Dungu

you were what?
“Kagami Hiiragi : Geddoe, thou art but a disgrace…”

Jadi begini. Tersebutlah sebuah waralaba di mana para pengunjung boleh makan sepuasnya. Cukup dengan menyetor sekitar delapan belas ringgit saja, kita dapat melahap apa saja di dalam waralaba tersebut, sebanyak apapun. Ya, berarti, kalau anda berniat makan di sana, anda tinggal masuk, membayar delapan belas ringgit di kasir yang terdapat di bagian depan, lalu masuk dan makan sepuasnya — ambil yang anda mau, kunyah, telan.

Akan tetapi, dua homo sapiens yang pada tanggal 4 Juni 2007 lalu untuk pertama kalinya makan di sana, tidak menyadari peraturan unik tersebut. Jadi, kedua makhluk barbar ini nyelonong masuk ke dalam area makan, mengambil makanan berpiring-piring, dan kembali ke kasir di depan (sambil menggotong piring dan gelas tentunya), lalu meletakkannya di meja kasir untuk dihitung dan dibayar. Tentunya tidak dihitung, karena mereka tetap membayar delapan belas ringgit. Salahkah sang kasir yang terheran, takjub, dan tersenyum-senyum menahan tawanya ketika bertransaksi? Salahkah para pengunjung yang menunjuk-nunjuk heran ke arah dua makhluk barbar tersebut?

Saya tidak akan bercerita apa-apa lagi. Saya malu.

In God We Trust. RosenQueen, company.

62 thoughts on “Dungu

  1. hwahahahaha kebayang betapa mnggelikan, malu sih awalnya…tapi malunya ilang nambah berpiring2 lagiii…. kekekekek

  2. Memalukan *ngeloyor ke Hanamasa makan daging 8 babak*
    “Kecapnya mana, Mbaaaaak!”

  3. @ Evy
    Sewaktu mereka keluar restoran kayaknya sedikit bermasalah…😆

    @ calupict
    Itu pelajaran hidup…

    @ cK
    Siapa bilang itu pengalaman pribadi? Hah!? Hah!? Hah!?👿
    *menutupi aib*

  4. *Ketawa sambil nutup mulut*

    kasian kali lah dua orang makhluk barbar sebutan Geddhoe ini, asli! Prihatin saya…:mrgreen:

    btw, disini ada tabehodai juga yang mirip-mirip begitu, tapi pas pertama datang ga sampai setragis cerita Geddhoe juga (jadi nampak macam dah tere lah tu (bleh… ) 😛

    Eh, nama dua makhluk itu kenapa tidak disebutkan? Supaya kisahnya terasa lebih `hidup`…
    Ah… satu diantaranya bukan kamu kan Geddhoe? (hanya memastikan loh):mrgreen:

  5. Eh, nama dua makhluk itu kenapa tidak disebutkan? Supaya kisahnya terasa lebih `hidup`…

    Oh, saya melindungi orang-orang barbar tersebut…😕

    Ah… satu diantaranya bukan kamu kan Geddhoe? (hanya memastikan loh):mrgreen:

    *batuk-batuk*

  6. kenapa nggak pakai peran aja??? misalnya: kedua makhluk bar-bar, sebutlah Geddoe dan Shan-in. Pakai peran aja. Sekalian casting sebagai artis blogger kekekekekekk😆

  7. ……

    ……

    ……

    HUAHAHAHAHAHAHAHAHAAAAAA……

    *ketawa guling-guling*
    😆 😆

    -maaf, saya tidak bermaksud menghina😛 –

  8. jangan gitu reaksinya,, Ma jadi keinget lagi!!!! Euww,,

    sebenernya yang ke-makan bukan cuma sosis mentah,, tapi,,,

    *ah,, ga usah disebut,,*

    —-
    Gapapa kok Geddoe, lain kali kan udah pengalaman, dan ada kenangannya kalo dateng ke sana lagi,,

    Masih berani makan ke sana??

  9. kenapa nggak pakai peran aja??? misalnya: kedua makhluk bar-bar, sebutlah Geddoe dan Shan-in. Pakai peran aja. Sekalian casting sebagai artis blogger kekekekekekk

    Apa ini? nama saya?😯

    Mentang-mentang sudah jadi artis nih yee~

  10. [ngakak]

    pengalaman😛 semuanya punya pengalaman memalukan lah😛

    wah, itu sebabnya kalau saya pergi ke tempat makan yang tidak dikenal pasti diem2

    eniwei, salam knal tan- om geddoe, saya sih sering keliling2 blog orang, tapi komennya cuman di tempat papi [red. master li]

    kayaknya nanti saya juga sering keliling2 di sini

  11. Wakakakakakaaak…..😆
    Uhuk..uhuk… (Sori, beberapa hari ini batuk berat nih)
    Tapi enak juga ya, cukup bayar 18 ringgit bisa makan sekarung
    Eh, emang kurs ringgit ke rupiah berapa saat itu?
    *Salah teleport saat semua sedang pesta makan*
    [Hilang]

  12. hehehehehe……Hartz-Chicken nggak terlalu enak….😉

    Saya tidak akan bercerita apa-apa lagi. Saya malu.

    Tapi kalau pelakunya bukan Geddoe de la Rocha, kok harus malu ? Jadi ? *langsung meloncat pada kesimpulan,/i>*🙂

  13. Yah, buat yang sering makan makanan instan kayak saya, itu udah mendingan, mas🙂

    Tapi kalau pelakunya bukan Geddoe de la Rocha, kok harus malu ? Jadi ?

    Saya malu karena orang dalam cerita itu adalah orang Indonesia😛

    *kabur*

  14. Ged, itu kamu ya….?

    *jleb*

    Andai di Indonesia ada restoran bertema All you can Eat, selain retoran Sushi yang harganya berkisar lima digit, pasti banyak yang sudah bangkrut.

    Yang mana yang bangkrut? All You Can Eat-nya? Hehe, kayaknya, ya😆

  15. Numpang nimbrung nih Mas…
    Wakakaka.. Aseli ngakak!

    Nggak papa Mas. Saya aja seumur hidup baru sekali masuk All u can eat di sebuah warung pizza, dibayarin temen. Baru makan 3 pieces, udah mau muntah rasanya. Ga biasa… Maklum ndeso…

    Mungkin emang bener kata Rasul, sepertiga makanan, sepertiga air, sepertiga napas. Kalo Mr. Geddoe orang yg Anda sebut, mungkin lambungnya sudah 300% makanan.😆

    Peace…

  16. @DB

    AUCE? Hanamasa? [lumayan mahal si]

    tapi saya orangnya gak tahu diri, di resto AUCE saya makannya dikit

  17. eniwei, salam knal tan- om geddoe, saya sih sering keliling2 blog orang, tapi komennya cuman di tempat papi [red. master li]

    Hayo!!! Mau panggil Geddoe “tante” ya?😆
    Ava dan Header makhluk satu ini mencurigakan sih… _ _

    Habis bergentayangan di blog ayahmu ini, ke blog brother-nya ayah ya?😀

    Sarannya akan saya ingat, mas/mbak

    Hehehehee… Brother…
    Putri saya yang satu ini cantik, lho.:mrgreen:
    Makanya, jangan pakai “mas”.😆

  18. @papi

    sengaja kok, kan papi udah bilang sbelomnya [tapi sbelom dibilangin mau saya panggil tante sih]

    Putri saya yang satu ini cantik, lho.

    susah amet sih, bilang ajah ‘cewek’ gak usah pake ‘cantik’

    @om Geddoe

    iya =D~ Hanamasa, enak sih, sukiyaki + shabu2 =p [ditambah lagi saya makan ditraktir temen,w ah… enaknya nambah]

  19. Ang-erl, jangan manas-manasin mahluk barbar di sini dong~
    Wakakakaa….

    susah amet sih, bilang ajah ‘cewek’ gak usah pake ‘cantik’

    Nyaaa~ Kenyataannya Ang-erl cantik kok.😀

  20. Nyaaa~ Kenyataannya Ang-erl cantik kok

    cantik darimana?

    papi baru liat yang 1/4 wajah itu kan?

    Shan In,, ga boleh ngerayu anak sendiri,,

    ga bakalan kok tante Ma, papi kan udah punya pujaan hati sendiri

    @om geddoe

    kenapa om? ‘ ‘a?

  21. Halaaaahh… Ladang nyampah nih. Ikutan sebentar nyampahnya.

    Shan In,, ga boleh ngerayu anak sendiri,,

    Anak harus dipuji dan diberi motivasi.😀
    [calon ayah]

    cantik darimana?

    papi baru liat yang 1/4 wajah itu kan?

    Hihihiii… Ang-erl… ~(-_-~)

    ga bakalan kok tante Ma, papi kan udah punya pujaan hati sendiri

    Heheheee… Calon mami?😆

  22. [Count of Madness mode:On] Wakakaka….Saya bawa kamu ke Court of Madness biar bisa makan ular bumbu jengkol sekalian…hahahahahahahaha [Count of Madness mode: Off]

    AUCE gitu biasanya saya dan segerombolan kaum disebut pembangkrut restoran…. Saya sendiri menyandang titel vacum cleaner dalam urusan makan memakan (jadi kalau saudara makan gak abis biasanya tugas saya tuh ngabisin)….

    makannya kalau makan itu nunggu ditraktir… selama itu mi instan juga cukup….hehehehehehehe…..

  23. Pingback: Ga Usah Sok Baik dan Sok Bijak « Parking Area

  24. Pingback: Nasi Goreng dan Nilai Sebuah Kelangkaan « sora-kun.weblog()

Comments are closed.