Our Lady Peace :: Thief (1999)

::Lagu yang dipersembahkan untuk seorang gadis kecil yang sekarat::

Beberapa hari terakhir, alih-alih mendengarkan lagu-lagu mutakhir, musik yang saya dengarkan malah mundur (secara kronologis, maksudnya). The Art of Drowning (AFI) misalnya. Lalu Let’s Go (Rancid), dilanjutkan RATM dan Evil Empire (Rage Against the Machine), sampai A Crow Left of the Murder…(Incubus). Semuanya bukanlah album mutakhir yang dicetak para senimannya. Oke, saya juga suka mendengarkan In Utero yang merupakan karya terakhirnya Nirvana, tapi itu ‘kan keluaran tahun 1993 -_-

Nah, salah satu yang jadi suka saya dengarkan adalah album Happiness… Is Not A Fish That You Can Catch. Ada yang ingat? Sudah sekitar tujuh tahun yang lalu, sebab album ini dirilis bulan September 1999. Salah satu lagu yang didengarkan secara spesifik? Thief. Wah, kedengarannya sangat mainstream, ya? Hmm, yang saya perhatikan adalah liriknya.

Our Lady Peace, mejeng ^^
“Nah, ini dia, makhluk-makhluknya.”

Mungkin sudah banyak yang tahu, walaupun belum tentu juga tapi saya akan informasikan lagi, Thief ini bukan tentang maling dalam arti sungguhan (jambret yang dihakimi massa, misalnya), melainkan lebih kepada sebuah kiasan. Apa? Apakah kisah tentang seorang maling cinta yang sedikit cheesy? Hohoho, bagusnya, tidak. Maling yang dikiaskan oleh Our Lady Peace, adalah kanker. Kanker.

Lagu yang sedih? Oh, sangat. Tidak ada unsur bahagianya. Seperti yang saya kutip dari Tom DeLonge enam tahun lalu;

“Any song that moves you is good.”
— Tom DeLonge

(Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu menyukai karyanya dia, sih, tapi, quotenya pas sekali😀 )

Ternyata lagu ini ditulis setelah mendapat inspirasi dari seorang gadis kecil yang menderita kanker otak; dikabarkan bernama Mina Kim. Sayangnya, saya tidak berhasil mendapatkan fotonya. Hmm, biarlah. Selanjutnya, kita perhatikan lirik lagu ini; sangat menggambarkan kepasrahan. Raine Maida sebagai penulis liriknya dapat menggambarkan kepasrahan ini dengan fasih sekali. Terkesan dari syairnya yang menyatakan keengganan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Liriknya menyatakan rasa lelah dan capek — terlalu lelah untuk mendengarkan kenyataan pahit. Yang diinginkannya hanyalah agar gadis ini bisa sembuh kembali. Liriknya juga mengutarakan ketidakberdayaan; di mana yang bisa ia lakukan hanyalah menyemangati pasien ini saja. Sambil berandai-andai bahwa seandainya Mina tidak mampu bertahan hidup sekalipun, ia mungkin bisa bahagia di ‘sana’.

Nah, saya, mau nggak mau, jadi ingat kematian, ‘kan😦

Saya termenung setelah mencermati lirik lagu ini. Bagaimana tidak, bayangkan, saja; gadis kecil yang normalnya masih punya jalan hidup yang panjang, mesti mengakhiri hidupnya begitu saja. Tema gadis kecil yang menderita sakit keras memang sering membuat mood saya runyam seketika (seperti serial Gunslinger Girl misalnya). Terbit rasa simpati yang luar biasa.

Nah, visualisasikan. Gadis kecil periang yang tiba-tiba dihadapkan pada kenyataan bahwa semua yang ada di dunianya akan segera berakhir. Tidak mungkin dia tidak menangis. Pastinya dia menjerit, kesal, sebal, dan marah. Sedangkan saya, terserang migrain saja, sudah mengumpat. Bagaimana dengan dia? Visualisasikan. Visualisasikanlah. Rasakanlah. Lalu, bersyukurlah!

Memang, manusia tidak ada apa-apanya. Kecil. Dengan mendengarkan lagu ini, saya kembali belajar; belajar bersyukur, bersimpati, dan berpikir akan ketidakberdayaan saya.

Ah, memang menyegarkan, mendengarkan lagu yang memiliki makna khusus. Bukankah sangat membosankan terus mendengarkan lagu yang melulu tentang cinta (pop klise?), atau pesta-pesta yang tidak jelas juntrungannya (hip-hop klise?), penderitaan dan kemarahan buta (metal, rock, dan emo klise?)😀 Bukankah mempelajari lirik bisa dilakukan secara universal? Masing-masing genre punya pemikir sendiri, bukan? Dari yang ‘pelan’ sampai yang ‘beringas’. Dari Bjork sampai System of A Down? Mari, sesekali mendengarkan musik secara cerdas. Banyak sekali hikmah yang bisa ditarik.

Inilah sepenggal dialog saya dengan Scrooge McDuck, via Yahoo! Messenger, setelah saya mengusulkan agar beliau mencermati lagu ini.

Scrooge_McDuck (3/4/2007 1:46:22 AM): You know, this song is one of those that sounds bettwer when you know the reason behind it.
Scrooge_McDuck (3/4/2007 1:47:25 AM): If I don’t know about Mina, I would think that it was an angsty song about an ex-girlfriend…

Beliau sependapat, bahwa lirik itu sangat esensial…

Nah, terakhir, sebenarnya ada yang mengganggu. Menurut beberapa pendapat di diskusi lirik tersebut di SongMeanings.net (terdapat link-nya di bawah), ketika Our Lady Peace membawakan versi akustik dari lagu ini secara langsung, mereka mengumumkan bahwa lagu ini adalah tentang gadis kecil yang terserang kanker otak. Nah, saat ini, di antara penonton ada bunyi tawa. Memang, bisa saja mereka bukan menertawakan hal yang ‘tidak pantas mereka tertawakan’, tapi, bagaimana kalau iya? Apakah keseriusan berlirik pendengar memang agak rendah?

Yah, semoga selain Mina bahagia di alam sana, kita yang ada juga belajar, deh😀

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

In God We Trust. RosenQueen, company.

9 thoughts on “Our Lady Peace :: Thief (1999)

  1. Jadi inget lagu Nirvana yang apa tuh yang ada ‘rape’2nya. Ada yang menyalahgunakan lagu itu dengan malah memperkosa cewek sambil pake tu lagu sebagai theme song.

  2. Oh, itu Polly.

    Iya, memang sangat ironis, lagu yang menentang pemerkosaan dipakai buat memerkosa. Memang satir, sih.

    Nah, lalu Polly ini punya ‘sekuel’, ya itu yang tadi dibilang; Rape Me.

    Ah, luar biasa, seniman-seniman dengan visi lirik yang bagus🙂

  3. Hiks, ada banyak sekali makna lagu yang bisa kita ambil peljaran darinya. Bahkan untuk lagu Metal sekalipun ada pelajarn yang terkandung dalam liriknya (what the…!?)

    Ya sudah, saya jadi ingin mendengar lagu yang kamu bahas.
    *searching @ multiply*

  4. ngomong-ngomong tentang our lady peace, punya lagunya nggak yang ‘where are u’? saya nyari-nyari tapi nggak ketemu😦 *maap ga nyambung topik*

    well….nice blog😉 btw itu gambar tokoh apa ya? kok lucu banget?? kayak lemot lemot gitu xD

  5. Hmm, disearch saja, mbak, biasanya ada, ‘kan…?

    Ha, makasih. Soal gambar header, itu personifikasi diri saya sendiri. Kalau ditemukan kelemotan dan kedunguan, itu bawaan dari saya. Saya memang seperti itu. Kalau lucu dan imut, itu gambarnya saja. Saya jelek.

  6. Band ini masih aktif gak ya sekarang? Saya suka juga lagu2nya.. (dulu tapi, semenjak mp3-nya hilang, udah lupa kayak apa lagunya…)

Comments are closed.