“Porn is so deep. It’s a postmodern deconstruction of the human search of truth and meaning. The cumshot represents the elusive ecstasy of enlightenment in a world of darkness and suffering.”
Squigley: “Porn is so deep.” Squigley: “It’s a postmodern deconstruction of the human search of truth and meaning.” Squigley: “The cumshot represents the elusive ecstasy of enlightenment in a world of darkness and suffering.”
Slick: “And the dildoes? What do the dildoes represent?” Squigley: “The dildoes are just dildoes.”
Yes, porn is ecstasy…
Bukan, porn itu ” a postmodern deconstruction of the human search of truth and meaning”.
Porno itu sebangsa kayak main game, bisa dibuat adiktif atau malah membosankan “pemainnya” sama sekali.
Ehm, masalahnya adalah, saya ndak pernah merasa mencari kebenaran atau makna saat menikmati “porn”, hanya ecstasy sahaja..
saya sukanya pop corn porn…
Itu bukannya bisa digotak-gatik-gathuk jadi berbagai kata benda lain? ^^
“Football is so deep. It’s a postmodern deconstruction of human’s collective life. The goal euphoria represents the elusive ecstasy of achieving something together in a world of darkness and suffering.”
“Otaku-ism is so deep. It’s a postmodern deconstruction of the human passion. The happiness of obtaining extra-rare items represents the elusive ecstasy of joy of attainment in a world of darkness and suffering.”
Masih banyak lagi, kayaknya.
*setuju sama mas sora *
Bagaimana kalau ‘porn is the opiate of the people’?
*ngawur*
“The cumshot represents the elusive ecstasy of enlightenment in a world of darkness and suffering”
Yep, dunia jadi berasa lebih cerah….
*mengkhayal mesum*
Lha, intinya kan “[everything] is so deep. It’s a postmodern deconstruction of [something]“.
Tinggal isi field-nya aja sama hal-hal yang relevan.
Yaaa…
Maksudnya gini kali :
Porn is opium of the people, bread is opium of the people..
Sepertinya pernah baca di cerpennya Ernest Hemmingway, yang merefer ke Marx yang religion is opium of the people atau mirip seperti itu
hauhauahuahuhauhuahuhaa
*ngakak guling-guling mbaca komen nya om geddoe
The dildoes are just dildoes
*Mbongkar koleksi*
Misalnya…
Kamu diculik, trus diikat ke kursi, ditelanjangi dan di depanmu ditayangkan bokep ratusan giga dengan berbagai genre(hetero, homo, bi,hardcore, softcore, berdua, bertiga, berseratus, apalah) yang ngeloop terus selama berhari-hari.
Pertanyaannya… apa efek psikisnya?
Dulu pernah mau bikin riset ini, tapi ndak ada yang mau jadi kelinci percobaan.
Quote of the Millenium
The Seventh Commandment; Thou shall not commit adultery. (Exodus 20:14)”
“…and do not come near Zina; indeed, it is an abomination and an evil way” (Al-Isra’: 32)
The Prophet (peace and blessings be upon him) said, “O mankind! Beware of fornication/adultery for it entails six dire consequences: three of them relating to this world and three to the next world. As for the three that are related to this world, they are the following: it removes the glow of one’s face, brings poverty, and reduces the life-span. As for its dire consequences in the next world they are: it brings down the wrath of Allah upon the person, subjects him to terrible reckoning, and finally casts him in hell-fire” (Al-Bayhaqi)
Hehehe…
*login kaskus*
tp sebagian orang doyan porn, hhe…
@gentole: Im agree with you
Maf OOT, cuma mau ngasih tau, komen nya di t4 mas gentole udah saya balas
BTW, G (jie) itu nama panggilan kamu dari saya, nggak keberatan khan? untuk mempersingkat kata
Baca dimana ya kemarin, pandangan post-modern memang merayakan makna di balik hal-hal yang tampak shallow/superficial. Everything has a meaning i guess.
Hahahaha…. kalau bicara postmodernism, saya kok jadi ingat dengan blog sebelah. *ah, lupakan saja*
Betul kata Oddworld, postmodernism dan poststructuralism itu seperti merayakan sesuatu dengan memberikan arti pada apapun juga. Pendekatan yang agak aneh menurut saya, tapi dengan itu saya justru bisa memahami hal-hal lain misalnya media, pornografi, pop-culture, dll.
Dan bahkan saya pernah membaca sebuah buku/novel postmodernism yang bertema pelacuran. Klise, tetapi alasan dibaliknya sungguh luar biasa. Lebih baik badan dilacurkan daripada otak dilacurkan untuk kepentingan orang lain. Orang lain bisa menikmati tubuhku tapi tidak otakku.
*uedan…*
*nyoba teorinya Sora-kun*
Blogoshere is so deep. It’s a modern deconstruction of people’s mind. The pertamax itself represents the elusive ecstasy of enlightenment in a world of darkness and suffering.
Quote lengkapnya adalah:
Squigley: “Porn is so deep.”
Squigley: “It’s a postmodern deconstruction of the human search of truth and meaning.”
Squigley: “The cumshot represents the elusive ecstasy of enlightenment in a world of darkness and suffering.”
Slick: “And the dildoes? What do the dildoes represent?”
Squigley: “The dildoes are just dildoes.”
Yes, porn is ecstasy…
Bukan, porn itu ” a postmodern deconstruction of the human search of truth and meaning”.
Porno itu sebangsa kayak main game, bisa dibuat adiktif atau malah membosankan “pemainnya” sama sekali.
Ehm, masalahnya adalah, saya ndak pernah merasa mencari kebenaran atau makna saat menikmati “porn”, hanya ecstasy sahaja..
saya sukanya pop
cornporn…Itu bukannya bisa digotak-gatik-gathuk jadi berbagai kata benda lain? ^^
Masih banyak lagi, kayaknya.
*setuju sama mas sora
*
Bagaimana kalau ‘porn is the opiate of the people’?
*ngawur*
“The cumshot represents the elusive ecstasy of enlightenment in a world of darkness and suffering”
Yep, dunia jadi berasa lebih cerah….
*mengkhayal mesum*
@ Mihael Ellinsworth
Pokoknya kalau membosankan, orientasi seksualnya patut dipertanyakan.™
@ Nazieb
Hoo, cari lebih dalam lagi.
@ cK
…
@ sora9n
Lhaa, jangan buka-buka lubang hipotesisnya dong.
@ Xaliber von Reginhild
Opiate of the people…?
@ hoek soegirang
Sebarkan kebahagiaamu, kisanak…
@ K. geddoe
Lha, intinya kan “[everything] is so deep. It’s a postmodern deconstruction of [something]“.
Tinggal isi field-nya aja sama hal-hal yang relevan.
Yaaa…
Maksudnya gini kali :
Porn is opium of the people, bread is opium of the people..
Sepertinya pernah baca di cerpennya Ernest Hemmingway, yang merefer ke Marx yang religion is opium of the people atau mirip seperti itu
hauhauahuahuhauhuahuhaa
*ngakak guling-guling mbaca komen nya om geddoe
The dildoes are just dildoes
*Mbongkar koleksi*
Misalnya…
Kamu diculik, trus diikat ke kursi, ditelanjangi dan di depanmu ditayangkan bokep ratusan giga dengan berbagai genre(hetero, homo, bi,hardcore, softcore, berdua, bertiga, berseratus, apalah) yang ngeloop terus selama berhari-hari.
Pertanyaannya… apa efek psikisnya?
Dulu pernah mau bikin riset ini, tapi ndak ada yang mau jadi kelinci percobaan.
Quote of the Millenium
Hehehe…
*login kaskus*
tp sebagian orang doyan porn, hhe…
@gentole: Im agree with you
Maf OOT, cuma mau ngasih tau, komen nya di t4 mas gentole udah saya balas
BTW, G (jie) itu nama panggilan kamu dari saya, nggak keberatan khan? untuk mempersingkat kata
Baca dimana ya kemarin, pandangan post-modern memang merayakan makna di balik hal-hal yang tampak shallow/superficial. Everything has a meaning i guess.
Hahahaha…. kalau bicara postmodernism, saya kok jadi ingat dengan blog sebelah. *ah, lupakan saja*
Betul kata Oddworld, postmodernism dan poststructuralism itu seperti merayakan sesuatu dengan memberikan arti pada apapun juga. Pendekatan yang agak aneh menurut saya, tapi dengan itu saya justru bisa memahami hal-hal lain misalnya media, pornografi, pop-culture, dll.
Dan bahkan saya pernah membaca sebuah buku/novel postmodernism yang bertema pelacuran. Klise, tetapi alasan dibaliknya sungguh luar biasa. Lebih baik badan dilacurkan daripada otak dilacurkan untuk kepentingan orang lain. Orang lain bisa menikmati tubuhku tapi tidak otakku.
*uedan…*
*nyoba teorinya Sora-kun*
Ah, emang bisa diubah-ubah ternyata.
*dibakar*
Porn is dead. And dead is overrated.
*nyoba komentar generik sok-filosofis lainnya*
Interpretation, 2006-09-21