Dan Kiamat Kecil Pun Semakin Mendekat…

Ha, kali ini ada gawat darurat. Gawat darurat, saudara-saudara.

Bencana itu bernama tugas kuliah. Adakah di antara saudara-saudara yang jatuh cinta akan tugas kuliah? Saya yakin tidak. Kalau ada yang iya, maka sudah sepatutnya ia berbangga — derajatnya sudah sepatutnya pula ditinggikan. Karena sejauh pengalaman dan pengamatan saya, bencana kecil ini sudah akrab dengan caci-maki para mahasiswa. Sebab, para mahasiswa sendiri sebelum menyandang predikat maha-, yaitu ketika masih menjadi ‘siswa biasa’, sudah sangat familiar dengan versi mini dari bencana ini, yaitu tugas sekolah.

ah, yuki yang pintar...
“Andai otak saya secemerlang Yuki Nagato, tentu saya tidak akan mengamuk seperti sekarang ini.”
(Ya, dokumen terkutuk yang menjadi background gambar ini aseli dokumen tugas kuliah laknat tesebut!)

Nah, sekarang, siapa yang patut dipersalahkan, dihina, dibantai, diterjang, dibanting-banting, dan dilumat-lumat? Aha, sang dosen yang selain berbicaranya tidak jelas, juga tulisannya teramat sukar dibaca? Sang penyusun program kuliah yang membuat sebuah eksistensi bernama tugas kuliah? Bapak Susilo Bambang Yudhoyono? Hmm? Paris Hilton? Atau Thierry Henry? Bukan, yang salah tentunya ialah saya sendiri. Saya yang pantas dilumat-lumat. Tapi, tentunya, melumat-lumat, tidak akan menyelesaikan masalah.

Yang mesti diselesaikan adalah dua poin pertanyaan yang dibagi-bagi menjadi lima belas butir itu. Itulah tugasnya. Namun, di antara kelima belas ayat kematian itu, belum terselesaikan satu pun sebenarnya satu sudah diselesaikan, tapi biarlah saya mendramatisir persoalan. Intinya, saya mesti bekerja keras. Gawat darurat, bukan?

Kapan tugas ini mesti dikumpulkan? Ah, pertanyaan macam apa itu, tentu saja besok. Mana mungkin saya berbicara tentang tugas kuliah kalau deadline-nya tidak keesokan harinya? Bukankah pada hakikatnya tugas kuliah memang seyogyanya dikerjakan sehari sebelum deadline? Itu ‘kan budaya yang sudah turun temurun. Mungkin ada yang bertanya-tanya, kegiatan tidak berfaedah apa saja yang saya kerjakan selama hari-hari sebelumnya, yang membuat saya lupa tentang tugas kuliah laknat ini? Ah, jangan bertanya seperti itu! Tidak ada gunanya lagi, nasi sudah menjadi nasi goreng bubur!

Tapi barangkali, daripada saya berkeluh kesah tidak tentu arah, ada baiknya saya mulai mengerjakan tugas kuliah laknat tersebut mencari hikmah dari kejadian ini dan berbagi keluh kesah hikmah melalui blog ini. Hahaha, benar-benar menunda-nunda pekerjaan bijak, bukan?

Nah, sekarang, tunggu. Apa benar menunda pekerjaan itu salah? Lha, tergantung seberapa ahli kita menguasai seni berkilah dari kesalahan. Kalau sudah ahli, bisa saja kita membodoh-bodohi diri kita sendiri dan menarik kesimpulan bahwa kebiasaan jelek ini justru teramat bijaksana.

Kenapa bisa begitu? Oh, jelas. Izinkan saya menerangkan beberapa keunggulan menunda mengerjakan tugas kuliah sampai satu hari sebelum deadline;

  • Dapat menghindari pekerjaan yang sia-sia akibat revisi tugas. Bagaimana kalau dosen salah memberi tugas, atau salah mengetik dokumen yang menjadi acuan tugas? Rekan-rekan kita yang telah mengerjakannya, akan mengeluh waktu mereka terbuang percuma. Kita, ‘kan tidak perlu?
  • Dapat mengerjakan pekerjaan lain pada hari-hari sebelumnya. Bukankah lebih baik kita mendahulukan berdoa dan beribadah ketimbang urusan dunia seperti kuliah? Betul…?
  • Dapat menimbulkan ilusi bahwa kita ini orang yang sangat cerdas, namun sangat tidak cupu. Keren, bukan? Bayangkan ketika rekan-rekan kita mengkhawatirkan tugas, kita santai-santai saja. Namun ketika tugas mesti dikumpulkan, toh tugas kita selesai? Kesan yang timbul, bagi kita tugas yang mengerikan itu bukan masalah besar.
  • Dapat menambah koneksi dan mempererat silaturahmi. Sebab, biasanya, para penunda-nunda tidak akan selesai tugasnya. Lalu? Menyontek, tentu. Nah, meminta contekan, mesti dengan berbasa-basi dan bermanis-manis ria bukan? Hasilnya, silaturahmi dengan teman tetap terjaga. Malah bisa menambah teman baru! Apalagi kalau temannya dari kaum lawan jenis. Berguna buat yang jelek muka, akhlak, dan otaknya.

Nah, dengan bukti sekuat ini, alasan apa lagi yang bisa kita pakai untuk mempertahankan ideologi bodoh bahwa ‘tugas kuliah mesti segera dikerjakan’?

Apa?

Apa?

Apa?

…Tentunya dengan alasan simpel bahwa tulisan saya ini ngawur semua😛 Nah, sebaiknya saya mulai mengerjakan tugas yang sudah saya abaikan itu. Buat yang masih sekolah, sedang berkuliah, atau bahkan yang sudah bekerja (atau malah pensiun), janganlah menunda-nunda tugas. Berbahaya😦

:: Bisa dibilang tulisan bercorak satir ini merupakan aplikasi dari hukum keledai yang saya bahas kemarin ::

In God We Trust. RosenQueen, company.

34 thoughts on “Dan Kiamat Kecil Pun Semakin Mendekat…

  1. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono? Hmm? Paris Hilton? Atau Thierry Henry?

    Kok bisa ada nama Thierry Henry di sini?😕

    Jangan-jangan Mas Geddoe lagi frustrasi gara2 tim kesayangannya tumbang di kaki kapten Arsenal ini, lagi…

    *pandangan menyelidik😛 *

    Kapan tugas ini mesti dikumpulkan? Ah, pertanyaan macam apa itu, tentu saja besok.

    *maaf ya Mas, mau numpang ketawa dulu*

    GYAHAHAHAHAHAHA….😀 😀

    Mas Geddoe ini keturunan suku pemberani toh… ayoo, masih 14 butir lagi.😉 (kalau saya sih sekurangnya udah ngerjain 5 pas H-1)

    Nah, dengan bukti sekuat ini, alasan apa lagi yang bisa kita pakai untuk mempertahankan ideologi bodoh bahwa ‘tugas kuliah mesti segera dikerjakan’?

    Apa?

    Apa?

    Apa?

    Jawaban: “Supaya Anda bisa lulus“.😀

    janganlah menunda-nunda tugas. Berbahaya😦

    Betul. Betul banget, bahaya tuh. Terutama bila bobot nilai PR sebesar 30% buat MK tersebut.😉

    Btw, sekarang lagi musimnya nulis satire yah?

    [OOT]

    Eeh, mahasiswa CS rupanya… baru tahu sekarang nih.🙂

    Met berjuang yah. n,_(^_^)

  2. Kok bisa ada nama Thierry Henry di sini?😕

    Jangan-jangan Mas Geddoe lagi frustrasi gara2 tim kesayangannya tumbang di kaki kapten Arsenal ini, lagi…

    *pandangan menyelidik😛 *

    Wah, sentimen sesat apa ini? Saya suporter setia Arsenal, tahu😉 Ah, cuma menyerempet-nyerempetkan sebisa mungkin ke idola-idola saya…😀

    *maaf ya Mas, mau numpang ketawa dulu*

    GYAHAHAHAHAHAHA….😀 😀

    Mas Geddoe ini keturunan suku pemberani toh… ayoo, masih 14 butir lagi.😉 (kalau saya sih sekurangnya udah ngerjain 5 pas H-1)

    Terima kasih😀

    (cuma baca bagian ‘pemberani’ nya)

    Jawaban: “Supaya Anda bisa lulus“.😀

    Amin, deh🙂

    Betul. Betul banget, bahaya tuh. Terutama bila bobot nilai PR sebesar 30% buat MK tersebut.😉

    Btw, sekarang lagi musimnya nulis satire yah?

    Yang ini bobotnya 7.5%… Mendingan, sih😛

    Ah, menulis secara satir itu, sepertinya efeknya ke orang cerdas lebih dahsyat, tapi beresiko. Orang bisa salah sangka.

    Eeh, mahasiswa CS rupanya… baru tahu sekarang nih.🙂

    Hidup CS…😛

  3. hehe…btul itu ikatan silaturahmi akan erat dalam masa2 mengerjakan tugas laknat…

    selamat pusing2 ya…
    *balik lagi mengerjakan percobaan virus*

  4. Hahaha, ini namanya menyalurkan energi negatif.
    Saya seminggu sebelum exam pasti tiba-tiba jadi sering nge-blog, inspirasi tiba2 membludak, etc etc.

    Kalo kita lagi tegang, anxious, cemas, takut, etc tiba2 semua energi negatif keluar seketika bersamaan, dan efeknya bermacam2. Kalo anda suka ngegambar, jadi lebih sering nggambar, kalo seneng nulis jadi lebih rajin nulis😄. (dan kenapa bukannya malah jadi ngerjain tugas? karena alam bawah sadar menolak, sehingga energinya disalurkan di tempat lain)*halah*

    Piss😄. Ganbatte ne😉

  5. YAAAH udah untung bisa kuliah lhoo…banyak yg lulus SMA nganggur, either ga punya uang atau ga lolos masuk perguruan tinggi… Selamat mengerjakan yaa

  6. @ deKing
    Hohoho, begitulah, last minute person…

    @ Apret
    Kalau saya, jadi suka tidur🙂 Huahahahaha😛

    @ Evy
    Wah, iya, ya, Bu😛 Hohoho, makasih, makasih😛

  7. Ngerjain dikit-dikit kan gpp; tapi aneh kok tugas situ bisa direvisi segala. Perasaan tugas2 gw enggak pernah ada revisi.

    Btw, jangan kebanyakan begadang juga. Udah sering kan bangun kesiangan. Kerjain cepet, gih!

  8. Hohoho, iya, kesempatan emas ada di depan mata. Akan ada kelas pukul satu siang ini… Tiga jam sebelum deadline.

    Semoga para mahasiswa tukang tidur yang berada di barisan-barisan paling belakang sudah siap dengan dapur berkas-berkas haramnya. Kalau semuanya berjalan sebejatlancar biasanya, dalam waktu lima menit kiamat mini ini bisa ditanggulangi!

    Saya akan melaporkan perkembangan perjuangan saya ini setelah badai ini berlalu… Entah saya tersapu atau tidak😛

  9. Halah. Alesyan. Kalau rectify nilai kan bagusan ngerti content dari pelajaran tersebut. Buat apa nilai bagus tapi enggak ngerti apa-apa. Nanti aplikasi di lapangan bagaimana?

  10. Buat apa paham pelajaran tapi tidak lulus?

    Masa ketika melamar pekerjaan saya mesti bilang;
    “Saya nggak lulus kuliah, Pak, tapi saya ngerti semua materi kuliah itu. Bener, Pak😛 “?

    Hohohoho…🙂

  11. Yah… gitulah yang namanya murid, mahasiswa n keturunannya. Sejak SD sampe kuliah budaya itu emang sulit ditinggalkan. Terutama musuh bebuyutan yg bernama malas itu.
    Aku sendiri orangnya juga suka males ngerjain kok.😛

  12. *berlutut berdoa tengadah*

    untung sudah lulus, untung sudah lulus, untung sudah lulus, untung sudah lulus, untung sudah lulus, untung sudah lulus,…

  13. #

    Katanya mau rectify…. -_-
    by calupict Maret 26th, 2007 at 12:50 pm
    #

    Lalu apa? Bekerja sendiri dan kehilangan 7.5% nilai akhir?
    Ini ‘kan gawat darurat. Kayak poligami😛
    by Mr. Geddoe Maret 26th, 2007 at 1:09 pm
    #

    Halah. Alesyan. Kalau rectify nilai kan bagusan ngerti content dari pelajaran tersebut. Buat apa nilai bagus tapi enggak ngerti apa-apa. Nanti aplikasi di lapangan bagaimana?
    by calupict Maret 26th, 2007 at 1:21 pm
    #

    Buat apa paham pelajaran tapi tidak lulus?

    Masa ketika melamar pekerjaan saya mesti bilang;
    “Saya nggak lulus kuliah, Pak, tapi saya ngerti semua materi kuliah itu. Bener, Pak😛 “?

    Hohohoho…🙂
    by Mr. Geddoe Maret 26th, 2007 at 2:22 pm
    #

    Lho kalau kamu paham pelajaran kan kemungkinan lulus dengan jujur itu besar. -_-
    by calupict Maret 26th, 2007 at 3:05 pm
    #

    Ini dharuraaat…!😮

    Ckckckckckckck….

    Kalau Malas, Mengaku Saja, Mas…😀

    Eh, udah ya?😛

    :::::

    @ calupict

    Salam kenal,

    Lho kalau kamu paham pelajaran kan kemungkinan lulus dengan jujur itu besar. -_-

    Kalau pengalaman saya pribadi, nasihat kayak gitu biasanya susah mempan — sampai akhirnya saya mengalami sendiri akibatnya. Baru deh habis itu sadar bahwa nasihat itu benar, dan ngerti pentingnya “memahami kuliah”.🙂

    Tunggu aja setahun-dua tahun, dan kemungkinan Mas Geddoe bakal tambah rajin sendiri, kok😀 . Betulan lho.😉

  14. OOO ini to yang dibilang nantinya umat Islam bakalan terpecah menjadi 72, Mbok sudah to jangan saling menghujat, mending majukan umat Islam bersama… banyak yg harus di urusin ini, umat lapar…

  15. @ fujiwarayuuki
    Uhuk, uhuk, bau apa ini? *nyemprot-nyemprot air freshener*

    @ manusiasuper

    @ sora9n
    Lha, saya sudah mengakui kenistaan saya, ‘kan?😮
    Yah, semoga jadi tambah rajin. Amiin.

    @ antobilang
    Sudah, tapi belum dikumpulkan. Dosennya kok dicari-cari nggak ada, ya😦

    @ joesatch
    Oh, tidak perlu mencari kambing hitam!
    Yang perlu dicari adalah ayam hitam!
    Disertai kembang tujuh rupa, serta kue serabi. Baca jampi-jampi, lalu sajikan kuenya ke tim yang bertamu ke Anfield.

    Huahahaha😀

    @ Evy
    …Apa nggak salah topik, Bu?😮
    Btw, menurut Rasul, akan terbagi menjadi 73, bukan 72. Yang terbagi 72 itu adalah agama Kristen… Hmm, tapi saya kurang tahu masalah keshahihannya…🙂

  16. Pingback: Anda Munafik Ataukah Fanatik? « Parking Area

Comments are closed.