Kembang Afi

Malam itu, rencananya sih saya mau belajar. Kalau perlu sampai pagi. Perut sudah diisi, segala tetek bengek sudah diurusi, yang ada tinggal belajar. Belajar yang khusyuk.

…Tapi ternyata lumayan susah. Jam sudah menunjukkan pukul 23:30, namun yang dikerjakan masih pekerjaan-pekerjaan yang nggak ada hubungannya dengan belajar. Browsing lah, chatting lah, pokoknya prokrastinasi. Daripada loyo, saya kemudian berniat keluar sebentar– beli teh kotak. Lumayan supaya tetap melek.

Sewaktu keluar kamar, terlihatlah sosok itu…

Housemate saya. Seorang mas-mas yang sudah bekerja. Nah, beliau ini saya pergoki tengah sibuk memarkir kursi-kursi di sekitar balkon. Kursinya disusun sedemikian rupa. Sebotol bir pun telah tersedia. Lha, saya ya heran. Mau ngelihat apa dari balkon? Kalau cuma mau merenung sambil minum-minum di tengah kesunyian malam, kayak bapak-bapak paruh baya yang baru ketahuan main gila, kasihan juga. Soalnya mas ini masih cukup muda walau tentunya nggak semuda saya.

Atau mungkin mau mengintip theme park yang memang terlihat jelas dari balkon itu, ya? Soalnya, di sana memang sedang ada acara — theme park-nya mandi cahaya, dan sedang heboh dengan dentuman jup-ajup musik techno. Mungkin, beliau berniat ke sana, tapi sedang sial secara finansial?😛

Yah… Daripada pusing memikirkan mas nggak jelas itu, saya pun meneruskan perjalanan ke kios terdekat. Berjihad demi mendapatkan teh kotak.

* * *

Di perjalanan pulang, saya lihat di jalan ada sekitar selusin orang (anak-anak, emak-emak, dan sebagainya) sedang berjejalan dengan khidmatnya. Lha? Ngapain? Ada kejadian, ya? Maling? Garong? Rampok? Atau ada khotbah? Imam Mahdi muncul? Muda-mudi kepergok sedang mesum di semak-semak? Atau ada pemerkosaan? Gang-bang diciduk aparat? Ada nabi palsu digrebek? Ah, ah, nggak mungkin. Masalahnya, semuanya menatap ke arah langit. Berarti masalahnya di langit, tho? Apa ada gerhana, ya? Saya pun mendongak ke atas. Di manakah bulan? Hmm. Nggak. Bulannya masih kelihatan, kok.

Walaupun bingung, saya lalu meneruskan perjalanan pulang– diiringi dentuman Revelations-nya Audioslave di mp3-player– volume maksimum.

* * *

Nah, ketika lagunya Audioslave tersebut mencapai bridge-nya yang keren itu, saya tersentak. Sekonyong-konyong, langit kok rasanya jadi terang.

Hwalah. Ada kembang afi!😯

Homo sapiens yang ada di sekitar pun bertingkah agak norak; semuanya lari-lari nggak jelas menuju suatu tempat. Herannya, saya pun sok ikut-ikutan. Lha iya, penasaran, ‘kan? Tapi, hanya mengikuti, tentu; nggak pakai lari-lari norak.😛 Nah, ternyata mereka ini menuju bagian belakang kondominium; soalnya di sana kembang afinya terlihat dengan jelas. Iya. Sangat jelas.

Kampret, kembang afinya bagus!😛 Naaah, apa yang harus dilakukan di saat-saat seperti ini? Yak. Potret. Ponsel sakti kesayangan pun segera diacungkan; demi mengabadikan beberapa jepretan. Ironisnya, ketika membidik, saya tersadar, semua makhluk hidup di sekeliling pakai kamera aseli. Yang full-fledged, bukannya yang dimampatkan ke dalam ponsel. Ada yang pakai video recoder yang maharani itu, lagi. Minder, saya pun mengurungkan niat. Lalu, putar balik. Naik ke lantai delapan, menuju kamar. Ya apa boleh buat. Yah, mungkin belum rezeki saya, mendapatkan foto kembang afi seindah itu.

Baru keluar dari elevator, di lantai tujuan, kembang afinya (yang super gede, super terang, dan super berisik itu) rupanya sudah selesai.😦 Kuciwa, saya pun mengambil foto sisa-sisa asap kembang afi laknat itu. Lumayan. Kembang afinya gede, asapnya juga lumayan banyak.

.

.

.

bangkai kembang api

“Bangkai kembang afi raksasa tersebut.”

.

.

.

*mendengar suara misuh-misuh*

Hei, bung. Nggak ada rotan, akar pun jadi😐 Belajarlah bersyukur, jikalau tidak, sesungguhnya dikau ada dalam kesesatan yang nyata™.😡

Oke, kembali ke goa. Puas menjepret foto nggak jelas tersebut, saya pun ngeloyor ke kamar. Sesampainya di ruang tamu, tahukah anda, apa yang saya lihat?

Ya. Benar. Motif gelagat aneh si mas ini pun sekarang terlihat jelas. Beliau ternyata baru saja melihat pemandangan spektakuler dari sudut pandang yang paling mumpuni. Sambil ngebir di balkon, beliau telah menyaksikan dengan sempurna bagaimana satu demi satu kembang afi diluncurkan dari theme park di dekat kondominium kami. Pemandangan yang luar biasa, dinikmati dengan luar biasa.

Ketika saya dengan lesu menyimpan dua kotak teh di lemari es, beliau pun menyapa sembari nyengir lebar. Heh. Menurut beliau sih, besok itu peringatan hari kemerdekaannya Malaysia. Ternyata…

p.s.
Just in case you’re wondering, no. He didn’t give me any share of his beer.😆

In God We Trust. RosenQueen, company.

143 thoughts on “Kembang Afi

  1. *liat skrinsyut*
    Tenang aja, bangkai asap itu gak akan dicela kok, paling gak Difo udah mau berusaha naik ke lantai 8. Nemu asap kan masih bagus.😆

    Eh, harusnya lain kali mau korban gengsi dikit lah, asal gambarnya dapat kan?

    Just in case you’re wondering, no. He didn’t give me any share of his beer😆

    Lha, memang kalau dia ngasi cicip, bakal naik berita di blog?😆

  2. Justru lebih nyeni foto bangkainya, sih.😛
    *sok melawan arus*

    Lha, memang kalau dia ngasi cicip, bakal naik berita di blog?😆

    Nggak tahu juga😆

  3. gambar kebakaran tu ya????:mrgreen:
    nampaknya Hanabi memang menjadi tradisi di setiap event,……,kecuali pemakaman lho.

  4. Ohh… tentang hari kemerdekaan tho? …

    Ah, kasian sekali hari kemerdekaan malaysia ya? konon paduka JK emoh datang ke sana…

    *siram bensin nasionalis*

  5. Itu tuh, Ged… tentang pemukulan wasit asal Indonesia sama pulisi males siah malaysia. Banyak protes muncul kemarin. Eh, JK tetap berangkat rupanya. SBY yang nggak berangkat. Ketua MPR, Ketua PP Muhammadiyah juga protes dan batal ke sana.

    Tapi… ada juga pernyataan yang menggelikan begini

    “Kami siap melakukan sweeping (penyapuan, red) dan memukuli warga negara Malaysia yang ada di Indonesia termasuk 14 perusahaan Malaysia yang berhasil kami data. Untuk itu, kami siap dipotong gaji 50 persen juga,” kata Yorris TH Raweyai, anggota Komisi I DPR.

    Ho ho ho… preman angkat bicara rupanya:mrgreen:

  6. @ manusiasuper
    Nggak ada yang nyampe, tuh, mas.😐

    @ Amd
    Cuma dikejar-kejar massa pakai stik bisbol yang dipaku, kok.😛

    @ agiekpujo
    Hohoho, benar, itu,mas. Kesesatan yang nyata™.😛

    @ alex
    Itu homo sapiens keblinger kok bisa-bisanya dapat jabatan di dewan, sih?😆

    @ syafriadi
    Itu bangkainya kembang afi, mas. Kembang afinya udah nggak ada, tapi sisa-sisa asapnya masih kelihatan:mrgreen:

  7. Itu homo sapiens keblinger kok bisa-bisanya dapat jabatan di dewan, sih?😆

    Heh! Pertanyaanmu ini sama saja dengan mempertanyakan 68%™ hasil pemilu di parlemen:mrgreen:

  8. Pertama liat gw kira itu foto Tata Surya, mangkanya gw nyangka judulnya ga nyambung. Untung gw ga buta huruf, jadi gw bisa baca tulisannya. Eh, jadi tau deh itu foto bangkai kembang api. Wah, jauh2 ke osaka cuman bwt minum bir sama nonton kembang api😀

  9. Belajarlah bersyukur, jikalau tidak, sesungguhnya dikau ada dalam kesesatan yang nyata™.😡

    Ya akhi… bukankah menikmati bangkai itu adalah kesesatan yang lebih nyata™ ?😆

    Ada kejadian, ya? Maling? Garong? Rampok? Atau ada khotbah? Imam Mahdi muncul? Muda-mudi kepergok sedang mesum di semak-semak? Atau ada pemerkosaan? Gang-bang diciduk aparat? Ada nabi palsu digrebek?

    Bukan… salah semua. Yang betul, baru saja ada berita orang meruntuhkan evolusi cuma dengan modal buku Harun Yahya. Makanya semua orang pada heboh — soalnya ini kan menyangkut keberhasilan dari seorang ilmuwan muslim™ tokoh anti-evolusi™ yang terkenal di dunia baru™.😆

    *sinis mode lagi on nih😛 *

  10. @ danalingga
    Nggak tahu juga, ya. Kematian penjajahan kali.😆

    @ yume
    Asal jangan kebakaran sambil nonton orang ngebir…:mrgreen:

    @ sora9n

    Ya akhi… bukankah menikmati bangkai itu adalah kesesatan yang lebih nyata™😆 ?

    Ane nggak tahu, bos. Btw, kembang afi itu bid’ah™, ya? Yah, walaupun nggak, tetap tasyabuh™ sih…🙄

    Bukan… salah semua. Yang betul, baru saja ada berita orang meruntuhkan evolusi cuma dengan modal buku Harun Yahya. Makanya semua orang pada heboh — soalnya ini kan menyangkut keberhasilan dari seorang ilmuwan muslim™ tokoh anti-evolusi™ yang terkenal di dunia baru™.😆

    Benar. Biar dunia barat™ dan Yahudi™ yang kafir™ dan sekuler™ itu merasakan kekuatan yang menggetarkan musuh-musuh Allah™.

    Sesungguhnya™ teori evolusi yang batil™ itu akan runtuh™.:mrgreen:

  11. (mmmmm…… toleh kiri kanan, terus bisik-bisik ke kopral geddoe..)

    Itu mas-mas nya seorang bumi putra apa bukan. Kalo iya, berarti sekarang kemajuan banget ada bumi putra malaysia minum Heineken….

  12. Ah, sayang sekali ga dapet foto kembang apinya.
    *Liat hasil jepretan*
    Kok bangkainya kayak abis kebakaran besar ya? Apa karena masih terlihat sedikit api disana ataukah karena terhalang pohon?

    Eh, bener ya? Yang lancip itu pohon ya? Yang didepannya bangkai kembang api?😕

  13. Pertama lihat saya mengira ada kembang api yang ‘salah sasaran’ dan membakar sebagian rumah warga.

    Kelihatan seperti asap kebakaran sih.
    Tapi ada juga ya foto bangkai yang bagus.

  14. @ A-isy
    Iya, ada bir. Dingin-dingin lagi. Tapi punya orang. Dan dia nggak ngasih.😆

    @ alex
    Jadi, mari minum teh kotak saja…😛

    @ agiekpujo
    Guling-guling sambil meluk monitor apa kabelnya nggak putus, mas?😆

  15. kirain kebakaran, hehe47x…

    beer?saya dulu pernah nyoba seteguk terus pusing..modal nekat..😆

  16. @ calonorangtenarsedunia
    Sampai mabok? Wah, minum berapa kaleng/botol, mbak?

    @ p4ndu_Y3m3to
    Jadi nggak ada yang frotes ‘kan?

    @ CY
    Lha, bisa begitu juga, ya?😛

  17. Yang jelas minum bir itu nggak baik… bisa mengakibatkan gangguan ginjal dan lever.
    Belum lagi masalah keuangan karena minuman terbaik mahal harganya:mrgreen:. Yang jelas, nggak bagus minum2 itu kalo perut kosong😀

    *makan siang*

  18. Piye to mas,mas….
    moso tinggal neng kono ora inget HUT te ?😆
    setidaknya HUT malay lebih meriah enggak kaya HUT RI sepi gila (mungkin karena didaerah gue kaga ngadain apa2 kali yah ;D)😆

  19. Ndak… cuma ingat masa2 susah jadi mahasiswa kos-kosan dulu…
    Sekarang sih masih tercatat mahasiswa juga

    Nasib mahasiswa perantau😀

  20. Kenafa begitu? Sebenarnya bisa saja sih saya ikut sama-sama sesama orang Indonesia… Cuma dasarnya memang agak masa bodoh…

    HUT RI saya tidur seharian di rumah…😆

  21. Pingback: Musik Sebebas Redemption Song « radically poetic

Comments are closed.