Saya Tidak Tahu Mau Bicara Apa Lagi

Sudah baca koran belum? FPI menyerbu aksi damai peringatan kelahiran Pancasila.

Kalau belum, silakan baca di [sini].

Saya terpana. Kalau memang begitu ceritanya, saya tidak tahu mau bicara apa lagi. Itu orang-orang hanya ingin beraksi damai memperingati hari kelahiran Pancasila. Mereka dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), organisasi berbasis HAM yang ada untuk menjamin hak anda untuk beragama. Lalu FPI datang dan mulai memukuli. Tidak pandang bulu; ibu-ibu, anak-anak, ikut dipukuli. Ada yang kepalanya bocor, tulangnya remuk, dan matanya buta.

Semuanya hanya karena mereka menjamin kebebasan beragama. Kenapa kebebasan itu dijaga? Jelas untuk menjaga supaya mencari kebenaran itu tidak terhalangi apapun. Kalau kata orang Inggris, jangan letakkan semua telur di satu keranjang. Tapi FPI tidak suka itu. Menurut mereka, keranjang mereka yang paling indah.

Anda masih mau mendukung FPI? Masih mau berapologi tentang kebrutalan FPI? Hah? Membela karena “mereka menegakkan kebenaran ketika aparat diam”? Saya tidak peduli. Kalau anda menganggap agama versi anda meridhai memukuli orang seenaknya, persetan dengan agama anda.


Hate, if you want to hate
If it keeps you safe
If it makes you brave

Pray, if you want to pray
If you like to kneel
If you like to lay

But don’t come over here and piss on my gate
Save it, just keep it off my wave

Soundgarden, “My Wave

143 thoughts on “Saya Tidak Tahu Mau Bicara Apa Lagi

  1. Ya sudah. Tidak usah berbicara tapi menulis saja. Tulislah betapa kejinya FPI! Pada ditaruh dimana sih otaknya??

  2. @ gentole

    Semoga para pelaku kekerasan tersebut diproses secara hukum.🙂

    @ KiMi

    Otaknya sih saya yakin masih di kepala. Tapi apa nuraninya dipakai atau tidak, itu saya kurang tahu.😀

  3. Bah! Saya juga nantang mereka ke Aceh kalo punya penis nyali, Joe. Kemarilah, biar kami sunatkan dua kali lagi!!

    Ndak ada otaknya dikit pun bersikap itu kroco2 binaan bangsat2 berduit berpangkat! Mana itu penjilat2 Sutiyoso yang mbangga-banggain front macam FBR dan FPI dulu karena nasionalis mbela si Bang Yos karena salah tangkap di Asutralia?!

    Nasionalis pukimaknyalah! busuk!

    Saya ndak peduli masalah beda keyakinan itu. Mau bentrokan ide bentrokanlah sana. Perang peranglah mereka di situ. Asal sama-sama jantan, betempurlah. Tapi FPI keparat ini: yang klean babat yang klean pukul itu perempuan dan anak2, Njing!! Tak punya nyali klean?! Potong itu kelamin, kasihkan ke anjing sekalian!👿

    Sorilah Ged…

    Aku tonton beritanya naik emosiku. Sori… kalo keberatan kata2 kasar begini, hapuslah😦

  4. *Geert Wilders mode ON*

    Tuh kan, ane bilang juga apa? Sudah jelaskan kalo film ane itu bener2 berdasar. hehehe:mrgreen:

    *Geert Wilders mode OFF*

    SUMPAH, IBARAT ORANG SABAR, INI SUDAH MELAMPUI BATAS KESABARAN SAYA, KEPARAT KAU FPI!!! BIKIN MALU ISLAM SAJA!!! INI JELAS2 PENODAAN AGAMA!!!

    yang bikin makin eneg, MUI sepertinya malah membenarkan tindakan para binatang2 itu.

    *esmosi*

  5. Manusia itu menarik.
    Teori-teorinya bisa dibaca di buku, tetapi prakteknya tetap saja selalu mengejutkan. Mungkin masih dibutuhkan banyak buku soal sivilisasi manusia, terutama untuk berbagai perkembangan akhir-akhir ini.

    …kembali bertapa…

  6. @ joesatch yang legendaris

    Lha mana berani mereka kalau ndak main keroyokan?😐

    @ alex®

    Wah, ndak apa-apa. Selain ini blog juga bakal ditutup, carut-marutnya rasanya pantas-pantas saja kok.:mrgreen:

    @ Strife Leonhart

    Tentu saja benar; ada linknya, dan bisa dilihat sendiri di surat kabar. Mana mungkin saya bohong? Saya ‘kan bukan Hidayatullah.😆

    @ Agiek

    Saya belum tahu reaksi MUI tentang hal ini.😕

    BTW kalau tidak salah sekarang sudah ada gerakan anti MUI yang terang-terangan.🙂

    @ Jabizri

    Silakan kembali bertapa…😛

  7. Saya ndak baca koran, tapi liat di tipi kemarin.
    Kok bisa yah?

    Emang kalau organisasinya so-called “terlarang”(ahmadiyah), anggotanya ndak boleh menyuarakan aspirasinya?
    Emang kalau aspirasi suatu massa sebagian merupakan aspirasi organisasi lain berarti massa itu disusupi?

    Berlebihan!

  8. Ah… mereka. Kenapa mereka ndak mengatasnamakan diri mereka sendiri saja? Jadi agama yang sempurna ini tidak perlu dinodai oleh kelakuan-kelakuan tak berperikemanusiaan dan peri keadilan mereka yang sama sekali tidak berpikir dua kali sebelum bertindak.

    FPI = Front Penghancur Islam. Saya jadi pingin tahu siapa yang pertama kali mendirikan komunitas laknat itu dan apa tujuan utamanya.:mrgreen:

  9. Dasar preman FPI,,

    AKKBB mendukung Ahmadiyah?
    Lha mbok ben, namanya aja Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Beraninya cuman lawan Ahmadiah. LDII yang selama ini ajarannya dibilang menyimpang, mereka gak berani ngelawan.
    Biarkan saja ajaran mereka, toh mereka gak pernah ganggu ajaran kita?

    Lagi-lagi, mereka jotos-jotosan,,
    sangat memalukan…

  10. @ p4ndu_454kura©

    Apa alasan dibalik FPI? Silakan cari-cari, konon ada kepentingan politisnya.🙂

    @ Inov Bluesman

    Setuju. Bagusnya ini orang kita apakan, ya?😐

  11. Kepada YTH,
    DETASEMEN 88 ANTI TERORIS
    Di Tempat

    Saya melaporkan bahwa ada suatu gerakan teroris yang sangat membahayakan jiwa masyarakat umum dan keamanan secara umum.
    Kelompok teroris tersebut bernama FPI atau disingkat dengan FRONT PEMBELA ISLAM, adalah suatu kelompok teroris yang setiap saat bisa membunuh siapa saja.
    Mohon segera diproses secara hukum, kelompok teroris tersebut segera dibubarkan, serta para anggota yang diidentifikasi ikut di dalamnya untuk segera dilakukan penangkapan dengan segera.

    Indonesia, 2 Juni 2008.

  12. @ Kopral Geddoe

    @ p4ndu_454kura©

    Apa alasan dibalik FPI? Silakan cari-cari, konon ada kepentingan politisnya.🙂

    [sarcasm mode]

    Itu pasti salah satu konspirasi Zionis untuk memecahbelah oumat™! Pasti itu! PASTI!!😈

    [/sarcasm]

    Yeah, right…😆

  13. Kalo tidak ditindak, kok saya malah jadi yakin ada orang kuat dibalik FPI ini pral. Apa itu masuk teori konspirasi kali ya.

  14. Jogja perang?!

    Lihatlah kebrutalan FPI yang ngeroyoki orang yang belum tentu salah cuma karena markas mereka di serang di Jogja. Cari sendiri beritanya.

    Oh Tuhan! Saya tertawa pahit. Sabilillah? Karena markasnya diserang?

    Tolol!
    [provokator mode ON]
    Udah… kumpulkan semua front yang ada, dan ganyang FPI. Ndak akan makan itu dialog sama orang2 kepala batu begitu. Ayo di Jawa tunggu apalagi? Itu front mesti diharamkan seperti PKI kalo perlu!

    [provokator mode ndak bisa OFF]

  15. Darah mereka halal!
    Mereka sudah tidak layak disebut muslim!

    Mau apapun alasannya..
    mau diprovokasi, kek,
    mau lihat orang bawa senapan kek (yang gue yakin bohong),
    kenyataan mereka udah menyerang kelompok dengan wanita dan anak-anak adalah hal terkutuk!

    kalau sampai ulama NU sudah tidak bisa menahan diri dan mengeluarkan fatwa darah mereka halal (pasti NU duluan yang mengeluarkan.. mereka yang paling panas),gue ikut ngebantai..

  16. @ kunderemp

    Saya dari sejak abis tsunami lalu udah siap-siap front kalo mereka kemari, Mas. Dan anak-anak di daerah saya juga masih tetap punya hasrat ngemplang kepala mereka kalo berani ke sini dan bikin ulah.

    Di Medan mereka mati kutu. Ndak bisa ngapa-ngapain. Di Aceh mereka dan front2 sejenisnya ditolak masuk. Peduli setan mereka ngaku pernah bantu korban tsunami di sini. Yang jelas sikap barbar ala binatang begitu ndak pernah ada tempat di sini.

    Tapi kok di Jawa mereka bisa berkembang-biak macam ular betelor begitu? Dibiayai? Didanai? Dibekingi? Bah! Cuih!

    Ayo! Ayo! Yang pro-FPI atau anggota FPI kalo mo komen nantang, sini komen nantang saya! Anjing kalian!

  17. *siyul2…nunggu perang

    @zoel chaniago
    soalnya mreka beragama islam, coba bukan islam pasti nggak brutal

    islam = brutal wek

  18. Front Pembela Islam (FPI) mengeluarkan kronologis peristiwa rusuh yang terjadi pada hari Minggu, I Juni 2008 di Silang Monas. Inilah kronologisnya:

    Massa Hizbut tahrir Indonesia berkumpul bersama ormas Islam lainnya melakukan aksi menolak kenaikan BBM di Jakarta menuju Istana negara. silahkan buka website resmi HTI. Di antaranya adalah: Perwakilan Serikat Kerja PLN, HTI, FPI, dan sebagainya.

    Demo ini sudah mendapatkan izin dari aparat kepolisian setempat dengan pengawalan yang rapih dan ketat. Dengan kata lain demo ini adalah kegiatan yang resmi dan legal berdasarkan UU yang berlaku di republik ini. Pada saat yang bersamaan muncullah kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKK-BB) yang nota bene adalah pro Ahmadyah.

    Seperti yang dilansir dalam siaran TV mengenai kegiatan AKK-BB ini sebelumnya tidak diperkenankan oleh Kepolisian terkait untuk melakukan aksi di wilayah Monas, Karena akan berbenturan dengan pihak yang tidak mendukung acara mereka. dengan kata lain, kegiatan AKK-BB ini tidak mendapat izin untuk melakukan kegiatan di wilayah Monas.

    Melihat gelagat negatif ini, Pihak FPI mengisntruksikan beberapa personilnya untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh AKK-BB ini di wilayah aksi demonstrasi HTI. Ternyata mereka melakukan orasi yang menjelekan salah satu Ormas Peserta Demo dengan mengatakan ” Laskar Setan” dan sebagainya. Mendengar hal itu, personil FPI segera melaporkan kepada Laskar FPI mengenai temuan orasi tersebut.

    Beberapa laskar FPI segera meminta klarifikasi kepada pihak AKK-BB mengenai hal ini. Pihak AKK-BB berusaha mengelak dan menjawab dengan sikap yang arogan sehingga membuat Laskar FPI kesal. Arogansi AKK-BB ini semakin menjadi dengan mengeluarkan sepucuk senjata Api dan menembakkan ke Udara 1 kali. Mendengar letusan ini, Laskar FPI mencegah perbuatan tersebut tapi ditanggapi dengan tembakan ke udara hingga 4 kali.

    Melihat aksiyangarogan dan sok Jagoan, Laskar FPI makin kesal dan langsung melakukan pemukulan terhadap provokator. Tidak ada pihak anak-anak dan wanita yang menjadi sasaran amarah pihak FPI. Hanya oknum yang sok Jagoan dan Arogan yang telah mengejek dan menghina kafir kepada laskar FPI yang menjadi sasaran empuk di kerumunan massa aksi Demonstrasi BBM ini. Beruntung tidak semua elemen massa demo ini ikut memukuli pihak AKK-BB.

    Diduga, AKK-BB adalah kelompok bersenjatayangsengaja disusupkan di dalam kegiatan demo BBM minggu 1 Juni 2008 di Monas dengan menyertakan anak kecil dan wanita dengan itikad menjatuhkan opini BBM menjadi opini pembubaran FPI dengan melakukan provokasi sebutan Laskar Kafir dan tembakan senjata api.

    Kondisi terakhir pihak FPI menjadi obyek makian masyarakat bahkan intimidasi oleh Nahdlatul ulama dan elemen-elemen nya sehingga Fitnah perjuangan semakin terbukti kebenarannya bahwa Dakwah di Jalan Allah SWT akan ditebus oleh fitnah, intimidasi, makian negatif opini oleh kafirun dan munafikun bahkan kelompok orangyangmengatas namakan ahli ilmu dan ibadah seperti NU dan elemen2nya. Wallahu A’lam Bisshowab.

    Hasbiallahu wa ni’mal wakil, Ni’malmaula wa ni’mannashiir.

    Cukuplah Allah Sebagai Pelindung dan Penolong Mujahid Dakwah.(source: fpipetamburan.blogspot.com)

  19. @mampir
    Begitu yah…

    @blue
    Hehe…saya gak tau FPI punya blog.

    Kondisi terakhir pihak FPI menjadi obyek makian masyarakat bahkan intimidasi oleh Nahdlatul ulama dan elemen-elemen nya sehingga Fitnah perjuangan semakin terbukti kebenarannya bahwa Dakwah di Jalan Allah SWT akan ditebus oleh fitnah, intimidasi, makian negatif opini oleh kafirun dan munafikun bahkan kelompok orangyangmengatas namakan ahli ilmu dan ibadah seperti NU dan elemen2nya. Wallahu A’lam Bisshowab.

    Pernyataan ini menarik.

    Saya heran mengapa semua kelompok garis keras Islam selalu berfikir bahwa plot, drama dan jalan cerita “perjuangan” mereka itu sama persis dengan apa yang terjadi di Arab sana 15 abad yang lalu? Kenapa mereka selalu berpikir bahwa apa yang terjadi saat ini adalah semata-mata repetisi (tanpa henti!) dari sejarah pertempuran politik Muhammad dan status quo di Mekkah?

    Mereka semua, fundamentalis-fundamentalis brengsek itu, benar-benar buta sejarah. Mereka gak pernah sadar bahwa Islam sudah melewati berbagai zaman dan tidak selalu dalam kondisi “tertindas” dan “terzalimi”. Ini memang kesalahan mayoritas umat Islam yang hanya mengagung-agungkan Sirah Nabawiyah, seolah-olah setelah Nabi wafat, Islam berhenti menjadi agama, setelah al-Qur’an dibukukan dan hadist nabi dikumpulkan, Islam sudah final. Yang memprihatinkan itu sebenarnya banyak orang-orang seperti FPI di Indonesia, yang tidak mengenal pluralisme, yang suka mendemonisasi orang lain. Bedanya sama FPI, mereka terlalu rasional untuk melakukan semua kebodohan yang dilakukan FPI itu.

  20. Kenapa FPI Anarkis?

    Selasa, 3 Jun 08 07:17 WIB

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Ustadz, saya mau menanyakan mengenai masalah FPI. Saya sebenarnya salut terhadap pergerakan mereka yang langsung terjun memberantas kemaksiatan dimasyarakat.

    Tetapi saya melihat di media TV kelompok tersebut tidak terkendali sampai melakukan tindakan anarkis seperti merusak bus/kendaraan yang dikendarai oleh sebuah kelompok partai yang dianggap beraliran Komunis.

    Ustadz, apakah FPI itu sebenarnya dan apakah jalur dakwah mereka baik?

    Akhwat

    Jawaban

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Sebenarnya yang paling berhak untuk menjawab pertanyaan anda adalah teman-teman dari FPI sendiri, bukan kami. Namun kalau sekedar memberi komentar sekilas yang mungkin benar dan mungkin tidak, kira-kira jawabannya begini:

    Apa yang anda lihat tentang ‘aksi-aksi anarkis’ Front Pembela Islam (FPI) di media, tidak pernah lepas dari penilaian subjektif dan objektif media itu sendiri. Kalau kesannya aksi-aksi itu anarkis, memang liputanya memang dibuat sedemikian rupa, setidaknya kesan anarkis itu memang diekspose, entah tujuannya untuk memojokkan posisi FPI, atau untuk menggambarkan betapa umat Islam itu anarkis atau memang sekedar kerjaan insan media yang haus sensasi.

    Yang terakhir itu dimungkinkan karena karekteristik media, terutama televisi memang butuh liputan dan gambar yang sensasional. Gambar-gambar yang menampilkan proses awal di mana para anggota FPI sedang melakukan negosiasi kepada para pemilik tempat hiburan yang secara hukum memang melanggar peraturan resmi, nyaris tidak menarik untuk ditampilkan.

    Tetapi ketika pihak pengelola tempat hiburan melakukan pelemparan dan provokasi, lalu FPI mempertahankan diri atau balas menyerang, secara gambar memang merupakan momen yang cukup menarik. Gambar para aktifis merusak tempat hiburan itulah yang dinaikkan di layar kaca. Karena secara visual, gambar itu lebih menarik ketimbang gambar orang sedang diskusi yang terlihat hanya pasif dan itu-itu saja.

    Namun tidak tertutup kemungkinan ada unsur kesengajaan dalam penayangan gambar anarkisme yang terjadi. Sangat dimungkinkan bahwa pihak media dimanfaatkan oleh para cukong pemilik tempat hiburan yang bergelimang dengan harta itu untuk menampilkan kesan seolah-olah FPI itu tidak lebih dari segerombolan orang yang bertindak anarkis.

    Mengapa analisa itu muncul?

    Karena tindak anarkis yang ditampilkan berulang-ulang di media itu nyaris tidak pernah menyentuh akar masalah. Tidak pernah diulas kenapa sampai terjadi tindakan itu. Media seolah-olah bagai macan ompong ketika harus bicara tentang para pengusaha tempat hiburan yang melanggar Perda dan perundangan. Yang dimunculkan selalu kesan bahwa FPI adalah pelaku tindak anarki. Namun pengusaha tempat maksiat yang jelas-jelas melanggar hukum negara dan sekaligus hukum agama, sama sekali tidak pernah diungkap.

    Mengapa tidak pernah diungkap?

    Karena para cukong itu punya uang tak terhingga jumlahnya untuk bisa membuat para wartawan, jurnalis bahkan pemred media sekalipun untuk duduk manis dan tenang, tidak mengorek kesalahan para pengusaha maksiat. Sebaliknya, uang juga bisa membuat mereka lebih fasih untuk mengatakan bahwa biang keroknya adalah FPI.

    Bahkan uang mereka bisa membuat pihak aparat kepolisian pun duduk manis, diam seolah-olah tidak tahu bahwa ada pelanggaran berat yang sedang terjadi di depan hidungnya.

    Di negeri kita, kebanyakan media dan institusi kepolisian memang masih belum bisa gagah seperti yang sering kita lihat di film-film idealis. Mungkin semua itu masih ada di ‘Republik Mimpi’.

    Dan kekuatan rakyat yang diwakili oleh organisasi semacam FPI masih harus terus menerima nasib buruk, yaitu dipelintir posisinya di media. Sayangnya, FPI sendiri juga tidak punya kekuatan media yang kuat untuk menangkis fitnah yang selalu memojokkan posisi mereka. Ini kritik positif buat teman-teman di FPI untuk punya perhatian lebih dari sisi media center.

    Niat, tujuan dan idealisme mereka untuk beramar makruf dan nahi mungkar tidak pernah ada yang menyangsikan, kecuali oleh mereka yang suka maksiat dan berlumur dosa. Tinggal bagaimana mereka sering-sering duduk bersama dengan elemen lain umat Islam, bertukar pikiran dan berdiskusi, sebelum melakukan aksi dan tindakan. Agar tindakan mereka tidak terkesan bersifat individualis dan jalan sendiri, melainkan hasil dari musyawarah dengan banyak unsur dan elemen umat.

    Ajaklah ormas-ormas Islam untuk mengupas semua masalah yang ada, tampilkan data dan fakta, beri informasi dan bangkitkan semangat perjuangan para petinggi ormas dan orsospol yang punya perhatian dalam masalah ini. Dan minta masukan dari masing-masing mereka dan jadikan masalah ini menjadi masalah bersama, bukan hanya masalah buat FPI saja.

    Dan jangan lupa, FPI perlu menggandeng secara lebih serius teman-teman jusnalis muslim termasuk media-media yang konsern dengan amar makruf nahi mungkar. Agar tindakan mereka diback-up oleh kekuatan media tandingan.

    Kalau dijelek-jelekkan oleh media tertentu, setidaknya ada media lain yang bisa memberi second opinion yang berbeda.

    Nah, bola ada di tangan anda teman-teman FPI, semoga Allah SWT selalu membimbing niat dan tujuan anda menjadi sebuah solusi yang baik dan jauh dari fitnah.

    Sekedar membuat press release tentu teramat lemah, karena pembentukan opini pada dasarnya adalah sebuah medan jihad tersendiri. Kita tidak bisa hanya sekedar melakukan klarifikasi. Kita butuh dukungan dari opini yang kita bentuk sejak awal leat jaringan pers yang kuat, kokoh dan didukung oleh semua elemen umat.

    Kenapa tidak dibuat media massa khusus yang selalu mengangkat dasar tindakan dan asal muasal suatu tindakan, jauh sebelum tindakan itu diambil? Mengapa FPI tidak punya 100-an situs yang bekerja keras 24 jam untuk mengundang simpati dan membentuk opini?

    Mengapa FPI tidak berpikir mendirikan sebuah stasiun radio yang akan menggiring opini umat Islam agar berpikir kritis dan menyampaikan informasi yang sebenarnya-benarnya? Atau setidaknya mengapa FPI tidak menggandeng umat Islam yang lain yang punya radio-radio? Banyak radio milik umat Islam dibiarkan ‘nganggur’ tidak punya konten, yang pada akhirnya cuma menyetel lagu dangdut. Sayang sekali bukan?

    Ketika Amerika menyerbu Iraq kemarin, apa yang dilakukan oleh TV Aljazeera sudah sangat luar biasa. Opini bahwa Amerika itu penjahat perang berhasl dibentuk. Hampir semua mata tidak lagi mempedulikan TV asing lainnya. Yang mereka tonton hanya satu, Aljazeera.

    Sangat berbeda ketika dahulu di zaman Iraq vs Kuwait yang masih dikuasai CNN. Umat Islam saat itu belum punya kekuatan pers yang berani mengatakan tidak ketika dipaksa bilang iya.

    Nah, sudah saatnya teman-teman FPI membentuk jaringan pers yang kuat dan mantap, mencakup semua jaringan pers yang milik umat Islam yang ada.

    Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ahmad Sarwat, Lc
    Sumber : eramuslim.com

  21. Denial melulu itu front… Ndak pernah gentle ngakuin kesalahan.

    Oke, tarolah di Monas FPI diprovokasi. Lalu yang semalam kejadian di Sleman? Markas diserang, pengendara motor yang lewat dicurigai dan digebuki sebelum terbukti bersalah. Hukum macam apa yg dipake FPI itu? Dalan Islam sendiri mesti ada saksi buat nuduh orang, bukan asal kemplang.

    Cara yang dipertontonkan FPI itu cara paling keparat bagi saya!

    Bicara Ahmadiyah, sori… saya sendiri menolak paham Ahmadiyah itu. Boleh cek di blog-blog yang ada. Tapi nolaknya pake otak, pake nalar, pake nash-nash yang ada, bukan pake tangan duluan!

    Tolol lu pada! Merusak reputasi muslim yang lain saja!👿

  22. jadi inget film “the kingdom”, sepertinya benar, dana dari saudi telah masuk ke dalam kelompok extrimist2 di indonesia ini.

    @alex
    makar bung, makar. tindakan mereka itu jelas2 makar, bukankah mereka jelas2 meneriakkan berdirinya khilafah tiap kali berdemonstrasi. tapi anehnya pemerintah ko sepertinya budheg, keutuhan nkri taruhannya kalo terus2an dibiarkan seperti ini.

    FPI+HTI=DI/TII —> WASPADALAH WASPADALAH!!!!

    *masih esmosi*

  23. kalau mau menilai sesuatu harus dilihat semua fakta-faktanya. Wong jelas-jelas hari itu FPI dan HTI mau demo (dan sudah dapat ijin dari pemerintah), sementara AKBB belum ijin untuk demo
    versi dari FPI : http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/03/time/124109/idnews/949595/idkanal/10
    ya wajar saja kalau orang-orang FPI pada emosi. Wong nantang..

    Memang dalam Islam tidak boleh seseorang melakukan kekerasan fisik kepada orang lain kecuali dalam rangka membela diri atau karena perintah penguasa (pemerintah).

    Kalau saya melihat kerusuhan yang terjadi seperti kerusuhan yang biasa terjadi pada pertandingan sepakbola. Ejek2an antar suporter yang berujung pada baku hantam.

    Cuman anggota FPI lebih santun dari para bonek yang menghancurkan rumah-rumah penduduk, kemarahan anggota FPI hanya dilampiaskan pada pihak yang mengolok-olok mereka saja.

    Memang tindakan FPI salah, tetapi sebagai manusia biasa kita harusnya bisa memahami pengendalian emosi itu susah dilakukan, wong karena sepakbola saja orang bisa membunuh orang, apalagi karena masalah agama??

    Allahu’alam..

  24. @blue wah ini bagus sekali. Ngambil dari era muslim. Pas banget. Cerdik kamu.

    @alex

    “Bicara Ahmadiyah, sori… saya sendiri menolak paham Ahmadiyah itu. Boleh cek di blog-blog yang ada. Tapi nolaknya pake otak, pake nalar, pake nash-nash yang ada, bukan pake tangan duluan!”

    Mungkin karena kamu (dan bahkan aku sendiri) imannya memang cuma segitu Lex. Ayolah Lex, akuilah kelemahan kita ini. Mana mungkin mengandalkan”otak, pake nalar, pake nash-nash yang ada, bukan pake tangan duluan!”” melulu.

    Rasulullah aja berhak kok untuk menghabisi nabi palsu dan sejenisnya. Lha kalau cuma sampai nash-nash doang. rasulullah berarti tidak akan kesampaian menyudahi dusta Musailamah al-kadzab dan sejenisnya. harus ada tindakan dong.

    Dan ini adalah wilayah “Peemrintah” bukan “FPI”.

    Tapi pemerintah kelamaan. Kapan diputuskan ga tahu kapan. jadi carut marut deh. Klau dibawa ke pengadilan. Semuanya bakal punya argumen kuat masing-masing. Jadi sulit nih.

  25. Rasulullah aja berhak kok untuk menghabisi nabi palsu dan sejenisnya.

    Jadi FPI sederajat dengan Rasulullah ya?😆

  26. omaigat ged….
    aku merinding baca liriknya…..SOUNDGARDEN !!!!

    aku maniak banget, ged…..

    lagu itu pas buangeeeeeetttt utk mewakili isi hatiku saat ini…
    *lgsg puter chris cornell*
    *merinding….*

    oke, malam ini saya mo nonstop puter itu dvdnya….

  27. Ged, kok ada komen yang CP dari tempat laen?
    @ the reds
    Er… mas/mbak, maksud baginda alex® itu jangan main hakim sendiri. Kita sebagai umat beradab diminta untuk menyelesaikan segala persoalan dengan otak terlebih dahulu, bukan dengan kekerasan. Kekerasan itu adalah cara terakhir jika SEMUA cara damai yang ditempuh tidak membuahkan hasil.

    AFAIK, Rasulullah juga menganjurkan penyelesaian masalah secara kekeluargaan. Bukankah beliau mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang cinta damai?😉

  28. BTW, tadi saya liat sebuah berita yang menampilkan pimpinan kelompok ini. Dia malah menyalahkan beberapa tokoh pemerintah dan menuduh bahwa AKKBB yang memprovokasi bentrok tersebut.

  29. FPI….HANYA BERISI ANTEK2 ANJING NERAKA…PEMIMPINNYA PERSIS TITISAN DAJJAL…MARI SEMUA …BOIKOT…BUBARKAN…..JANGAN BIARKAN BENIH2 DAJJAL BERGENTAYANGAN DISEKITAR KITA….!!!JIHAD..UNTUK MEMBUNUH FPI…

  30. @ ghaniarasyid™

    Apa hubungannya?😕

    @ dana

    Termasuk, tapi masih tergolong bisa dipertanggungjawabkan, sebab tidak memuat banyak asumsi sekaligus.😀

    @ alex® (1)

    FPI menyerang…? Kok, saya tidak terkejut, ya?😆

    @ kunderemp

    Sabar, masbro. Tarik napas… Hembuskan perlahan…

    Tarik napas… Hembuskan perlahan…

    Tutup mata… Buka perlahan…

    Raih golok… Ayo ke lapangan…:mrgreen:

    @ alex® (2)

    Itu saya juga bingung. Kok, populernya di Jawa saja? Mungkin perlu habib-habib impor itu biar berkembang biak dengan lancar?

    @ mampir

    Silakan dukung hipotesis anda dengan suatu tulisan, lalu link kemari.🙂

    @ blue (1)

    Ini tidak ada hubungannya dengan “karena apa”. Itu FPI sudah memukuli orang, mesti ada konsekuensi hukumnya. Mau itu karena mereka dihina duluan, atau mereka diludahi, atau mereka cuma iseng, itu tidak ada hubungannya.

    Kalaupun ternyata AKKBB mulai duluan, ya berarti AKKBB ikut dihukum; bukan malah FPI dinyatakan tidak bersalah.

    @ ManusiaSuper

    Selanjutnya? Opini saya ada di respon pada blue di atas.🙂

    @ gentole

    Setuju sepenuhnya.😀

    @ blue (2)

    Ahmad Sarwat setahu saya memang bersimpati pada FPI.😉

    @ alex® (3)

    Persis seperti pendapat saya. Apapun alasannya, memukuli orang sipil seenaknya itu tidak baik, tho? Apa itu FPI, paramilitary-wannabe? Mau jadi mutaween, religionspolizei a la Saudi?

    @ Agiek

    Respon HTI sendiri bagaimana?😕

    @ Yudhabs

    Jadi karena FPI “ditantang”, dan kebetulan yang begituan sudah ada di stadion-stadion, itu semua jadi sah?

    Fallacy itu.😕

    @ The reds

    Rasulullah aja berhak kok untuk menghabisi nabi palsu dan sejenisnya.

    “Rasulullah saja berhak, apalagi FPI?” begitu?

    Memangnya bagi anda FPI lebih tinggi derajatnya dari Rasulullah?😆

    @ dana (2)

    Saya juga bingung.😆

    @ ulan

    Silakan cari jawabannya sendiri.🙂

    @ restlessangel

    [OOT]

    Kebetulan saya suka lirik-liriknya beliau.😛

    BTW proyek solonya kok kelewat pop-oriented, ya? Gitarnya nggak kerasa…😕

    [/OOT]

    @ dana (3)

    Kita tunggu respon Esbeye.😛

    @ p4ndu_454kura©

    Kopas? Ya mana saya tahu?😕

    Soal “karena diprovokasi duluan”, itu terlalu kekanak-kanakan.😆 Itu ‘kan gaya anak-anak, kalau sudah berkelahi, dan salah satunya menangis, maka yang ‘menang’ akan berkelit; “dia mulai duluan…!”😆

    Pembelaan kelas tempe itu, jangan digubris.😛

    @ FRONT PEMBENCI FPI

    Euh… Semoga berhasil…

  31. @ mas dana
    Mungkin kelompok FPI sekarang mulai merasakan apa yang dirasakan oleh kelompok-kelompok minoritas yang sempat merasakan intimidasi dari mereka. Mungkin pula saatnya membuka pintu maaf untuk mereka ?
    Tetap tindak kekerasan yang mereka lakukan harus selalu diusut. Semnatara peringatan dikeluarkan. Dan secara organisatoris perlu ditanyakan kemana loyalitas mereka, apakah masih ada merah-putih di hati mereka ?

  32. Dusta kalau ada yang mengatakan Rasulullah memerangi nabi palsu! Dusta! Rasulullah tidak pernah menyerang Musailamah Al-Kazzab. Rasulullah membiarkan saja beliau karena Musailamah memang tidak pernah menjadi ancaman semasa beliau.

    Musailamah Al-Kazzab baru diperangi di masa Abu Bakr As-Shidiq dan itupun lebih ke alasan politis. Umat sepeninggal Nabi mulai terpecah-pecah dan beberapa kabilah menarik dukungannya dan berkumpul di Yamamah di tempat Musailamah.

    Alasan Musailamah diperangi sama dengan alasan orang-orang yang menolak membayar zakat diperangi. Alasan politis! Demi kesatuan negara yang baru berdiri.

    PS:
    Kronologi penyerangan FPI menurut korban ada di blog-ku. Salah satu korban kebetulan keluargaku.

  33. mari kita serukan bersama di blogosfer opini dan suara hati untuk menindak preman yang mengatasnamakan agama ini. satu suara setiap orang, pasti akan mencapai momentumnya.

    *saya heran kok baru kali ini bisa merasa panas dengan hal2 seperti fpi ini*

  34. @ oddworld

    Saya tidak tahu; tapi kalau pemahaman semacam “demokrasi adalah kufur” ada di dalam tubuh FPI, saya rasa simpati mereka tidak ada pada negara.

    @ Kunderemp

    Saya sudah baca. Adapun pembelaan-pembelaan yang akan muncul, saya prediksi akan berbunyi seperti ini;

    + AKKBB memprovokasi terlebih dahulu.
    + Kemarahan FPI adalah bisa dipahami, sebagaimana tindak kekerasan lainnya.
    + Aksi FPI lebih mulia ketimbang Israel, dst.

    Dipikir-pikir, semuanya sudah pernah muncul. Saya pernah dengar sendiri. Bukan prediksi lagi. Alasan-alasan asal-asalan.

    @ munggur

    Amiin.🙂

  35. dan entah kenapa ya? sekelompok barbar yang berkumpul dan bertindak barbar itu menyatakan diri sebagai tentara tuhan, mujahid allah, atau apalah itu.

    narsis sih boleh, tapi nggak perlu sampe melakukan kekerasan donk😐

  36. FPI adalah organisasi yang bisa melakukan kekerasan, itu adalah fakta yang tidak perlu diperdebatkan lagi.

    Jadi kalau ada yang menantang preman (*), ya memang resikonya kena bogem.
    Kenapa kemudian menjerit-jerit ? Wadehel ?

    Dalam tayangan video di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Barat, Senin (2/6/2008), salah satu anggota AKK-BB terlihat membawa senjata api. Orang yang memakai senjata api itu memakai kaos dan di lengan kanannya memakai pita merah.

    Anyway, FPI dibubarkan saja. Tidak ada untungnya bagi umat Islam saya kira.

    Di lain pihak, provokator seperti AKKBB lebih berbahaya daripada FPI.

    Mereka berkedok intelektual & kebenaran, namun pesan yang mereka bawa sangat misleading.
    Ahmadiyah dianggap sebagai masalah HAM / kebebasan beragama. Padahal sebetulnya adalah masalah pembajakan agama.

    Karena mereka adalah orang-orang yang intelek, jadi saya kira bukan karena mereka tidak tahu. Namun memang sengaja membelokkan fakta.

    Mengesalkan, orang pintar kok bukannya mencerahkan. Malah menyesatkan.

    Lalu saya lihat beberapa peserta AKKBB adalah non-muslim.
    Duh, mbok ya tidak usah ikut-ikutan menggrusuhi urusan tetangga kalau tidak paham inti masalahnya.

    Sekali lagi, ini bukan masalah pelanggaran hak beragama. Ahmadiyah silakan saja beragama sesuai kepercayaannya.
    Tapi tolong jangan mengaku-akui agama orang lain.

    Lalu sehubungan AKKBB ini banyak digawangi oleh kelompok JIL, maka modus operandinya juga mirip.
    Antara lain membawa-bawa ormas lainnya. Padahal kemarin ini sampai para aktivis mereka dibersihkan dari NU & Muhammadiyyah karena kelakuannya itu. Tapi tetap juga dilakukan gayanya ini.

    Akhirnya Hasyim Muzadi sampai menjadi gerah dan mengeluarkan ultimatumnya.

    Masalah lainnya; pemberitaan media massa dalam insiden ini sangat tendensius dan sering tidak akurat.
    Saya tidak tahu kenapa persisnya, tapi kalau JIL memang jelas punya banyak akses ke media.

    AKKBB & FPI sama-sama salah, dan sama-sama organisasi ekstrimis (intelektual/islam). Bubarkan kedua-duanya.

    (*) sebetulnya, walaupun belum terbukti, bisa saja pemegang senjata tersebut adalah provokator. Karena itu saya cenderung tidak setuju dengan cara demonstrasi untuk memprotes sesuatu pada saat ini — terlalu rentan, dan sudah terlalu sering terbukti ditunggangi & justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak lainnya untuk agendanya sendiri.

  37. @ Mrs. Fortynine

    Karena mereka merasa sebagai mujahid? Kalau sudah merasa bahwa ia didukung oleh suatu otoritas absolut, arogansi seperti itu bisa saja dicapai.🙂

    @ sufehmi

    Pertama, apakah yang dipukuli FPI tersebut orang-orang yang tulus membela HAM, atau provokator, atau Ahmadi, atau kura-kura ninja, saya rasa tidak terlalu berpengaruh. Kekerasan yang dilakukan adalah salah; dan FPI harus ditindak karena itu. Perkara apakah AKKBB itu bersalah atau tidak, merupakan kasus berbeda.

    Kalau berita versi AKKBB benar, maka FPI mesti ditindak. Kalau versi pro-FPI yang benar, keduanya yang ditindak. FPI tidak bisa lari.

    Dan, ya, setuju. Sebaiknya dibubarkan saja; walau mungkin dalam beberapa waktu akan muncul lagi dengan nama dan label baru.🙂

    Ahmadiyah dianggap sebagai masalah HAM / kebebasan beragama. Padahal sebetulnya adalah masalah pembajakan agama.

    Saya rasa terlalu menyederhanakan masalah; walaupun tidak signifikan sekalipun, tetap ada masalah kebebasan beragama di sini.

    Walau demikian, saya sendiri juga bingung; kenapa Ahmadiyah malah terkesan kompromis di perjanjian yang dibuat? Apakah mereka diintimidasi, takut didiskriminasi secara luas, atau malah jangan-jangan bermuka dua?

    Lalu saya lihat beberapa peserta AKKBB adalah non-muslim.
    Duh, mbok ya tidak usah ikut-ikutan menggrusuhi urusan tetangga kalau tidak paham inti masalahnya.

    Rasanya tidak perlu sinis seperti itu. Sedikit banyak bukankah malah jadi mirip dengan pelaku kekerasan domestik yang mencak-mencak karena dinasihati tetangga?

    Sekali lagi, ini bukan masalah pelanggaran hak beragama. Ahmadiyah silakan saja beragama sesuai kepercayaannya.
    Tapi tolong jangan mengaku-akui agama orang lain.

    Saya mendukung supaya Ahmadiyah diidentifikasikan resmi sebagai “Islam Ahmadiyah”, kecuali mereka sendiri ingin dikenal dengan cukup “Ahmadiyah”.

    Istilah “Islam Ahmadiyah” rasanya cukup jujur dan adil; sebab memang Ahmadiyah memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan Islam Sunni dan sudah lumayan wajar dikategorikan terpisah dalam konteks tertentu. Saya, however, tidak setuju bila masih ada yang mempermasalahkan label “Islam” di “Islam Ahmadiyah”, sebab memang Ahmadiyah berbasis Islam.🙂

    Permasalahannya tentu, apakah mengidentifikasikan secara terpisah akan menyebabkan diskriminasi sosial atau semacamnya?

    Dan soal teori konspirasinya, no comment. Tidak punya pengetahuan yang cukup tentang organisasi mereka, dan untungnya tidak relevan dengan tuntutan atas FPI.🙂

    Salam.

  38. Jam 7 jl. palmerah ke arah petamburan & sebaliknya di blokir polisi.
    Isu 1. FPI lagi rapat dan polisi sdg jaga mereka.
    Isu 2. FPI mau digrebek.
    Kalo bener polisi jaga markas FPI, berarti FPI binaan polisi.
    Kalo FPI digrebek ya cuma bisa bilang akhirnya…

  39. Saya, however, tidak setuju bila masih ada yang mempermasalahkan label “Islam” di “Islam Ahmadiyah”, sebab memang Ahmadiyah berbasis Islam

    OK, sampai disini saya masih berasumsi bahwa Anda cerdas & jujur (karena banyak yang hanya punya salah satunya).

    Begini, segala sesuatu itu ada definisinya. Dan jika sudah di luar definisi dasar tersebut, maka jadi sudah tidak bisa disebut demikian lagi.

    Nah, salah satu definisi dasar Islam adalah mengakui Muhammad sebagai Nabi yang terakhir.
    Jika tidak, maka tidak lagi bisa disebut Islam. Walaupun ritual lainnya sama semua. Karena Islam bukan hanya ritual, namun juga prinsip & konsep (akidah).

    Sama seperti Yahudi yang tidak mengakui kenabian Isa as. Atau Nasrani yang mengakui Isa as sebagai nabi yang terakhir.

    Nah, Ahmadiyyah telah terbukti (berkali-kali) tidak mengakui Muhammad sebagai Nabi yang terakhir.

    Dan ini baru satu contoh masalah fundamental dari klaim mereka terhadap agama Islam.

    Dari : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/16/time/145652/idnews/924426/idkanal/10

    Ahmadiyah Tetap Akui Mirza Ghulam Ahmad Sebagai Nabi
    Irwan Nugroho – detikcom

    Jakarta – Setelah 3 bulan dipantau Bakor Pakem, Ahmadiyah tidak menjalankan 12 butir kesepakatan secara konsisten. Ahmadiyah ternyata masih mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi.

    “Dari pemantauan itu, yang tidak sesuai dengan 12 butir pernyataan Ahmadiyah adalah soal adanya nabi setelah Muhammad. Padahal sudah dinyatakan oleh mereka bahwa Nabi Muhammad adalah nabi penutup,” kata Kepala Litbang dan Diklat Departemen Agama, Atho Mudzar.

    Hal ini disampaikan Atho dalam jumpa pers usai rapat Bakorpakem Pusat di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (16/4/2008).

    Jadi mereka masih anggap Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi? “Iya. Itulah temuan kita,” sahut Atho.

    Menurut dia, temuan itu ditemukan setelah dilakukan konfirmasi kepada Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di 33 kabupaten, 55 komunitas serta bertemu dengan 275 warga JAI dan dilakukan pemantauan oleh 33 orang tenaga pemantau dalam 3 bulan terakhir.

    “Mereka masih menganggap Mirza sebagai nabi. Mereka tidak mengubah keyakinannya itu,” ujarnya.

    Dikatakan Atho, dalam kenyataannya Ahmadiyah masih menggunakan tazkirah sebagai kitab suci dan dikutip dalam pidato-pidato.

    Isinya diyakini kebenarannya dan Al Quran itu harus mengikuti dan menyesuaikan dengan tazkiroh. Misalnya, dalam tazkirah ada kenabian Mirza Ghulam Ahmad.

    “Nah ayat-ayat Al Quran ditarik supaya membenarkan kenabian Mirza. Jadi ini menyimpang,” kata Atho yang juga menjabat sebagai ketua pemantau Ahmadiyah ini. ( aan / nrl )

  40. Rasanya tidak perlu sinis seperti itu. Sedikit banyak bukankah malah jadi mirip dengan pelaku kekerasan domestik yang mencak-mencak karena dinasihati tetangga?

    Lha kata-kata saya kok dianulir ? Kan saya sudah sebutkan :

    Duh, mbok ya tidak usah ikut-ikutan menggrusuhi urusan tetangga kalau tidak paham inti masalahnya.

    Kalau sudah paham, welcome.

    Tapi itu pun masih perlu ekstra hati-hati.
    Saya sudah terlalu sering melihat contohnya : sudah berniat baik, (dikiranya) sudah paham masalahnya — namun akhirnya tetap hasilnya malah membuat makin kisruh.

  41. @Sufehmi

    Nah, salah satu definisi dasar Islam adalah mengakui Muhammad sebagai Nabi yang terakhir.

    IMHO, definisi dasar Islam cuma satu: berserah diri pada Tuhan. Pertanyaan Nabi Muhammad itu nabi terakhir apa bukan mah cuma tetek bengek yang tidak terlalu penting, yang tidak ada kaitannya dengan keber-Islam-an seseorang. Katanya universal, orang Islam kok malah mengerdilkan Islam jadi agama Arab.

  42. Pertanyaan Nabi Muhammad itu nabi terakhir apa bukan mah cuma tetek bengek yang tidak terlalu penting, yang tidak ada kaitannya dengan keber-Islam-an seseorang. Katanya universal, orang Islam kok malah mengerdilkan Islam jadi agama Arab.

    Lho kok jadi ada nuansa rasisnya.

    Soal definisi Muhammad sebagai Nabi terakhir itu dituliskan di Quran secara cukup literal (tidak perlu ditafsirkan lagi)

    Jika definisi tersebut dihilangkan, maka Islam akan jadi rawan diselewengkan oleh para soothsayer dan charlatan, yang bermulut manis mengaku sebagai Nabi namun sebetulnya penipu.

    Karena itu definisi ini dipaparkan langsung di Quran.Bukan “hanya” di hadits.

  43. @sufehmi

    Lho kok jadi ada nuansa rasisnya.

    Maaf. Terbawa suasana.😀

    Soal definisi Muhammad sebagai Nabi terakhir itu dituliskan di Quran secara cukup literal (tidak perlu ditafsirkan lagi)

    Ini sih klasik, tafsir siapa yang benar, Anda atau Ahmadiyah?

    Jika definisi tersebut dihilangkan, maka Islam akan jadi rawan diselewengkan oleh para soothsayer dan charlatan, yang bermulut manis mengaku sebagai Nabi namun sebetulnya penipu.

    Saya kira tidak begitu logikanya. Dalam tradisi Islam, penganut mazhab salafy dan syi’ah itu percaya dengan kedatangan Imam Mahdi. Bukankah dengan keyakinan mesianik ini, Islam menjadi rawan diselewengkan juga? Itu fallacy tuh.

    Yang saya maksud dengan pernyataan saya adalah Islam itu universal, yang sudah ada bahkan sebelum Muhammad lahir, jadi tidak ada kaitannya dengan kenabian Muhammad. Sekalipun ada, Muhammad itu hanya media dari ekspresi Islam yang, mungkin, paripurna.

    Islam? It’s the submission, not the belief.

  44. No way untuk Sekularisme dan Lintas Agama di Indonesia ini, biarkan Ahmadiyah hidup sebagai agama baru, mereka adalah Non Muslim. Kepada para pendukung Ahmadiyah dan Sekularisme, kacian deh loe….digebukin FPI🙂

  45. Apapun…

    Saya angkat jempol sama FPI. Salut saya!

    Mereka 68%™ sukses membantu pemerintah mengalihkan isu kenaikan BBM utk saat ini. Hebat!

    Sejarah begini berulang:

    Sejumlah aksi FPI yang mendukung tentara misalnya:
    aksi tandingan melawan aksi mahasiswa menentang RUU Keadaan Darurat yang diajukan Mabes TNI, 24 Oktober 1999. Ratusan milisi FPI bersenjata pedang dan golok hendak menyerang mahasiswa yang bertahan di sekitar Jembatan Semanggi, Jakarta Pusat, namun bisa dicegah polisi. Aksi kedua ketika ratusan milisi FPI yang selalu berpakaian putih-putih itu menyatroni Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), memprotes pemeriksaan Jendral Wiranto dan kawan-kawan oleh KPP HAM. Milisi FPI yang datang ke kantor Komnas HAM dengan membawa pedang dan golok itu bahkan menuntut lembaga itu dibubarkan karena dianggap lancang memeriksa para jendral itu.

    Berulang, tapi dalam format yang berbeda. Sekarang alasan Ahmadiyah (lepas dari ketidak-sepakatan saya sendiri dengan Ahmadiyah yang di-back-up JIL tersebut).

    Tetaplah jadi anjing-anjing pengawal orang-orang berkuasa terus, FPI! Jihad yang mantep!!

  46. @alex

    berarti bukan makar ya?
    banyak yg harus merevisi ucapannya tuh…

    @K. Gedd
    koq gak ada jalan cerita di monas menurut pihak FPI?
    biar adil aja gitu…

    @gentole
    karena saia percaya sama qur’an
    yah jadinya isinya selalu saya percaya.
    masalah Rasul kita hanya muhammad bukan masalah tafsir lagi. tapi orang bodoh aja tau…
    betul gak ya?

    btw. dua2nya salah tuh.
    yah mending ditindak aja dua2nya.
    biar gak rusuh…

  47. *nyasar ke sini dari blognya Mas Gentole*

    Maap kalo kurang berkenan, tapi saya cuma mau bilang: jangan samakan dengan orang-orang itu.

    Walaupun mereka mengaku sebagai Umat Islam, tapi saya yakin bukan itu yang diinginkan Allah untuk di lakukan hambanya…

    mereka itu….

    Uch, mencoreng nama agama saja!

  48. @ Shinte Galeshka

    Akhirnya…😛

    @ sufehmi (1)

    Mengapa jadi membicarakan Ahmadiyah?

    OK, sampai disini saya masih berasumsi bahwa Anda cerdas & jujur (karena banyak yang hanya punya salah satunya).

    Maaf, saya kira anda terlalu sering memainkan kartu “cerdas tapi tidak jujur” ini (pada pandangan anda terhadap AKKBB misalnya).

    Ketika orang yang anda anggap cerdas (misalnya, punggawa-punggawa AKKBB yang anda anggap provokator itu) berbeda pendapat dengan anda, terkadang itu bukan berarti mereka tidak jujur dan pura-pura tidak tahu. Itu yang dinamakan perbedaan pendapat.😐

    Begini, segala sesuatu itu ada definisinya. Dan jika sudah di luar definisi dasar tersebut, maka jadi sudah tidak bisa disebut demikian lagi.

    Nah, salah satu definisi dasar Islam adalah mengakui Muhammad sebagai Nabi yang terakhir.

    Saya sudah nyatakan bahwa saya tidak keberatan kalau seandainya nanti dinamakan “Ahmadiyah” saja.🙂 Hanya saja itu ya kalau mereka mau.

    Mengenai embel-embel Islam-nya, Ahmadiyah secara praktek benar-benar menyerupai Islam. Yang berbeda adalah beberapa doktrinnya, yang pada dasarnya tidak ada bedanya dengan perbedaan-perbedaan pada denominasi-denominasi Kristen; misalnya Unitarianisme, atau bahkan Society of Friends. Toh semuanya tetap dianggap Kristen.

    Tidak ada alasan untuk melarang Ahmadiyah memakai nama Islam Ahmadiyah (in contrast to “Islam Sunni” ) kecuali arogansi, puritanisme (in a literal sense) dan elitisme.

    Tapi saya tidak mau memperbincangkan itu. Biarlah itu diurus sendiri secara internal oleh kaum Muslim.

    Lha kata-kata saya kok dianulir ? Kan saya sudah sebutkan :

    Duh, mbok ya tidak usah ikut-ikutan menggrusuhi urusan tetangga kalau tidak paham inti masalahnya.

    Saya paham. Yang saya maksudkan adalah nadanya yang sinis.😉

    Salam.

    @ gentole (1)

    Yap. Saya lebih menyukai Islam cara anda, secara pribadi.🙂

    @ Agiek

    *rebus kacang*

    @ sufehmi (2) & gentole (2)

    Ini perkara klasik, memang. Tapi, mas Sufehmi, kesannya malah sedikit logika sirkular.

    Ahmadiyah adalah aliran dengan penafsiran yang berbeda dengan Sunni. “Batas” bahwa Islam mesti mengakui Muhammad sebagai nabi terakhir itu ‘kan, tafsir dari Sunni. Kesannya tafsir yang satu hendak mengatur-atur tafsir yang lainnya.

    Kenapa tafsir Ahmadiyah salah? -> karena ada batas yang dilanggar.
    Kenapa ada batas yang dilanggar? -> karena demikian menurut tafsir Sunni.
    Kenapa mengikuti tafsir Sunni dan tidak Ahmadiyah? -> Karena tafsir Ahmadiyah salah.

    Sirkular.

    @ anthonysteven

    FPI mana peduli? Sikaaat…😆

    @ Yoyo

    Ada alasan rasional untuk mendukung opini anda? Tulis di blog anda yang trekbek ke sini. Akan saya tanggapi.

    @ Haikara

    Negara Islam… wannabe.😛

    @ alex®

    Hipotesis seperti itu selalu ada, ya…😕

    @ Saia

    Sebab tidak terlalu berpengaruh. Kalaupun cerita menurut FPI benar, yaitu FPI diprovokasi, tetap saja FPI salah dan mesti dihukum. Kalau cerita versi FPI benar, maka AKKBB akan ikut dihukum. Either way, FPI tetap mesti menerima konsekuensi perbuatannya.

  49. “Demo ini sudah mendapatkan izin dari aparat kepolisian setempat dengan pengawalan yang rapih dan ketat. Dengan kata lain demo ini adalah kegiatan yang resmi dan legal berdasarkan UU yang berlaku di republik ini. Pada saat yang bersamaan muncullah kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKK-BB) yang nota bene adalah pro Ahmadyah.

    Seperti yang dilansir dalam siaran TV mengenai kegiatan AKK-BB ini sebelumnya tidak diperkenankan oleh Kepolisian terkait untuk melakukan aksi di wilayah Monas, Karena akan berbenturan dengan pihak yang tidak mendukung acara mereka. dengan kata lain, kegiatan AKK-BB ini tidak mendapat izin untuk melakukan kegiatan di wilayah Monas.”

    atas versi FPI.
    bawah versi situ yang diposting.

    “Saya terpana. Kalau memang begitu ceritanya, saya tidak tahu mau bicara apa lagi. Itu orang-orang hanya ingin beraksi damai memperingati hari kelahiran Pancasila. Mereka dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), organisasi berbasis HAM yang ada untuk menjamin hak anda untuk beragama. Lalu FPI datang dan mulai memukuli.”

    kalo yang satu bener, versi yang lain salah.
    (tidak membicarakan efek siapa yang kena hukuman, btw.)
    bingung masalah yang mulai demo duluan siapa, yang nyerang siapa.
    mohon pencerahan….
    karena berpengaruh ama kualitas dari sebuah berita…

  50. Yah, saya sedang membicarakan efek hukuman.😕

    Dan lagi, saya sendiri lebih percaya ke versi yang tertulis di atas.😛

  51. Ikutan nyumbang lirik lagu ya Kopral, dari forum sebelah, ada yang ngingetin akhir lagu Gossip Jalanan-nya Slank

    Pernahkah gak denger triakan Allahu Akbar
    pake peci tapi kelakuan bar bar
    ngerusakin bar orang ditampar2

  52. @ Geddoe

    Hipotesis seperti itu selalu ada, ya…😕

    Hipotesis begitu (dari dulu) selalu ada, Ged. Dan itu bukan asumsi belaka. Fakta-faktanya mengarah ke sana semua, meski tidak akurat 100%.

    Kenapa banyak gerakan muslim bisa diberangus hanya karena “sedikit” salah, sementara FPI tidak? Laskar Jihad, kurang apa mereka menerjunkan diri di luar Jawa, hingga perang di Maluku? Tapi bisa dibubarkan. Kenapa FPI tidak?

    Jika 100-an demonstran mengepung kantor polisi, ngancem2 dan copot satu bilah pagar saja, sebentar saja disapu bersih dengan water canon dan diburu macam residivis. Kenapa FPI tidak?

    Aturan internasional mengecam perusakan terhadap kedubes manapun. Itu wilayah negara lain, meskipun di Indonesia. Kenapa FPI tidak?

    Terlalu banyak kebetulan utk mengatakan FPI cuma kumpulan gerombolan biasa. Saya melihat, aksi-aksi fenomenal FPI “selalu” terjadi ketika “pemerintahan kejepit”. Ketika banyak yang protes dengan penembakan petani di Pasuruan, FPI diam dan malah bikin aksi perusakan di Jakarta. Isu pun beralih.

    Ada afa ini?

    Sudah 10 tahun. 10 tahun dan hingga 3 tahun yang lalu, saya mencoba sabar. Mencoba mengerti. Mencoba memaklumi. Tapi kesabaran ada batasnya. Memberi tenggat waktu pada orang-orang keras kepala sia-sia. Wasting your time. Ini saat yang paling tepat utk memberi efek jera. Benar tidak?

  53. Tapi saya tidak mau memperbincangkan itu. Biarlah itu diurus sendiri secara internal oleh kaum Muslim.

    Ah, seandainya saya bisa mengatakan demikian.😀

    Kaaaacau balaau…

    Hehehe…tapi Anda lagi gak di Indonesia kan. Aman2lah, gak kena rusuh demo BBM.

  54. *baca komen Alex*
    hm…. menarik.. aku rasa hipotesa ini masuk akal juga..

    *nungguin counter hipotesa*

    *makan kacang rebusan geddoe*

  55. @ alex® & Agiek

    Tulis di blog.:mrgreen:

    Mengkhawatirkan juga.😕

    *makan kacang rebus*

    @ gentole

    Lha saya campur tangan juga nanti dituduh macam-macam.🙂

  56. Komennya banyak.😐

    Zzz. Menyerang anak-anak dan perempuan (sipil) bahkan termasuk kejahatan perang. FPI kacau sekali. Jadi kepikir. Kalau mau mengabaikan teori konspirasi, misalnya sekarang masih zaman Pak Harto, nasib FPI bagaimana ya?😕

  57. OOT Kopral katanya di m’sia harga BBM mau dinaikkan juga ? Siap-siap ngadapi macet karena demo juga kah ?
    @Alex, saya juga tidak pernah mendengar FPI menyuarakan keprihatinan mereka pada kasus Talangsari atau Tanjung Priok. Mungkin ada yang pernah dengar ?

  58. @ oddworld

    Saya tidak terlalu tahu, sudah dua minggu tidak baca koran.:mrgreen:

    BTW, saya juga belum pernah dengan FPI menyuarakan protes kasus Priok.😕

    @ Muhammad Zulfikar

    Jadi?😛

  59. @ oddworld

    saya juga tidak pernah mendengar FPI menyuarakan keprihatinan mereka pada kasus Talangsari atau Tanjung Priok. Mungkin ada yang pernah dengar ?

    Tidak pernah. Saya belum buta dan tuli utk melewatkan berita itu jika memang ada. Mungkin saya silap, tapi tolong tunjukkan jika ada.

    Lha itu yang saya tulis justru kebalikannya. Pemeriksaan para jendral dalam kasus HAM saja mereka halang-halangi, apanya yang mau bicara masalah kasus ketidak-adilan?

    Lihatlah ini:

    1.
    wawancara yang berisi pengakuan si habib akan kedekatannya dengan perwira. Judulnya menggelikan. Bukannya sikap mereka sendiri sikap preman?

    2.
    14 Juli 1999, konsep FPI utk masalah Aceh dibahas TNI di Cilangkap. Apa menyelesaikan masalah? Jika bukan karena bencana 2004, konsep tersebut cuma jadi pepesan kosong di sini. Syariat? Bagaimana bisa bicara syariat sementara yang terasa di Aceh adalah ketidak-adilan saat itu?

    Insiden Ketapang yang mereka banggakan pun, karena konon sudah membela umat Islam, justru mengakibatkan ratusan umat Islam di Mataram balik mengalami serangan. Kerugian muslim di Mataram, jauh lebih besar daripada kerugian para preman Ketapang yang diserang FPI tersebut. Kenapa jadi keruh? Karena gereja terbakar dalam kejadian tersebut.

    Intinya: Saya tidak melihat mereka membela Islam. Justru menyudutkan posisi umat Islam hari ini.

    Konon ini latar belakang pendirian FPI:

    LATAR BELAKANG PENDIRIAN FPI :
    – Adanya penderitaan panjang ummat Islam di Indonesia karena lemahnya kontrol sosial penguasa sipil maupun militer akibat banyaknya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh oknum penguasa.
    – Adanya kemungkaran dan kemaksiatan yang semakin merajalela di seluruh sektor kehidupan.
    – Adanya kewajiban untuk menjaga dan mempertahankan harkat dan martabat Islam serta ummat Islam

    Poin pertama itu, selama 10 tahun ini, cuma poin TEBANG-PILIH, jika tak bisa disebut bullshit. Omong kosong bicara masalah pelanggaran HAM selama elit-elit sipil dan militer yang terlibat justru dekat seperti jari tangan.

    Saya malah melihat aktivis2 dari Muhammadiyah dan NU yang justru lebih mau bicara masalah demikian ketimbang mereka.

    Ada yang komplen?

  60. Saya melihat logika “pembenaran” bagi yang mendukung tindakan FPI pada kasus kemarin itu setidaknya mengandung 2 fallacy ini :


    [yang ini]
    [dan yang ini]

    Entah tidak bisa berargumen atau terdorong rasa simpati terlebih dahulu sehingga brutalisme pun bukan hanya masuk dalam tindakan tapi juga dalam opini.🙂

    Misalnya yang saya baca di berbagai blog, masalah ini malah dilarikan ke Ahmadiyah, latar belakang AKK-BB, SKB Menteri, provokasi, suasana yang panas, sampai senjata meletus, dll.😆

    HOOOOIIIII…. Buka MATA.

    Itu di depan mata ada KEKERASAN. Dan kalau kekerasan jadi cara terbaik menyelesaikan masalah, mau jadi apa negeri ini ? Mau jadi negeri tanpa hukum ?

    Masalah utamanya cuma 1 : KEKERASAN.

    Dan yang lain itu hanyalah bullshit yang dicari-cari dan dibawa-bawa supaya perbuatan mereka mendapat pembenaran. Hanya sebuah alasan dan argumen yang kebanyakan sesat (fallacy).

  61. @ fertob
    😆

    Saya kena jebakan Aki Si Memet juga tadi.

    Geddoe mesti di-petisionline-kan ini buat buka link agak banyakan dikit😛

    *OOT*

  62. @ goldfriend

    Ah, persis! Argumennya tidak jauh-jauh dari; AKKBB itu salah, memprovokasi, membela Ahmadiyah, dan sebagainya. Red herring (atau bahasa mas Herman Saksono, terasi)!

    Seperti yang saya bilang;

    Pertama, apakah yang dipukuli FPI tersebut orang-orang yang tulus membela HAM, atau provokator, atau Ahmadi, atau kura-kura ninja, saya rasa tidak terlalu berpengaruh. Kekerasan yang dilakukan adalah salah; dan FPI harus ditindak karena itu. Perkara apakah AKKBB itu bersalah atau tidak, merupakan kasus berbeda.

    Kalau berita versi AKKBB benar, maka FPI mesti ditindak. Kalau versi pro-FPI yang benar, keduanya yang ditindak. FPI tidak bisa lari.

    Cheers, masbro.🙂

    @ alex®

    Tidak perlu. Baru saya perbanyak limitnya jadi lima link.:mrgreen:

    BTW, kalau begitu, kadang ada baiknya menulis dengan metode hxxp.😛

  63. Itu yang dinamakan perbedaan pendapat

    Saya kebetulan sudah bersentuhan dengan mereka (JIL) secara cukup personal sejak masih di UK. Dari interaksi tersebut, jelas bagi saya bahwa mereka paham bahwa mereka sebetulnya keliru, namun mereka tetap usung agenda mereka karena kepentingan pribadi.

    Karena itu saya anggap mereka adalah intelektual yang tidak jujur.

  64. Ini sih klasik, tafsir siapa yang benar, Anda atau Ahmadiyah?

    Lho kan sudah literal, buat apa ditafsirkan lagi ?

    Bagi yang tetap ngotot ingin menafsirkan, bisa membaca teks-teks dibawah ini selengkapnya :

    QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi”.

    Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”.
    (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).

  65. Saya kira tidak begitu logikanya. Dalam tradisi Islam, penganut mazhab salafy dan syi’ah itu percaya dengan kedatangan Imam Mahdi. Bukankah dengan keyakinan mesianik ini, Islam menjadi rawan diselewengkan juga? Itu fallacy tuh.

    Beda dong mas, Imam Mahdi itu sekedar pemimpin,
    bukan Nabi / Rasul.

    Karena bukan Nabi / Rasul, maka dia tidak membawa syariat baru. Tetap syariatnya adalah sesuai dengan yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.

    Nah, kasus Ahmadiyyah ini berbeda karena Ghulam Ahmad diakui sebagai Nabi.

    Begitu.

  66. Yang saya maksud dengan pernyataan saya adalah Islam itu universal, yang sudah ada bahkan sebelum Muhammad lahir, jadi tidak ada kaitannya dengan kenabian Muhammad. Sekalipun ada, Muhammad itu hanya media dari ekspresi Islam yang, mungkin, paripurna.

    Islam? It’s the submission, not the belief.

    Sebagian Anda betul (Islam = submission), namun untuk sebagiannya lagi masih perlu dikoreksi.
    Dan di dalam Islam jelas ada keimanan / belief.

    Termasuk dalam Islam adalah syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad.
    Kalau tidak, berarti kita bisa saja melanjutkan syariat Musa / Isa. Tapi tidak demikian halnya, dan Muhammad sendiri sudah menyatakan bahwa jika Musa/Isa hidup pada zamannya maka mereka akan mengikuti syariat beliau.

    Islam = submission EQUAL true pada kasus tertentu saja, misal: suku terasing yang tidak sampai syiar Islam kepada mereka sama sekali.

  67. Terlalu banyak kebetulan utk mengatakan FPI cuma kumpulan gerombolan biasa. Saya melihat, aksi-aksi fenomenal FPI “selalu” terjadi ketika “pemerintahan kejepit”. Ketika banyak yang protes dengan penembakan petani di Pasuruan, FPI diam dan malah bikin aksi perusakan di Jakarta. Isu pun beralih.

    Bisa jadi analisa Anda ternyata kemudian terbukti benar. Sejarah sudah membuktikan bahwa sejak dahulu pemerintah memang senang memelihara kelompok ekstrimis untuk ditunggangi.

  68. Saya paham. Yang saya maksudkan adalah nadanya yang sinis.

    Maaf karena dalam hal ini saya tegas.

    Saya sudah terlalu sering menyaksikan sendiri campur tangan pihak luar, bahkan yang berniat baik sekalipun, yang justru membuat situasi menjadi semakin rusuh.

    Apalagi kalau niatnya tidak baik. Contoh yang mungkin kita bisa pahami bersama, seperti intervensi pak polisi dunia ke berbagai negara lainnya.

  69. Bahwa Rasulullah bersabda “wahai sekalian manusia sesungguhnya Aku telah meninggalkan pada kamu apa yang jika kamu pegang teguh pasti kamu sekalian tidak akan sesat selamanya yaitu Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya”maka dari itu mari kita sama-2 memahami Firman Allah QS : Al A’raaf : 179 berikut ini :Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
    Agar tidak tersesat.

  70. @mas harry

    Jangan dibahas disinilah Mas, malu sama yang punya rumah, Mas Geddoe. Tapi numpang satu komen, ya, Ged.😀

    Mas, saya bukan ingin mengatakan bahwa Nabi Muhammad bukan nabi terakhir atau apa, saya juga bukan ingin membenarkan paham Ahmadiyah, karena cara beragama dan memahami teks-teks keagamaan saya dengan mereka juga berbeda. Saya hanya menegaskan bahwa berserah diri kepada Tuhan (ber-Islam) itu tidak ada hubungannya dengan mempercayai Muhammad itu Nabi terakhir atau bukan.

    Lihat Annisa 125
    “Siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya (ber-Islam) kepada Allah, sedangkan diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”

    See…gak ada kata harus mengakui Muhammad sebagai Nabi terakhir kan? Cukup berserah diri dan mengikuti Ibrahim, yang sepertinya tidak salat dalam bahasa Arab lima waktu, karena Bahasa Arab belum ada waktu itu.😀

    Termasuk dalam Islam adalah syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Kalau tidak, berarti kita bisa saja melanjutkan syariat Musa / Isa. Tapi tidak demikian halnya, dan Muhammad sendiri sudah menyatakan bahwa jika Musa/Isa hidup pada zamannya maka mereka akan mengikuti syariat beliau.

    Gak ah. Saya gak pernah melihat ayat yang secara tegas mengatakan bahwa Muhammad membatalkan syari’at Musa dan Isa. Islam memang mengenal syari’at, dan syari’at itu lebih dari satu, bukan cuma syari’at Muhammad, yang dipengaruhi budaya Arab. Orang Hindu di Bali juga banyak yang ber-Islam, apalagi dalam tradisi Kristen dan Yahudi.

    Lihat Al-Maidah 44:
    “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya ada cahaya (yang menerangi) yang dengan itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi dan nabi-nabi yang berserah diri kepada Allah…”

    Lihat Al-Maidah 47
    “Dan hendaklah pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya…”

    Islam = submission EQUAL true pada kasus tertentu saja, misal: suku terasing yang tidak sampai syiar Islam kepada mereka sama sekali.

    Ini sih logika maksa. Sama aja dengan bilang sebelum Muhammad jadi Nabi, orang boleh kafir. Sebelum orang denger Islam, orang boleh kafir. Saya sih gak ngerasa sreg ama pendapat ini. Gak ada teks dalam Kitab Suci yang mendukung pernyataan ini juga.

    Lho kan sudah literal, buat apa ditafsirkan lagi ?

    Literalisme itu penafsiran juga mas. Mas menafsirkan ayat itu secara LITERAL. Ah, sayang, padahal masih luas spektrum penafsiran itu.

    Beda dong mas, Imam Mahdi itu sekedar pemimpin,
    bukan Nabi / Rasul.

    Karena bukan Nabi / Rasul, maka dia tidak membawa syariat baru. Tetap syariatnya adalah sesuai dengan yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.

    Yah iyalah beda. Maksud saya kalo takut Islam diselewengkan karena akan banyak nabi palsu bila rantai kenabian tidak ditutup, bukannya dengan adanya Imam Mahdi, bisa muncul juga Imam Mahdi-Imam Mahdi palsu?

    Btw, menurut Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad itu Imam Mahdi. Dia juga gak bawa syari’at, gak seperti Muhammad. Ahmadiyah menganggap Muhammad sebagai nabi terakhir pembawa syari’at. Kaum Ahmadi punya definisi yang beda soal Nabi, Wahyu dll. sama mas. Jadi, pelajari dulu lah.

    @geddoe
    Numpang yah.

  71. @sufehmi

    Saya kebetulan sudah bersentuhan dengan mereka (JIL) secara cukup personal sejak masih di UK. Dari interaksi tersebut, jelas bagi saya bahwa mereka paham bahwa mereka sebetulnya keliru, namun mereka tetap usung agenda mereka karena kepentingan pribadi.

    Wah, ini fitnah ini. Maksud Mas siapa nih di JIL yang mengaku paham mereka keliru terus bergerak di JIL karena kepentingan pribadi? Siapa JIL yang kuliah di Inggris? Ulil kan sekarang di Harvard. Luthfi Asyaukanie sekolah di Yordania dan Australia. JIL memang didukung “Barat”, tapi bukan berarti mereka gak punya integritas. Saya bukan anggota JIL, bukan simpatisan pula, tapi jangan fitnah sini fitnah sanalah…kalo insinuasi aja sih gak apa-apa

  72. Gw beneran heran deh, kenapa sih elo2 kaum fundies suka maen otot, maen fitnah,dan main hoax buat berdakwah?

  73. @ sufehmi

    Saya kebetulan sudah bersentuhan dengan mereka (JIL) secara cukup personal sejak masih di UK. Dari interaksi tersebut, jelas bagi saya bahwa mereka paham bahwa mereka sebetulnya keliru, namun mereka tetap usung agenda mereka karena kepentingan pribadi.

    He…? Saya tidak merasa itu sebagai suatu argumen yang terlalu kuat…?😕

    Lho kan sudah literal, buat apa ditafsirkan lagi ?

    Bagi yang tetap ngotot ingin menafsirkan, bisa membaca teks-teks dibawah ini selengkapnya

    Itu bukan urusan saya. Itu urusan Ahmadiyah. Saya kira ini adalah semacam semangat Voltaire, yang seperti telah dikutip biografernya; “I disapprove of what you said, but I shall defend to death your right to say it“.

    Sedikit menganalogikan dengan ‘pertempuran’ anda di MyQuran.org, teori evolusi sendiri otoritasnya di kalangan akademis bisa dikatakan lebih kuat dibanding otoritas “Ahmadiyah itu bukan Islam” di kalangan ulama.

    Dan toh gelombang pendukung teori penciptaan masih bisa berkembang secara legal?

    Maaf karena dalam hal ini saya tegas.

    Saya sudah terlalu sering menyaksikan sendiri campur tangan pihak luar, bahkan yang berniat baik sekalipun, yang justru membuat situasi menjadi semakin rusuh.

    Rusuh kenapa? Maaf bulverisme, tapi apa mungkin disebabkan karena ego sebagai tuan rumah terganggu?🙂

    Ini pertanyaan, lho.🙂

    @ almumpe

    Terima kasih peringatannya.🙂

    @ gentole

    Jangan dibahas disinilah Mas, malu sama yang punya rumah, Mas Geddoe. Tapi numpang satu komen, ya, Ged.😀

    Silakan.😀

    Saya tinggal saja, ya. Ini ‘kan urusan internal, hehehe.:mrgreen:

Comments are closed.