Kapal Pecah

Lhoo, kok, jadi begini?

Kenapa jadi menyedihkan begini?๐Ÿ˜ฆ

kafal fecah.

Beberapa jam yang lalu, saya bangun tidur. Sesaat sebelumnya, di alam mimpi, mobil saya diseruduk dari belakang oleh para gangster yang berhasil mengejar saya balapan di jalan tol (ini serius, lho). Akibat efek benturan semu tersebut, saya pun terjaga.

Rasanya agak aneh.

Aneh.

Aneh.

Aneh.

Pukul sepuluh malam.

Pukul sepuluh malam.

Lhaa, perasaan saya tadi cuma mau tidur siang sebentar, kenapa bangunnya sampai pukul sepuluh?๐Ÿ˜ฏ

Karena keteraturan hidup hari itu sudah terlanjur rusak binasa, saya tidur lagi. Dua jam kemudian, setengah tidur, saya pun berangkat ke rumah makan terdekat. Waktu itu sudah pukul dua belas. Ngelindur, saya pesan bistik kambing. Aneh-aneh saja, ‘kan?๐Ÿ˜ฆ Padahal biasanya saya nggak pernah makan makanan nggak jelas kayak begitu.

* * *

Setelah pulang, saya kemudian tersadar; HIDUP SAYA NGGAK JELAS! Kamar saya wujudnya kayak sarang bajak laut. Memang nggak kotor, tapi betul-betul berantakan. Saya sendiri sempat terpana. Ini kamar siapa? Ini bukan kamar saya!

Betul, selain jadwal tidur yang semakin ngawur, kamar saya juga tatanannya nggak manusiawi. Lemari saya saja kosong. Semua barang masih di kardus, karena saya ‘baru pindah’. Masalahnya, sebenarnya sudah nggak terlalu baru lagi; sudah dua bulan, je. Singkat cerita, kamar saya kayak gudang. Pakaian yang ada main tumpuk saja di atas koper. Berantakan kayak obralan. Betul-betul gudang, pokoknya.

Apalagi, banyak kotak-kotak teh botol berserakan di mana-mana. Saya sendiri bingung sejak kapan saya jadi sebegitu cintanya sama teh botol. Yang berserakan di sekitar desktop saja, setelah saya hitung, ada sebelas kotak. Itu semuanya kosong, nggak dibuang-buang. Botol air mineral juga mengalamai nasib yang sama. Hanya jumlahnya lebih sedikit.

Seisi kamar adalah tempat sampah. Anda bisa lihat sendiri di gambar yang paling atas. Koin berserakan di mana-mana. Di lantai, di meja, di mana-mana. Khusus yang ini, kapan-kapan mesti dipungut satu demi satu. Duit soale.

Buku-buku, berkas-berkas, dan cakram-cakram penyimpan data juga tempatnya campur baur nggak jelas. Dari manga, buku-buku komputer, Al-Qur’an, Alkitab, buku panduan atheisme, manual PSP, buku-buku kajian tasawuf yang sampulnya sudah lecek, selebaran pusat kebugaran, manga-manga lokal Malaysia, iklan dari Domino’s, sampai buku kosong, sama-sama terdeteksi tersimpan secara sporadis.

Saya pun jadi panik. Melolong-lolong sendiri. Memanggil-manggil Tuhan dengan berbagai nama. Ya Tuhan! Ya Allah! Yahweh! Jehova! Tetragrammaton! Bapa! Ya Rabb! The All! Alpha dan Omega! Bhagavan! Demiurge! Deus! Nature’s God! Providence! Kami-Sama!๐Ÿ˜ฅ

“Saya kok jadi nggak jelas begini?”

Padahal, dulu kamar saya rapi. Disapu setiap pagi. Dipel dua minggu sekali. Pakaian tersusun rapi. Buku dijilid sesuai jenis bacaan. Selalu ada tempat untuk meletakkan koran pagi. Kenapa saya jadi urakan begini?

* * *

Sebenarnya mungkin karena saya memang berniat untuk pindah. Jadi, mungkin… Alam bawah sadar saya menolak untuk berapih-rapih ria di tempat sementara ini…?๐Ÿ˜•

Eniwei, saya mau memperbaiki mood. Mungkin saya besok bakal bangun shubuh-shubuh dan ikut shalat shubuh di surau di dekat sini, berjamaah. Saatnya mengeksploitasi kekuatan agama; buat motivasi spiritual.

Kalau anda mau membantu, doakan saya supaya kembali menjadi JELAS, dan segera pensiun menjadi orang NGGAK JELAS.

Shalom aleichem

*diiringi BGM Bodies-nya The Sex Pistols*.

In God We Trust. RosenQueen, company.

153 thoughts on “Kapal Pecah

  1. Dasar kaum laki-laki!!™

    Begitulah pacar, adik dan sepupu2 ceweku sering bilang, kalo ngelongok isi kamar… sejak SD memiliki kamar yang berantakan, yang sewaktu SMA hingga kini ditutup dengan kata, “Namanya juga seniman… namanya juga orang freelance…” sebagai alasan๐Ÿ˜†

    Hmm… pemake Toshiba Sateliite juga, ya? *lirik ke laptop di lantai*:mrgreen:

  2. Lhoooo, ini baru sekalinya lho kamar saya kayak kapal pecah begini, mangkanya syok๐Ÿ˜ฅ

    Btw, iya, Satellite L100. Tapi itu di atas kasur, lho, bukan lantai:mrgreen: Matanya tajam amat, mas๐Ÿ˜ฏ

  3. ohh… itu kasur tho?
    *kucek2 mata*
    aku kira lantai di laundry room๐Ÿ˜†

    ya kenal saja bentuknya, udah familiar pake si toshiba M35. tampilannya toshiba sepertinya sama semua, kecuali portege, ya?

    eh, kok berantakan begitu? kesannya jadi kaya bekas pesta narkoba pesta lajang, deh๐Ÿ˜‰

  4. Kasurnya memang nggak kelihatan, kok. Itu notebooknya tak taro di ujung๐Ÿ˜›

    Btw, itu bukan pesta apa-apa, lho. Kalau nggak pasti lebih parah lagi๐Ÿ˜†

  5. ckckckkck sayah malah kira kamar saya dulu berpindah tempat ke sana setelah liat gambanya ckckckckkckc
    btw.. itu gambar terakhir… mo buat piramida ya:mrgreen:
    *kaburr*

  6. Padahal meskipun aku cowok, kamarku rapi tuh… (Kecuali lemari pakaian yg berantakan).

    Intinya, sembunyikan yang tidak rapi๐Ÿ˜€

  7. Padahal, dulu kamar saya rapi. Disapu setiap pagi. Dipel dua minggu sekali. Pakaian tersusun rapi. Buku dijilid sesuai jenis bacaan. Selalu ada tempat untuk meletakkan koran pagi. …

    Somehow, I can’t believe it.๐Ÿ˜†

    Oke, saya juga sering males buat ngebuang botol-bekas-minuman. Tapi, sependek ingatan saya, kayaknya gak pernah deh sampai numpuk segitu banyaknya depan monitor.:mrgreen:

    tentunya bungkus minuman kotak udah pada dibuangin

    tapi tetep aja orang-orang pada bilang kamar saya berantakan. kenapa ya?๐Ÿ˜ฆ

  8. Ketinggalan.๐Ÿ˜›

    Buku-buku, berkas-berkas, dan cakram-cakram penyimpan data juga tempatnya campur baur nggak jelas. Dari manga, buku-buku komputer, Al-Qurโ€™an, Alkitab, buku panduan atheisme, manual PSP, buku-buku kajian tasawuf yang sampulnya sudah lecek, selebaran pusat kebugaran, manga-manga lokal Malaysia, iklan dari Dominoโ€™s, sampai buku kosong, sama-sama terdeteksi tersimpan secara sporadis.

    Betul-betul selera bacaan yang lengkap dan sporadis, persis seperti isi kamarnya.๐Ÿ˜›

  9. hahaha.. bwakakaka… ngakak abis.. *nertawain diri sendiri* I’ve been there.

    kadang terbuka pada sesuatu itu bagus, namun semua inputan yg diterima semestinya diamati. more step to go bro.. hehe..

    *ga ngerti ngedumel apaan*

  10. @ Fajar
    Tapi dulu kamar saya nggak seperti itu!๐Ÿ˜ฆ

    @ cK
    Mosok? Skrinsyut, dong๐Ÿ˜›

    @ dnial
    Itu memang strategi paling ampuh, sih. Sembunyikan yang nggak rapi๐Ÿ˜‰

    @ sora9n

    Somehow, I canโ€™t believe it.

    It’s true๐Ÿ˜•

    Oke, saya juga sering males buat ngebuang botol-bekas-minuman. Tapi, sependek ingatan saya, kayaknya gak pernah deh sampai numpuk segitu banyaknya depan monitor.:mrgreen:

    Di kamar saya yang dulu, di dekat situ ada tong sampah… Jadi nggak pernah numpuk๐Ÿ˜ฆ

    Betul-betul selera bacaan yang lengkap dan sporadis, persis seperti isi kamarnya.๐Ÿ˜›

    Untung nggak ada buku John Grisham dan Penthouse, serta selebaran Lia Eden, ya๐Ÿ˜†

    @ Abu Ganteng Al Narsisi
    ‘Kan saya udah bilang, lemari saya kosong๐Ÿ˜ˆ

    @ irdix
    Jadi sekarang mesti ngapain?๐Ÿ˜•

  11. Kamarmu itu… hhhh… sampai ada yang pingsan 2x itu, Ged๐Ÿ˜€

    *lirik komen2 di atas*

    Pindah ke hotel saja, ada cleaning service, ada roomboy lagi:mrgreen:

  12. @ danalingga
    Sayanya sih masih hidup, mas๐Ÿ˜›

    @ antobilang
    Permintaan… Ditolak…๐Ÿ˜›

    @ Scrooge McDuck
    Itulah, saya pun heran kenapa saya tiba-tiba pesan bistik kambing. Walau rasanya lumayan juga๐Ÿ˜†

    @ manusiasuper
    Saya juga berpikir begitu! 8)

    @ p4ndu_Y4m4to
    Ada, mas, 24 jam, kok๐Ÿ˜›
    Btw, jangan pakai mantra angin dong, semuanya jadi tambah berantakan, ‘kan๐Ÿ˜•

    @ cK
    Belum๐Ÿ˜†

    @ jejakpena
    Memangnya apa hubungannya antara komen Pak Bebek dan Mas Mansup?๐Ÿ˜•

  13. Cih, masih berantakan kamar gw (kalau lagi kumat) *mencari suami yang bisa disuruh bersih2*

  14. Makanya…. *liat lowongan calon suami*
    Lagian saya agak2 alergi debu juga *alesyan*

  15. Telat saya baca Postingan ini.

    setelah saya baca postingan

    https://rosenqueencompany.wordpress.com/2007/08/20/harun-yahya-strikes-back/

    dan Klik Icon BACK.

    Baca Postingan ini.

    OouPs. Sahabatku. Kopral Geddoe

    1. Mari yuk kita sama-sama bercermin
    2. Mari Yuk kita sama-sama melihat ibu jari kita,
    3. Mari Yuk kita sama-sama kembali melihat kebawah, dan senantiasa mencari kembali apa dan siapa sebenarnya diri kita.
    4. Mari yuk menjaga dan senantiasa menjaga, apakah kita menjadi lebih baik dari yang kita jadikan objek pembicaraan. https://rosenqueencompany.wordpress.com/2007/08/20/harun-yahya-strikes-back/

    Maafkan sahabatmu yang lancang ini.

    Terima KAsih

  16. Gila, kalo sampe yang punya kamar itu menikah, kasihan banget istrinya!! Sebagai istri dia akan perlu banyak bantuan, berarti satu istri ga akan cukup kopral!

    Btw, setelah baca posting ini, saya tidak lagi merasa sebagai orang terjorok didunia. Terimakasih.

  17. @ sahabat kopral geddoe
    Silakan baca [tulisan ini]๐Ÿ™‚

    Anda akan melihat sendiri, secara matematis, blunder anda dalam mengambil kesimpulan ada di mana๐Ÿ˜‰

    “Ambillah kebenaran itu dari mulut anjing sekalipun.”

    Ali bin Abi Thalib

    Semoga anda sudi belajar dari anjing seperti saya๐Ÿ™‚

    @ Guh
    Berarti saya mesti poligami๐Ÿ˜€
    Ayo, ayo, empat slot masih tersedia๐Ÿ˜†

  18. karena saya sangat amat percaya dengan teori generatio spontanea, saya yakin di kamar Kopral Geddoe sudah banyak makhluk hidup yang muncul dari benda-benda yang “sporadis” itu…๐Ÿ™‚

    *jangan-jangan yg punya kamar juga muncul dari benda-benda sporadis itu ?*๐Ÿ˜†

    hohoho… kalau kamar saya lumayan rapih bin teratur, otak ini yang nggak tertata rapih. terbalik ya ?

  19. @ irdix
    Males, mas๐Ÿ˜†

    @ fertobhades
    He? Teori abiogenesis ‘kan itu?๐Ÿ˜† Nggak tahu juga, sih. Semoga ga keluar mutan๐Ÿ˜†

    Btw, kalau saya justru paralel, mas. Kalau kamarnya rapi, pikiran juga. Makanya, saat ini pikiran saya sedang rusak๐Ÿ˜›

  20. hwehe… kalo kamarnya rapih ntar aq traktir rawon iga bakar deh.. hehe..

    *iga sapi kan bagian paling enak dari bagian2 lainnya, lalu dibakar, diberi bumbu dan terakhir dipanggang dalam bungkusan daun pisang agar rasanya meresap jauh kedalam.. bayangkan saat dinikmati dgn rawon yg rasanya khas lalu ditambah dgn aroma harum daging iga sapi yg dibakar.. dagingnya benar2 lembut dan maknyuzz*

    -jd kuliner deh-

  21. @ Nenda Fadhilah
    Pak Bebek cukup pembersih, bukan?๐Ÿ˜›
    Hohoho!

    Hush, Pak Bebek itu kakak yang baik yang selalu bersedia mendengarkan keluh kesah saya mengenai suatu hubungan yang tidak jelas selama berjam-jam.

  22. @ irdix
    *ngelap iler*

    @ Nenda Fadhilah
    Kalau di manga-manga, hubungan seperti itu bukannya tidak potensial sama sekal…

    @ antobilang
    Di sini nggak ada pasar budak mas๐Ÿ˜†

    @ Mihael Ellinsworth
    Yang merantau biasanya iya:mrgreen:
    Eits, generalisasi?

  23. Tidak semua perantau jorok, tapi hanya karena ada beberapa perantau yang jorok – seperti geddoe – hancurlah nama perantau.

    *ini ngomong apa sih*

  24. O eM JI???!!!
    kok bisa sekacau itu sih? *tepuk tangan* ternyata aku tidak sendirian didunia ‘ini’๐Ÿ˜†
    *langsung megang sapu*

  25. @ Mihael Ellinsworth
    Wah, belum pernah melihat pemandangan kalah perang yang asli, ya?๐Ÿ˜†

    @ Neo Forty-Nine
    Kosan saya yang lama rapih, lho๐Ÿ˜€

  26. dulu saya juga begitu sewaktu masih sendiri…namun sekarang setelah ada yang menemani, jadi sedikit terbantu untuk merapikan…:)

  27. @ pelbis
    Hohoho, namanya juga laki-laki, Pak…๐Ÿ˜›

    @ mataharipagi
    Masalahnya granat nggak dijual bebas di sini, mas/mbak:mrgreen:

    @ imcw
    Kapan-kapan saya ikuti tips-nya deh, mas/mbak๐Ÿ˜€

  28. @ Kopral Geddoe

    @ imcw

    Kapan-kapan saya ikuti tips-nya deh, mas/mbak๐Ÿ˜€

    Ada gitu yang mau sama ente?๐Ÿ˜†

    sst, katanya kebanyakan cewek lebih suka sama cowok yang rapi lho๐Ÿ˜›

  29. Memang susah, IMO. Soalnya nggak kebayang… bahwa seorang cowok yang (dulunya) rapi sekarang nunjukin screenshot kamar kayak gitu.:mrgreen:

    -pictures say more than 1000 words, katanya-

  30. gak percata yah saya punya granat…nih saya lempar..

    DUARR………!!

    percaya gak..?? sekarang pindah sana…!!๐Ÿ˜†

    btw, masih mending tuh penuh..kamar awak gak ada isinya..kasur doank..wakaka๐Ÿ˜†

  31. @ cK
    Halaah, ga yakin sampe kesana cK bakal ke kosan Difo.๐Ÿ˜†
    Errr… tapi bisa jadi juga ding.
    *membayangkan cK buangin sampah teh kotak dan beres-beres* ๐Ÿ˜†

  32. @ cK
    Yakin mau ke gubuk saya? Ntar kelayapan di shopping mall lagi๐Ÿ˜†

    @ jejakpena
    Ada, saya beli kantong asoy super gede. Semuanya dimasupin ke situ. Besok pagi dibuang di perempatan.

  33. Ada, saya beli kantong asoy super gede. Semuanya dimasupin ke situ. Besok pagi dibuang di perempatan.

    *ngebayangin difo buang sampah segede mayat*๐Ÿ™„

    saya serius! kirimin saya tiket! nanti saya rapihkan:mrgreen:

    *nyiapin paspor, baju, koper supergede dan digicam*

  34. Ada, saya beli kantong asoy super gede. Semuanya dimasupin ke situ. Besok pagi dibuang di perempatan.

    ….
    buang di perempatan….
    tindak-tanduk kafirun™ ….๐Ÿ™„

    BUANGLAH SAMPAH DENGAN TEMPATNYA PADA TEMPATNYA, Ged…
    *nyamar jadi Kepala dinas kebersihan*

  35. Ah… saya jadi ingat sesuatu…
    Dulu kalo di kampung, kalo ibu suruh buang sampah ke ujung jalan di kompleks rumah, saya dengan senang hati melakukannya. Bukan karena ada bak sampah gede saja di ujung jalan itu, tapi karena ada wajah merangsang manis yang duduk di kios seberang jalan…:mrgreen:

    Ada apa pula dekat bak sampah gede di sana, Kopral Geddoe?

    *mancing*๐Ÿ˜›

Comments are closed.