Teiruzu obu Etania

Teiruzu obu Etania.

Tales of Eternia.

krimsup teiruzu obu etania

J-RPG. Agak jadul. Outdated. Diport ulang tahun lalu. Adiktif. Indah.

…Mau main lagi😛

Barang ini kalau nggak salah pernah saya selesaikan sekitar tahun 2002 lalu… Atau 2001? Entahlah, pokoknya sekitar lima tahun yang lalu.

*tersadar*

Lima tahun lalu? Sudah lama juga, ya😕

*merasa tua*

*batuk-batuk*

Yang pasti game ini sudah masuk daftar now playing. Iya. Saya mau main lagi. Belum mulai memang, tapi niat sudah menggebu-gebu. Walaupun replay, tapi kayaknya efektif untuk memperbaiki mood — sekalian buat motivasi bangun pagi😀

…😕

Sebenarnya cuma mau ngasih pengumuman itu, supaya mainnya lebih afdhol, tapi daripada nyampah, mungkin ada baiknya saya riviu sekalian😛

.

.

.

Tales of Eternia
Platform: PlayStation Portable
Developer: Telenet Japan/Wolfteam
Publisher: Namco/Ubisoft
ESRB/CERO: T/All Ages

Grafik: 5/5
Sempurna. Karena saya termasuk penikmat grafik 2D dan Pixel Art, maka nilainya sempurna. Indah🙂 Contohnya bisa anda lihat sendiri di krimsup di atas. Rapi, dan benar-benar ‘RPG’.

Buat saya, yang begini ini, susah ditandingi bahkan oleh grafik-grafik 3D superindah bikinan Square Enix yang mahsyur itu😉 Pixel art adalah seni tersendiri — nggak bisa ditandingi oleh tumpukan jutaan polygon yang disusun-susun. Jenisnya beda, indahnya beda. Membandingkan keduanya sulit– kalau menurut Pak Bebek, bagaikan membandingkan mana yang lebih tampan antara macan tutul dan ikan hiu.

Sound: 5/5
Konon, BGM-BGM dari game ini juga termasuk hasil sulapannya Mas Motoi Sakuraba. Dan ya, sekali dengar saja langsung tahu — bunyinya khas. Lucunya, kebanyakan terdengar sama; agak monoton, tapi kesannya agung, karakter musiknya kuat. Saya sendiri (yang nggak terbiasa memperhatikan BGM terlalu jauh) agak kesulitan membedakan trek-trek dari Tales, Star Ocean, atau Vakyrie Profile. Tapi peduli apa. Persetan. Sama agungnya:mrgreen:

Gameplay: 4/5
Battlenya linear motion. Real-time. Khas serial Tales — kasarnya gedebak-gedebuk a la game fighting yang diolesi pelbagai elemen RPG. Lari, loncat, tebas, begitu seterusnya. Saya sendiri sudah lupa akan gambaran tepatnya, soalnya lima tahun yang lalu saya mainnya pakai ikan hiu😛 Entah kenapa jadi pakai itu, yah, namanya juga masih anak-anak😆

Saya malah doyannya ngalor ngidul, keluyuran di kota. Cek sana-sini, ngobrol nggak jelas. Gambarnya soalnya menarik dan atmosfer RPG-nya juga kental. Minigame dan beberapa fitur minor lain juga tersedia… Misalnya masak😛

Plotline: 2/5
Sejauh yang saya ingat sih nggak ada yang istimewa. Standar, kalau nggak mau dibilang jelek. Iya, ceritanya lemah, tapi atmosfernya ‘kena’. Dunia virtual yang disajikan karakternya sudah kuat, cuma ya, plotnya agak-agak hambar😕 Klise, pokoknya. Untungnya nggak dirusak dengan roman-roman nggak jelas yang mirip sinetron. Romannya ‘wajar’ dan agak tertutupi. Masuk akal, subtle, malah nyaris kasat mata. Tapi sebenarnya bagus juga begitu… Kalau anda bersikeras melihat roman yang agak ‘kelihatan’, nonton animenya saja — 13 episode. Nggak jelek-jelek amat, terutama di episode-episode pertama. Yah, tapi semakin jauh ceritanya semakin ngawur nggak jelas, sih😆

Replay Value: 4/5
Lumayan bikin rindu… Buktinya saya main lagi. Nilainya 80%, deh😉

.

.

.

Selamat bermain… Itu juga kalau anda mau, sih😀

In God We Trust. RosenQueen, company.

12 thoughts on “Teiruzu obu Etania

  1. Haha…. kalau tales cuma main tales of Destiny I…hehe…

    Game yang masih bikin saya rindu tetap Xenogears !! (Sialan bener hng pas lawan Deus!!)

  2. @ Mihael Ellinsworth
    Belum main… Itu agak langka, ‘kan😕
    Mau nyari .ISO-nya sih😛

    @ Count of Madness
    Saya juga mau main ulang… Xenogears… Atmosfernya amat amat amat sangat kuat… Keren!😉

    @ Neo Forty-Nine
    Bajakan, dong. Kita ‘kan mesti melawan kapitalisme😛
    *ditimpuk matahari*

  3. kayanya Ma maen juga deh ini dulu,, tapi bukan yang ini,, namanya mirip,, bentuk karakternya juga mirip,, apaaa ya???

    *mikir*
    ah ga inget,, ntar tunggu Didang pulang skolah Ma tanyain deh,,

  4. Hmm… sekilas lihat snapshot-nya. City-walkingnya kelihatan seperti Suikoden II, world map daratan seperti FF IX, sedangkan world map laut seperti Suikoden IV.
    Overall: Keren!😀

    Review ‘Legend of Dragoon’ dong. Gamenya jauh lebih bagus daripada FFIX.😀

    Heeh, setuju. LoD tuh game graphic-nya lumayan bagus. Tapi soal alur cerita kayaknya masih lebih baik FF IX deh…😉

  5. @ Rizma
    Silakan tanyakan dan laporkan ke sini😛

    @ p4ndu_Falen45
    Alur cerita FFIX perasaan masih datar, deh. Apalagi dibandingkan sama Xenogears, misalnya😉

  6. Way😀

    ToE😀

    Sempet main di PS1 (sekarang kasetnya dah somplak) , ni game bagus..

    Akh.. jadi pengen main lagi… tapi nyari kasetnya setengah pingsan (yang PS1, soalnya gak punya PSP T___T )

    *salam kenal ^^

  7. Saya udah beli dua kopian lagi dari yang versi PSX, dua-duanya hang😆
    Udah nyarinya susah, kualitasnya rendah pula😥

    Untung ada port PSP 8)

    *salam kenal

  8. Pingback: Tinggi Hati « RosenQueen Company

Comments are closed.