Amandemen Sumpah

jalan masih panjang~
“Jalan (sepertinya) masih panjang…
Makanya yang rasanya salah mesti segera diluruskan.”

Ingat ‘sumpah’ saya di sini?
Kayaknya itu perlu diamandemen.

Oh, bukan. Bukan dibatalkan, ditarik atau dihapus.
Diamandemen, diupdate supaya nggak ambigu. Kayak undang-undang๐Ÿ˜›

Nah, di situ ‘kan saya tulis;

Maka dengan ini Kopral Geddoe resmi pensiun dari tulisan-tulisan yang eksplisit ditujukan pada agama tertentu๐Ÿ™‚

Lha terus saya mikir. Berarti nulis ucapan selamat lebaran nantinya nggak boleh?๐Ÿ˜• Itu, ‘kan, eksplisit terhadap agama tertentu.

Oleh sebab itu, diamandemen;

Maka dengan ini Kopral Geddoe resmi pensiun dari tulisan-tulisan dekonstruktif dan berbau kritik yang eksplisit ditujukan pada agama tertentu๐Ÿ™‚

Ya, begitu. Soalnya artikel selanjutnya memang menuju ke agama tertentu, walau bukan berbau kritik — apalagi kritik satir dan badai otak lainnya.

Isi ‘sumpah’-nya sih nggak berubah, membetulkan kalimat yang ambigu saja๐Ÿ˜‰

Saaah?๐Ÿ˜›

p.s.tulisan aselinya juga sudah diedit๐Ÿ˜‰

p.s. 2. sumpah ini sudah dilanggar. Bwakakakaka!๐Ÿ˜†

In God We Trust. RosenQueen, company.

57 thoughts on “Amandemen Sumpah

  1. Pingback: In God We Trust « RosenQueen Company

  2. @ Luthfi
    Keenamx๐Ÿ˜›

    @ dnial
    Bisa, tentunya๐Ÿ˜€

    @ danalingga

    @ watonist
    Nggak, cuma kalimat di pengumuman sumpah itu nggak terlalu mewakili sumpah yang aseli๐Ÿ˜›

  3. @ Mihael Ellinsworth
    Perasaan hampir segala hal bisa diedit…๐Ÿ˜›

    @ Count of Madness
    Kalau maksudmu akan mengkritik para Abu lagi, nggak, sih๐Ÿ˜•

    @ Neo Forty-Nine
    Iyaaa, akhi…๐Ÿ˜€

  4. Pingback: Mantapkan Misi « Sweet Lemon Tea on an Empty Table

  5. Kenapa enggak sewa loyer kontrak aja? *nungguin nilai kontrak dan PLKH 1*

    Btw, berdasarkan pengalaman gw, kalau kita bersumpah untuk menghindari sesuatu, kita jadinya melanggar ‘sumpah’ itu di masa yang akan datang. Daripada sumpah terus enggak jalan-jalan, mendingan ‘do it’.

  6. walah anak ini,, jadi mo nulis lagi ya,,

    *liat perubahan kalimatnya*
    diperkecil gitu wilayah yang ga ditulis,, ckckck,, gapapa deh,,

    btw, emang udah musimnya lagi ya,,
    *abis blogwalking*

    @ Dana
    jangan dikomporin,, nih anak dua hobi saling kompor mengompor,,

  7. Dalam keadaan tertentu yang mendesak, melanggar sumpah emang gpp. Tapi kalau keseringan kayak enggak konsisten gitu.

  8. *ikut-ikutan ngomporin*
    apa perlu dibikinin petisi dulu nih ?? supaya kesannya “untuk memenuhi hajat ‘hidup’ orang banyak” ?? hahaha …

  9. Takut kualat ya? atau sudah mulai ada sms-sms cinta?

    toh cuman kritik, mereka lho nggak bakal ngereken๐Ÿ˜›

  10. Nah, iya benar. Jangan kebanyakan sumpah.
    Janji juga tuh, kapan mau dipenuhi? *lirik sms*
    Setiap semester suka resolusi macem2 juga kapan mau dipenuhi?

  11. makasi sudah mampir ke blog saya ya, apalagi url saya juga sudah di add.

    makaci makaci makaci..๐Ÿ™‚

  12. Wah pada banyak yang seneng Geddoe nulis ‘itu’ lagi ya?? moga moga ga ilang ke-content-an yang udah ada sekarang ya,,

  13. Kutukupret, apaan tuh? Kayaknya Malaysia memang lebih dekat ke 1984 daripada Indonesia, yang lebih dekat ke anarkisme, ya?:mrgreen:
    Btw saya apa nggak dihitung blogger Indonesia?๐Ÿ˜•

  14. Well, since you live in Malaysia; theoretically you could be considered as a Malaysian Blogger too. It’s the internet, people can read your thoughts from everywhere.

  15. Pingback: //SideProject 1 : Misi dan Tujuan Blog « Chaos_Region.html

  16. Not THAT one. You are currently living in Malaysia, so technically the territorial jurisdiction of Malaysia applied to you (i.e the law of Malaysia). If the government of Malaysia thought that what you have write is an insult for them (THAT religion matter), they can captured you easily and legally simply because you live in their area.

    You can ask for asylum thought to a neutral country, go to the embassy. Usually religion and political offense is not an extraditable one. Perhaps Canada and Scandinavia countries can be a good option.

  17. Ah, yeah. Forgot to say that you need to exhausted the home country help first before applying the asylum to other countries.

Comments are closed.