya HY masih bilang begini:

    Setelah membaca berita tersebut, yang pertama saya lakukan memang (dengan tidak menghitung ngakak membahana) mengecek ke keluarga situs web HY dan datanya di Wikipedia. Kelihatannya tidak ada perubahan yang signifikan, padahal rasanya ini sesuatu yang mestinya bombastis—mirip dengan kalau Steve Ballmer tiba-tiba merekomendasikan Linux.😆

    Jadi saya agak curiga kalau ini cuma lip service saja.😕

    Soal momentum. Saya jadi menduga-duga lagi nih. Kreasionisme Islam model HY itu sebenarnya hampir bisa dipastikan sedarah dengan kreasionisme Kristen. Bahkan dalam situs HY, selain evolusi, yang ditonjolkan adalah semacam pluralisme agama-agama Abrahamik, yang anehnya luput dari perhatian pengagum Yahya di RI.

    Setahu saya materi yang disajikan kreasionisme Islam macam HY itu memang mendompleng dan menyontek dari usaha organisasi seperti Institute of Creation Research. Solidaritas seperti itu memang ada. Anehnya, ya, pluralisme itu entah kenapa luput dari pengagum HY di Indonesia.

    Kasarnya sih, kreasionisme Indonesia itu: kreasionisme-nya HY + pandangan anti-Kristen Ahmed Deedat! Pola yang saya lihat seperti itu. Ada juga corak teori konspirasinya sedikit, tapi ini juga dipakai di tulisan-tulisannya HY lah.

    Y melunak, mungkin karena memang di duia Kristen lagi musimnya itu “meminta maaf” secara politik pada Darwin.

    Tapi kenapa tiba-tiba HY merasa perlu jump to the bandwagon? Saya tidak mengerti motifnya, dan saya masih belum percaya kalau dia benar-benar ganti haluan karena alasan kejujuran intelektual. I don’t trust this charlatan.

    Selain anti-evolusi, kesamaan HY dan evangelis agresif adalah pandangan mesianik yang kuat tentang turunnya Kristus. Ini memang penyakit banyak gerakan keagamaan modern: mereka bergerak seolah-olah bulan depan kiamat. Bisa jadi, misi utama HY sudah bergeser, bukan lagi mengibliskan evolusi tetapi mengabarkan mesianisme [the second coming of Christ]? Konon katanya pengikut HY menganggap dialah sang Mahdi.

    Tahun lalu Edip Yuksel terlibat konfrontasi dengan BAV-nya HY. Kayaknya Mas pasti familiar—Yuksel ini adalah salah satu tangan kanannya almarhum Rashad Khalifa, orang yang membuka tren numerologi Al-Quran. Dia sudah tidak berafiliasi lagi dengan organisasinya Khalifa, namun masih tetap berpegangan dengan tradisi nomor 19 yang terkenal itu. Penganut Islam Quraniyah.

    Nah, menurut pengakuan Yuksel, ia pernah mengenal HY secara pribadi sebelum dia mulai jadi juragan kreasionisme. Itu jemaah Quraniyah—Islamnya tidak pakai hadits. Kalau kata Yuksel sih, waktu itu pertentangan sering terjadi dengan HY sebab HY muda ini sangat mempercayai eskatologi a la Islam ortodoks, lengkap dengan Mahdinya. Menurutnya, ia adalah Mahdi. Ini berbentur dengan kepercayan Quraniyah yang jauh lebih membumi. Saya tidak tahu apa mesti mempercayai kata-kata si Yuksel ini, tapi tentunya kebanyakan orang tidak ambil pusing. Nama HY jauh lebih harum di kalangan kaum fundamentalis ketimbang Yuksel.

    Jadi, bisa jadi HY berpendapat seperti itu dan memutar kemudinya untuk lebih fokus ke penyambutan kedatangan kedua Nabi Isa. Tidak ada bedanya dengan Kristen-kristen rapture di Amerika Serikat lah!😀 Jujur saja, ini membuat saya cemas sekali. Kalau kata Sam Harris, campuran ideologi abad pertengahan dan teknologi abad ke-21 itu ibarat campuran alkohol dan mengemudi.

    Lagipula ulama salaf sudah menganggap HY sesat secara akidah karena pandangan metafisikanya yang panteistik, model-model wahdatul wujud gitu deh.

    Ah, tapi saya rasa kalau teologi macam itu para HY-is tidak terlalu mengikuti. HY itu all about creationism.😕 Lagipula itu ‘kan salafisme (wahhabisme kalau tidak pakai political correctness). Apa sih yang tidak mereka “tantang”?

    Yah, gak tau juga sih. HY itu memang misterius, apalagi lembaganya. Wallahu a’alamlah. Tapi satu hal yang pasti, sainsnya itu benar-benar bermasalah dan situsnya benar-benar memberikan informasi yang sudah diplintir-plintir!

    Situs dan organisasinya saya betul-betul tidak suka, memang. Banyak quote mining, terkesan manipulatif, mencurigakan, dan pastinya, BETUL-BETUL MIRIP CULT!

  8. Tadinya saya terkagum-kagum membaca berita ini (at the first glance), tapi setelah membaca komentar-komentarnya… ^^;

    Tampaknya saya belum bisa disebut skeptis.😛

    Btw, kalau benar Harun Yahya hanya bicara begini untuk lip service saja, kok jadinya seperti politisi yang mengumbar janji ya?

  9. Terpana, terkesima.
    What next?
    Pat Robertson say evolution is acceptable?
    atau FPI bertransformasi menjadi lembaga ala Salvation Army?

  10. @ K. geddoe

    mirip dengan kalau Steve Ballmer tiba-tiba merekomendasikan Linux.😆

    Atau kalau tiba-tiba blog ini banjir ayat di postingannya.😆

    Jadi saya agak curiga kalau ini cuma lip service saja.😕

    Saya nggak tahu juga, tapi dugaan saya beliau agak terpengaruh sama aksi CoE sebelumnya? CMIIW. Itu nilai historisnya besar, jadi mungkin beliau merasa bahwa penerimaan evolusi sedang di atas angin.

    Which, is dangerous trend for his movement. Kalau masyarakat mulai terbuka pada evolusi sementara BAV/SRF keukeuh, kesannya seperti menantang arus. Salah-salah justru cult mereka ambruk ditinggal pemirsa.😕

    *berpikir politik*

    *terpengaruh Code Geass* xD

    :::::

    @ gentole

    Yah, gak tau juga sih. HY itu memang misterius, apalagi lembaganya. Wallahu a’alamlah.

    Jangan-jangan… dia itu Dajjal!😯

    Bukankah Dajjal muncul dari sebelah timur jazirah…

    *lihat peta*

    Oh, nggak ding. Ternyata Turki itu di sebelah utara Saudi.😆

    [/idiotPlug]

  11. A MUSLIM WHO BELIEVES IN EVOLUTION DOES NOT LEAVE THE FAITH, BUT BELIEVES IN A DECEPTION THAT SCIENCE HAS DISPROVED

    Some misinterpretations appear in some publications stating that there is changing in Adnan Oktar’s views regarding the theory of evolution. However, it can easily be seen that Mr. Oktar’s statements are inaccurately reflected in the publications in question. Mr. Oktar has always opposed Darwinist ideology and the theory of evolution, because 21st-century science says, “the theory of evolution is nonsense.” If there were any scientific evidence of creation through evolution, one would of course have said, “Allah (God) created through evolution.” However, there is not a single piece of evidence to support the theory of evolution. As can be seen from the intellectual struggle he has been waging for the last 20 years or so, Mr. Oktar’s is the most outspoken and powerful voice raised in opposition to Darwinism. He makes it perfectly clear that there are no statements in the Qur’an of a kind such as to point to evolution or to support the theory of evolution. His statements on this subject are unequivocal. (See Why Darwinism Is Incompatible with the Qur’an by Harun Yahya)
    But Mr. Oktar still respects anyone who holds such beliefs; he would never accuse such individuals of irreligiousness, but still no such belief appears in the Qur’an. There may be people who both believe in Darwin’s ideas and say they believe in Allah. These people may believe that Allah made evolution an instrument in the creation of man and have faith in that form. It would of course be wrong to impute irreligion to such people. Mr. Oktar has never made such an accusation. He has never said, “Believers in evolution cannot believe in Allah.”
    There are many people, not just Muslims but also Christians and Jews, who believe in Allah and in the evolution deception at one and the same time. These people are probably unaware that there is no scientific evidence for the theory of evolution and do not know that what they believe in is a deception with no scientific foundation.
    A person may interpret the faith and the Qur’an according to his own lights, and it is wrong to describe that person as irreligious because of this erroneous interpretation. Adnan Oktar merely tells these people that “there is no indication of evolution in the Qur’an” and that “there is no scientific evidence for evolution.” But it is impossible to call those who believe otherwise irreligious on the basis of a mistaken interpretation.

Comments are closed.