Weker

Saya beli jam weker. Spektakuler, bukan? Yang old school pula. Wind-up, spring-driven.๐Ÿ˜›

Selama beberapa tahun terakhir (kalimat ini membuat saya merasa tua), saya selalu pakai alarm dari ponsel. Tapi lama-lama, sepertinya tidak terlalu mustajab. Terakhir saya pakai lagu Ballad of a Thin Man-nya Bob Dylan atau My Wife-nya the Who. Bukannya bikin bangun, malah tidur jadi semakin pulas. Lagu-lagu cadas pun tidak terlalu membantu.

Makanya saya putuskan untuk beli yang tempo doeloe.๐Ÿ˜› Yang bunyinya berisik tidak karuan. Harganya sekitar lima puluh ribu, dan mencarinya sedikit susah. Saya tidak tahu di mana mesti membeli jam weker, jadi saya pergi ke toko cinderamata. Lumayan lama menemukan jam yang tidak terlalu nyeni seperti itu. Terkubur di antara jam-jam merah jambu bergambarkan Hello Kitty.

Dan jam ini begitu luar biasa. Bangunnya jadi tersentak, seperti halnya diguyur air atau disepak oleh kepala peleton.๐Ÿ™‚

Apa? Tidak penting? Ah, yang pasti, ini adalah entry ke-seratus di blog ini.๐Ÿ™‚

*sayang sebentar lagi bakal tewas*

41 thoughts on “Weker

  1. posting ke seratus? wew… selamat deh๐Ÿ˜€
    err.. saya pake weker juga sama aja tuh,๐Ÿ˜ณ
    ndablegh kiye๐Ÿ˜€

  2. Wahhh, saya punya yang persis sama kayak gitu… tapi, enggg… (bialng gak yach… bakalan kiketawain gak yach… ahhh, cuek aja dech, PeDe aja daripada minder๐Ÿ˜€ )… Gambarnya barbie warnanya pink… (hihihihi, diketawain dech gue, sok imut… cuek ahhh…)

  3. ah paling manjur cuma beberapa minggu entar juga pulas lagi walau weker dah nyala….

    atau

    atau

    atau

    entar bangun cuma matiin weker doang terus tidur lagi…
    :mrgreen:

  4. @ Herianto

    Jam-jam sekitar shubuh itu biasanya tidak pakai weker pun saya sudah bangun.๐Ÿ™‚

    @ dnial

    Itu dia. Model jadul pula.๐Ÿ˜ฆ

    @ alexยฎ

    Kayaknya masih lama juga.๐Ÿ˜• Saya ada ujian sampai minggu depan, dan seterusnya mungkin hiatus dulu. Mau pulang kampung.๐Ÿ˜›

    @ ManusiaSuper

    Ampuh tidak?๐Ÿ˜›

    @ Suluh

    Wekernya diletakkan agak jauh dari tempat tidur, dong.๐Ÿ˜›

    Kalau perlu di dapur.๐Ÿ˜†

  5. Yakin bisa bangun? *agak2 ragu*
    Btw, bunyi alarm saya sekarang Fax Me dari GITS walaupun agak enggak guna karena:
    1. Saya suka bangun terlebih dahulu daripada waktu alarm berbunyi
    2. Saat alarm berbunyi, saya selalu mematikannya dan tidur kembali.

  6. @ Nenda Fadhilah

    Sudah terbukti efektif.๐Ÿ™‚

    @ okta sihotang

    Kamar mandi ada di pintu masuk samping, kamar ke-21 dari kanan. Di sana ada aula, masuk ke kamar kesembilan. Di situ ada tiga kamar mandi. Dua yang pertama masih berfungsi. Yang ketiga sedang direnovasi, mau dibikin gaya Rusia.๐Ÿ™‚

    *sok milyuner*

  7. Ada yang aneh sepertinya dengan diri saya kalau bangun. Setiap tidur pasti sendirian, tapi kalau bangun selalu berdua.

    *makanya kawin eh… nikah, fer*:mrgreen:

    Kalau buat saya, justru weker seperti itu yang nggak bikin bangun. Weker dengan bunyi tinggi melengking yang bisa bikin saya bangun. Aneh.๐Ÿ˜•

  8. Bunyi-bunyi yang lebih monoton sebenarnya lebih efektif.๐Ÿ˜›

    BTW, soal entri ke-108, Saya belum ada rencana ke situ…๐Ÿ™‚ Mungkin saja, kalau kebetulan bisa digenapkan 108.๐Ÿ˜€

  9. My Life
    In Jeopardy
    Murdered in cold blood is what i am gonna be
    I Hadn’t been home since friday night
    And now my wife
    Is coming after me

    heheehe…

    Harusnya pake versi konsernya…. jauh lebih cadas… hard…hehehe

  10. Saya tidak punya versi konsernya.๐Ÿ™‚
    Lagipula di versi-versi konser yang sudah saya dengar, drum-nya tidak semantap versi studio.๐Ÿ˜•

    Link ke versi konsernya yang bagus itu, dong.๐Ÿ˜›

  11. sama dengan weker sara!
    tapi ijo๐Ÿ˜›
    sayangnya udah ngga mempan lagi, pagi2nya weker itu udah dipelukan dan off .
    bodohnya.

  12. saia kalo mau bangun pake getar aja tuh.
    tapi dimasukin ke baju, dan siapin banyak hp.

    mayan buat nonton piala eropa..
    kekeke…

Comments are closed.