Harun Yahya Strikes Back?

kreasionis vs evolusionis

Harun Yahya: “Goatees need to be trimmed to maintain their exquisiteness!”
Charles R. Darwin: “Nooo! It has to be natural! Let them grow!”

Ah, insiden ini memalukan.

Pagi ini, sewaktu saya membuka dashboard WP, ternyata ada kerusuhan yang tengah terjadi. Baginda Matt Mullenweg ketiban masalah; akses WordPress.com dari Turki diblokir. Setelah masalah diusut, ternyata dalangnya adalah Harun Yahya, alias Adnan Oktar. Berita tersebut bisa dibaca di [sini]. Kabarnya Mbah Harun ini mencak-mencak karena di WordPress.com beredar beberapa tulisan yang mengkritik dirinya. Ironisnya, tulisan-tulisan tersebut ditulis oleh gurunya sendiri, Edip Yuksel.

He? Iya, Harun Yahya yang itu. Yang video-video dakwahnya beredar selama beberapa tahun terakhir. Yang getol menghujat teori evolusi-nya Mbah Darwin. Yang konon membuat banyak orang semakin yakin dengan kebenaran ajaran Nabi Muhammad.

Atau, kalau dilihat dari sisi lain, sang maestro pseudoscience.

An outsider’s point of view

Siapa itu Harun Yahya? Harun Yahya adalah nama pena dari Adnan Oktar, penulis berbagai buku sintesis ajaran Islam dan sains populer. Sewaktu saya masih ada di sekolah menengah, nama beliau boleh dibilang sangat populer sebagai ‘nabi baru’ yang seringkali dijadikan acuan apabila pembicaraan mengenai agama mulai mencuat.

Buku-bukunya, dan video-video dakwah bikinannya pun pada waktu itu laris manis; sebab auranya boleh dibilang cukup necis dan parlente — mewah dan wahwah. Cara penyampaiannya juga begitu meyakinkan, dengan konotasi ilmiah yang fasih dan solid. Ajaran-ajarannya sendiri lebih terfokus kepada aplikasi sains serta klaim bahwa keakuratan nilai-nilai sains tertulis jelas pada Al-Qur’an — terutama sekali masalah kontroversi teori evolusi, disamping beberapa upaya peruntuhan dogma-dogma agama lain. Tipikal seorang apologetik.

Oke, memang, Harun Yahya boleh dibilang merupakan salah satu figur yang cukup berjasa dalam kajian Islam kontemporer. Namun, harus saya akui, walau di mata umum (kalangan muslim Indonesia, tepatnya) beliau adalah contoh sempurna kelanggengan perkawinan agama dengan sains (yang dengan sukses mengemukakan teori-teori yang konon semakin mengukuhkan keshahihan Al-Qur’an), saya justru melihatnya sebagai fenomena yang sangat serupa dengan kasus Roy Suryo. Saya memang seorang skeptik, namun pada kenyataannya kredibilitas Harun Yahya memang sangat questionable. Hal ini mirip dengan Baginda KRMT Roy Suryo Notodiprojo yang sebenarnya memiliki pengetahuan yang terbatas, namun sangat ahli dalam urusan tampil meyakinkan. Orang awam mungkin akan terpana, namun kalangan yang ‘mengerti’ (kaum IT pada kasus Roy Suryo, dan kaum sains pada kasus Harun Yahya) justru kebingungan bagaimana pendapat-pendapat mentah mereka bisa begitu populer.

p. s. Eits, tidak ada upaya mengklaim diri sendiri sebagai kaum yang ‘mengerti’ di sini, saya hanyalah seorang pengamat😉

An insider’s point of view

Harun Yahya, alias Adnan Oktar, memiliki nama yang buruk di negeri kelahirannya, Turki. Ia menerima cukup banyak kritik atas hasil kerja intelektualnya, namun kritik itu tidak seberapa dibandingkan dengan kritik yang diterima beliau dari sisi non-intelektual. Id est, beliau punya beberapa ‘kasus’.

Posisi beliau di Turki sendiri adalah sebagai pemimpin cult yang boleh dibilang meresahkan orang banyak. Fakta yang kita tidak akan temukan di Indonesia, bukan? Saya sendiri baru bisa mencium gelagat ini sekitar setahun lalu, kalau tidak salah dari celotehan di VGI. Pada waktu itu saya mendengar, bahwa keharuman nama Harun Yahya itu hanyalah di negara-negara luar Turki yang belum terlalu ‘mengenal’ beliau.

  1. Sedikit berlawanan dengan klaim narsis yang bertebaran di halaman about HarunYahya.com (yang IMO dipenuhi weasel words), Harun Yahya tidak memiliki kredibilitas yang bisa dipertanggungjawabkan dari sisi akademis. Ia dulunya adalah mahasiswa desain interior, itu pun tidak lulus.
  2. Tahun 1986, beliau masuk hotel prodeo. Alasannya? Menulis buku provokatif yang berbau antisemitik.
  3. Sekitar tahun 1999, ia dituntut oleh enam orang profesor akademis. Tuduhannya adalah menyebarkan berita bohong yang menjelek-jelekkan keenam profesor tersebut sebagai penganut komunisme yang separatis. Diduga motifnya adalah karena Harun Yahya tidak menyukai pandangan mereka yang pro-teori evolusi. Harun Yahya terbukti bersalah dan diwajibkan membayar denda sekitar $ 36.000,00. Ini bukan satu-satunya, sebab Harun Yahya sangat terkenal sebagai pengeksekusi blackmail dan karakter asinan.
  4. Banyak keluhan yang menyebutkan bahwa seluruh feedback yang ada di web resminya (HarunYahya.com) adalah hasil moderasi — alias komunikasi satu arah. Much like you-know-who.
  5. Daftar buku-buku yang sudah ditulisnya terlalu bombastis. Saya lupa berapa, yang jelas dia menulis TERLALU BANYAK. Sudah menjadi pandangan umum di kalangan anti-Harun Yahya kalau beliau adalah ‘perpanjangan tangan’ dari kaum anti-evolusi. Yap, ia menerbitkan buku orang lain atas dirinya. Sebab, tidak mungkin bagi seseorang yang ahli sekalipun untuk menulis sebegitu banyak.
  6. Buku terbarunya banyak menggunakan materi yang melanggar hak cipta.
  7. Sumber dana dari proyek-proyeknya sering menyulut kontroversi, sebab organisasinya adalah organisasi nonprofit — terdapat dugaan bisnis-bisnis ‘gelap’ di sini.
  8. Mei 2005, hasil wawancara The Pitch dengan profesor Umit Sayin dari akademi forensik mengungkapkan kekhawatiran orang-orang dalam; “Sekarang tidak ada lagi yang berani membantah teori Harun Yahya. Semuanya takut akan diserang oleh kaum radikal dan kelompok BAV (organisasi Harun Yahya).” Berita selengkapnya bisa dibaca di [sini]
  9. Quote tambahan dari Prof. Sayin dari link yang sama;

    “Evolution is presented [by BAV] as a conspiracy of the Jewish and American imperialists to promote new world order and fascist motives … and the majority of the people believe it.”

  10. Quote lagi. Kali ini dari Prof. Taner Edis, dosen Truman State University Amerika Serikat yang lahir di Turki.

    “They’re fairly lavishly produced, on good-quality paper with full-color illustrations all over the place,”

    “They’re trying to compete with any sort of science publication you can find in the Western world. And in a place like Turkey, Yahya books look considerably better-published than most scientific publications.”

  11. Organisasi Harun Yahya, BAV, sudah sejak lama meresahkan masyarakat. Bukan karena pemahaman religius dan sains mereka, melainkan tindakan kriminal. Blackmail (ya, terutama sekali blackmail), kepemilikan senjata api ilegal, dan aktivitas seks di bawah umur. Catatan blackmailing BAV adalah yang paling ‘mengesankan’. Hoax keanggotaan Freemasonry atas nama beberapa pejabat parlemen bahkan sempat ditayangkan di televisi, walau pada akhirnya diralat.
  12. Konon hoax-hoax porno tentang Ebru Simsek yang sempat beredar adalah akibat berani ‘macam-macam’ dengan Harun Yahya.
  13. Ia terlibat skandal seks dengan anak di bawah umur. Namun mengaku ‘tidak bersalah’ karena ‘hanya berupa fellatio dan penetrasi rektal‘, sehingga ‘halal’.

Anda tidak wajib mempercayai semua yang disebutkan di atas, tapi jangan langsung men-dismiss-nya sebagai hoax.

Oke, mari tidak terpengaruh fallacy…

Terlepas dari apakah beliau memang se-questionable itu, sebenarnya saya kira rebuttal Harun Yahya akan teori evolusi sangat mentah. Kalau menurut yang digadang-gadangkan oleh teman sejawat saya di SMA dulu, inti teorinya adalah bahwa ‘apabila manusia berasal dari kera, mengapa kera yang sekarang tidak mulai berubah menjadi manusia?‘ Jelas sekali bahwa sentimen ini salah mengambil premis. Gara-gara teori ini, pada waktu saya masih duduk di kelas 3 SMA, beberapa siswa sekolah saya menolak mempelajari teori evolusi, dan mengklaim bahwa ‘teori evolusi sudah tidak diajarkan lagi di peradaban barat‘. Walah, berita dari mana itu? Dari Hongkong?

Premis ‘teori evolusi menyatakan bahwa manusia berasal dari kera‘ adalah salah — saya menduga baik Harun Yahya maupun siswa dari sekolah saya dulu itu tidak memahami konsep ini. Teori evolusi menyatakan bahwa kera dan manusia berasal dari nenek moyang yang sama (teori common descent). Tentu saja tidak akan terdapat spesies peralihan! Setahu saya, menurut teori ini, dulu terdapat sebuah spesies, yang karena seleksi alam, sebagian berubah menjadi manusia, dan sebagian menjadi bangsa primata lainnya. Keduanya tetap terus berubah, bahkan sampai detik ini.

Goyahnya teori evolusi hanyalah propaganda para pro-kreasionisme. Sekitar 99.9% ilmuwan mengakui teori evolusi. Boleh dikatakan tidak ada ilmuwan yang secara obyektif tidak mengakui teori evolusi — kalaupun ada, hanya berbekal doktrin tanpa bukti ilmiah. Teori alternatif selain teori evolusi sudah disepakati sebagai pseudoscience. Itu sebabnya, gagasan-gagasan Harun Yahya yang (supposedly) menghebohkan itu tidak punya efek apa-apa di dunia sains. Ia tidak pernah menerima hadiah Nobel atau semacamnya, yang ada mungkin hanyalah pengakuan dari kaum-kaum agamawan (itupun saya belum pernah dengar, mungkin karena catatan kriminalnya banyak). Tulisan-tulisan pro-kreasionisme hanya konsumsi kaum religius yang menggunakannya untuk memperkuat doktrin yang dianutnya.

Setahu saya, teori-teori Harun Yahya tidak pernah ditanggapi secara serius oleh komunitas sains, sebab isinya konon hanyalah kompilasi dari bahan-bahan debat lama yang bahkan sudah dipatahkan langsung oleh Darwin sendiri 140 tahun yang lalu. Malah banyak yang heran kenapa beberapa komunitas muslim berani mengatakan bahwa ia adalah ‘pendobrak’ dan ‘peruntuh’ teori evolusi. Semuanya self-proclaimed! Wek ap! Satu-satunya kekuatan Harun Yahya adalah karismanya… Dan uangnya! Ia sangat kaya (God knows where did he attain that much wealth), sehingga mampu mempropagandakan ide-idenya. Menurut Edezu, blogger Turki, ia hanya dipuja-puji di kalangan penganut agama yang tidak terlalu melek kajian biologi, namun ditertawakan di internet.

Harun Yahya bukanlah seorang ilmuwan yang kredibel. Ia hanya seorang impostor karismatik yang kaya raya dan pandai berbicara.

Korelasi agama dan sains

Btw, menerima teori evolusi tidak berarti anda murtad atau apa. Beberapa pemahaman kontemporer pada kajian Al-Qur’an dan Alkitab (Genesis) sudah bisa ‘berdamai’ dengan teori evolusi.

Caranya? Tentunya dengan interpretasi ulang — dengan melakukan tafsir berbasis metafor dan kajian esoterik. Misalnya, yang ditulis Xaliber di [sini]. Teori seperti itu sudah banyak berkembang pada kajian liberal yang lebih mau bersandar ke bukti-bukti ilmiah.

Memang sains itu tentatif; bisa saja diamandemen — seperti bagaimana teori Einstein mengabrogasi teori Newton. Tapi, menutup mata akan fakta ilmiah yang *sedang* berlaku (apalagi didukung bukti yang kuat) adalah tidak rasional.

* * *

Kembali ke goa

Kembali ke akar masalah. Ngapain Harun Yahya minta pengadilan memblokir WordPress.com di Turki? Kalau memang katanya ada defamation blog yang bercokol melalui domain WordPress, kenapa semuanya yang diblokir? Bukankah bisa dilaporkan baik-baik, kalau memang ternyata berlebihan? Kabarnya, supaya pemblokiran dihentikan, Baginda Matt dan konco-konconya mesti menge-ban domain-domain dengan kata ‘Harun Yahya’ dan ‘Adnan Oktar’, atau kombinasi keempat kata tersebut.

Lebih jauh lagi, selama isinya bukan slander, mengapa mesti takut? Saya terus terang kecewa dengan ‘pembredelan’ ini.

Blog adalah free speech, Pak Harun!

In God We Trust. RosenQueen, company.

352 thoughts on “Harun Yahya Strikes Back?

  1. Hehehe, iya. Kalau mau fotonya yang lebih necis (i.e. pake jas mewah dan sunglasses), kunjungi saja situs resminya😛

    Btw, baru sekali ini saya nge-trekbek ke blog resmi WordPress😛

  2. Sejujurnya saya bingung, mana “Harun yahya yang asli”.

    Peduli amat.

    Tapi saya terus terang bingung mengapa dia mengguggat WP hanya karena ada blog yang menggunakan nama penanya.

    Ada artikel “menohoknya” di dalam ?

  3. @ Mihael Ellinsworth
    Harun Yahya memang ada banyak. Itu ‘kan pseudonym keroyokan, Jek… Cuma yang diplot sebagai ‘yang asli’ itu Pak Adnan Oktar😛

    Yap. Memang blognya berisi kritik. Artikel-artikel yang mengkritik kredibilitas, tulisan, dan tingkah laku anehnya.

    …Btw, situ korban Harun Yahya juga?😕

    @ Tendo-Soji
    That’s befitting, actually. The same theory proposed by different individuals UNDER THE SAME PEN NAME.

  4. Pagi ini, sewaktu saya membuka dashboard WP, ternyata ada kerusuhan yang tengah terjadi. Baginda Matt Mullenweg ketiban masalah; akses WordPress.com dari Turki diblokir. Setelah masalah diusut, ternyata dalangnya adalah Harun Yahya, alias Adnan Oktar.

    Matt seharusnya sadar kalo fasis™ itu ada di berbagai jaman dan ada di mana mana.:mrgreen:

    Pada waktu itu saya mendengar, bahwa keharuman nama Harun Yahya itu hanyalah di negara-negara luar Turki yang belum terlalu ‘mengenal’ beliau.

    Berarti saya termasuk orang yang terlalu ‘mengenal’ beliau, padahal kenalan aja saya belon tuh.😛

  5. Saya blm pernah baca buku Harun YZ, pernah sepenggal2 lihat video karyanya. Tapi sepertinya dia cuma numpang hasil penelitian orang, diplintir trus dpake untuk ngeJustifikasi keyakinannya. Mirip orang jual obat dipasar kagetan. Obat ngKuat..Obat ngKuat…dari ngArab…(sambil pegang jenggotnya yang PALSU!!)

  6. @ anna hape
    Sebarkan ke 10 orang teman mbak dan keiinginan mbak akan terkabul😛

    @ danalingga
    Btw, ini termasuk fasis™ juga, ya, kalau dipikir-pikir😕

    @ joyo
    Saya juga bukan pembaca buku-bukunya, sih, tapi yang jelas memang teori-teorinya adalah hasil daur ulang pembelaan kreasionisme zaman jebot.

    Konon, beberapa argumennya justru pernah dipatahkan oleh Darwinnya sendiri (baca: 140 tahun yang lalu).

    @ Scrooge McDuck
    Aduh, betul juga!😯
    Ah, do rights, no regrets!😡

  7. hmmm ga tau mo comment apa.. ilang dah gara2 ada nasi rames iks😦
    bentar mas nanti balik lagi buat comment aja deh😦

  8. Hiyaaa… karena blognya orang Turki di-ban malah merembet ke terkuaknya sisi lain seorang Adnan Oktar.:mrgreen:

    Saya tidak percaya ini kebetulan belaka. Bener-bener hebat. Masyarakat Muslim Indonesia bakal `siap kaget` gak ya kalau disodori bahasan tentang hal ini. *membayangkan*

    -btw, saya termasuk orang yang ketika SMU begitu semangat nonton `Petaka Darwinisme` itu😛 –

  9. Sebenarnya sih basbang, untungnya ada kontroversi ini, jadi bisa ada sedikit kesan up to date😛

    Siap kaget? Entahlah. Saya sendiri waktu itu nggak siap kaget, lho😆

    ~sayaJugaSemangatWaktuNontonItuDiSekolahLhoMbak~😕

  10. Saudara Geddoe, saya prihatin anda sampai berani-beraninya menghina pendakwah yang dengan tulus ingin menyebarkan ajaran tuhan kita pada kafir-kafir ini😦 Semoga kamu lekas dijamah oleh tentakel sulur-sulurnya…

  11. Tapi saya suka harun yahya. Bisa membuat saya tampak keren kalo mencengiri film atau buku-bukunya di depan cewe2 ROHIS yang manis-manis…

    Yahh… sedikit anti-agama belakangan ini adalah trend yang keren™

  12. @ alex
    Lha, tanpa itu saja mas ini sudah keren, tho?😉😆

    Btw, jangan menyamakan anti-agama dengan anti-Harun Yahya, dong. Kasihan agamanya, disejajarkan dengan Harun Yahya:mrgreen:

    @ mataharipagi
    Tergantung dari mana anda melihatnya😀
    Saya sih lebih suka kata ‘membangunkan’:mrgreen:

  13. halo…saya Adnan Oktar lho…
    wah, saya dighibah di sini, pantesan dari tadi telinga saya kok gatal2..dan saya bersin2 terus…

    wah, di sini ternyat kumpulan m*ny*t semua ya?
    *cekikikan…*

  14. @ Adnan Oktar
    Iya koh, saya sodaraan sama monyet😆
    (So are the rest of humanity.)

    @ mataharipagi

    “jangan serang penulisnya”

    saya denger kata2 ini dari siapa yah..??

    Tentu, saya tidak ingin menilai tulisan dari orangnya. Untuk menetralisir efek ad hominem itulah, saya menulis bab ketiga😉

    Eh, bab ketiga itu dibaca apa tidak?😛

  15. Tentu saja. Ad hominem adalah betuk fallacy. Fallacy pada hakikatnya adalah kesalahan penarikan argumen. Pada kasus ad hominem, kesalahannya adalah, penarikan kesimpulan didasarkan pada kredibilitas sang empunya argumen.

    Untuk menghindari hal ini, tentunya penulis (dalam hal ini, saya) mesti membantah argumennya tanpa ad hominem, dan itu saya lakukan di beberapa paragraf awal bab ketiga🙂 Dengan demikian, apa yang kelihatan sebagai ‘cercaan’ itu ditransformasi sebagai informasi biasa, bukan media penarikan kesimpulan.

    Bagian mana yang anda tidak mengerti?

    * * *

    Btw, kalau anda ternyata hanya seorang Harun Yahya fanboy yang tersinggung karena idolanya dikritik, saya harap anda sudi untuk menerima kenyataannya tanpa menyalahkan saya😉

  16. hehehe..nggak lah mas…saya sama sekali gak nge-idolain dia koqs….ngeliat aja jarang…😀

    cuma, isi dari karya2nya berguna kan…?? (jawab ini pliss)
    makanya dari itu, saya hanya melihat dia sebagai karya.

    Saya hanya takut salah mengambil keputusan nantinya….misalnya pengertian ad hominem yang jujur saja saya agak kurang paham sama pengertian aslinya…tapi ternyata menurut anda bisa dinetralisir tadi..jadi tambah bingung

    btw, tulisan saya diatas yang saling menjatuhkan itu, bukan buat mas koq. Tapi si HY dan Dawin seperti tulisan mas diatas..😆

  17. cuma, isi dari karya2nya berguna kan…?? (jawab ini pliss)
    makanya dari itu, saya hanya melihat dia sebagai karya.

    Saya sudah menulisnya diatas, kok, mas/mbak.
    Saya quote;

    …Oke, memang, Harun Yahya boleh dibilang merupakan salah satu figur yang cukup berjasa dalam kajian Islam kontemporer…

    Namun itu tidak mengubah fakta bahwa beliau menyebarkan pseudoscience… Sampai di sini sebenarnya bisa ditolerir, yang membuat miris adalah perangai beliau yang boleh dibilang terlalu ‘buas’. Apalagi ban yang dilakukan beliau pada WordPress jelas mengada-ada. Mas/mbak bisa bayangkan sendiri bagaimana dongkolnya para blogger Turki.

    Kesimpulan saya, karya beliau mungkin berguna secara spiritual, namun tidak secara ilmiah. Saya sendiri bukanlah orang yang terlalu ‘ilmiah’, namun tentunya lebih memilih sains ketimbang konjektur. Dan tentunya tidak semua karya beliau salah. Tulisan-tulisan sains populer yang ditulisnya tetap merupakan program edukatif.

    Yang perlu ditekankan adalah Harun Yahya bukanlah orang yang terlalu ‘bersih’, dan karyanya tidaklah semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Hanya masukan supaya lebih selektif (selain menghindari pengkultusan)🙂

  18. Ah, begini.

    Ad hominem adalah “menyerang orangnya.” Jadi kalau Geddoe hanya murni mengekspos keburukan Bapak Yahya dan menjadikannya alasan untuk mengatakan karyanya jelek, itu menjadi ad hominem.

    Nah, karena itulah Geddoe menambahkan bagian ketiga. Dia menjelaskan bahwa tulisan-tulisan Harun Yahya sendiri isinya patut dipertanyakan, terlepas dari sepak terjang Bapak Yahya sendiri di dunia nyata.

    Nah, sampai di sini tak ada lagi ad hominen, karena toh Geddoe telah mengutarakan alasan mengapa menurutnya karya Bapak Yahya tidak begitu bagus, tanpa peduli Bapak Yahya itu siapa. Di sini informasi-informasi buruk mengenai Harun Yahya sebelumnya “termentahkan” sebagai ad hominem dan menjadi informasi belaka.

  19. haa..!! ga lebih bagus dari national geographic yang dihubung-hubungkan.. yap.. kita semua ahlinya.

    *iris iga bakar dan dinikmati dengan rawon*

  20. @ Geddoe

    Btw, jangan menyamakan anti-agama dengan anti-Harun Yahya, dong. Kasihan agamanya, disejajarkan dengan Harun Yahya:mrgreen:

    Kopral ini gimana sih? Harun Yahya itu nabi baru new messenger yang Lohis dan Saintehis™ dalam mendakwahkan agama. Jadi, ya merupakan bagian dari agama, donk ah!

    Kasian dong sama kami2 yang sudah capek mengklaim semuanya ada dalam kitab tanpa perlu sibuk2 eksperimen, penelitian, bla bla bla, dan girang menemukan pembenaran dari beliau…

    *merajuk di pojokan*

  21. I can’t translate your post into English but I laughed too much the dialog between Harun Yahya and Charles R. Darwin.😀

  22. @ irdix
    Lha, Discovery Channel, Nat Geo, Animal Planet, ya mirip-mirip, tho?

    Haa? Iga bakar?😦

    @ alex
    Lha…
    *bingung*

    @ patlican
    Hohoho! Forgive me for the profanities, though.

    Kindly click [this] for another Indonesian’s critical response pertaining to the very same subject — this time, in english.
    (Though his writing is much less despisal-driven than mine😛 )

  23. @ patlican
    Well-said. And please do remember that Mr. Darwin didn’t gather loaded kids in his abode and had sex with them😆

    The prohibition in rather wise — indoctrination using pseudoscience is frankly a disservice to education.

    Thanks for the link!

    @ dhoni roma | Scrooge McDuck
    Euh, betul… Mungkin, hanya berita tentang ulah Harun Yahya di internet?

    @ mbelgedez | klikharry
    Hidup Roy Suryo!😀

  24. Pingback: Shalat itu Boleh Di Langgar « Keluarga Sakinah

  25. Saya tidak pernah baca karya Harun Yahya, jadi saya tidak tahu apakah yang ditulis itu benar atau tidak….. tapi sehebat apapun dia, dia tidak punya hak untuk memberangus kebebasan orang untuk bersuara.

  26. Benar, analoginya sekarang adalah seperti seorang presiden yang menutup semua stasiun televisi hanya karena tersinggung dengan tayangan a la News dot com.

  27. Kenapa ya…sewaktu membaca tulisan ini, sepertinya kamu mendiskreditkan orang. Mengkritik Harun Yahya ya? tapi meskipun demikian, saya tetap menghargai beliau sebagai orang yang pintar dalam bidang sains.

    dan saya betul -betul ingin mengkritik tulisan geddoe di bawah foto itu, kenapa harus ada “fuck u” nya? tak mungkin rasanya mereka mengucapkan itu….

  28. @ antobilang
    Baginda Roy nggak akan mau memusingkan masalah blog yang cuma tren sesaat…😆

    @ Isma
    Saya tidak mendiskreditkan siapa-siapa. Saya hanya menyediakan informasi tentang kredibilitas Harun Yahya di internet, dan bahkan memperbolehkan pembaca menganggapnya sebagai hoax.

    Tapi kredibilitas sains Harun Yahya itu memang tidak pernah harum. Bangun, mbak, tulisannya itu kebanyakan hasil daur ulang dari jurnal sains negara barat.

    Saya paham, memang kredibilitas buruk Harun Yahya nyaris tidak tercium, kalau tidak dari internet.

    Maaf kalau menyinggung🙂

  29. Premis ‘teori evolusi menyatakan bahwa manusia berasal dari kera‘ adalah salah — saya menduga baik Harun Yahya maupun siswa dari sekolah saya dulu itu tidak memahami konsep ini. Teori evolusi menyatakan bahwa kera dan manusia berasal dari nenek moyang yang sama (teori common descent).

    Itulah yang banyak disalahpahami oleh orang-orang di sekitar kita… (terutama di Indonesia). Mengambil turunan yang salah lantas diatributkan pada teori utamanya.😦

    Btw, kelihatannya kasus ini kok ngingetin sama Roy Suryo, ya?😆

  30. Itulah yang banyak disalahpahami oleh orang-orang di sekitar kita… (terutama di Indonesia). Mengambil turunan yang salah lantas diatributkan pada teori utamanya.😦

    Straw man fallacy, ya?😦

    Btw, kelihatannya kasus ini kok ngingetin sama Roy Suryo, ya?😆

    Persis! Fenomena yang mirip dengan Baginda KRMT Roy Suryo Notodiprojo😆

  31. Pemblokiran WordPress tsb secara tidak langsung membuktikan kebenaran teori Darwin bhw Harun Yahya merupakan hasil evolusi dari kera, fisik berevolusi jadi manusia namun sifat tetep permanen. :mrgreen:

  32. OOT nih Kopral, maaf.

    Begitu tahu, bahwa Wp.com diblock di Turki, saya langsung menghubungi beberapa teman dari Turki. Terutama yang developer WP. Mereka bilang, Harun Yahya sebenarnya adalah satu dari sekian banyak pemicu layanan WP ditutup.

    Kata mereka, alasan utamanya sendiri, masih berkisar di kebijakan pemerintah. Turki memang sedang gamang-gamangnya menghadapi transisi menjadi sebuah negara EU. Selain itu, isu ‘nasionalis’ vs ‘hijau’ amat kental saat ini di Turki.

    WP amat populer di Turki. Pendukung pemerintah, pemuja Kamal Attaturk, fans Ikhwanul Muslimin, hingga militer musim panas (*pemuda-pemudi yang ikut wamil*) sudah perang informasi sejak pertama kali WP diluncurkan di Turki. Jelas membuat gerah pemerintah saat ini.

    Om Harun, sialnya, saat ini kebetulan lagi deket dengan pemerintahan. Sehingga dengan semena-mena, memblokir layanan publik ini. Untung saja Om Roy lebih dekat dengan para artis yang berpose bugil ketimbang dengan pemegang kekuasaan. Kalau tidak? Mungkin kamu sudah diturunkan pangkatnya. Bukan kopral lagi. Melainkan…

    Hehehe.
    Maap OOT.

  33. kepiting ngejepit kerang
    kerang dijepit dilobang batu!
    mati deh ………………..

  34. Jangan-jangan gara-gara tulisan yang ada buat ini, blogger wordpress indonesia bakalan di blog pula!!!
    Trus, kalau anda mau mengatakan bahwa anda dan kera adalah satu nenek moyang (nenek moyang anda bukannya Nabi Adam as.) jangan mengatakan :

    “Teori evolusi menyatakan bahwa kera dan manusia berasal dari nenek moyang yang sama (teori common descent). Tentu saja tidak akan terdapat spesies peralihan! Setahu saya, menurut teori ini, dulu terdapat sebuah spesies, yang karena seleksi alam, sebagian berubah menjadi manusia, dan sebagian menjadi bangsa primata lainnya.”

    Tapi katakanlah begini:
    “Teori evolusi menyatakan bahwa kera dan manusia berasal dari nenek moyang yang sama (teori common descent). Tentu saja tidak akan terdapat spesies peralihan! Setahu saya, menurut teori ini, dulu terdapat sebuah spesies, yang karena seleksi alam, sebagian berubah menjadi saya sendiri (rosenqueencompany), dan sebagian menjadi bangsa primata lainnya.”

    Saya dan orang muslim yang mengetahui tentunya, tidak ingin mengatakan bahwa kami dan kera nenek moyangnya adalah sama. Nenek moyang kami adalah Nabi Adam as.

  35. @ arifkurniawan
    Wah. Saya memang ada mendengar kasak-kusuk soal kepentingan politis Turki yang memang berniat murtad ke EU. Ternyata seperti itu, ya?😕

    Memang kalau begitu, semuanya jadi masuk akal. Kasus Harun Yahya hanyalah alibi untuk menarik pelatuk seperti halnya kasus Kuchiki Rukia di Bleach yang dijadikan alibi untuk coup-d’etat.

    *angguk-angguk, mulai memahami situasi*

    Untung saja Om Roy lebih dekat dengan para artis yang berpose bugil ketimbang dengan pemegang kekuasaan. Kalau tidak? Mungkin kamu sudah diturunkan pangkatnya. Bukan kopral lagi. Melainkan…

    Saya kopral purnawirawan, kok, Bang. Desersi😆

    @ roemahcerdaz
    Wah, kok ngomongin kerang?😛

    @ cesar zehan camille
    Kalau anda masih ingin menjaga kehormatan agama Islam, jangan mempermalukan ajaran agama dengan mencampurkannya dengan teori kreasionis. Teori evolusi itu sudah tidak bisa dibantah lagi. Pilihan bagi agama (agama manapun yang masih ingin dianggap benar) adalah menerima teori evolusi atau dicap salah sama sekali.

    Berhentilah menutup mata dari sains🙂

  36. @kopral

    ya, maaf saja karena pengetahuan saya yang amat terbatas ini. Tapi saya tak mau hal ini menjadi cap jelek terhadap ilmuwan muslim. Saya agak kaget, seperti kekagetan saya membaca buku yang mengklaim bahwa penelitian air nya Masaru Emoto itu tidak ilmiah.
    yang menentangnya jgua ilmuwan jepang dan seorang dosen dari universitas negeri terkemuka di Indonesia,
    wallaahu a’lam.

  37. @ mina
    Jangan khawatir, mbak, Pak Harun Yahya itu sendiri bukan ilmuwan. Masih ada ilmuwan-ilmuwan muslim lain yang betul-betul ilmuwan dan bisa dijadikan teladan, selain Harun Yahya. Misalnya Mehdi Golshani. Nah, Pak Mehdi ini nggak main-main, seorang doktor Fisika Kuantum.

    Btw, Ibnu Sina, Ar-Razi, dkk, itu semuanya dicap kafir, lho, jadi mungkin nggak termasuk muslim:mrgreen:

    @ manusiasuper
    Hohoho! Saya dulu juga terhipnotis, lho🙂

  38. Untuk cesar zehan camille:
    Mau mengatai orang lain “kera” saja kok pakai tiga paragraf…

    Lalu, memangnya artikel di atas menyangkal bahwa kita keturunan Nabi Adam AS? Cobalah jangan terburu-buru mengambil kesimpulan.

  39. Tapi dokumenternya benarnya bagus-bagus. Yah, setidaknya bolehlah jadi pemicu anak2 muslim belajar sains. Masalah nanti benar atau ndaknya keyakinan ala YBS™, sains itu sendiri yang akan buktikan…

    *pasang jenggot biar tampak bijak*:mrgreen:

  40. @ arifkurniawan

    Hueh, begitu toh?

    *ngangguk-ngangguk*

    Ternyata ini cuma salah satu pemicunya aja ya.🙄

    Untung saja Om Roy lebih dekat dengan para artis yang berpose bugil ketimbang dengan pemegang kekuasaan. Kalau tidak?

    *syukur, syukuur….* ^^;;

    Mungkin kamu sudah diturunkan pangkatnya. Bukan kopral lagi. Melainkan…

    Kroco Geddoe?😆

    [/kabur]

    @ Kopral Geddoe

    Masih ada ilmuwan-ilmuwan muslim lain yang betul-betul ilmuwan dan bisa dijadikan teladan, selain Harun Yahya. Misalnya Mehdi Golshani. Nah, Pak Mehdi ini nggak main-main, seorang doktor Fisika Kuantum.

    Nambah, Pak Abdus Salam yang dapet Nobel Fisika tahun 1979.:mrgreen:

  41. @ Kroco Geddoe

    Hualah, orangnya ngambek!!😛

    Ampuun… ampuunnn…. xD

    *sambil bakar hio dan sembah-sembah Geddoe supaya gak jadi marah*

    [/OOT]

    Btw, ya, rasanya pernah dengar, tapi namanya lupa sama sekali. Makasih mengingatkan🙂

    Ah, sama-sama. ^^

  42. Komen saya gampang:

    “Tauk Ah Gelap™”

    mungkin iya mungkin tidak, mungkin hasil kreasi mungkin hasil evolusi….. tauk ah gelap™….

  43. ‘Tul. Saya sendiri memang juga cenderung apatis masalah sejarah yang terlalu kuno😀

    Asumsi saya saya biarkan melekat pada sains yang sedang berlaku. Kalau diabrogasi, saya ikut berpindah haluan pula. Sebab saya memang tidak tahu apa yang terjadi berjuta-juta tahun yang lalu😆

  44. wah..thanks kk bebek scrooge.😀

    soalnya saya sih setuju banget sama anti-ad hominem ini. Thanks for the explanation… ^^

    tapi saya pernah dengar dari teman. Dia sudah tau siapa HY (nyang dijelaskan mas geddoe diatas), dan dia bilang kan karyanya berguna, yah gak usah dipermasalahkan toh orangnya…..

    Itu masalah karya. tapi kalau yang menutup itu saya jelas tak setuju. Salam..😆

  45. Karyanya tentu saja tetap memiliki manfaat. Yang perlu dicatat adalah bahwa tidak semua karyanya ilmiah, beberapa hanya propaganda yang ditutup-tutupi🙂

    Mari tetap selektif dalam belajar😉

  46. Yang jelas klo diliat dari fotonya Darwin tampak lebih jujur, bijak dan bersahaja. in other hand Harun tampak seperti mafia yang nggak ramah, hehehe.🙂

  47. Dulu pernah baca buku Harun Yahya dan kaset VCD-nya, awalnya saya terpaku dan terpukau. Tapi setelah saya baca buku Darwin Origin of Species….(judulnya panjang amat)🙂 dan Descent of Man saya kok jadi ketawa geli melihat buku HY itu….😉

    Di kalangan Kristen juga sama saja. Kaum kreasionis di AS juga banyak pendukungnya dan berusaha mati-matian menghilangkan pelajaran evolusi dari bangku sekolah dan menggantikannya dengan teori penciptaan sehari. Saya nggak tau lagi gimana kabarnya sekarang.

    (Ajaran) Agama dan Ilmu Pengetahuan menurutku tidak berseberangan jalan. Ilmu pengetahuan mungkin “terlalu muda” untuk memahami. Tetapi agama juga terlalu kaku untuk berubah.

    Blog adalah free speech, Pak Harun!

    Contoh pembredelan blog di Turki adalah contoh kebarbaran cara berpikir. Lama-lama manusia bisa jadi bahlul gara-gara itu.

    bahlul apaan sih ?😉

  48. @ joyo
    Ha ha! Kok, jadi menilai dari luar, nih, mas?😀

    @ peyek
    Lha, itu ‘kan kitanya yang bilang nggak bagus. Dianya sih suka-suka saja, Pak😛

    @ fertobhades

    Dulu pernah baca buku Harun Yahya dan kaset VCD-nya, awalnya saya terpaku dan terpukau. Tapi setelah saya baca buku Darwin Origin of Species….(judulnya panjang amat)🙂 dan Descent of Man saya kok jadi ketawa geli melihat buku HY itu….😉

    Hwalah, bikin riviu-nya, dong, mas😉

    Di kalangan Kristen juga sama saja. Kaum kreasionis di AS juga banyak pendukungnya dan berusaha mati-matian menghilangkan pelajaran evolusi dari bangku sekolah dan menggantikannya dengan teori penciptaan sehari. Saya nggak tau lagi gimana kabarnya sekarang.

    Ya setahu saya sampai sekarang masih begitu-begitu saja, kok. Wong kaum fundamental bahkan masih mempertahankan keberadaan naga😉

    Pada kasus ini saya salut kepada kaum reformis kiri dalam agama-agama, yang mau menginterpretasi ulang kajian kitabnya🙂 Beberapa kajian kontemporer dari agama-agama sudah bisa ‘berdamai’ dengan teori evolusi modern, bukan?

    Namun di sisi lain kaum sains juga terkadang cenderung terlalu dogmatis dan menganggap bahwa pencapaian sains sudah ‘cukup’ untuk memungkaskan segala perbincangan supranatural. Ini yang kadang bikin saya kecewa. Atheisme dogmatik, misalnya. Saya masih respek dengan para atheis yang cuma ‘tidak bisa membuktikan, tapi percaya bahwa Tuhan tidak ada’, seperti Ingersoll dan Russell, tapi saya kadang terganggu dengan yang langsung mendogma ‘tuhan pasti tidak ada’, seperti Dawkins. Ya, walau dalam God Delusion Dawkins memakai kata “most certainly does not exist”, rasanya lebih ke arah diplomasi saja — terlihat dari pidatonya tahun 2004 yang terkesan merendahkan keputusan Flew untuk menjadi seorang deis. Kesannya sangat arogan dan menutup mata terhadap sisi tentatif sains. Padahal anomali-anomali pada sains masih terjadi, bukan? (Walau saya juga nggak paham yang mana)

    (Ajaran) Agama dan Ilmu Pengetahuan menurutku tidak berseberangan jalan. Ilmu pengetahuan mungkin “terlalu muda” untuk memahami. Tetapi agama juga terlalu kaku untuk berubah.

    Persis, saya kira juga begitu. Tentunya tanpa menggeneralisasi, hanya pandangan stereotip.

    Saya kira awalnya ini dikarenakan oleh ‘dosa-dosa’ yang selama ini dilakukan agama terhadap sains. Ilmuwan sudah capek-capek meneliti, eeh, dipancung karena menyalahi *interpretasi* mereka tentang sains. Lama-kelamaan, dendam inilah yang memancing kubu sains untuk sedikit dogmatis.

    Contoh pembredelan blog di Turki adalah contoh kebarbaran cara berpikir. Lama-lama manusia bisa jadi bahlul gara-gara itu.

    Haha, iya, terlepas dari teorinya, tindakan ini memang berlebihan, walau konon ada motif politis terselubung di balik ini😀

    bahlul apaan sih ?😉

    ‘Goblok’, mungkin, ya?:mrgreen:

    @ yume
    Lapor ke polisi, mbak😛

  49. tapi saya kadang terganggu dengan yang langsung mendogma ‘tuhan pasti tidak ada’, seperti Dawkins

    Tidak harus diplomasi…
    bisa juga untuk menjaga skeptimismenya sendiri.

    Di bab The God Hypothesis, dia kan memberi rank 1 – 7 di mana 7 adalah atheis total dan dia rank 6. (tapi tetap saja, tidak ada yang rank 1 dan 7. Prakteknya orang-orang terbagi antara rank 2-6)

  50. Eh.. gedDoe…
    Edip Yuksel gurunya Harun Yahya?
    Kayaknya beda banget deh. Gak nemu persamaannya..

    Ha! Heran, ‘kan? Saya juga baru tahu kemarin waktu meneliti ulang masalah Harun Yahya. Katanya sih Harun Yahya lebih kurang ternyata seorang Quranite juga… Tapi, (menurut Yuksel), percaya dengan Mahdi, Dajjal, dan imitasi-imitasi konsep Messias lainnya. Lebih jauh lagi, Yuksel menuduh kalau dia mengajarkan pada pengikutnya bahwa ia adalah Mahdi.

    (Ironisnya, sewaktu muda, ia menuduh Attaturk sebagai Dajjal.)

    Heran, asli. Saya kira dia malah Sunni mainstream, lho. Kelihatannya begitu, tho? Apa dia selling out? Yah, gimanapun, sebelum dia ngetop, Edip Yuksel udah memutuskan kontak dengan dia. Udah fallen to the dark side, katanya:mrgreen:

    Di bab The God Hypothesis, dia kan memberi rank 1 – 7 di mana 7 adalah atheis total dan dia rank 6. (tapi tetap saja, tidak ada yang rank 1 dan 7. Prakteknya orang-orang terbagi antara rank 2-6)

    Iya, itu ditulisnya di bab kedua😕

    Tapi, kayaknya dia memang menulis kategori ekstrim di poin 1 dan 7 bukan untuk diisi, deh. Memang, ada theisme 100%, tapi atheisme 100% rasanya nggak mungkin ada…

    …Kecuali dengan indoktrinasi, tentunya😉

  51. *melihat ke belakang*

    ah, untung saja saRa tidak berbuntut.:mrgreen:

    bukan orang yang suka baca (selain komik dan seglintir novel), jadi agak bingung tentang Harun Yahya (tadi aja baru nanya papa siapa dia😛 ) nampaknya lagi-lagi orang yang penuh dengan pendukung dan penghujatnya ya..

    dan mohon maap mengenai postingan ini, saRa lagi-lagi tidak bisa berkomentar yang berbobot toh ga pernah baca

    *bolak balik liat kamus*😆

  52. Maaf beribu maaf mas kopral Geddoe, ternyata kontroversinya sudah dimulai disini ya.
    Ketinggalan berita banget ni🙂
    Thanks for info di atas.

  53. Kalau 99,9% mah ilmuwan setuju teori evolusi… ya mungkin lebih dikitlah. Sebagai bahan ajar, di amerika juga tidak semua kok. Nih peta-nya :
    Pengajaran Teori Evolusi di Amerika
    Tapi trims infonya… saya jadi baca kembali pemahaman dan logika harun yahya untuk masalah ini, dan tampaknya juga punya dasar yang relevan untuk dipahami.

  54. Iya, pak, memang kalau dalam masalah edukasi, banyak pro kontra masalah teori evolusi. Dalam skala umum memang angka 99.9% itu nggak berlaku, sebab masih banyak yang mempercayai teori kreasionis. Soalnya angka 99.9% itu dari kalangan ilmuwan saja🙂

    Terima kasih petanya😛

  55. well, ada hal yang menarik di sini: marketing yang (sangat) baik bisa ‘mengalahkan’ sains yang valid.

    diberikan ke orang awam, buku Harun Yahya jelas lebih menarik: berwarna, penjelasan (kelihatan) mengagumkan, tambahkan video dsb dsb… bandingkan dengan publikasi akademis.

    IMO, ada saatnya juga sains harus lebih membumi sehingga orang awam tidak ‘buta’ akan sains – dan akhirnya seperti itu. Harun Yahya benar-benar bisa memanfaatkan keadaan, rupanya:mrgreen:

    oh, well. truth is only there to those who are willing to seek it, right?😉

Comments are closed.