Epoch After Epoch

Tulisan ini adalah satu dari beberapa tulisan di mana saya tidak bisa secara optimal menjelaskan apa yang ada dalam pikiran saya. Jangan marah dulu, hal ini memang sulit sekali dijelaskan — tentang obsesi dan rasa takjub saya tentang kosmologi dan epik-epik yang punya timeline super lebar. Yang jelas, saat ini saya boleh dibilang sangat sangat bersemangat sekali😛

*scifi mode on*

Ahem. Jadi begini…

Sewaktu sibuk melanglang buana di sekitar Wikipedia kemarin, saya ditakdirkan untuk tersangkut di halaman-halaman tentang kosmologi dan futurisme. Tidak jelas bagaimana awalnya, tapi itulah yang terjadi. Dan, seperti biasanya, saya kembali terpana. Memang, saya sudah pernah mengunjungi halaman-halaman tersebut, tapi tetap terasa luar biasa.

Apakah yang saya lihat?

Prediksi futuris tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Bukan ramalan mistis, namun ilmiah. Yang diprediksi pun bukanlah yang terjadi esok hari, bulan depan, atau beberapa tahun lagi. Melainkan ribuan tahun yang akan datang.

Beberapa di antaranya;

Tahun 25,000 – Akhirnya, transmisi Arecibo yang tersohor itu tiba di M13. Usaha terbesar manusia untuk mengontak peradaban lain di antariksa baru akan tiba lebih dari dua puluh ribu tahun lagi…

Tahun 600,000,000 – Semua lautan di bumi menguap dan lenyap.

Tahun 1,000,000,000 – Gerhana matahari total yang terakhir sepanjang zaman.

Tahun 3,000,000,000Galaksi Bimasakti dan Andromeda akan bertabrakan.

* * *

Saya selalu sangat tertarik memperhatikan suatu kisah, timeline, atau apapun, dengan rentang waktu yang ekstrim. Hal ini juga berlaku dalam karya fiksi. Tidak ada yang bisa membuat hati berdebar-debar sebagaimana cerita-cerita yang rentang timelinenya mencapai ribuan tahun. Umpamanya pada awal cerita dikisahkan tentang kejadian yang terjadi pada tahun x, lalu kemudian cerita melompat ke seratus, lima ratus, seribu, lima ribu tahun kemudian. Kalau mengikuti cerita seperti itu saya bisa melotot dan berdebar-debar sendiri. Fetish saya akan hal seperti ini ternyata sangat serius😆

Dari beberapa karya fiksi yang sempat saya tulis sendiri, sebisa mungkin yang menjadi pusat cerita berumur di atas normal — minimal usianya mencapai tiga digit. Apa sebenarnya yang menarik? Apa saya terobsesi akan keabadian? Oh, tidak, bukan. Mungkin saya terpukau melihat perubahan-perubahan peradaban. Atau saya terobsesi akan cerita-cerita dengan skala besar. Entahlah. Fetish yang aneh.

Tentunya, saya menjadi teringat akan Xenosaga. Saya bukan gamer akut; saya bahkan belum memainkan ketiga seri Xenosaga. Seri yang pertama crash, dan sisanya saya belum beli. Saya sudah memainkan Xenogears, namun ingatan saya tentang game itu sendiri kabur. Tapi memang menakjubkan, di sana saya benar-benar disuguhkan plot yang menarik, dengan rentang waktu -dalam tahun- mencapai setidaknya lima digit. Dalam konteks menikmati fiksi, itu orgasme. Luar biasa😆

Naah, karena itu, kemarin sisi saya yang menggebu-gebu ingin membuat cerita, game, dan karya fiksi meledak lagi. Pokoknya mood sedang sangat bagus. Sayang timingnya hancur; ujian — 15, 19, 21 Juni😐 Tapi terlepas dari itu, minimal depresi empat bulan yang melanda saya sudah bisa dibilang hilang sama sekali:mrgreen:

.

.

.

.

.

*melihat ke atas*

Seperti yang sama duga, mengungkapkan gelora dalam jiwa saat ini terlalu susah! Huahahahaha! Anda tidak akan bisa memahaminya! Bwahahahahahahahaha!!!

In God We Trust. RosenQueen, company.

26 thoughts on “Epoch After Epoch

  1. Mister…itu tahun masehi atau tahun sejak bumi tercipta itu kapan sih mister? Jutaan tahun lalu dr masehi ini khan, lhaa nabi Adam sendiri manusia pertama itu jutaan tahun setelah bumi tercipta to? Ayo master ujian dulu abis itu nulis lagi ini pak Agor juga suka nulis yg gini2

  2. wih … kalo ditakdirkan jadi kaya “highlander” bisa ngalami semua itu, yg penting jangan sampe kepala ditebas “highlander” yg laen … hehehehe …

    timeline kaya gitu emang asek buat diikuti, kaya timeline-nya game-game rpg …🙂

  3. @ Catshade
    Maaf, mas, ketelen Akismet😀

    Omega point? Saya pernah dikasih tahu soal itu oleh teman saya, tapi mumet, sampai sekarang saya nggak paham. Mas bahas di blog mas, dong😉

  4. Hmmm…

    Sebetulnya ini termasuk bidang pembahasan kosmologi juga sih. Mengikuti big-bang, alam semesta (katanya) akan berkembang sampai batas terjauh, terus mengerut lagi. Mungkin itu juga sebabnya Andromeda sama Bimasakti bakal tabrakan di masa depan, IMO.

    Satu-dua milyar tahun lagi katanya matahari akan mati dan jadi bintang kerdil…🙄

    Mungkin saya terpukau melihat perubahan-perubahan peradaban. Atau saya terobsesi akan cerita-cerita dengan skala besar. Entahlah.

    He? Saya juga begitu tuh pas main Civilization…😛

    @ Death Berry | Geddoe

    Super bumi (AFAIK, CMIIW) itu planet biasa yang mengitari suatu bintang, dan suhunya relatif tinggi… bukan berarti ada peradabannya lho ya.😛

    wikipe tentang “super earth” ini ada kok.🙂

  5. Hmm,, udah mau akhir juni yah ini,,

    *header,, heeder,,*😛

    ketawanya itu chika betul!!!

    masalah isi postnya,, Ma ga ngerti,,🙂

  6. @ cK
    Iya🙂

    @ sora9n
    Teori Big Crunch, ya😛 Btw matahari baru jadi kerdil setelah tujuh milyar tahun lagi, satu-dua milyar masih belum😀

    He? Saya juga begitu tuh pas main Civilization…😛

    *belum pernah main*

    Peradaban di luar? Yah, selain berharap pada yang jauh-jauh (terutama M13 yang tersohor itu), masih ada juga harapan di bawah tanah Europa bukan?:mrgreen:

    @ Ma!!!
    Nggak apa-apa😛

  7. @ Geddoe

    Wah, salah info soal 1-2 milyar. Thx koreksinya. ^^;;

    Peradaban di luar? Yah, selain berharap pada yang jauh-jauh (terutama M13 yang tersohor itu), masih ada juga harapan di bawah tanah Europa bukan?

    Ah, katanya ada bukti kehidupan di nebula M78…

    …wait. Was that an ultraman story?:mrgreen:

  8. Ini tulisan tentang game atau tentang masa depan?
    Kalau ada yang mau melihat masa depan bisa pinjem Blinking Rune-ku
    *di-teleport Viki™ ke nowhereabout:mrgreen: *

  9. Hal-hal yang terkait dengan seperti ini kadang-kadang juga menarik minat saya😛

    Soal Super Earth yang baru, saya juga baca di koran.. Kompas kalau tidak salah. Yang terbaru namanya Gliese 581.
    Sudah agak lama sih –a Dari April.
    *waktu baca koran tadinya saya kira Super Earth hanya ada satu, tapi setelah obrak-abrik Wiki ternyata sebelumnya sudah ditemukan banyak Super Earth*

  10. Pingback: Landscape dan Saya « Deathlock

Comments are closed.