Balada Turki Berakhir di Sini

Sampai menit ke-86 pertandingan, semua berjalan lancar, sesuai rencana. Semua tahu soal spesialisasi tim nasional Turki, yaitu paling ahli membalikkan keadaan di menit-menit akhir. Tanya itu pada tim nasional Swiss, Republik Ceko, dan Kroasia. Memang benar adanya, lima dari delapan gol yang dilesakkan Turki tercipta di atas menit kedelapan puluh lima.

Yang pertama dimangsa adalah Swiss. Arda Turan memulai tren dramatis Turki dengan ulahnya mencetak gol di menit 92′. Skor 2-1 untuk Turki.

Selanjutnya Republik Ceko. Gawang Petr Čech dijebol tiga kali dalam waktu lima belas menit, membalikkan keunggulan 2-0 Ceko menjadi kekalahan 2-3. Gol terakhir dibuat di menit 89′.

Kroasia pun demikian. Sang rock star merangkap pelatih Slaven Bilić dan kawan-kawan sudah berpesta pora, berpelukan, dan berteriak-teriak histeris ketika Ivan Klasnić mencetak gol di menit 119′ perpanjangan waktu, sampai Semih Şentürk secara dramatis berhasil menyamakan kedudukan di menit 122′. Kroasia akhirnya gugur lewat drama adu penalti.

Tapi ternyata sepakbola komikal a la Kyaputen Tsubasa itu tidak bisa bertahan selamanya. Reality 101: Turki datang ke Basel dengan keadaan compang-camping. Volkan Demirel, Emre Aşık, Arda Turan, Tuncay Şanlı, Nihat Kahveci, Emre Güngör, Servet Çetin, dan tentunya, Emre Belözoğlu, semuanya tidak bisa tampil, baik karena suspensi maupun alasan medis. Bukan apa-apa, Turki pada dasarnya bukan tim yang mentereng. Untuk sampai ke semifinal, selain perlu kemenangan yang tipis-tipis, memang perlu berdarah-darah dulu.

Dan itu dihentikan oleh tim Panser. Berkebalikan dengan Turki yang compang-camping, Jerman baru menemukan muka garangnya lagi setelah kembalinya Yang Mulia Bastian Schweinsteiger setelah absen karena sempat terkena kartu merah. Jadi Turki pun bisa dibilang hanya melakukan last stand sambil berharap mujur.

Adalah Philipp Lahm yang telah kurang ajar, dengan teganya membunuh mimpi-mimpi Turki. Caranya pun begitu dingin, sinis, miris, dan ironis: dengan gol di menit ke-90′. Turki pun gugur ditikam oleh senjatanya sendiri.😆

Jadi, selamat untuk Jerman. Semoga beruntung dalam menghadapi Spanyol atau Rusia.

.

.

.

.

.

p.s. Saya agak prihatin dengan mas yang ini. Sudah Perancis-nya terpecundangi sepanjang turnamen, Turki yang dijadikan kandidat mendadak pun punah dengan mengenaskan…😆 Semuanya terjadi di tengah-tengah tragedi yang tak terduga-duga.😆 Tabah, ya, masbro…:mrgreen:

22 thoughts on “Balada Turki Berakhir di Sini

  1. Yup, saya juga menjagokan Turki tetapi apa boleh buat Panser sudah menggilasnya. Selamat buat Tim Jerman semoga menjadi Juara Euro 2008, dan semoga beruntung dilain kesempatan buat Tim Turki.

  2. Tapi sayapnya Turki bagus-bagus tuh. ^^; Kazim Kazim yah? Speed sama gocekannya bagus. Yang sayap kiri juga; tapi saya kok lupa namanya siapa.😕

    Dan tendangan bebasnya Hamit Altintop keren-keren, euy…😯

    Tapi ternyata sepakbola komikal a la Kyaputen Tsubasa itu tidak bisa bertahan selamanya.

    Apa? Andalan Jerman berambut pirang bernama Schneider Schweinsteiger!?:mrgreen:

    *salah pokus*

  3. Ah, sayang sekali saya ndak isa nonton pertandingan dengan lengkap gara-gara katanya ada gangguan satelit Turki harus kandas…

    Tapi meski compang-camping, mereka ndak menyerah begitu saja…

  4. Mimpi saya beralih ke Rusia.😆

    Tapi Jerman mainnya benar-benar buruk semalam. Tak ada koordinasi sama sekali. Di-press ketat dan hanya mengandalkan keunggulan fisik belaka. Jerman susah juara kalau mainnya masih seperti ini.😕

    tag : derita mas Joe.

    Hwakakakak. Joe malah senang kalau idolanya seperti itu.:mrgreen:

  5. jerman hampir aja jadi korban kesekiyan kalinya… tapi emang menyannya si jerman ini kuwat banggets, udah digocoh di menit 86 masih bisa bales pulak di detik2 akhir,
    malem ini tinggal jagowan dadakan saya yg akan meladeni beruang merah… torres kutunggu hetrikmu 😀

  6. Pingback: LPLPX.COM » Blog Archive » Three Lessons from Euro 2008

  7. Nggak sempat nonton yang Jerman – Turki.. padahal ini yang paling mau saya tonton.😦 Cuma sebelum-sebelumnya Turki terlihat keren, bener, kayak di Kapten Tsubasa aja.😛

  8. Pingback: UEFA EURO 2008 Final « Pandu Gilas Anarkhi®

  9. belajar hadeeth dari soccer, bisa juga dunk…:mrgreen:

    Setelah ini, posisi tawar para pemain Turki melesat dahsyat… orkestrasi lingua franca yang indah dan harmonis (Bill Clinton 1994)

  10. ROTFL!
    Waktu lawan Ceko, Tuncay sampai jadi keeper gara2 keepernya di usir wasit gara2 dorong Koller.😛 Old time classic…

Comments are closed.