Tsundere Café

Kembali ke Berita basi™…😛

Ahem, sebenarnya berita ini sudah beredar di sekitar saya sekitar bulan Oktober tahun lalu. Namun pada waktu itu saya belum menuliskan sebutir artikel pun tentang fenomena ini. Nah, berhubung sekarang saya sudah memiliki medianya, biarkanlah saya menulis…🙂

hisui~chan
“Gambaran servis yang akan anda terima?”

Kalau ternyata anda lebih basi dari saya (dengan tidak mengetahui fenomena ini), silakan pergunakan imajinasi anda. Tsundere dan Café. Berarti…?

Tsundere (ツンデレ) adalah terminologi dalam subkultur anime/manga untuk tipe karakter yang pada awalnya tidak kooperatif (bisa galak, dingin, cuek, atau sifat negatif lain), namun berkembang menjadi ‘kooperatif’ (baca: manja, rapuh, you get the idea). Terminologi ini bisa berlaku pada baik pria maupun wanita, namun pada tulisan ini hanya terbatas pada wanita saja. Adapun contoh-contohnya pun cukup banyak, Asuka Sohryu, Rin Tōsaka, Eri Sawachika, sampai sang legenda Haruhi Suzumiya.

Seperti tipe-tipe moe lainnya, karakter wanita dengan atribut tsundere kerap kali ditemui dalam fiksi-fiksi harem yang terkutuk itu. Malah sebenarnya tipe karakter seperti ini tidak hanya terkungkung pada konteks anime/manga saja. Pada fiksi-fiksi lainnya pun kita bisa menemukan banyak karakter dengan tipe seperti ini, bukan? Misalnya karakter yang awalnya galak, atau dingin dan terlalu cuek, namun akhirnya menjadi ‘rapuh’. Masa-masa ketika karakter tipe-tipe seperti ini blushing seperti gambar di atas, benar-benar priceless😆 Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata!😳

Nah, itulah definisi umum dari tsundere. Bagaimana dengan café? Tentunya anda sudah tahu:mrgreen: Berarti tsundere café adalah…?😕

Hohoho…😆

Varian kafe yang ‘sakit’ ini adalah salah satu variasi dari Maid Café yang bersifat lebih umum. Sarang dari kafe jenis ini pun tidak jauh-jauh dari Akihabara, yang dikenal sebagai Mecca for all things otaku. Pada tsundere café ini, para pelayannya, yang kesemuanya wanita berkualitas fisik di atas rata-rata, akan bekerja dengan buruk — dengan sengaja. Mereka akan berbicara kasar dan bekerja dengan gelagat yang seolah-olah tidak ihklas. Kalau anda memesan makanan dengan bertele-tele dan terlalu lama sedikit saja, mereka akan menunjukkan wajah tidak senang. Lebih jauh lagi, ketika mengantar pesanan, mereka akan berbicara ketus; “Ini pesananmu. Minumlah secepatnya dan segeralah pergi”:mrgreen:

Lalu? Betul, ketika kita akan meninggalkan kafe tersebut, mereka akan berbicara dengan pelan dan malu-malu, memasang puppy eyes, dan meminta maaf sambil berharap kita akan datang lagi😳 Hohoho, pada poin ini anda tentunya sadar bahwa kafe itu boleh dibilang sama sekali tidak menjual makanan atau minuman😆

* * *

Nah, berminat mencoba kafe-kafe seperti ini? Saya sendiri mungkin akan selalu dihantui keiinginan untuk ‘mencicipinya’, kalau saya berkunjung ke negeri Seppuku itu. Suatu jasa roleplay yang unik, dan bisa jadi adiktif. Mencari tsundere di kehidupan nyata cukup sulit, kalau tidak mau dibilang sangat sangat sulit. Jadi mungkin hal seperti ini bisa jadi alternatif yang baik? Kalau ingin mencoba Maid café yang reguler (bukan tsundere café) pun tidak kalah menariknya. Di luar makan dan minum, para maid ini dapat menemani kita bermain board game, pijat, bahkan ear cleaning (Huaaa!).

Satu hal yang mesti direnungkan baik-baik adalah bahwa menyewa wanita-wanita muda cantik dan montok untuk menjadi pelayan yang mesti berakting dengan baik (dan tentunya melakukan lebih dari pelayan biasa) tidaklah segampang yang dikira. Konsekuensinya, jangan terperanjat melihat bon yang akan diserahkan pada anda nanti mengharuskan anda membayar berlipat-lipat ganda dari kafe biasa. Yah… Jasa profesional seperti ini tidak murah, bung!😆

In God We Trust. RosenQueen, company.

57 thoughts on “Tsundere Café

  1. Shan-in sih sangat-sangat berminta mengunjunginya.😀
    Tapi ada apa, duit tak ada… Hiks… Hiks…
    (mending lihat cosplay)

    kali ditemui dalam fiksi-fiksi harem yang terkutuk itu.

    Lho? kenapa tak suka harem?

    sampai sang legenda Haruhi Suzumiya.

    Ya, memang sang legenda! Hidup Haruhiism!
    Ya~Ha~

  2. Iya, ya. Budget terbatas😥

    Lho? kenapa tak suka harem?

    Ajang pematahan hati para bishoujo? Tentu saja patut dikutuk!👿😆

    Ya, memang sang legenda! Hidup Haruhiism!

    Hiduuuuupp…! 8)

  3. Hohohoho…
    Ada para bishojo yang suka di-harem-kan lho.
    Coba lihat beberapa eroge…😛
    Ahahaaa… ^^;

    Tapi Shan-in juga tipe setia yang tak mau buat harem kok.

    Malah OOT…

  4. Saya berjuang untuk bishojo yang nggak sudi diharemkan. Yang menangis pada akhir cerita (halah)😛

    Monogami all the way…😛

    Beh, lumayan jauh ya OOT-nya… Jadi mau bikin yang begitu di Indonesia?:mrgreen:

  5. *ketawa guling-guling*

    Ha, masyarakat membayar mahal demi kejutekan artifisial?

    This is the end… of romantism😛

    (kebawa lirik dari postingan sebelumnya)

  6. Huahahaha… *ngakak sampai sesak napas*😆

    Iya, ya, mas. Kalimat itu nggak terpikir sebelumnya, padahal sangat mewakili.

    “Masyarakat membayar mahal demi kejutekan artifisial.”:mrgreen:

    Benar-benar end of romantism.

  7. Huee dasar sakit X(.Selamat datang di perkumpulan orang sakit😄

    Ada bishounen cafe ngga yah? Ato male host club *grin*. Bahas dunkz😄

    Saya mah demennya anime reverse-harem, hohoho

  8. @ Apret
    Bishonen? Yang mirip-mirip sih ada, Butler Café. Konsepnya sama, tapi pelayannya pria. Berminat? Hohoho:mrgreen:

    @ calupict
    Nggak usah berusaha membuat saya iri -_-

  9. Eh, Saber nggak masuk?😛

    Mongngomong, Asuka, Sawachika, sama Tohsaka itu kayaknya dasarnya sama. Jangan2 mereka semua karakter yang berkembang dari tipenya Asuka…

    -tajir?
    -cakep?
    -model rambut iket dua?
    -terkait sama budaya Eropa?
    -…jutek?

    Untung ditambahin Haruhi…

    *bleh*😛

  10. Wex…. bayar cuma buat dijutekin?? mending gw ke mang Oyo di deket rumah dah… bubur ayam murah meriah + percakapan mahasiswa yg bikin mesem-mesem..hehe….

    Wah.. Plagiarisme itu kalau sampai nyontek Asuka L.S….. (maklum fans berat Asuka..hak-hak-hak)

  11. Whoa, yang ini kelasnya beda, bung😆

    Nyontek? Yah, hitung-hitung tribute… Lagipula setting Fate dan School Rumble beda jauh ‘kan sama NGE. Nggak bakal terlalu mirip sampai mirip plagiarisme, kok🙂

  12. Nggak usah berusaha membuat saya iri -_-

    Tapi berhasil, lho. Shan-in iri.😦

    Ada bishounen cafe ngga yah? Ato male host club *grin*. Bahas dunkz😄

    Ugh… Virus Ouran memang banyak mewabah…

  13. @ calupict
    Silakan ke kafe Butler😛

    @ p4ndu_454kura
    Hohoho, Anna Kyoyama yang blushing dan meminta maaf kelihatannya menarik…😈

  14. @ Mr. Geddoe

    (punya perasaan aneh)

    (bahwa makin kelam kepribadian seseorang, efek tsundere-nya makin kuat?? @_@)

    -nggakKebayangNih-

  15. Cowok… menyukai tantangan dan mengatasinya (katanya Mas Joe).😕

    Oleh karena itu, mendapatkan sesuatu yang tadinya susah didapat, tentunya kepuasannya juga berlipat-lipat.

    Sebuah permintaan maaf dan blush dari cewek yang aslinya jutek = …. ?
    🙄

  16. @ Mr. Geddoe

    -wah, saya jadi kebawa mikir yang aneh2, nih😛 –

    @ Scrooge McDuck

    Sebangsanya Alfred di serial Batman?? (o_0)”\

  17. @ Scrooge McDuck
    Iya, ada. Kalau bagaimana wujud butler di sana, saya rasa mungkin kita kurang familiar, Pak. Kemungkinan besar image butler-butler yang diminati kaum wanita itu diimpor dari shojo manga. Saya ya agak abstrak juga memikirkannya.

    @ sora9n
    Wah, itu masalah selera mas, jadi ya kalau dipikir-pikir susah kenanya😛
    Yang pasti kalau ngelihat yang begitu hati jadi berbunga-bunga😳😆

  18. Yang pasti kalau ngelihat yang begitu hati jadi berbunga-bunga😳😆

    Huahahaha…😀

    Jangan2 bakal ada iklan nih di biro jodoh:

    Damba gadis jutek, usia 17-21 tahun. Pemarah, terus terang, dan tidak manja. Tampang menarik diutamakan.

    Hubungi: Mr Geddoe, di 08xx-xxxxxx

    Hehehehe…:mrgreen:

  19. *ngakak sampai sesak napas*

    Kalau buat dunia nyata kayaknya susah, ya:mrgreen:
    Ya sudah. Nanti kalau saya ke kafe Tsundere-nya saya tebar nomor hape, ah:mrgreen:

  20. @ Calupict :
    Sahaya mao sewa Kyouyaaa \^o^/

    @ Scrooge McDuck:
    Hah? Pria stengah baya? Yang bener aja?
    Jangan menghancurkan fantasi saya dunkz =S

    Kalo Europe, Gay Cafe tandanya ada bendera warna warni dipasang di depan kafe, hahaha. (koq malah jadi ngomongin gay cafe? XD)

  21. @ sora9n: Ingat… kali-kali ada yang pedhopil atau tidak cukup umur (??) turunin aja jadi 14 th – 21 th..hehe…

    @ apret: Lho, sama pria setengah baya masi mending kan daripada sama nenek okem…

    kembali ke pendapat awal , saya mending makan bubur ayam kecuali dijutekin ama Asuka..hak-hak-hak…

    kok jadi membayangkan para butler/maidnya sih..hehe

  22. @ Scrooge McDuck
    Saya pun hanya berbasa-basi saja😈

    @ Bart
    Membayangkan maid/butlernya tentu wajar. Justru yang tidak wajar itu memikirkan makanannya. Jangan bilang kalau orang ke sana demi makan dan minum. Bullshit. Telek kebo😆

  23. wah Ma sih ga ngerti,, taunya cuma baca komiknya aja,,😉

    itu namanya Tsundere ya,, ckckck,,

    jadi cafe kaya gitu ada beneran,,?? kalo akhirnya di diskon gara gara judes Ma mau deh kesana,, hehehe,,

  24. Hueh..

    Mr. Geddoe:
    “Mbak, ini nomor HP saya… :D”

    Maid:
    “…”

    “…Siapa yang butuh nomor HP-mu? Cepetan selesai, habis itu pergi sana.😎 ”

    Mr. Geddoe:😥

    =====

    Huahahaha…:mrgreen:

  25. Ckckckck… mental cowok penakluk nih? Makin galak makin seneng?😛

    Hohoho, saya sih menyukai tipe orang yang konsisten… lebih baik dibenci sepenuhnya daripada menerima maaf artifisial.:mrgreen:

    *langsung dikejar massa*

  26. @ ברתולומאוס

    14 tahun? 14-17 tahun?

    Ah, anak umur segitu mana ngerti cinta yang melibatkan perasaan? Paling cinta monyet doang itu mah…😛

    (no offense yah buat yang umur segitu😀 )

  27. @ Mr. Geddoe: Hus™… Umur saya masih muda kok… baru terjun payung di dunia taun 92 dalam kata lain umur baru 15…. Jadi maklum lah kalau doyan yang umur 14-an..hak-hak-hak….

  28. wah topiknya uda ada dr taun 2007😀
    blon pernah pergi, klo dibayarin mau~~! boleh cuma bli air putih ngak ya?😛 *kabur dilempar palu*

    andre : permisi, boleh pesen air putihnya~~ *nyororon* *ngeliatin muka maid galak*

    maid : ih, pelit amat sih cuma pesen air putih?!

    andre : ugh😦 ama telor dadarnya deh. *dompet uda kedinginan*

    maid : nah, gitu donk, apa lagi?

    andre : pesen kam…

    maid : uda semua ya?! tunggu bentar ya.

    andre :😦

    –10 menit–

    maid : nih telor dadarnya, makan yang cepet ya?!

    andre : ngga mau ah, kecepetan nga bisa liad kam..

    maid : uda selesai makan mejanya mau diberesin, jadi langsung pergi ya?!

    andre :😦

  29. gyahah…repot juga dah otaku service di Jepang sono. saya ndak habis pikir kepuasan apa yang bisa didapat dari hal2 demikian..

    still, thanks for the information. It helped me a lot.

Comments are closed.