Konspirasisme

Konspirasisme ialah sebuah cara memandang dunia yang didasarkan pada teori konspirasi— suatu hipotesis yang menggagaskan bahwa terdapat konspirasi-konspirasi yang menggerakkan dunia dari belakang layar. Menurut jurnalis kawakan Chip Berlet, konspirasisme adalah semacam metode pemikiran yang mengkambinghitamkan musuh dengan mendemonisasi mereka sebagai pihak yang bertanggung jawab akan upaya-upaya yang bertentangan dengan kemaslahatan masyarakat.

Lebih jauh lagi, konspirasisme menggiring para penganutnya untuk memandang para perumus teori-teori konspirasi yang bersangkutan sebagai whistleblower yang heroik; intelektual-intelektual bawah tanah yang berhasil membongkar borok-borok politik di saat media-media umum sudah tidak bisa dipercaya lagi. Dilihat dari sudut pandang ini, memang tidak berlebihan rasanya kalau konspirasisme adalah semacam masturbasi intelektual. Oh, the vanity.

Gramedia dan tumpukan buku-buku

Tidak sampai seminggu yang lalu, saya mengunjungi sebuah cabang Gramedia dengan niat yang sebenarnya tidak terlalu jelas. Memang saya hendak membeli buku, namun waktu itu tidak ada rencana khusus mengenai buku apa yang akan dibeli. Akibatnya, yang saya lakukan adalah berkeliling melihat-lihat sampai hampir setengah jam. Memang rasanya sangat lama, sebab kebetulan toko bukunya sendiri bisa dibilang cukup besar; sewaktu saya masih SMP, katanya cabang yang berlantai tiga ini adalah yang terbesar di Sumatra. Apa sekarang rekor itu masih dipegang, saya sendiri tidak tahu. Nah, setelah berputar-putar, pada akhirnya yang saya beli adalah satu kopi Rolling Stone dan dua volume Ai Kora, namun ada sedikit cerita di balik itu.

Ketika saya perhatikan, porsi bacaan agamis yang tersedia di toko buku tersebut memang cukup intimidating juga, walau memang sangat condong ke agama Islam (atau memang hanya Islam?). Ada banyak sekali novel-novel religius yang saya lihat, yang kelihatannya tersedia untuk bermacam-macam demografik. Ada beberapa yang secara gamblang sepertinya memang ditujukan untuk remaja-remaja rohis kelas gawul yang gemar meleburkan identitas keagamaan mereka dengan kultur pop, ada yang tone-nya lebih dewasa, sampai yang diperuntukkan pada anak-anak.

Saya sendiri tidak bisa dikatakan menyukai atau tidak menyukai tren ini; biasa saja, walau sempat terkesima juga dengan religiusitas bangsa ini. Namun yang sedikit mengganjal adalah majalah-majalah Islami yang terselip di antara serbuan buku-buku religius tersebut.

Kalau berbicara tentang media-media Islami, berbeda dengan media-media seperti novel atau buku, saya sedikit waswas dengan majalah. Konon, meninjau dari komentar-komentar yang masuk di salah satu artikel saya dulu, agak susah mencari majalah Islam yang agak ‘sejuk’. Saya tidak terlalu tahu juga, sebab saya memang tidak berlangganan atau membaca majalah-majalah seperti itu secara rutin. Beberapa tahun lalu saya pernah membaca satu-dua majalah seperti Sabili dan sebangsanya, dan memang rasanya tidak terlalu sejuk.🙂 Waktu saya kelas tiga SMA, meja saya di kelas dikelilingi oleh rekan-rekan yang beragama Kristen. Saya masih ingat bagaimana mereka pada waktu itu sedikit tersinggung dengan headline Sabili yang ‘seru’ tentang ‘Kristenisasi yang semakin marak’.

Nah, di majalah-majalah yang kebetulan saya temukan di toko tersebut, yang sempat saya lihat-lihat kovernya (sayangnya tidak dapat dibuka sebab dibungkus dengan plastik), jualannya juga serupa. Saya ingat salah satu tajuknya adalah; “Media Sekular, Corong Suara Kaum Kafir” atau sesuatu yang mirip seperti itu. Menyeramkan juga. Dan menjual tentunya.😛 Sayang saya lupa nama majalahnya apa, jadi tidak bisa memberi referensi. Ada juga yang berbunyi seperti “…Membawa Kepentingan Asing” dan sebangsanya; saya rasa Anda sudah bisa menangkap berita (?) macam apa yang disajikan.

Topik inilah yang saya rasa patut direnungkan. Kegemaran media religi untuk menyajikan teori konspirasi. Saya rasa ini menarik, sebab ada kecenderungan media berita (?) Islam untuk memanas-manasi umat supaya bersikap lebih paranoid terhadap dunia luar. Jadi bertentangan dengan cara bekerja media-media lain, seperti novel-novel, yang lebih tertarik memasarkan nilai-nilai yang dianggap luhur seperti keimanan dan cinta kasih, media-media berita (?) ini cenderung menakut-nakuti akan rangkaian berita (?) yang membahas konspirasi yang dilakukan agama lain, selain menyerukan supremasi golongan serta mengarahkan masyarakat menuju pemahaman yang lebih konservatif.

Yang lebih menyulitkan, umat Islam Indonesia sendiri tidak terbiasa dengan perbedaan pendapat dalam agama, ambiguitas doktrin, dan sudah terbuai dalam paradigma agama yang ‘pasti’ di mana skisma tidak pernah terjadi. Jadi paham-paham yang berbenturan sekalipun, semuanya ditelan.

Jadi, tren teori konspirasi. Hanya ini. Adapun perkara tren religiusitas, novel-novel, dan lainnya, kita kesampingan dulu; barangkali bisa dibahas di lain kesempatan saja.🙂

Teori konspirasi

Ah, saya yakin Anda sudah terbiasa dengan teori konspirasi religius sayap kanan; khas dan bahkan hampir jadi budaya.🙂

Formula teori-teori konspirasi ini sangat sederhana dan mudah ditebak, kok. Anda pun sebenarnya bisa membuat teori konspirasi Anda sendiri:

  1. Terdapat masalah/kejadian/peristiwa A.
  2. Walau tidak diberitakan secara luas di media massa, namun ternyata ada agenda tersembunyi di balik masalah/kejadian/peristiwa tersebut, yang dilakukan oleh satu, beberapa, atau semua elemen di bawah ini:
  3. Jadi “kita” sebenarnya ada dalam bahaya, karena perlahan-lahan musuh-musuh di atas mulai menggerogoti “kita” dan pada akhirnya akan menguasai dunia.
  4. Waspadalaaah… Waspadalaaah…!

Hal ini tentu bisa dikaitkan ke berbagai macam kasus, tanpa kecuali:

  1. Peristiwa: Telah berkembang sebuah aliran agama kecil yang dianggap sesat oleh badan yurisprudensi agama berotoritas.

    Teori konspirasi: Aliran tersebut sengaja ditiupkan oleh musuh untuk merusak pemahaman umat agama yang bersangkutan, guna lebih mudah dimurtadkan. Orang-orangnya adalah intelektual tidak jujur yang telah dibayar oleh musuh.
  2. Peristiwa: Kelompok terorisme religius ekstrim beraksi dengan meledakkan bom mobil.

    Teori konspirasi: Semuanya sandiwara yang dilakukan untuk memperburuk nama agama yang dipermasalahkan.
  3. Peristiwa: Ada logo produk/perusahaan/instansi yang mirip heksagram.

    Teori konspirasi: Badan itu dimiliki/dikendalikan oleh pemerintahan Israel. Hati-hati, karena tujuannya adalah mencari simpatisan di lingkungan lokal.

Yang seperti inilah yang banyak menghiasi halaman-halaman majalah-majalah berita (?) berhaluan religi kanan seperti yang saya sebutkan. Memang menjadi bacaan yang lebih sedap dan menarik, ketimbang, misalnya membaca tentang bagaimana kita mesti beriman dan berbuat baik sesama manusia, atau membaca ulasan acara pengajian. Itulah yang dimaksudkan sebagai masturbasi intelektual; kita bisa mengecap heroisme di situ. Sebab tiba-tiba semuanya jadi epik, segalanya menjadi medan perang. Desain segi enam yang mungkin sebetulnya hanyalah logo biasa, tiba-tiba bisa menjelma menjadi serbuan musuh. Dan kita seolah-olah diberi mandat untuk melindungi orang banyak dari marabahaya yang dibawa oleh serbuan yang dimaksud. Di sinilah ejakulasi intelektualnya.

Apakah teori konspirasi itu salah?

Saya tidak akan dogmatik; teori konspirasi itu bisa saja benar. Mungkin para petinggi politik Israel memang mengirimkan agennya ke tiap pelosok di kolong jagad. Mungkin media massa dan pemerintah Turki memang berkonspirasi menjatuhkan Harun Yahya. Mungkin Pentagon memang menyimpan robot raksasa Mazinger Z. Mungkin presiden SBY memang merupakan alien yang dikirimkan oleh federasi Virgo supercluster untuk mengendalikan rakyat Indonesia. Teori konspirasi bisa saja benar. Lantas mengapa menggunakan teori konspirasi adalah suatu kesalahan berpikir?

Untuk memahaminya, Anda perlu memahami konsep Occam’s razor, atau pisau Ockham.

Pisau Ockham adalah prinsip berpikir yang pada konteks aslinya berbunyi; “entia non sunt multiplicanda praeter necessitatem“. Terjemahan bebasnya mungkin; “jangan menambah-nambah di luar apa yang diperlukan“. Tafsiran yang paling awamnya mungkin bakal berbunyi; jangan mengada-ada!

Akan lebih mudah untuk memahaminya melalui contoh. Seandainya, Anda dihadapkan pada persoalan berikut:

Anda hidup berdua saja di apartemen kecil dengan pasangan Anda. Suatu ketika, Anda pulang dan mendapati kue yang Anda simpan di lemari es telah lenyap.

Apa yang dapat Anda simpulkan?

Saya akan mengajukan dua kesimpulan untuk Anda;

1: Pasangan Anda telah memakannya.
2: Ada maling yang masuk dan mengambil kue tersebut.

Di atas kertas, keduanya adalah mungkin. Namun menurut pisau Ockham, Anda mesti menyimpulkan kesimpulan yang paling sederhana terlebih dahulu. Yang tidak menambah-nambah dalam berkesimpulan. Dan itu ada pada pilihan yang pertama. Kalau setelahnya Anda mendapati bahwa lemari Anda sudah diobrak-abrik dan barang berharga Anda turut lesap, mungkin bolehlah Anda maju ke kesimpulan kedua.

Lebih menarik lagi, kita bisa menambah-nambah kesimpulan macam apa pun;

3: Seorang ilmuwan sinting dari masa depan menggunakan mesin waktu untuk pergi ke dapur Anda dan makan kue, lalu kembali ke masanya.

Dengan mengabaikan pisau Ockham, secara logika maka akan sah untuk menganggap demikian.🙂 Yang diabaikan di sini adalah mengambil kesimpulan yang terlalu jauh— kesimpulan yang lebih rumit membutuhkan bukti yang lebih rumit pula. Di sinilah kesalahan teori-teori konspirasi. Terlalu melompat-lompat dan bombastis dalam menarik kesimpulan. Misalnya bentuk heksagram pada logo Indosat. Akan lebih membumi untuk menarik kesimpulan bahwa logo itu hanyalah logo biasa saja; heksagram adalah bentuk yang jamak ditemukan. Lebih memenuhi kaidah berpikir yang benar untuk menyimpulkan bahwa logo itu dipilih karena alasan estetika dan pemasaran saja, ketimbang berpikir yang tidak-tidak kalau ternyata operator tersebut disokong oleh Israel. Lagipula kalaupun memang Israel mendukung Indosat secara sembunyi-sembunyi, kok malah dengan bodohnya memajang logo mereka dengan gamblang? Kalau saya jadi ahli propaganda, ya logo itu tidak akan saya buat mirip dengan logo Israel.🙂

Hipotesis ini mesti ditahan di situ sampai ada bukti-bukti lain; misalnya Indosat tiba-tiba menyajikan telepon gratis ke Israel.😛 Kalau melanggar batas itu, berarti hipotesis yang bersangkutan bertentangan dengan kaidah berpikir yang didasari metode ilmiah. Kalau hendak dipersingkat, maka translasi layman-nya adalah; teori konspirasi itu terlalu dibuat-buat. Berkesimpulan mesti didasari bukti, bukan “ke-bisa-saja-an”.

Adapun selain pisau Ockham, terdapat tiga konsep lain yang bisa dijadikan tes litmus untuk menguji teori konspirasi:

  1. Fallacy. Yaitu kesalahan dalam berlogika.
  2. Metodologi. Apakah terstruktur atau malah dibuat-buat?
  3. Testabilitas. Kalau tidak bisa dibuktikan salah (misalnya, “Ooh, bukti-bukti yang sudah ada sudah dimanipulasi…”) maka sulit diterima sebagai hipotesis yang baik.

Yang paling menggelikan adalah, beberapa penganut konspirasisme menuduh kritik bahwa “teori konspirasi tidak ilmiah” sebagai konspirasi para konspirator.

Teori konspirasi itu berbahaya!

Pada tahun 2001, fotografer legendaris Brasil Sebastião Salgado turut serta dalam upaya pemberantasan polio di India. Kampanye pemberantasan itu berupa penyediaan imunisasi murah yang bisa didapat dengan harga yang betul-betul miring. Sang bayi mesti diimunisasi sebanyak dua kali— saya tidak terdidik dalam bidang kedokteran, jadi saya juga tidak begitu tahu kenapa, namun begitulah prosedurnya.

Kampanye-kampanye pemberantasan polio adalah sesuatu yang menggugah. Sesuatu yang membesarkan hati kita sebagai manusia— lihat saja pemberantasan polio di El Salvador. Konflik perang saudara pun terhenti sejenak kala itu; para prajurit yang berselisih menyetujui gencatan senjata sementara demi memberi ruang pada para petugas medis.

Bersama Salgado, adalah penulis senior Christopher Hitchens, yang kemudian menjadi tertarik mendokumentasikan gerakan yang luar biasa secara kecil-kecilan. Pada waktu itu ia tidak menyangka, ada cerita pahit yang kemudian mesti ia tuliskan pada akhir kampanye polio ini.

Yang terjadi adalah tragedi. Di Bengal, pada waktu itu penduduk sangat bersemangat menyambut kampanye ini— mungkin bersukacita mengetahui bahwa kaki-kaki kecil bayi-bayi mereka akan segera dibalut imunitas, dan mereka bisa melupakan kekhawatiran akan melihat anak-anak mereka terserang polio dan jatuh cacat. Para wanita penghibur yang biasanya dipandang nista, bekerja secara sukarela, berlari menyisir kota. Mereka memekik ke setiap rumah, mengajak supaya anak-anak dibawa ke pos imunisasi. Seekor gajah waktu itu diarak-arak berkeliling kota, supaya kampanye semakin meriah dan menarik perhatian. Kawasan ini adalah salah satu titik termiskin di dunia, dan mereka waktu itu melihat titik pencerahan di mana mereka bisa hidup dengan lebih baik.

Semuanya berjalan dengan baik— meriah, hangat, dan begitu luar biasa. Peristiwa menggugah seperti itulah yang membuat saya bisa merasakan rasa bangga yang dalam sebagai seorang manusia yang hidup di dunia. Meriah, hangat, dan luar biasa, memang, sampai sesuatu yang lebih luar biasa lagi terjadi.

Gerombolan kelompok garis keras berkoar-koar; kampanye polio tersebut adalah dusta. Imunisasi yang diberikan adalah obat yang diproduksi oleh “barat”, dimaksudkan untuk membuat generasi penerus mereka steril dan tidak mampu bereproduksi. Menurut mereka, “barat” berusaha untuk menghancurkan mereka dari dalam, jadi penduduk jangan sampai sudi menyodorkan anak-anak mereka untuk diracuni oleh para agen-agen jahat tersebut.

Setelah kampanye polio tersebut usai, Hitchens meninggalkan India dengan perasaan waswas. Imunisasi polio mesti dilakukan dua kali. Bagaimana kalau ada yang tidak menyertai imunisasi kedua karena terpengaruh tuduhan kelompok garis keras tadi? Pemberantasan polio mesti menyeluruh, kalau tidak, penyakitnya akan berkembang lagi dan semuanya akan jadi berantakan. Harap dicatat, tujuan proyek mahal ini adalah membebaskan Bengal 100% dari polio, dan apabila berhasil, maka pada tahun 2002 hanya tersisa tiga kawasan lagi di muka bumi yang tergolong terjangkit polio (salah satunya Afghanistan). Akan menjadi kemajuan yang luar biasa bagi umat manusia.

Tahun 2005, Hitchens mendapatkan laporan akan hasil proyek tersebut. Dan semuanya ternyata memang berantakan.

Yang menakjubkan adalah, rupanya tidak hanya Bengal yang begitu bandel dan bengal. Ada kasus serupa terjadi di Nigeria, di mana bahkan ulama setempat membuat fatwa yang melarang orang tua Muslim mengimunisasikan anak mereka dengan alasan yang sama;

[…] declared the polio vaccine to be a conspiracy by the United States against the Muslim faith […]

Apa terdengar familiar? Catat: Nigeria sebelumnya tercatat bebas polio.

Pukulan terakhir yang akhirnya menghancurkan orang-orang yang bekerja keras untuk proyek ini adalah; tiga negara Afrika (saya tidak tahu pasti yang mana), ditambah Yaman, yang juga telah bebas polio, kembali mengalami krisis setelah empat tahun. Penyebabnya adalah penyebaran yang terjadi ketika jamaah haji Nigeria berbaur dengan jamaah haji dari empat negeri tersebut. Jamaah haji yang pergi mencari berkah, pulangnya malah membawa setitik bala.

Yang menyakitkan dari insiden ini adalah betapa semuanya sebenarnya tidak perlu terjadi. Teori konspirasi yang dibuat oleh para ekstrimis di India dan Nigeria kali ini betul-betul sudah keterlaluan. Harga yang harus dibayar terlalu mahal.

I detest the ignorants’ conspiracy theories. I detest it with all my strength.

Konspirasisme

Seperti yang saya ungkapkan, dasar pemikiran media-media seperti ini adalah konspirasisme. Konspirasisme meletakkan teori konspirasi sebagai denyut nadi pandangan politik mereka. Teori konspirasi berdasarkan pada penyalahgunaan pisau Ockham. Tentunya kemudian bisa disimpulkan bahwa pandangan politik yang ditawarkan oleh media-media berita (?) tersebut bakal bermuara pada religiusitas abal-abal yang hanya berupa kebencian pada orang luar dan supremasi sesat akan golongan sendiri.

Yang saya bingungkan adalah, sebenarnya tren teori konspirasi pada majalah-majalah berita (?) Islami tersebut adalah pertanda apa?

  1. Apa umat secara umum memang sudah berpikir seperti itu? Saya kok rasanya sangsi dengan kesimpulan ini. Di lingkungan saya, yang berpikir seperti itu, kalau ada pun, hanya rohis SMP. Atau saya terlalu naif?
  2. Atau mungkin media memang didominasi oleh para penganut konspirasisme? Sebab penulis-penulis Islam yang moderat mungkin saja lebih tertarik pada literatur agamis ketimbang media berita (?) seperti Sabili dan kawan-kawan? Ini cukup masuk akal mengingat umat tidak terlalu terbiasa pada skisma dan perbedaan, sehingga berita (?) yang disajikan dilahap secara take it for granted.
  3. Jangan-jangan media-media tersebut memang hanya versi religius dari media yang mengandalkan headline “wah”, seperti koran Lampu Merah atau tabloid Lipstik? Atau malah dikendalikan oleh pihak asing yang ingin menggiring opini publik? Tapi kesimpulan ini malah jadi teori konspirasi itu sendiri, ya?:mrgreen:

Adakah penjelasan lain? Bukan apa-apa, saya sendiri sejujurnya lumayan waswas. Sebab apabila dipikir-pikir, kok rasanya tidak terlalu out of place kalau ‘berita’ (?) seperti “imunisasi X adalah plot Amerika” itu sampai ditemukan di kover Sabili.

Akan sangat menyesakkan apabila Indonesia yang sudah remuk redam ini mengalami kesialan yang sama dengan Nigeria atau Bengal. Saya tidak mau itu terjadi.

.

.

.

kredit: Gambar majalah “Pedang” (hanya fiksi) dari hasil pengolahan gambar.
Sumber mentah dari Pontianak Post dan Freaking News.

117 thoughts on “Konspirasisme

  1. Panjang bener kamu nulisnya.

    Memang rasanya sangat lama, sebab kebetulan toko bukunya sendiri bisa dibilang cukup besar; sewaktu saya masih SMP, katanya cabang yang berlantai tiga ini adalah yang terbesar di Sumatra.

    Haa, di depan kampus saya ada cabang Times pertama di Indonesia *lirik buku seharga setengah juta*

    IMO, teori konspirasi cuma laku di dunia game. IRL, konspirasi memang ada tapi mengatakan hal ini-itu adalah konspirasi dengan mudahnya tanpa bukti yang cukup dan mendukung adalah sebuah kekacauan besar.

    Btw, untungnya ya di Indonesia imunisasi polio itu dilakukan pas zaman Soeharto. Pas zaman itu kan jarang ada yang berani menentang “petunjuk Bapak Presiden”. *sarkastis*

  2. Saya yakin kalau Sabili, Hidayatullah, FPI, HTI, dan kaum fundamentalis lainnya adalah bentukan Zionis untuk menjatuhkan citra Muslim di mata dunia sebagai rahmat semesta alam. Umat Islam seluruh dunia harus bersatu menghadapi hal ini, jadi sebaiknya kita membentuk semacam organisasi yang bisa mengkoordinir semua kegiatan yang diperlukan, seperti demonstrasi ke kedutaan negara kafir yang terlibat atau pembuatan buletin yang mengungkap tipu daya keji mereka. Who’s with me?!

    *head asplodes*

    Btw, ada yang mau bikin blog satir konspirasi kayak ‘Pedang’-nya Geddoe (that didn’t sound right… :?) di atas? It should be like ‘The Onion’ meets ‘Weekly World News’😆

  3. Dan kalau saya boleh mereka-reka seenak jidat penjelasan lain dari fenomena ini, itu adalah karena sudah lama ditekannya kesenian (terutama fiksi) dalam sejarah Islam. Jadi khayalan dan fantasinya disalurkan ke hal-hal yang nonfiksi… atau karena itu malah kemampuan untuk membedakan mana yang fiksi dan tidak menjadi berkurang >_>

  4. @ Nenda Fadhilah

    Haa, di depan kampus saya ada cabang Times pertama di Indonesia *lirik buku seharga setengah juta*

    Halah, ‘kan maksudnya cuma menggambarkan gede secara fisiknya doang.😛

    IMO, teori konspirasi cuma laku di dunia game.

    Laku di mana-mana, kok. IRL juga. Cuma sayangnya kalau TK laku IRL, itu pertanda bencana.😆

    @ Catshade

    Kalo kebanyakan jadi eneg, ah, masbro. Saya mbaca the Onion juga jadi ga enak, kecuali videonya dikit-dikit.😛

    (that didn’t sound right… :?)

    Beuh…😆

    Dan kalau saya boleh mereka-reka seenak jidat penjelasan lain dari fenomena ini, itu adalah karena sudah lama ditekannya kesenian (terutama fiksi) dalam sejarah Islam. Jadi khayalan dan fantasinya disalurkan ke hal-hal yang nonfiksi…

    Kalau saya sih lebih mencurigai ini didasari rasa rendah diri setelah kalah dalam ‘perang’ budaya.😕

  5. Saya sampai muak dengar kata konspirasi ini. Ada beberapa orang yang benar-benar terpengaruh teori-teori ini. Conspiracy Freak. Dan tiap kali saya tanya bukti, bungkam…

    Kalau pun dikasih bukti pasti yang semacam logo ini mirip lambang Zionis, logo ini mirip lambang Freemasonry, bah… Sejak kapan kemiripan logo bisa dijadikan bukti?

    Atau ada yang bisa memberi saya bukti nyata adanya konspirasi ini?

    PS: Bush ternyata alien… *nahan sakit perut*…
    Huahahahha😆
    *ketawa gak jelas*

  6. Saya sampai muak dengar kata konspirasi ini. Ada beberapa orang yang benar-benar terpengaruh teori-teori ini. Conspiracy Freak. Dan tiap kali saya tanya bukti, bungkam…

    Pengalaman pribadi saya, biasanya konspirasis akan menyangkal kewajiban memberi bukti dengan dalih konspirasi media.

    Ini kenanya pada testabilitas, masbro.🙂 Sesuatu yang tidak bisa dibuktikan salah (falsifiable), tidak dapat dibuktikan benar.🙂

    Kalau pun dikasih bukti pasti yang semacam logo ini mirip lambang Zionis, logo ini mirip lambang Freemasonry, bah… Sejak kapan kemiripan logo bisa dijadikan bukti?

    Justru menggelikan. Kalau ingin diam-diam menyusup lewat organisasi topeng, mengapa logonya dimiripkan?

    PS: Bush ternyata alien…

    Ya, dan buktinya telah ditekan oleh media.🙂

    *digebuk*

  7. Pengalaman pribadi saya, biasanya konspirasis akan menyangkal kewajiban memberi bukti dengan dalih konspirasi media.

    Kalau menurut saya, ini sih sama aja dengan tidak bisa memberikan bukti. Masalahnya bagaimana mengubah mindset mereka itu.

    Kadang teori konspirasi ini konyol juga. Pernah di papan pengumuman nilai dengan hampir 80% mahasiswa mendapat nilai D dan E, seorang mahasiswa berkata, “Ini pasti konspirasi para dosen untuk mengurangi populasi mahasiswa di kampus ini”😆

  8. Kayaknya teori konspirasi ini memang agak menjamur. Mirip-mirip mas ardianto, belakangan ini beberapa siswa di sekolah saya juga menyusun konspirasi soal pergantian posisi guru di sekolah.😛

    Lagipula kalaupun memang Israel mendukung Indosat secara sembunyi-sembunyi, kok malah dengan bodohnya memajang logo mereka dengan gamblang? Kalau saya jadi ahli propaganda, ya logo itu tidak akan saya buat mirip dengan logo Israel.

    Ini dia.😆 Saya heran, kok yang begini justru paling banyak yang dipercaya ya? Sering dijadikan landasan kalau “lembaga X” disokongi oleh Yahudi, Amerika Serikat, dll karena kemiripan logo. ^^;

    Teori konspirasi begini mulai marak sejak kapan ya?

  9. Saya suka baca novel yang temanya konspirasi. Tapi kalau terus konspirasi dijadikan bagian dari kehidupan sehari-hari yang sebenarnya… Aduh… jangan deh.😦 Hidup ini sudah ruwet, jangan dibikin lebih ruwet lagi.
    Singkatnya, buat saya: konspirasi untuk hiburan oke-oke saja, tapi kalau untuk serius jangan deh.

  10. karena lebih seru kalau ternyata konspirasi itu ternyata benar,😀.

    ya, emang parah kalau orang terus-menerus dijadikan paranoid akan isu yang ga jelas.

  11. Sebuah paparan yg mantabs ged *five thumbs up*, tapi kenapa saya merasa tulisanmu sekarang ko mirip gaya penulisan mas priyadi ya?😉

    kalo boleh jujur, aku lebih suka gaya penulisanmu yang cenderung brutal dan frontal hehehe😉

    Ato ini sebuah tanda kematangan dalam berpikir? (ah kesimpulan yang terlalu mengada ada😀 )

    Tapi jika benar berarti geddoe bukan kopral lagi sekarang, tapi Mayor.

    *los pokus*

    *conspiracy freak mode on*

    Penulis blog ini pasti adalah anak didik agen2 MOSAD. Waspadalah waspadalah!!😆

    *conspiracy freak mode off*

    Btw, kamu belum liat seeh edisi majalah eramuslim yang baru. Kalo dah liat, maka… sudahlah sayapun merasa miris bila mengingatnya..

    Gosh.. what’s wrong with this “umat” ?

    *mengelus dada*
    ..

    *perempuan sebelah..*:mrgreen:

  12. Konspirasisme. Tulisan bagus.

    Btw, “lesap” itu artinya apa yah? Gak bahasa Inggris, gak bahasa Indonesia, kosakatamu banyak sekali nak.

  13. IMHO, masbro, ini memang salah satu penyakit kronis umat Islam kontemporer. Terutama yang Islam tradisionalis/pengaruh lingkungan Islamnya kuat… entah kenapa.😦

    Seperti yang ente bilang. Sedikit-sedikit Yahudi, sedikit-sedikit Amerika. Menyedihkannya, bahkan hoax pun terkadang diaku-aku jadi fakta konspirasi. =_=!

    Tahu sendiri hoax pembantaian Granada. Terus Joko Suprapto diculik intel asing (well, sebenarnya ini bukan khusus Islam, tapi beliau kan ngakunya menyitir ayat2 AQ dalam temuannya). Terus, apa lagi kalau bukan hoax Harun Yahya yang sok-sokan bisa meruntuhkan evolusi.

    Saya prihatin dengan keadaan ini. Umat cuma bisa teriak-teriak menyalahkan hegemoni Barat/asing/Yahudi, tapi nggak mau bercermin. Kalau memang punya waktu buat mikir konspirasi yang minim bukti. Mbok ya waktu yang ada itu dipake sedikit buat memperbaiki diri…😐

    I detest the ignorants’ conspiracy theories. I detest it with all my strength.

    Second that…🙄

     

    BTW, saya kaget juga liat cover modifnya. ^^; Sekilas saya kira asli majalah betulan?:mrgreen:

  14. Ya, postingan ini pasti dibuat oleh antek-antek Barat untuk meyakinkan bahwa teori-teori yang selama ini beredar itu hanya konspirasi semata, alias hoax, padahal memang begitu kenyataannya..😈


    Ehm, kenapa teori konspirasi lebih “laris”? Ya karena fiksi itu lebih menarik daripada fakta masbro.. Lebih “dramatis”..

    Juga karena hal itu akan lebih meyakinkan para penganut agama itu soal cerita-cerita “heboh” di kitab suci tentang kaum tertindas yang tiba-tiba ditolong oleh Tuhannya..

    Hmmm, ya, memang lebih keren jika kita tampil sebagai orang tak berdaya yang terus tertindas oleh hal-hal yang tak mampu kita lawan, di mana kita hanya bisa pasrah dan sabar, lalu tiba-tiba… zzzaappp!!! Adzab-Tuhan-Yang-Maha-Pedih™ datang dan kita akhirnya keluar sebagai pemenang.. Ndak jauh bedalah dengan sinetron-sinetron itu..

    *ngelantur & ngawur

  15. Saya prihatin dengan keadaan ini. Umat cuma bisa teriak-teriak menyalahkan hegemoni Barat/asing/Yahudi, tapi nggak mau bercermin. Kalau memang punya waktu buat mikir konspirasi yang minim bukti. Mbok ya waktu yang ada itu dipake sedikit buat memperbaiki diri…😐

    Karena itulah saya tadi mengusulkan bikin blog satir kospirasisme… hell, ato kita ngarang konspirasi satir dan sebarkan secara gerilya lewat milis-milis saja. Dengan semakin tercemarnya teori-teori konspirasi asli oleh konspirasi satir (yang makin lama makin terdengar surreal), sebagian believer mudah-mudahan terpaksa harus mengakui, “these things are just plain bollocks.”

    Tentu saja, kalau melihat masih ada aja orang yang menelan mentah-mentah the Onion atau Weekly World News, mungkin ada juga orang Islam yang masih percaya kalau Yahudi sedang mengembangkan teknologi Mobile Suit di bawah gunung Sinai (was this where Zeon came from?)😦

  16. Laku di mana-mana, kok. IRL juga. Cuma sayangnya kalau TK laku IRL, itu pertanda bencana.😆

    Yang ini saya salah tulis *jedot2in jidat*

    Tentu saja, kalau melihat masih ada aja orang yang menelan mentah-mentah the Onion atau Weekly World News, mungkin ada juga orang Islam yang masih percaya kalau Yahudi sedang mengembangkan teknologi Mobile Suit di bawah gunung Sinai (was this where Zeon came from?)😦

    Di Gundam salah satu negara yang menjadi tokoh utama adalah Zion dan juga jangan lupakan The Matrix dimana kota ‘keselamatan’ adalah Zion juga.

    Saya prihatin dengan keadaan ini. Umat cuma bisa teriak-teriak menyalahkan hegemoni Barat/asing/Yahudi, tapi nggak mau bercermin. Kalau memang punya waktu buat mikir konspirasi yang minim bukti. Mbok ya waktu yang ada itu dipake sedikit buat memperbaiki diri…

    Me too. Apalagi dalam soal kristenisasi yang katanya didukung duit. Ya, please deh kalau gt jangan ngomel lah, nyumbang juga yang banyak.

  17. @ ardianto

    Benar. Seandainya kesadaran publik tentang esensialnya konsep ‘bukti’ ini, maka kita bisa bergerak menuju peradaban yang lebih baik.🙂

    @ Xaliber von Reginhild

    Ini dia.😆 Saya heran, kok yang begini justru paling banyak yang dipercaya ya? Sering dijadikan landasan kalau “lembaga X” disokongi oleh Yahudi, Amerika Serikat, dll karena kemiripan logo. ^^;

    Itulah masturbasi intelektualnya…😆

    Padahal logika sederhana. Kok sebegitu susahnya dimasyarakatkan, ya?

    @ daeng limpo

    Hahaha, saya menulisnya tanpa agenda tersembunyi apapun, kok, Pak.🙂

    @ ditogendut

    Setuju.🙂 TK sangat menarik pada fiksi— sebab ‘bukti’ yang dibutuhkan bisa di-kun-fayakuun-kan oleh peramu cerita. Tapi pada kenyataan, jelas suatu pola berpikir yang cacat.

    @ Hacques

    Hohoho! BTW, dari Liputan 6:

    Israel Kembangkan Robot Pengganti Tentara

    Israel tengah mengembangkan robot yang diberi nama “The Guardium”. Robot dilengkapi dengan teknologi canggih yang membuatnya dapat mengenali objek dalam kegelapan. Robot berupa kendaraan tak berawak ini dikendalikan dari jarak jauh dan sedang dikembangkan menggantikan peran manusia dalam perang.

    […]

    http://www.liputan6.com/luarnegeri/?id=158811

    Nah. Kalau berminat, silakan berprasangka yang tidak-tidak dan mulai dikembangkan. Pada dasarnya TK ‘kan menulis kreatif, Mbak.😛
    😆

    @ isnan chodri

    Yup. Semoga tren ini berhenti.🙂

    Saya sih berharap TK itu hanya dipakai di fiksi saja, Mas/Mbak.

    @ ManusiaSuper

    Hush, hush.😆

    *tabur garam*😛

    @ agiekpujo

    Apa begitu? Memang nada blog saya seterusnya akan diarahkan ke disposisi yang seperti itu, sih.😀 Kayaknya nggak bakal se’beringas’ dulu, deh, Mas.

    Btw, kamu belum liat seeh edisi majalah eramuslim yang baru. Kalo dah liat, maka… sudahlah sayapun merasa miris bila mengingatnya..

    Memangnya bunyinya seperti apa?

    *mengelus dada*
    ..

    *perempuan sebelah..*:mrgreen:

    Hush, hush…:mrgreen:

    @ gentole

    Nadanya tidak sampai antiteistik, ‘kan?😕
    Takutnya terlalu ‘panas’.😀

    BTW, ‘lesap’ sepertinya memang bahasa yang bercorak Melayu. Itu bahasa Indonesia, kok (CMIIW), namun ya, bercorak Melayu. Maaf kalau kedaerahan.🙂

    @ joesatch yang legendaris

    Apa itu ‘Spiderman I Wanna Kill You’?😕

    @ sora9n

    IMHO, masbro, ini memang salah satu penyakit kronis umat Islam kontemporer. Terutama yang Islam tradisionalis/pengaruh lingkungan Islamnya kuat… entah kenapa.😦

    Seperti yang saya pernah bilang, saya sendiri cenderung mengkambinghitamkan kekalahan umat pada perang budaya global sebagai penyebabnya.😕

    Ini sebabnya terlahir afeksi publik yang kurang proporsional terhadap dua hal; Zaman Emas Islam dan mitos superioritas moral ketimuran. Sebab pada sektor mana lagi identitas umat bisa dibanggakan? Memang tidak sepenuhnya menyenangkan, tapi peradaban dunia Barat-lah yang menguasai globalisasi— sains, teknologi, sampai kultur (tidak usah jauh-jauh, perhatikan saja kultur kerja yang identik dengan suit and tie).

    Dari sinilah muncul adorasi pada Zaman Emas Islam sebagai ‘tempat lahirnya sains modern’ (dengan sedikit menafikan dunia sains India, Cina, dan Yunani klasik), serta nilai moralitas ketimuran. Memang saya sendiri walaupun cenderung liberal dalam worldview, bisa dikatakan konservatif dalam perkara etika; misalnya dalam isu-isu seksualitas (walau tidak ada masalah dengan LGBT, saya tidak menyukai swinging-ism), maupun veganisme. Namun tetap saja adorasi pada dua elemen ini nadanya cenderung tribalis pada masyarakat.

    Saya prihatin dengan keadaan ini. Umat cuma bisa teriak-teriak menyalahkan hegemoni Barat/asing/Yahudi, tapi nggak mau bercermin.

    Hohoho, dengan mengutip Chip Berlet dan Matthew Lyons;

    “Conspiracism is a particular narrative form of scapegoating that frames demonized enemies as part of a vast insidious plot against the common good, while it valorizes the scapegoater as a hero for sounding the alarm

    ‘Dor’ banget ‘kan.:mrgreen:

    Second that…🙄

    Yap. Yang itu memang terlalu. Efeknya langsung dan global soalnya.🙂

    BTW, saya kaget juga liat cover modifnya. ^^; Sekilas saya kira asli majalah betulan?:mrgreen:

    Hohoho! Makasih.:mrgreen:

    @ Nazieb

    Ndak jauh bedalah dengan sinetron-sinetron itu..

    Betul juga. Mungkin ini eskapisme, ya?😀

    Oh ya, lesap itu bahasa Melayu ya?

    Setahu saya bahasa Indonesia yang coraknya sangat Melayu. Mungkin jarang dipakai di luar Sumatra?😕

    Betewe, cover majalah-nya mantep!!:mrgreen:

    8)

    *digebuk*

    @ Catshade

    Karena itulah saya tadi mengusulkan bikin blog satir kospirasisme… hell, ato kita ngarang konspirasi satir dan sebarkan secara gerilya lewat milis-milis saja. Dengan semakin tercemarnya teori-teori konspirasi asli oleh konspirasi satir (yang makin lama makin terdengar surreal), sebagian believer mudah-mudahan terpaksa harus mengakui, “these things are just plain bollocks.”

    Ah, Masbro ini meremehkan para fundie.🙄 Pengalaman saya sih, kayaknya susah untuk menggiring kritisisme golongan tersebut sampai ke level itu…😆

    Coba, blog Wadehel yang dulu begitu legendarisnya mempermalukan paham garis keras pun, toh efeknya tidak sampai membuat publik terlalu alergi dengan Islam a la ABB dan FPI?😕 Itu sudah yang ngetop dan dibikinnya dulu waktu ngeblog seperti itu masih baru dan efektif. Apalagi sekarang, yang sudah susah mengembangkan blog-blog seperti itu. Struktur blogosfer (sekarang sangat ter SEO-ized) saat ini lebih mendukung blog-blog yang membahas tren-tren di masyarakat. Tidak bisa lagi ‘didikte’ seperti yang dilakukan oleh Mbah Wadehel dan Mas Joe dulu.🙂

    Tentu saja, kalau melihat masih ada aja orang yang menelan mentah-mentah the Onion atau Weekly World News, mungkin ada juga orang Islam yang masih percaya kalau Yahudi sedang mengembangkan teknologi Mobile Suit di bawah gunung Sinai (was this where Zeon came from?)😦

    Ya itu, coba lihat link yang saya kasih ke Mbak Hacques;

    http://www.liputan6.com/luarnegeri/?id=158811

    Kalau ketemu yang beginian, kok rasanya, entah kenapa, nggak terlalu out of place untuk menemukan TK beginian di forum-forum atau di pengajian?😐 Dengan tidak menggunakan jargon “Gundam” tentunya.😛

    Duh, duh…

    *geleng-geleng masygul*

    @ Nenda Fadhilah

    Di Gundam salah satu negara yang menjadi tokoh utama adalah Zion dan juga jangan lupakan The Matrix dimana kota ‘keselamatan’ adalah Zion juga.

    Yaa, dalam budaya pop ‘kan “Zion” sudah menjadi istilah umum untuk “tanah harapan yang diidamkan” begitu?😕

    Mirip-mirip dengan “Utopia” (yang jadi jargon buat pemerintahan ideal), “Gehenna” (daerah ‘neraka’), atau “Mecca” (pusat sesuatu).

  18. @ Catshade

    Dengan semakin tercemarnya teori-teori konspirasi asli oleh konspirasi satir (yang makin lama makin terdengar surreal), sebagian believer mudah-mudahan terpaksa harus mengakui, “these things are just plain bollocks.”

    Sebagian yang stance-nya lebih ke tengah mungkin bisa. Tapi, yang kanan-nya terlalu jauh, boleh jadi justru memandangnya sebagai offense kelas berat IMO.😕

    Seperti yang dibilang sama Geddoe, fundies/zealot itu level kritismenya susah didorong maju. Contohnya ya, seperti kasusnya almarhum wadehel itu… ^^;

    *satir kok dianggap blasphemy. susah lah…*😆

    :::::

    @ K. geddoe

    Ini sebabnya terlahir afeksi publik yang kurang proporsional terhadap dua hal; Zaman Emas Islam dan mitos superioritas moral ketimuran. Sebab pada sektor mana lagi identitas umat bisa dibanggakan?

    Ahem. Krisis kebanggaan?😆

    Tanpa bermaksud menggurui, sih, harusnya mereka berkaca ke Timur Jauh. Animasi Korsel maju (sebagian) karena mereka mau menerima outsourcing anime Jepang. Jepang maju karena mau mengadopsi yang baik dari westernisasi ke sistem mereka.

    Sebaliknya, umat Islam cenderung eksklusif. Militan ala HTI/MMI menolak konsep HAM hanya karena “hasil pemikiran Barat”. Salafi/Wahabi terlalu berkaca (dan stick) ke masa lalu. Kalau meminjam istilahnya mas Fertob, “beku dalam dunianya sendiri”.

    Boleh saja bangga diri, tapi harusnya mereka sadar bahwa “Islam” bukan obat ajaib tanpa cela. Kasus pidana perkosaan di Saudi tempo hari, Lina Joy di Malay, represi Taliban, gebuk2an ala FPI di Indonesia, dst, dst. ‘Nuff said.🙄

    *payah deh*

  19. Eh, BTW masbro…

    Kidou Senshi Gundam Guardium

    機動戦士 ガンダム グアルヂウム

    (literal: Mobile Soldier Gundam Guardium)

    Memang kebetulan, atau reference? ^^;;;

  20. wedew… panjang bener, jadi setengah fast-reading :p

    jangan2 poastingan ini zionism effect…

    * praktekin teori konspirasi😆 *

  21. Mengingat sekarang zaman globalisasi (apa konspirasi juga??)semuanya serba “perang opini” lewat publik. Media yang sejak dahulu dikuasai barat, jangan salah lewat masa lalu mereka sudah sangat parah merusak citra Islam. Dengan “perang opini” ini terus berlanjut hingga dibukanya peluang dunia media yang semakin luas.

    Tentu saja umat Islam tidak mau ketinggalan,meskipun baru belajar untuk menampilkan media lewat pengaruh opini publiknya. Jadi menurut saya, masih berproses umat Islam untuk belajar menguasai dunia media. Mengingat dunia barat sudah dari abad ke-16 menguasai media, lewat revolusi percetakannya Guttenberg hingga memunculkan revolusi2 lainnya…

  22. @Geddoe

    Nadanya tidak sampai antiteistik, ‘kan?😕
    Takutnya terlalu ‘panas’.😀

    Duh, kalopun nada antiteistiknya terdengar sangar dan garang juga gak apa-apa kok. Btw, saya lihat ada perubahan gaya tulisan Mas Geddoe. Jadi lebih “matang”. Jadi lebih “halus”.😀 Unsur ke-wadehel-annya agak berkurang, kayaknya.

    You know, saya menyesal malas blogwalking dulu [karena terlalu sibuk bercurhat ria di blogspot] dan tidak pernah melihat blogger legendaris itu saat ia masih “hidup”.

    BTW, ‘lesap’ sepertinya memang bahasa yang bercorak Melayu. Itu bahasa Indonesia, kok (CMIIW), namun ya, bercorak Melayu. Maaf kalau kedaerahan.

    Err…so, what does it mean? You didn’t answer my question.

    Seperti yang saya pernah bilang, saya sendiri cenderung mengkambinghitamkan kekalahan umat pada perang budaya global sebagai penyebabnya.

    Ini hanya satu variabel saja kan? Bukan penyebat utama. Maksud saya, bisa jadi Israel, Amerika dan Kekristenan berpikir bahwa umat Islam sedang melakukan konspirasi untuk “menjatuhkan Barat” dan “menguasai dunia”. Senjata pemusnah massal Saddam Husein yang digembor-gemborkan Bush, misalnya. Saya punya kawan Katolik yang percaya bahwa PKS cuma akal-akalan aja sok demokratis, padahal ujung-ujungnya akan mendirikan negara Islam dan Islamisasi. Mungkin “rasa takut” lebih tepat dijadikan pemicu utama sesorang bikin TK. Dan tentunya cara pandang yang terlalu hitam-putih.

    @sora9n

    Sebaliknya, umat Islam cenderung eksklusif. Militan ala HTI/MMI menolak konsep HAM hanya karena “hasil pemikiran Barat”. Salafi/Wahabi terlalu berkaca (dan stick) ke masa lalu. Kalau meminjam istilahnya mas Fertob, “beku dalam dunianya sendiri”.

    Yang lebih menyedihkan sebenarnya apa yang dikatakan Sora9n itu sudah disuarakan lebih dari seratus tahun lalu. Tapi, yah…gitu deh.

  23. Eh, lesap artinya “lenyap” atau “hilang” yah? Hehehe…maap, maap, baru melihat konteks kalimatnya lagi.:mrgreen: Kenapa gak pake kata “amblas” atau “ludes”?

    *oot gak penting, minta maap lagi*

  24. @ sora9n

    Benar, apabila dibuatkan intisarinya, maka permasalahannya memang terlalu beku pada dunianya sendiri™— menganggap pemikiran sendiri sebagai eliksir. Menganggap pemikiran sendiri sebagai sesuatu yang superior tentu lumrah, kalau tidak mau dibilang selalu begitu, namun menganggapnya sebagai eliksir ini yang susah.

    BTW, apa itu bisa disebut ‘pemikiran mereka’, ya? Kebanyakan hanya menerimanya secara acak berdasarkan KTP orang tua…😛

    Kidou Senshi Guardium

    Maksa, ah.😆

    @ ashardi

    Apa itu zionism effect?🙂

    @ siheruw

    Proses pemnbelajaran? Mungkin saja. Tapi tentunya tidak bisa menjadi alasan penulisan yang tidak ilmiah (dan berbahaya) seperti itu.🙂 Adapun kalau ternyata media-media di dunia Barat mempraktekkan yang serupa (TK setahu saya masih populer di kalangan sayap kanan AS), tentunya tidak lantas memberi lisensi bagi media kanan Islam untuk melakukan hal serupa.😛 Keduanya mesti diberantas.

    @ gentole

    Hohoho, tujuan saya memang menulis ke arah yang lebih diplomatis. Mungkin ini pertanda upaya itu mulai membuahkan hasil.🙂

    You know, saya menyesal malas blogwalking dulu [karena terlalu sibuk bercurhat ria di blogspot] dan tidak pernah melihat blogger legendaris itu saat ia masih “hidup”.

    Sayang sekali; saya sendiri agak bangga bisa menjadi bagian generasi klasik WordPress itu, lho.😆

    *digebuk*

    Err…so, what does it mean? You didn’t answer my question.

    “Lenyap”.🙂

    Ini hanya satu variabel saja kan? Bukan penyebat utama.

    Ya, saya yakin ini hanya satu variabel dan bukan satu-satunya; namun apakah ini penyebab utama atau bukan, saya tidak bisa memastikan. Cenderung menganggap ini sebagai penyebab utama, bahkan.🙂 For some reasons I can’t explain.

    Maksud saya, bisa jadi Israel, Amerika dan Kekristenan berpikir bahwa umat Islam sedang melakukan konspirasi untuk “menjatuhkan Barat” dan “menguasai dunia”.

    Oh, jelas. Saya pun pernah mendengar TK serupa. Misalnya, tentu, kaitan antara pencalonan Barack Obama dengan agenda tersembunyi Makkah.😀

    Ya. Uniknya, sepengetahuan (saya yang tidak terlalu luas) mengenai Kristen fundamentalis, mereka juga memandang dunia dengan kacamata yang mirip dengan fundamentalis Islam. Kalau Islam memandang dunia sedang dalam situasi gawat darurat dengan upaya Yahudi, AS, Kristenisasi, dan sebagainya ke segala aspek kehidupan, umat Kristen yang fundamentalis juga hidup dalam paranoia yang serupa. Hanya saja tersangkanya hanya satu: the Big Bad Secularism. Yaa, yang seperti perkembangan teori evolusi di jalur akademik, legalisasi isu-isu LGBT, dan permasalahan serupa.

    @ joesatch yang legendaris

    Ditunggu.:mrgreen:

  25. coba tengok ini deh ged.

    http://adatokomajalah.blogspot.com/2008/04/judul-zionis-conspiracies-tema-utama.html

    http://www.eramuslimdigest.com/new/

    sumpah aku ngakak bacanya :))

    di edisi sebelumnya malah aku baca, kalo katanya umat islam di indo ini selalu jadi korban ketidakadilan. Padahal umat islam telah memberi sumbangsih terbesar terhadap kemerdekaan. Kemudian mereka mengaitkannya dengan penumpasan DI/TII, mengatakan bahwa ada kepentingan asing ada dibaliknya. Loh bukannya penumpasan DI/TII itukan karena alasan politik, ga ada hubungan ama agama pelakunya? piye toh? bener2 TK yang aneh?

    apa mereka lupa kalo RMS pun dulu juga ditumpas.
    ckckckckckck

    ged, kenapa tulisanmu ini ga di posting aja di milis ato forum2 macam ajang kita ato my quran. lumayan kan bisa liat gimana aksi para fundies mencari2 justifikasi terhadap TK yang sering mereka gembar-gemborkan.😀

  26. Itu gambar “majalah pedangnya” bener2 nonjok😆

    BTW… coba lihat header kamu! kok tulisan “rosenqueen”-nya mirip aksara Yahudi???👿

    Hayo! Ada hubungan apa antara kau dengan kaum zionis??!😈

  27. @ agiekpujo

    *melongok ke link*


    😆

    Ah, saya jarang menyebarkan tulisan lewat forum/milis. Soalnya kalau sudah begitu nggak sreg kalau nggak diikuti perdebatannya. Dan itu melelahkan.😕

    @ Tito

    *ngakak koprol*😆

  28. *lirik koment tito* Iya ya? Wah, pasti ada apa-apanya dengan yahudi anak muda ini! Pasti!

    Jadi ingat dulu tiap kali ada undian berhadiah minimal payung cantik di kantor lama, saya ga pernah dapet! Jadi tiap kali selesai ‘pengocokan’ undian, saya pasti teriak, “undian ini di rekayasa! konspirasi yahudi!!”

    Eh, Po, bos kantor lama saya itu yang punya Sabili (atau hidayah? saya lupa) lho.. Tapi media yang saya dapat malah sering nyiarin acara ‘pluralisme’, padahal bosnya sama.

    Kesimpulannya seh, ini semua kembali ke pangsa pasar dan ujung-ujungnya materialisme media…

  29. Itu dia, Mas. Apa ini memang atmosfer intelektual, ataukan hanya upaya menjual… Disayangkan kalau memang jurnalismenya tidak jujur seperti itu…😦

  30. Media itu industri Masbro, tempat banyak orang nyari duit. Kalau mereka idealis, lurus dan damai, maka mereka akan bangkrut.

    Yang jadi pertanyaan adalah apakah memang konsumen media menyukai berita (?) konspirasi yang disodorkan, atau justru karena media memaksakan berita (?) semacam itu, akhirnya masyarakat ‘memnyukainya’?

  31. ya ujung2nya seperti sinetron2 sampah yang menjamur di stasiun2 tv. Yang penting komersil, peduli setan dengan tayangan yg mendidik.

    tapi untung ada metro hehe🙂

  32. @ ManusiaSuper

    Nah, ya, itu. Persis apa yang saya pertanyakan. Apa TK memang disukai masyarakat, makanya dipakai sebagai jualan majalah-majalah tersebut, atau sebaliknya; masyarakat suka karena sudah ditawarkan duluan oleh majalah-majalahnya?😕

    @ agiekpujo

    Disayangkan kalao memang begitu polanya.😦

  33. Media itu industri Masbro, tempat banyak orang nyari duit. Kalau mereka idealis, lurus dan damai, maka mereka akan bangkrut.

    *menelan ludah*

    *berpikir ganti profesi*

  34. HEI MANUSIA KALIAN TAHU TIDAK. YANG NAMANYA YAHUDI ITU DARI SEJAK JAMAN DULU PENGEN NGANCURIN ISLAM. DIA PENGEN NGUASAIN DUNIA, MANGKANYA MEREKA JAGO MEREKAYASA SEGALA SESUATU.AMERIKA AJA BISA MEREKA KUASAI. SEMUA BADAN STRATEGIS BANGSA AMERIKA, PENTAGON, CIA, FBI, GEDUNG PUTIH DLL UDH MEREKA KUASAI SEMUA. RAKYAT AMERIKA UDH KAYAK ZOMBIE AJA. SETIAP HARI JUTAAN DOLAR UANG MEREKA TERBANG KE ISRAEL BUAT PERANG LAWAN ORANG ISLAM. MANGKANYA AMERIKA SELALU MEMBELA SETIAP KEJAHATAN ISRAEL DI DUNIA ISLAM SEKARANG INI. MEREKA INI PINTER KARENA EMANG NAFSU MEREKA UNTUK MENGUASAI DUNIA. TAPI TIDAK AKAN BISA SAMPAI KIAMAT PUN. KARENA ADA YANG LEBIH LG YANG MAHA MEREKAYASA. RAJA DARI SEGALA MANUSIA. RAJA LANGIT DAN BUMI. ALLAH SWT. ALLAHUAKBAR…..

  35. @ gentole

    Kenapa? ‘Kan bisa seperti musisi; mencari uang lewat proyek-proyek besar yang conform pada publik, dan beridealisme ria lewat proyek-proyek kecil yang lebih elit.:mrgreen:

    @ GUS ANGSA

    Ah, terima kasih. Setelah Anda berkomentar saya akhirnya dapat sinyal bahwa saya tidak sedang preaching to the choir.🙂

    BTW,

    YANG NAMANYA YAHUDI ITU DARI SEJAK JAMAN DULU PENGEN NGANCURIN ISLAM.

    Evidence?

    DIA PENGEN NGUASAIN DUNIA,

    Evidence?

    AMERIKA AJA BISA MEREKA KUASAI. SEMUA BADAN STRATEGIS BANGSA AMERIKA, PENTAGON, CIA, FBI, GEDUNG PUTIH DLL UDH MEREKA KUASAI SEMUA.

    Evidence?

    RAKYAT AMERIKA UDH KAYAK ZOMBIE AJA.

    They’re not zombies. They’re just fat and quasi-moronic.

    SETIAP HARI JUTAAN DOLAR UANG MEREKA TERBANG KE ISRAEL BUAT PERANG LAWAN ORANG ISLAM.

    Evidence?

    * * *

    Dari tadi menuduh melulu. Ada buktinya tidak?🙂 Mungkin saja memang seperti itu kenyataannya, tapi kalau tidak ada bukti, ya sebaiknya jangan terlalu ‘bersemangat’.🙂

    Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar.

    – Quran 2:111

  36. ah, males…
    Dikit-dikit jadi pembicaraan pertama itu tentang islam. sinis banget sama Islam. Punya dendan pribadi ya? *sinis*
    Islam yang sarat dengan teori konspirasi lah. itu lah…

    saya sih setuju aja kalo teori konspiasi itu bentuk kekalahan budaya yang kamu bilang entah dibagian mana yang diatas itu.

    Konspirasi… Hmmm that is one of my vaforite word!

    *nyobain berkonspirasi*

    G sedang berkonsprirasi melawan para orang-orang di majalah yang disangka memuat banyak teori konspirasi.
    dan G mengira orang-orang yang mau berfikir jernih akan makan teori konspirasi itu.

  37. Yaa, dalam budaya pop ‘kan “Zion” sudah menjadi istilah umum untuk “tanah harapan yang diidamkan” begitu?😕

    Mirip-mirip dengan “Utopia” (yang jadi jargon buat pemerintahan ideal), “Gehenna” (daerah ‘neraka’), atau “Mecca” (pusat sesuatu).

    My point is, yang mikirnya teori konspirasi pasti menghubungkan hal tersebut ‘kemana2’.

    @Gus Angsa
    Do not toss the point that you cannot prove.

  38. @ Ardianto

    Sepertinya disengaja supaya lebih menyeramkan.🙂

    @ Agiek

    *rebus kacang*

    @ Snowie

    ah, males…
    Dikit-dikit jadi pembicaraan pertama itu tentang islam. sinis banget sama Islam. Punya dendan pribadi ya? *sinis*
    Islam yang sarat dengan teori konspirasi lah. itu lah…

    Eits, kenapa jadi ge-er begitu? Lima tulisan terakhir saya tidak membahas Islam, tuh?:mrgreen:

    Dan golongan Islam sayap kanan menurut pemahaman saya memang sarat akan teori konspirasi. Hipotesis ‘wah’ yang sampai bela-belain dijadikan buku, saya rasa cukup norak untuk mulai dikritisi.

    BTW kalaupun saya ternyata sebusuk itu, tidak lantas meruntuhkan argumen saya, sebab memang tidak ada hubungannya dengan materi diskusi.🙂

    saya sih setuju aja kalo teori konspiasi itu bentuk kekalahan budaya yang kamu bilang entah dibagian mana yang diatas itu.

    Konspirasi… Hmmm that is one of my vaforite word!

    *nyobain berkonspirasi*

    G sedang berkonsprirasi melawan para orang-orang di majalah yang disangka memuat banyak teori konspirasi.
    dan G mengira orang-orang yang mau berfikir jernih akan makan teori konspirasi itu.

    Silakan berteori konspirasi sesukanya, namun ingat untuk mengecek validitas reasoning-nya dan memeriksa bukti-bukti yang ada.🙂

  39. @ Snowie

    Dikit-dikit jadi pembicaraan pertama itu tentang islam. sinis banget sama Islam. Punya dendan pribadi ya? *sinis*
    Islam yang sarat dengan teori konspirasi lah. itu lah…

    Jadi sekarang umat punya cara bela diri yang baru?

    “Kok banyak banget ya kelompok teroris Islam belakangan ini?”

    “Ngomongin Islam terus dari kemarin. Sinis banget, punya dendam pribadi ya?”

    “Umat Islam banyak banget yang percaya hoax, hoax suara dalam kubur, hoax Granada…”

    “Ngomongin Islam terus dari kemarin. Sinis banget, punya dendam pribadi ya?”

    “Umat Islam terlalu menenggelamkan diri dalam Teori Konspirasi. Ini tidak produktif!”

    “Ngomongin Islam terus dari kemarin. Sinis banget, punya dendam pribadi ya?”

    Saya heran dengan kenyataan ini. Kalau ditunjuk kekurangannya, umat langsung bersikap defensif dan tertutup. Menolak mentah-mentah, lalu merajuk karena ogah menerima kenyataan.

    Baca lagi post di atas, mbak. Itu teguran untuk umat, bukan tamparan untuk menghina…

  40. @ gentole

    Btw, saya lihat ada perubahan gaya tulisan Mas Geddoe. Jadi lebih “matang”. Jadi lebih “halus”.😀 Unsur ke-wadehel-annya agak berkurang, kayaknya.

    *baca komen2 sebelumnya*

    Dan sekarang, kayaknya jadi saya yang lebih tegas + “tunjuk hidung” kalau ngomen.😆

    (biarlah. mood lagi ke arah situ soalnya😛 )

  41. @ sora9n

    *membayangkan*

    Fundie: *membacakan teori konspirasi*
    Penganut Zionisme: Ngomongin Zionisme terus dari kemarin. Sinis banget, punya dendam pribadi ya?
    😆

    Dan sekarang, kayaknya jadi saya yang lebih tegas + “tunjuk hidung” kalau ngomen.😆

    Ah, tapi saya lebih suka formasi yang sekarang.😛 Saya yang tadi agak beringas jadi melunak, dan Masbro yang tadinya lunak agak tunjuk hidung™ dan sebut nama™. Moderation in everything, bukan?😆

    Kita mengarah ke sikap yang tidak terlalu lunak maupun terlalu ganas! Temperamen Goldilocks ini! Pas™ ini!😆

    *dikastrasi*

  42. Oot dikit tentang falsifikasi: kok malah kayak definisi positivis dengan mengatakan:

    Sesuatu yang tidak bisa dibuktikan salah (falsifiable), tidak dapat dibuktikan benar

    Sejauh yang saya mengerti, falsifiabilitas / refutability agak berbeda dengan definisi diatas, walau memang ada sedikit kesamaan sih, tetapi pada intinya berbeda.

    Fasifikasi menentang upaya induktive yang mengatakan kita bisa menarik kesimpulan daris pernyataan-pernyataan partikuler menjadi sesuatu yang umum. Kritiknya adalah seberapapun pernyataan partikuler itu terbukti, dia tidak memiliki suatu derajat untuk menjadi benar secara umum (menjadi pernyataan umum).

    Contoh yang sering diberikan:

    Seberapapun banyak dan sering kita melihat angsa itu putih, kita tidak berhak mengatakan semua angsa itu putih. Dengan satu bukti (atau ini yang menyebabkan falsifikasi sma dengan bahwa ada angsa berwarna hitam misalnya maka pernyataan semua angsa itu putih jadi tidak berarti. Makanya proposisi semua angsa itu putih lemah secara epistimologi.

    Dan sejauh yang saya ketahu falsifikasi hanya untuk ranah saintifik khas fisika dan sejenisnya bukan teori sosial (atleast dari kesimpulan saya membandingkan open society n logic scientific discoverynya Popper)

    CMIIW

  43. KOreksi:

    Seberapapun banyak dan sering kita melihat angsa itu putih, kita tidak berhak mengatakan semua angsa itu putih. Dengan satu bukti (atau ini yang menyebabkan falsifikasi sma dengan bahwa ada angsa berwarna hitam misalnya maka pernyataan semua angsa itu putih jadi tidak berarti. Makanya proposisi semua angsa itu putih lemah secara epistimologi

    Seharusnya ditutup kurung tuh jadi

    Seberapapun banyak dan sering kita melihat angsa itu putih, kita tidak berhak mengatakan semua angsa itu putih. Dengan satu bukti (atau ini yang menyebabkan falsifikasi sma dengan positif yang testi testi itu — aka. prinsip verifikasi? cuma mungkin lho) dengan bahwa ada angsa berwarna hitam misalnya maka pernyataan semua angsa itu putih jadi tidak berarti. Makanya proposisi semua angsa itu putih lemah secara epistimologi

  44. *TK maker mode on*

    *membaca perubahan gaya komen sora dan membandingkan dg postingan geddoe yg terbaru*

    saya curiga dan 90% yakin kalo geddoe dan sora itu sebenarnya dua kepribadian berbeda dari orang yg sama. Hmmm 😕

    hehehe:mrgreen:

  45. Saya pikir apa yang anda tulis pada artikel ini, bisa menjadi semacam cambuk kepada media yang anda kritik agar lebih cermat dalam menulis berita, media yang anda maksud sebaiknya mulai menyajikan hal-hal yang bisa diungkap fakta-faktanya.

  46. Evidence?

    Evidence?

    Evidence?

    Evidence?

    IT’S ON TEH HOLY BOOK!!!
    EVERYTHING IS ON THE HOLY BOOK,
    AND THE HOLY BOOK NEVER LIES!!!11

    AND GOD DAMN YOU TO HELL IF YOUR TRYING TO REFUTE MY ARGUMENT TEH HOLY, SACRED BOOK OF GOD!!!11one

  47. ah, males…
    Dikit-dikit jadi pembicaraan pertama itu tentang islam. sinis banget sama Islam. Punya dendan pribadi ya? *sinis*
    Islam yang sarat dengan teori konspirasi lah. itu lah…

    Now is your turn, d00d. We Catholics and Christians have already bit the bullets since the 15th century…😛

  48. @ Suluh

    Sebenarnya yang saya maksudkan adalah; “klaim yang elusif dan tidak dapat difalsifikasi, tidak dapat dikatakan benar”. Terima kasih kritiknya.🙂

    @ Agiek

    Hush, hush, mulai lagi.😆

    @ daeng limpo

    Ya, Pak, semoga media-media jadi lebih profesional dalam menyajikan informasi.🙂

    @ Catshade

    And we the freethinkers since the ancient Greece.😛

  49. @geddoe: jadi intinya jadi persis prinsip positivis kalau begitu. Sesuatu yang tidak bisa “dibuktikan” secara analitis dan atau sintesis maka pernyataan itu tidak bermakna.

    klaim yang elusif dan tidak dapat difalsifikasi, tidak dapat dikatakan benar

    Nah pernyataan itu seperti prinsip verifikasi. Kalau tidak bisa di buktikan salah atau benar berarti pernyataan itu tak bermakna (baik secara analtis dan atau sintesis).

    CMIIW.

  50. Now is your turn, d00d. We Catholics and Christians have already bit the bullets since the 15th century…

    Yeah, it’s our turn now. When will it be over, btw? A few hundred years from now? Fiuh…

  51. @ Suluh

    Saya memang cenderung menghindari spekulasi metafisis apabila tidak relevan pada sisi praktis kehidupan. Sangat positivis memang; apa terlalu bias?🙂

    @ gentole

    “God knows”, right? “Wallahu alam”.😛

  52. @ K. geddoe

    [OOT]

    Ah, tapi saya lebih suka formasi yang sekarang.😛 Saya yang tadi agak beringas jadi melunak, dan Masbro yang tadinya lunak agak tunjuk hidung™ dan sebut nama™. Moderation in everything, bukan?😆

    Kita mengarah ke sikap yang tidak terlalu lunak maupun terlalu ganas! Temperamen Goldilocks ini! Pas™ ini!😆

    Sebetulnya, penjelasan di baliknya jauh lebih sederhana — dan tidak bermakna — dibandingkan dengan Temperamen Goldilocks dan moderasi yang ente sebut-sebut di atas:

    Bahwasanya, saya lagi bad mood akhir-akhir ini.😛

    *disambit seketika* xD

    [/OOT]

    @ Agiek

    saya curiga dan 90% yakin kalo geddoe dan sora itu sebenarnya dua kepribadian berbeda dari orang yg sama. Hmmm😕

    *aduk-aduk konspirasi*

    Bukan Mas, kami sejenis alien dari planet Serpo. Komunikasi pikiran lewat telepati; makanya saling menyeimbangkan emosi satu sama lain.😛

    pengamatan mata-mata dari Pentagon: di kala malam, kulitnya menjadi hijau™.😆

    [/hoax]

  53. Eits, kenapa jadi ge-er begitu? Lima tulisan terakhir saya tidak membahas Islam, tuh?:mrgreen:

    Siapa yang ge-er! I know that. Tapi sengaja😎
    nggak nyangka, komen asal saya ngena…😛

    :: sora9n

    Jadi sekarang umat punya cara bela diri yang baru?

    umat apanya? cara bela diri apanya? Saya sama sekali tidak berusaha untuk membela diri. kalo kenyataannya gitu mo bilang apa lagi.

    *baca kutipan*

    kebetulan banget ya kata-katanya kok bisa sangat mirip gitu. kalo saya boleh jujur, saya komen tentang sinis itu, karena saya pribadi juga udah muak dengan keadaan itu. Gampang percaya hoax, suka teori konspirasi.

    Saya heran dengan kenyataan ini. Kalau ditunjuk kekurangannya, umat langsung bersikap defensif dan tertutup. Menolak mentah-mentah, lalu merajuk karena ogah menerima kenyataan.

    ya gemana, biar bagaimanapun mereka itu saudara seagama. jadi, setidaknya, kenapa nggak ditegur dengan cara yang lebih santun.

    pengalaman, cara sinis sama sekali kurang effeknya. Biasanya yang dituju malah akan melakukan aksi pertahanan diri, bukan introspeksi. Sama sekali nggak nyentuh itu…

    BTW, yang ngerajuk itu siapa? jangan membawa-bawa sesuatu yang nggak ada hubungan nya ke saya…😎

    Baca lagi post di atas, mbak. Itu teguran untuk umat, bukan tamparan untuk menghina…

    siapa yang bilang kalo tulisan G itu tamparan untuk menghina? situ aja yang ngerasa…

  54. BTW, G melunak?
    saya pikir saya aja yang ngerasa gitu….:mrgreen:

    Hmmm, lalu sora yang jadi rada tegas?
    bagus itu!
    *nambah kadar bad moodnya sora* :mrgreen:

  55. @ Snowie

    ya gemana, biar bagaimanapun mereka itu saudara seagama. jadi, setidaknya, kenapa nggak ditegur dengan cara yang lebih santun.

    Pertanyaannya, apakah post di atas itu nggak santun?😕

    Lagipula, IMHO, Anda bicara begitu karena belum pernah berhadapan sama aktivis Islam kanan jauh. Teguran dengan cara yang lebih santun? Well, kalau saya bicara dengan mereka yang stance-nya lebih ke tengah, saya pun akan pakai pendekatan itu.

    Tapi, kalau bicara dengan junker teori konspirasi dan kawan-kawannya… mereka itu bigot. Hardly any moderate. Orang-orang yang moderat nggak seharusnya menyebarkan paham kebencian berdasarkan bukti yang minim.🙂

    kebetulan banget ya kata-katanya kok bisa sangat mirip gitu. kalo saya boleh jujur, saya komen tentang sinis itu, karena saya pribadi juga udah muak dengan keadaan itu. Gampang percaya hoax, suka teori konspirasi.

    Kalau Anda muak dengan konspirasi dan hoax itu, Anda harusnya sadar bahwa post di atas itu sifatnya memberi insight, bukannya sinis. Suka atau tidak, umat Islam — baik Indonesia maupun global — banyak yang bertingkah seperti itu.

    Teori Konspirasi bisa saja benar, saya nggak dogmatik bahwa itu pasti salah. Yang saya nggak terima adalah kalau tuduhan itu disebar-sebar tanpa bukti yang kuat.🙄

    BTW, yang ngerajuk itu siapa? jangan membawa-bawa sesuatu yang nggak ada hubungan nya ke saya…😎

    Saya kan bicara umat pada umumnya di situ, bukan Anda. Contoh merajuk? Here.

    Nggak diterima dikritik, lalu berusaha menarik perhatian dengan berbuat rusuh. Persis anak kecil yang tak dibelikan permen; lantas melempar barang2 supermarket.🙄

    siapa yang bilang kalo tulisan G itu tamparan untuk menghina? situ aja yang ngerasa…

    Kalau Anda memang nggak merasa demikian, jangan bikin komentar yang bunyinya seperti di bawah ini:

    ah, males…
    Dikit-dikit jadi pembicaraan pertama itu tentang islam. sinis banget sama Islam. Punya dendan pribadi ya? *sinis*
    Islam yang sarat dengan teori konspirasi lah. itu lah…

    Itu komentar negatif. Anda membuat kesan bahwa Anda tak suka isi post di atas sambil melontarkan alasan ad hominem. ‘Nuff said.

    bagus itu!
    *nambah kadar bad moodnya sora*:mrgreen:

    Sayangnya cara saya mengungkapkan kemarahan berbeda.😛

  56. sampai sekarang amerika asih belum sadar kalau mereka – bahkan dunia – sudah digenggam konspirasi…

  57. @ sora9n

    Iya, iya, saya paham. Manusiawi kok, saya sendiri juga sering begitu.:mrgreen:

    *aduk-aduk konspirasi*

    Bukan Mas, kami sejenis alien dari planet Serpo. Komunikasi pikiran lewat telepati; makanya saling menyeimbangkan emosi satu sama lain.😛

    pengamatan mata-mata dari Pentagon: di kala malam, kulitnya menjadi hijau™.😆

    [/hoax]

    Lha, kita memang dari Serpo, tapi kalau kulit menghijau itu rasanya urban legend semata, deh.😕

    @ Snowie | sora9n

    Saya kira tone tulisan di atas sudah santun (kecuali yang membacanya memang sangat arogan dan alergi dengan kritisisme).😕 Di situ saya selalu mengkritik dengan sebisanya menuju pada ‘oknum tertentu’ ketimbang sesuatu yang lebih menggeneralisasi.

    Apabila menganggap bahwa nilai persuasinya ternyata rendah, maka perlu diingat bahwa artikel ini tidak ditujukan hanya pada Islam fundamentalis (‘tersangka’-nya). Melainkan juga pada Islam moderat, Islam liberal, Islam abangan, Islam abal-abal, Islam KTP, lalu umat agama lain, sekularis dan humanis dari kepercayaan apapun, pemikir bebas yang peduli pada politik, dan semua golongan lain.

    Dan memang pada awalnya memang diniatkan pada umat ‘biasa’, untuk lebih selektif dalam memilih bacaan. Untuk ‘menyadarkan’ kaum fundamentalis, hehe, tulisan sebiji kayaknya tidak cukup. Pengalaman saya mengatakan demikian. Sia-sia. Bebal.😆

    @ Catshade

    Bravo, Captain Obvious.:mrgreen:

    @ Sir Arthur Moerz

    Dan sampai sekarang saya juga belum percaya.😛

  58. :: sora9n

    Pertanyaannya, apakah post di atas itu nggak santun?

    saya ingatkan. Kurang lebih santun bukan berarti yng sebelumnya nggak santun sama sekali. Cuma, saya pribadi masih merasa tulisan itu terkesan menceme’eh
    Kalo anda tidak sependapat, ya silahkan…

    Kalau Anda memang nggak merasa demikian, jangan bikin komentar yang bunyinya seperti di bawah ini:

    ah, males…
    Dikit-dikit jadi pembicaraan pertama itu tentang islam. sinis banget sama Islam. Punya dendan pribadi ya? *sinis* Islam yang sarat dengan teori konspirasi lah. itu lah…

    Itu komentar negatif. Anda membuat kesan bahwa Anda tak suka isi post di atas sambil melontarkan alasan ad hominem. ‘Nuff said.

    Trus, kalo memang kenyataannya begitu, kenapa anda malah memperbesar masalah? G aja yang punya tulisan, nggak sekeras itu tanggapannya🙄

    Sayangnya cara saya mengungkapkan kemarahan berbeda.😛

    Like I care

    :: G

    tulisan sebiji kayaknya tidak cukup. Pengalaman saya mengatakan demikian. Sia-sia. Bebal.😆

    Tapi, saya harap kamu nggak nyerah. Batupun bisa pecah oleh titik air yang terus-menerus membasahinya.🙂

  59. AMERIKA AJA BISA MEREKA KUASAI. SEMUA BADAN STRATEGIS BANGSA AMERIKA, PENTAGON, CIA, FBI, GEDUNG PUTIH DLL UDH MEREKA KUASAI SEMUA.

    Evidence?

    Entah ya dgn statemen “semua badan strategis bangsa Amerika”, but for the sake of argument, this paper, followed by the book

    *siyal, sempet ketipu ama sampul majalahnya*

  60. Maap numpang komen…

    @rani:
    Kayaknya buku/esai penjelasan yang membahas begitu cukup banyak?😕 Kalau dari yang saya lihat di Gramedia… Saya pernahnya justru dengar keterlibatan Inggris ‘membangun’ Israel pasca PD I dulu.

    @K. Geddoe:

    Padahal logika sederhana. Kok sebegitu susahnya dimasyarakatkan, ya?

    Mungkin karena penjahat itu selalu tampak obvious. Atau karena yang ngomong ulama/figur tertentu.😛 Atau karena Israel/AS sudah jadi musuh yang pantas dibenci.

  61. @ Snowie

    Saya tak hendak berdebat lebih jauh; semua yang perlu saya sampaikan sudah saya tulis. Sisanya, biar pembaca yang menilai kadar fallacy argumen kita masing-masing.🙂

    Like I care

    Oh no darling, you have to care. Kan Anda yang punya niat manas-manasin saya duluan.:mrgreen:

  62. @Xaliber von Reginhild

    Kayaknya buku/esai penjelasan yang membahas begitu cukup banyak?😕 Kalau dari yang saya lihat di Gramedia…

    Saya iseng2 search di Google Scholar dgn keyword “Israel lobby”, hasilnya cuma 1000-an (begitu juga dengan keyword “Jewish lobby”). IMHO, hasil segini termasuk sedikit, not to mention the fact that sebagian adalah citation. Coba bandingkan dengan keyword “Islamic fundamentalist”😀

    Saya pernahnya justru dengar keterlibatan Inggris ‘membangun’ Israel pasca PD I dulu.

    Any URL? Kayaknya dulu malah baca di Palestina-nya Joe Sacco😀

  63. @ geddoe

    Ah, tapi saya lebih suka formasi yang sekarang.😛 Saya yang tadi agak beringas jadi melunak, dan Masbro yang tadinya lunak agak tunjuk hidung™ dan sebut nama™. Moderation in everything, bukan?😆

    saya sih bakalan tetap ngambil style “drunken blogger”😆

  64. @ Snowie

    Cuma, saya pribadi masih merasa tulisan itu terkesan menceme’eh

    Hohoho! Mengapa tidak menggunakan kata mencemooh saja? Menceme’eh itu kayaknya lokal banget, deh.:mrgreen:

    Eniwei,

    Tulisan ini sendiri dibagi menjadi ;

    1. Menjelaskan bahwasanya saya menemukan jurnalisme kuning ketika berkunjung ke Gramedia.
    2. Mencoba menggambarkan corak TK yang tersedia di media-media tersebut.
    3. Menunjukkan posisi TK dalam sudut pandang ilmiah.
    4. Melaporkan insiden kampanye polio di mana TK ternyata dapat berakibat fatal (literally).
    5. Mempertanyakan kesimpulan yang bisa ditarik dari tren ini.

    Saya penasaran juga, bagian mananya sih yang begitu tidak santun dan begitu mencemoohnya? Tolong ditunjukkan. Ini serius, lho, bukan retorika.🙂

    Tapi, saya harap kamu nggak nyerah. Batupun bisa pecah oleh titik air yang terus-menerus membasahinya.🙂

    Batunya banyak banget mbak…

    @ rani

    Entah ya dgn statemen “semua badan strategis bangsa Amerika”, but for the sake of argument, this paper, followed by the book

    Saya tidak menutup kemungkinan itu; sebab pada dasarnya saya hanya mempertanyakan sejauh apa tuduhan-tuduhan itu didasarkan pada scholarly means. Masalahnya adalah saya menganggap kebanyakan tuduhan aktivis TK hanya berbasis sentimen antisemitik.🙂

    @ Xaliber von Reginhild

    Yep. Kayaknya ya karena itu. Bias.😛

    @ sora9n

    Ah, itu mengingatkan saya pada pola trolling a la “Fuck you… no offense.” yang terkenal itu.😆

    @ rani (2)

    Menarik… Tapi mungkin ada hubungannya dengan bahasa juga?🙂 Coba search dengan bahasa Indonesia, bahasa Arab, Urdu, dan sebangsanya…?

    BTW, saya coba israel+lobby nyampe sejutaan tuh?😕

    @ sitampandarimipaselatan

    Yaa… Setelah melihat foto eksklusif “ZAM merokok” Anda, saya yakin Anda masih cukup mabuk untuk itu.:mrgreen:

  65. Pingback: Islam dan Nazi « Deathlock

  66. @rani:

    Any URL? Kayaknya dulu malah baca di Palestina-nya Joe Sacco😀

    Wah, maaf, mbak. Saya hanya dengar dari penjelasan guru soalnya, jadi ngga bisa mencantumkan sumber. ^^; Tentang janji Inggris yang akan memberikan tanah yang dijanjikan (bagian dari Palestina yang waktu itu dikuasai Turki) jika para Yahudi mau membantu Inggris melawan Turki Ottoman. Lebih berbau politis, saya rasa. Dan setelah itu Inggris masih membantu pembangunan Israel. Mungkin ada di Wikipedia.

    @K. geddoe:

    BTW, saya coba israel+lobby nyampe sejutaan tuh?😕

    Maap nyela, mungkin maksudnya mbak rani pencarian di Google Scholar? Tapi hasilnya sekitar 27 ribu, lebih banyak sedikit daripada islamic fundamentalist kayaknya.

  67. @ K.geddoe & Xaliber von Reginhild
    Saya cari di google scholar pake exact phrase.

    btw, saya gak membenarkan teori konspirasi lho. cuma mo bilang bahwa ada orang2 yang secara ilmiah mengkaji masalah ini. walopun:

    1. belum tentu para penganut TK itu mengacu pada artikel/buku yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. mungkin juga, seperti geddoe bilang, hanya berdasarkan sentimen antisemitik.

    2. mungkin juga ada penulis artikel yang bias/antisemit. yah… profesor juga manusia😀

  68. :: sora9n

    Saya tak hendak berdebat lebih jauh; semua yang perlu saya sampaikan sudah saya tulis. Sisanya, biar pembaca yang menilai kadar fallacy argumen kita masing-masing.🙂

    Idem…

    Oh no darling, you have to care. Kan Anda yang punya niat manas-manasin saya duluan.:mrgreen:

    Oh, pantas, sejak ninggalin komen disini,beberapa waktu belakangan perasan saya nggak enak. taulah saya penyebabnya:mrgreen:

    :: G

    Hohoho! Mengapa tidak menggunakan kata mencemooh saja? Menceme’eh itu kayaknya lokal banget, deh.:mrgreen:

    Itung-itung promosi budaya lokal G…
    go m*n**g go!:mrgreen:

    Saya penasaran juga, bagian mananya sih yang begitu tidak santun dan begitu mencemoohnya? Tolong ditunjukkan. Ini serius, lho, bukan retorika.🙂

    *baca lagi*

    sejauh ini, ini dia:

    Saya rasa ini menarik, sebab ada kecenderungan media berita (?) Islam untuk memanas-manasi umat supaya bersikap lebih paranoid terhadap dunia luar.

    Itulah yang dimaksudkan sebagai masturbasi intelektual; kita bisa mengecap heroisme di situ. Sebab tiba-tiba semuanya jadi epik, segalanya menjadi medan perang. Desain segi enam yang mungkin sebetulnya hanyalah logo biasa, tiba-tiba bisa menjelma menjadi serbuan musuh. Dan kita seolah-olah diberi mandat untuk melindungi orang banyak dari marabahaya yang dibawa oleh serbuan yang dimaksud. Di sinilah ejakulasi intelektualnya.
    ________________

    Tidak bermaksud menyalahkan juga sih, tapi mungkin saya aja yang terlalu sensitif saat itu😛

  69. @ rani

    Sudah pernah mencoba membaca?🙂

    @ Snowie

    Kalau menurut pemahaman saya, saya kira saya menuju pada golongan tertentu saja. Itu pun didukung dengan kata ‘kecenderungan’, sehingga rasanya tidak mengenai pihak yang tidak bersangkutan.

    Atau malah tidak menyukai referensi seksual yang ada? Bukankah konsep masturbasi verbal sudah umum di media?😕

    Kalau ‘dosa’ saya hanya segitu saja, saya tidak berniat menariknya kembali dan meminta maaf. Harap mengerti, ya.🙂

  70. Sudah pernah mencoba membaca?

    Hehe, kalo artikel Mearsheimer itu saya baca. Kalo yang lain, wasalam deh😀

  71. Waduh, saya kira ada orang berantem, kok komennya banyak banget. Ternyata cuma diskusi-diskusi yang gak ada artinya. Yang agak ada artinya paling cuma punya Mas Suluh.

    Tapi artikelnya bagus sih. Dan saya setuju dengan anda mas Geddoe. Wah, tampaknya komen ini juga tidak ada artinya.

    Kepercayaan terhadap agama tanpa dasar memang bagian dari masyarkat semua agama, termasuk Islam.

    Kebodohan-kebodohan logika dalam agama memang bagian dari masyarakat semua agama, termasuk Islam.

    Pembenaran-pembenaran sok ilmiah terhadap suatu agama memang bagian dari masyarakat semua agama, termasuk Islam.

    Saya pikir, memang wajar jika mas Geddoe hanya membahas Islam, walaupun kalo mau cover all side dia harus membahas semua agama yang lain. Ikatan emosional dia paling kuat ya dengan Islam. Jadinya, cuma Islam yang menarik perhatiannya. BTW, kalo agama bukanlah masalah bagi anda, dan anda sekarang adalah seorang pragmatis yang mementingkan diri sendiri, bukannya ini saatnya anda berhenti memikirkan Islam yang gak penting itu?

    Ini adalah konspirasi dari gerakan Islam di Indonesia untuk menabur kebencian terhadap barat dan Yahudi dengan berbagai cara. Soalnya, saya pernah ikut kajian dari sebuah gerakan Islam dan materi wajib tapi sesatnya adalah Teori Ghazwul Fikr. Sayangnya, mereka seringkali menjelaskannya tanpa fikr atau ‘aql sama sekali. Itu sumber dari semua teori konspirasi tentang islam vs barat yang ada. Karena semua materi di media isinya persis dengan materi wajib ini. Kalo ini ada buktinya nggak? Hehehe…

    BTW, umat Islam yang agak taat memang belum terbiasa berpikir logis dan ilmiah. Mereka juga terbiasa mengambil informasi secara sentimental. Info yang datang dari saudara seiman dinilai lebih valid daripada info yang datang dari pihak-pihak lain. Dua hal inilah di antara sumber-sumber teori konspirasi.

    Saya pikir, negara yang tidak pernah mengajarkan filsafat pada warganya memang wajar memiliki cara berfikir seperti ini. Umat beragama khan cuma bagian dari masyarakat ini saja.

  72. Dalam kasus imunisasi tadi (yang di mana saya pikir cukup menarik…dan lucu) justru jadi membuat imej bahwa ulama itu bodoh. Well, terlepas dari apa jangan-jangan bener itu obat imunisasi adalah konspirasi barat bukankah ada kalanya untuk memisahkan masalah agama dan kehidupan. Bukan maksud hati membuat pernyataan sekuler. Tapi tanpa harus membuat pernyataan sekuler pun bukankah kesehatan itu harus diprioritaskan dalam agama?😆 Jadi terkesan lucu ketika fatwa ulama jadi terkesan menghalang-halangi kesehatan dan hidup yang lebih baik. Dan fatwa ulama jadi seperti setitik nila di sebaskom susu.

    Pantasnya dibilang kalau konspirasisme adalah model baru pembodohan umat. Saya pakai bahasa halus deh. Atau jangan-jangan konspirasisme adalah ide-ide intelektual zionis yang berusaha menghancurkan media Islam!😆

    *belakangan bung Geddoe sering memakai istilah2 “dewasa” ya?😐

  73. Konspirasi memang asik kalo cuman di novel, tapi kalo ditarik ke dunia nyata, maka siap2lah menuai “Silent Hill”…

  74. Pingback: Raline Rahmad Shah « Memoirs of Hero Wannabe

  75. sebagai orang yg seneng ama teori konspirasi.. kayaknya emang terlalu jauh kalo vaksi polio ke bikin steril.. lebih tepat ke pengumpulan sampel DNA😀

  76. Perencanaan Untuk Sebuah Pemerintahan Dunia
    oleh: Jan van Hesling

    Adam Weishaupt mati pada tahun 1830 dalam usia 82 tahun. Pada tahun 1834, GUISEPPE MAZZINI mengambil alih kepemimpinan Bavarian Illuminati sampai matinya pada tahun 1872.

    Sewaktu menjadi pimpinan Bavarian Illuminati, Mazzini surat-menyurat dengan Albert Pike, seorang pengikut setan, ketua the “SOVEREIGN GRAND COMMANDER OF THE ANCIENT AND ACCEPTED SCOTTISH RITE OF FREEMASONRY”, Jurisdiksinya di belahan Selatan Amerika Serikat, kemudian Albert Pike mendirikan the “KU KLUX KLAN”.

    Mazzini mengangkat Pike sebagai pimpinan operasi Bavarian Illuminati di Amerika Serikat. Sebagai pucuk pimpinan Illuminati, kedua orang tersebut bekerja bersama-sam. Dalam menjalankan operasinya, Pike mengambil aspek theosofi, sedangkan Mazzini bidang politik. Ketika Loji Masonic the Grand Orient ternodai oleh aktivitas revolusioner Mazzini, kemudian Mazzini memperkenalkan kepada Pike sebuah rencana genius.

    Di dalam sebuah suratnya kepada Pike, tertanggal 22 Januari 1870, Mazzini menulis:

    “Kita harus membolehkan semua federasi untuk meneruskan kegiatan sebagaimana mereka adanya, dengan sistem mereka, otoritas sentral mereka dan perbedaan cara korespondensi antara tingkat tinggi dengan tingkat yang sama, tetap diatur sebagaimana adanya mereka saat ini, tetapi kita harus menciptakan ‘super rite’ yang tetap tidak akan diketahui, untuk keperluan itu kita akan memanggil para Mason tingkat tinggi yang kita pilih. Mengenai saudara kita di Masonry, orang-orang ini harus berjanji dengan kerahasiaan paling ketat. Melalui ‘supreme rite’ ini kita akan mengatur semua Freemasonry yang akan menjadi sebuah pusat internasional, itu akan lebih kuat karena arahnya tidak akan diketahui (Occult Theocracy, Lady Queenborough, and None Dare Call It Conspiracy, Gary Allen).

    Nampaknya inilah para elite tingkat 33 dari the Scottish Rite. Ideologi dari tingkat ini dijelaskan di bab berikut.

    Dalam sebuah surat tertanggal 15 Agustus tahun 1871, kepada pimpinan Illuminati, Pike membeberkan secara garis besar bagaimana menaklukan dunia dengan tiga perang dunia, yaitu sebagai jalan menuju pembentukan Tata Dunia Baru.

    Perang Dunia Pertama harus menjadi langkah untuk menjadikan Kekaisaran Rusia di bawah kendali Bavarian Illuminati. Kemudian Rusia akan dimanfaatkan sebagai ‘bogey man’ untuk selanjutnya mengarahkan Bavarian Illuminati ke seluruh dunia.

    Perang Dunia Kedua harus dimulai dengan memanipulasi perbedaan antara nasionalis Jerman dengan Politik Zionis. Hal ini akan berhasil menyebarkan pengaruh Rusia dan pendirian sebuah Negara Israel di Palestina.

    Perang Dunia Ketiga rencananya memanfaatkan hasil kerja agen Illuminati berupa mempertentangkan perbedaan antara Zionis dengan negara-negara Arab. Konflik direncanakan merambah ke seluruh dunia.

    Juga merupakan bagian dari Perang Dunia Ketiga adalah membuat saling bermusuhan antara Nihilis dan Atheis untuk memprovokasi kerusakan sosial dengan tanpa disadari menimbulkan kebiadaban dan kekejaman.

    Setelah pengrusakan agama Kristen dan Atheisme seseorang akan menampilkan ‘Doktrin Lucifer’ yang sebenarnya, dengan demikian berarti membunuh dua ekor burung dengan sebuh batu.

    Catatan untuk Situasi Saat ini (oleh pengarang)

    Dengan dijadikannya Rusia sebagai the bogey man (musuh bohongan) Bangsa-bangsa Barat harus di paksa kepada aliansi –aliansi SUPRANASIONAL mereka tidak akan masuk dengan sendirinya (NATO, UN). Juga adanya bekas kerajaan Rusia sebagai musuh dunia sangat membantu penjualan senjata internasional, yang juga menguntungkan para bankir internasional. Hal ini memperlihatkan kepada kita bahwa dibalik Perang Dunia Kedua terdapat scenario yang sangat berbeda dari buku sejarah yang diajarkan kepada kita.

    http://www.akhirzaman.info

  77. Pingback: Masygul « RosenQueen, company.

  78. yang enak dari blog lu ini adalah panjang tapi nikmat. Ga terasa 1/2 jam gw melototinnya. Kalau disuruh jelasin konspirasi gw pasti cuma bisa dalam 2-3 kalimat pendek.
    😀

  79. Pingback: Kingdom of Heaven « Nazieb Wordpress

Comments are closed.