Damiens Days

Robert-François Damiens adalah seorang pemberontak berkebangsaan Perancis yang menemui nasib sial setelah pada tahun 1757 gagal menikam Louis XV sampai mati.

Sialnya tentu saja karena selain rencananya gagal (ia tidak menikam bagian yang vital), Damiens kemudian mesti menjalani hukuman mati. Jelas, sebab mencoba membunuh raja jelas pelanggaran kelas satu; suatu hal yang tidak pernah saya mengerti dari sistem kerajaan. Padahal rasanya tidak semua raja pantas mendapat penghormatan, walau beberapa memang mulia adanya. Raja juga manusia.

Hukuman matinya pun tidak tanggung-tanggung, Damiens yang malang dipaksa menjalani metode hanged, drawn, and quartered yang legendaris. Kalau tidak salah, karakter Mel Gibson di Braveheart dulu dieksekusi dengan cara yang sama.

Metode ini bisa dikatakan adalah metode menyiksa tarik ulur; metode sama yang seringkali diterapkan dalam masturbasi. Disiksa sedemikian rupa, tapi tidak sampai mati— begitu berulang-ulang. Pertama-tama, sang kriminal (?) diarak keliling kota sembari diikat dengan pemberat (presumably dengan lemparan buah-buahan seperti halnya Mel Gibson), baru kemudian digantung. Digantungnya juga dengan metode tarik ulur (no pun intended), sebab digantungnya tidak sampai mati. Cukup sampai terdakwa sesak sejadi-jadinya.


Saran penyajian.

Setelah dua prosedur di atas selesai, barulah acara utamanya dimulai; perut terdakwa akan dibuka, kemudian usus-usus, isi perut, dan tak lupa kemaluannya dicabut paksa (boleh juga disertai dengan dibakar di hadapan terdakwa). Setelah sakratul maut, barulah kepalanya dipancung. Setelah itu tubuhnya akan dipotong-potong dan disebarkan ke sepenjuru negeri (kaki dibuang ke utara, kepala dicemplungkan ke sungai di timur, dan sebagainya).

Kembali ke Damiens, ya, konon beliau meninggal dengan mengenaskan seperti itu. Setelah itu pun, sanak saudara beliau dipaksa mengganti nama, sebelum akhirnya diusir dari Perancis. Tragis.

Saya takjub, kok orang zaman dahulu banyak yang segitunya dalam menyiksa para kriminal. Ternyata memang orang zaman sekarang jauh lebih humanis dan beradab. Hidup zaman sekarang!

27 thoughts on “Damiens Days

  1. Saya takjub, kok orang zaman dahulu banyak yang segitunya dalam menyiksa para kriminal. Ternyata memang orang zaman sekarang jauh lebih humanis dan beradab. Hidup zaman sekarang!

    talking about zeitgeist, Kopral. zeitgeist.😎

    PM saya untuk yang lebih sadis. Stok masih banyak.😀

    …guro?😆

    ~btw, kok jadi inget happy three friends, ya?:mrgreen:

  2. …Kurang menggigit.:mrgreen:

    Benar tuh, selain Happy Tree Friends, saya jadi ingat sama MPD Psycho.😆

    Btw, kalau cerita – cerita sadis seperti itu jarang ditemukan sekarang, paling kalau ada, terjadi secara accidentally (Misalnya tergilas truk lalu otaknya terburai), dan yang suka koleksi barang – barang itu hanya “bangsanya” saja. *Lirik rotten dot com*

  3. @ yud1

    talking about zeitgeist, Kopral. zeitgeist. 8)

    Indeed.🙂

    …guro?😆

    Indeed lagi.😆

    ~btw, kok jadi inget happy three friends, ya?:mrgreen:

    Mungkin karena korbannya kebetulan adalah Pikachu?😀
    Kalau yang lain, mungkin kesan itu tidak akan muncul.😛

    @ Mihael Ellinsworth

    …Kurang menggigit.:mrgreen:

    Eh? Apanya?🙂 Tulisannya kah?🙂

    Benar tuh, selain Happy Tree Friends, saya jadi ingat sama MPD Psycho.😆

    MPD Psycho? Ya, serupa. Walau bagi saya itu tidak segitu menyeramkannya, sih.😀

    Btw, kalau cerita – cerita sadis seperti itu jarang ditemukan sekarang, paling kalau ada, terjadi secara accidentally (Misalnya tergilas truk lalu otaknya terburai), dan yang suka koleksi barang – barang itu hanya “bangsanya” saja. *Lirik rotten dot com*

    Hohoho! BTW Rotten.com itu so junior high deh.😛

  4. Dari sudut pandang masyarakat modern raja memang manusia biasa. Tapi buat mayoritas masyarakat tak terdidik (illiterate) jaman dahulu, yang diperkuat perbedaan golongan noble dengan commoner, sepertinya bisa saja filosofi raja = dewa dilaksanakan dengan sukses.

    Metode siksaan sesadis itu tidak ada lagi di jaman modern? He? Yakin begitu? Bisa saja masih terjadi, cuma disaring media massa dan pemerintah biar tidak mengganggu ‘stabilitas publik’. Perang sipil maupun internasional juga masih terjadi dimana-mana, dan nggak ada yang bisa menebak imajinasi manusia mengenai metode siksaan/eksekusi sampai sebatas apa. ^^;

    Kalau yang ngeri-ngeri di jaman dulu dan sekarang itu sebenarnya masih sama saja, bagaimana? Cuma underground.

  5. @ Raide

    Teori konspirasi? Saya tidak tahu, tapi kayaknya kalaupun ada, minimal tidak akan se-publik di zaman dahulu kala.

    Hukuman-hukuman yang ‘aneh’ sendiri masih ada di komunitas-komunitas yang lebih tradisional, rasanya.

    @ ManusiaSuper

    Granat nanas dan arsenik efeknya bisa saja ditandingi hukuman pancung; mati seketika. Tapi kalau sampai bongkar-bongkar jeroan, kayaknya memang maksudnya ingin menyiksa pelan-pelan.😀

    @ itikkecil

    Zaman sekarang sudah ada.😛

    Hidup zaman sekarang!

  6. huek… baca aja udah ngeri.
    Jadi inget cerita pembantaian bangsa yahudi oleh nazi..
    jaman dulu memang kejam.

  7. Udah ditorture pake damnatio memoriae juga nama2 sodaranya. *mengigau setelah ujian KeppenHAM* Wah, pelanggaran HAM nih.
    Btw, kangen pake status Y!M “Hanged, drawn, and quartered”.

  8. Saya takjub, kok orang zaman dahulu banyak yang segitunya dalam menyiksa para kriminal. Ternyata memang orang zaman sekarang jauh lebih humanis dan beradab. Hidup zaman sekarang!

    Btw, enggak juga ah. Sekarang bentuknya lain aja. Kayak eksperimen medis (di zaman NAZI dan penjajahan Jepang juga ada juga, liat entry unit 731 di wikipedia) yang lumayan mengerikan juga. Pelanggaran HAM berat di Darfur; teknik waterboarding di Guantanamo; The Five Techniques pas zaman IRA; penjualan organ tubuh manusia; penjualan anak-anak untuk tujuan seksual; dan lain-lain sebagainya. *kebanyakan baca buku HAM*

  9. Ada yang lebih kejam. Yaitu membunuh pelan pelan dengan cara menaikkan harga BBM, lalu rakyat kelaparan dan penyakitan plus bodoh dungu dan tolol!

    Bahkan korbannya lebih banyak. Lebih sadis,dan lebih intelek.. itulah yang dilakukan pemerintah Indonesia…. Betul?

    *ngaco mode*

  10. Lebih kejam? Lha, rakyat Indonesia kalau disuruh pilih di antara eksekusi kayak di atas atau kenaikan BBM, kayaknya pasti pilih kenaikan BBM, deh.:mrgreen:

  11. Lebih kejam? Lha, rakyat Indonesia kalau disuruh pilih di antara eksekusi kayak di atas atau kenaikan BBM, kayaknya pasti pilih kenaikan BBM, deh.

    kalau saya disuruh milih mati besok atau mati satu tahun lagi, saya jelas milih mati satu tahun lagi dong😀

  12. he ??? td habis dr museum kraton, dan tercetus pikiran ; beruntung bgt yak, kita hidup di jaman modern skrg ini, yg menghargai HAM, jd hukuman mati ga perlu yg sampe segitu sadisnya…. AAAGGGHHKKKK….
    imajinasi manusia kl soal kematian, pain, dan seks emang ga ada batasnya !!! sakitttt abisssss, saikoooooooo !!!!

  13. eh tiba2 jd inget cuplikan dialog di LOTR, pt.2, ketika mo perang antara kerajaan gordor (??) dan prajuritnya saruman.
    sang putri raja bilang : aku tidak takut dg kematian dan rasa sakit !!

    gw lgsg kebayang, whew, mati kesakitan, pelan2, penuh penderitaan, penuh dg rasa sakit, nyeri, dan kata2 sifat sejenis…..
    makasih, gw pilih bunuh diri minum obat tidur deh😛

  14. Ya. Eksekusi zaman sekarang juga semakin melunak; misalnya dengan lethal injection.🙂 Itu juga kalau di bawah pemerintahan yang pro-capital punishment. Beberapa malah mulai mengharamkan hukuman mati.😀

  15. Setelah dua prosedur di atas selesai, barulah acara utamanya dimulai; perut terdakwa akan dibuka, kemudian usus-usus, isi perut, dan tak lupa kemaluannya dicabut paksa (boleh juga disertai dengan dibakar di hadapan terdakwa).

    Bleh, memangnya kalo seperti itu enggak bakalan mati duluan apa? Edan banget dah siksaannya.

  16. sadis bener…

    tapi gambarnya kurang sadis…

    semoga ga’ ada yang muntah cz ngebayangin….

    =MAD_BLACK=

Comments are closed.