
Pernah mengirim e-mail ke saya? Atau coba menelusuri saya lewat instant messenger? Kalau begitu tentu mengetahui alamat e-mail saya bukan? Alamat itu saya akuisisi sekitar empat tahun yang lalu, waktu saya masih berwujud bocah bangsat berusia 14 tahun.
“captaingeddoe_112 [at] yahoo [dot] com“
Setelah dipikir-pikir, nama itu mungkin agak kekanak-kanakan. Penggunaan underscorenya nggak sempurna. Pakai embel-embel angka, lagi. Apalagi setelah saya mengamati alamat-alamat e-mail lain, saya pun menjadi minder. Untuk pindah sekarang mungkin agak susah, tapi sebenarnya lebih susah lagi kalau ditunda.
Berikut alternatif-alternatif alamat e-mail yang sudah saya akuisisi;
- biawak_super [at] yahoo [dot] com
Yang pertama adalah Biawak Super. Sebuah nama yang indah, melambangkan visi saya untuk bisa menembus batas-batas saya sebagai manusia biasa. Biawak adalah avatar dari ketidaksempurnaan eksistensi manusia; sebuah embodimen dari kecilnya ukuran ruang yang bisa saya arungi sebagai sewujud makhluk. Biawak Super adalah lambang dari sebuah pengecualian, sebuah mimpi yang terlalu muluk. Romansa seekor biawak yang terpana akan Orion, Cassiopeia, dan Ursa Mayor, dan mampu meraihnya lebih tinggi dari biawak biasa. Biawak Super adalah sebuah dramatisasi akan kemampuan yang meraih kesempurnaan dengan menjadi tidak sempurna. Semua ideologi yang dalam itu terangkum dalam nama Biawak Super.
- virtual_omnipotence [at] yahoo [dot] com
Yang satu lagi, adalah Virtual Omnipotence. Berwibawa, keren, agak blasphemous, dan sedikit berbau oksimoron. Alamat yang satu ini juga sudah saya akuisisi.
Juga memiliki tema ’sempurna karena tidak sempurna’, konsep kemampuan yang dengan sengaja tidak membenturkan diri pada konsep infinitas. Kekuasaan yang selektif, cacat, namun tidak pernah gagal. Bisa juga diinterpretasikan sebagai omnipotence pada dunia virtual. God mode. Saya yang cukup terpana dengan ketidaknyataan, sangat tertarik dengan kemungkinan ini.
Sekarang, apa sajakah kesulitan yang akan ditemui kalau kita mengubah alamat e-mail? Tentunya dengan mengingat apa saja kegiatan yang kita lakukan dengan alamat e-mail itu sendiri.
- Untuk instant messenger. Ini sedikit repot. Mungkin saya perlu mass-message anda-anda sekalian?
- Untuk mengikuti message board. Ini tentunya tinggal mengubah data di sektor profil.
- Untuk social networking. Walau saya jarang main beginian, mungkin bakal merepotkan.
- Untuk apa lagi, ya?
Saya harap masukan anda-anda sekalian.


Mendingan lo bikin alamat email professional kayak: Difo_aldiaz@yahoo.com or something. Soalnya kalau alamat emailnya aneh2 gitu suka berkesan enggak professional di dunia kerja.
Yang pertama dan kedua kok rasanya masih sama kekanak-kanakannya.
Kalau buat pro ya pake e-mail di domain sendirilah… Atau pakai yang dari universitas/tempat kerja. Ngapain pakai e-mail gratisan Yahoo!… >_>
Hmm biawak super kok kesannya mirip sama “ikan gurame super” atau “ikan kerapu super” Nanti malah disangka sedang jualan biawak berukuran super
Saya juga sekarang lebih mood ke opsi kedua.
domain sendiri atau domain perusahaan / universitas menurut saya malah tidak konsisten sebab kita bisa pindah kerja atau lulus, kalau domain sendiri malah kadang kita kelupaan untuk memperpanjang domain yang malah bisa bikin repot. E-mail gratisan saat ini cukup profesional dan konsisten..
Ada benarnya juga. Tapi kalau buat saya kok e-mail gratisan malah nggak profesional (walau konsisten), ya?
bambang.difoyono@gmail.com ?
…
Ah, serius lah. Kalo memang ente niat gak anonim, ya tulis aja nama asli. Biasanya kan orang2 kerja pada kayak gitu. (o_0)”\
i.e.
difo.aldiaz@gmail.com
~semuanya GMail
~Yahoo! ? Apa itu?
@nenda,
Seorang anak itu baru tau kekanak2annya dia saat sudah dewasa
Kopral Geddoe,
sejak mengenal internet tahun 95, saya sudah pernah ngalami lulus kuliah, pindah kerja dan kelupaan memperpanjang domain
, jadi menurut pengalaman saya, lebih baik konsisten daripada cuman biar “kelihatan profesional”
@ sora9n
I’ll come clean. Thing is, I don’t like to write my own name in my e-mails or usernames or whatever. >_>
@ warnetubuntu
Akan saya pikirkan…
Tapi, btw, berarti lebih baik nggak usah diganti?
@ Kopral Geddoe
Ach, so… (o_0)”\
*mikir*
IMO, e-mail serius biasanya nggak pake underscord dan angka. Lebih sering pake huruf dan titik, sih.
mr.geddoe@anymail.net kayaknya bagus.
Kesan kekanak-kanakannya masih ada, dong?
ya ya
bocah bangsat
Yah, kan buat keperluan profesional doang bukan buat sehari-hari. Masakan kamu mau memperkenalkan diri kepada calon Bos sebagai Biawak_Super kan enggak lucu. Soal domain setuju ama pendapat warnetubuntu. Mau Gmail/Yahoo terserah.
Email profesional saya yang nendaif@gmail.com, inbox-nya digabungin ama yang calupict@yahoo.com. Jadi enggak usah ribet-ribet lagian Yahoo space-nya unlimited. Di Yahoo sekarang ada tuh layanan biar kirim email dari inbox sama tapi dengan alamat email sender yang berbeda.
Username yang sekarang (Captaingeddoe_112) udah bagus kok. Ganti-ganti itu repot. *personal experience*
@ sora9n
Bener, mas. Kayaknya lebih sering pake titik. Akan saya pikirkan juga.
Nurunin standar dikit lah…
@ Fajar
Waks, datang-datang mengatai?
@ Nenda
Masa nda lucu? Kayaknya malah lucu, tuh. Apa selera humor saya yang aneh?
Tapi kayaknya yang pakai embel-embel nama aseli saya itu memang mesti diakuisisi.
Karena lucu itu jadinya enggak lucu. Kredibilitas bisa dipertanyakan ama boss tuh kalau pake alamat email aneh2. Lagian biar orang lain langsung inget apa alamat email kita soalnya alamat email sama pemiliknya namanya sama atau hampir sama.
Tergantung kerjaannya juga kali. Tapi ya saya pikirkan deh.
dulu kapten (Captaingeddoe_112) sekarang kopral.. kok jadi turun pangkat??
trus ntar mo jadi biawak (walopun super) keknya tambah turun pangkat deh..
btw, virtual_omnipotence secara sepintas kok kyknya ada kata2 impoten-nya
Geddoe: Hampir semua kerjaan kayak gitu kecuali mau jadi hacker pseudonym terus, mungkin. Rata2 orang yang udah kerja yang gw kenal sih punya email dengan nama asli buat keperluan profesional.
Warnetubuntu: Padahal nama aslinya juga ada unsur omnipotence juga.
@ warnetubuntu
Yah, ‘kan cuma sekilas. Lagian nama itu keren, kok.
@ Nenda
Nani?
Difo kalau merupakan misspell dari Dipo dalam bahasa Jawa itu artinya “power” CMIIW.
Hmm. Power + days (diaz)… Hmm… Bertambah kuat setiap harinya?
*mekso soro
“Diaz” juga bisa dianggep misspelling dari “Deus”…
“Power of God” ?
Sora: Yep, that’s one. Kalau Difo misspell dari Divo jadinya “Gods of God.”
Wah.. brarti nama geddoe adalah nama yang mutasyabihat neh.. *kagum*
@ sora9n | Nenda | warnetubuntu
*mulai ketawa megalomaniak*
@ Kopral Geddoe
BTW, gimana kabarnya alamat e-mail?
*melemparkan kembali pada kenyataan*
yang ini pasti cocok mbang,
difo.salafy@almanhaj.or.id
@ sora9n
Untuk apa email? Saya ini omniscient tho?
*dilempar batu*
@ Agiek
Haiissh, jangaaan… ^^’
Saran dari Agiek sepertinya bagus juga tuh, mas..
difo.salafy@almanhaj.or.id
ah…bukannya dua opsion itu lebih kekanak-kanakan lage?
tafi kalo disuru milih salah satu, saia milih yang virtual_impotence, sefertinya ada kata-kata yang berbau dewasa disitu?
Ehm… Gimana kalo
kopraldifo@gmail.com
Fokoknya gmail. Wajib gmail.
Wuahahaha…
@ qzink666 | manusiasuper
*tes daftar ke AlManhaj*
@ hoek
*catet masukan*
@ p4ndu_454kura
Dan kenapakah itu…?
kan satu id yahoo bisa bikin id anakan lagi
masuk aja ke my profiles trus bikin apa yg dimau
tanpa harus repot
nyamfahmass-messagetambahan, masuk ke http://profiles.yahoo.com
abis itu edit/create profile
bisa bikin 6 id lainnya
maap kalo bambang eh basbang
Karena Yahoo lambat, loadingnya berat, dan banyak spam. Dan lagi, itu alamat mail standar yang sering dipakai anak-anak gaul.
*toss sama Pandu*
*hidup GMail*
skarang saya juga udah pindah pake gmail
selain karena dapet alamat yg simpel n bagus
loadingnya lebih enteng dan hampir semua ada
poto, rss feed dan tentu saja ceting
*gagal hetrik*
abudifo@whatever.com
*katanya daging biawak enak lho….*
@ caplang
Saya malah nggak tahu…
@ sora9n
Counterculture is culture, anti-Sue is Sue.
*kapan-kapan sign up*
@ fertobhades
Ih, dimakan…?
pake bambang aja. *masih terpesona akan nama bambang*
Ng…
Tapi Yahoo unlimited. Kalau enggak unlimited buat apa gw ada ritual bersih-bersih akun email setiap beberapa bulan sekali dari email-email kampung Gajah yang sebenarnya malas gw hapus.
Pake dua-duanya ajalah…
gimana kalo
b4mb4n6_s0eb14wak@apalah.com
halah…saya kok lebih gampang ngapalin yang pertama ya daripada impoten-impoten apa itu…
Norak…
jang norak jang mananja nih….???
kan ik tjoeman metjari jang tjoetjok dengan image jij
Ya itu nda cocok…
kesimpulannya?
Jadi pakai tiga-tiganya…
biasanya orang kalau pingin punya imel lagi…. biasanya sih mau ngerjain orang
*kabur*
Saya nggak, tuh…
Merepotkan soale.
@ Kopral Geddoe
Tapi itu nggak mengubah kenyataan, bahwa loading (dan jumlah spam)nya Yahoo lebih berat daripada GMail saat ini. Desho, desho?
@ #41 Nenda
IMO, itu tergantung frekuensi mailnya juga. Kalo frekuensi mail saya sih sedikit. Jadi sampai sekarang inbox saya ya masih gitu-gitu aja.
*baru 1-2 tahun sih*
bambang.geddoelet@srimulat.co.id
@ sora9n
Ja. Jawohl, mein fuhrer.
@ NuDe
*tabur garam*
Hmm…
abu.geddoe.alkomformissy@salafy.or.id
*siram pakai air laut*
nabi_difo[at]mahoni30[dot]org
Heh, ane bukan nabi!
ah, ga usah ganti deh,
email sara juga banyak underscore-nya
kita kan masih remaja
mempertahankan sedikit kejayaan kanak-kanak,.
*kabur sebelum dihajar the Tweties*
difo.eden[at]mahoni30[dot]org
@ saRe’
*taboer garam*
@ rozenesia
Lha, sekarang pakai eden-edenan?
waduh, udah mandi air tanah bersih2 gini, eh ditabur garam lagii
asin deehhh
OOT banget
Iya, OOT…
He, jangan tuduh sayangku OOT!!
*dibunuh sara*
Eden kan keren nan haibat…
wakakakak
bocah bangsat
anda rendah hati atau memang tahu diri
@ rozenesia
*liat avatar*
Kalo dikecilin begitu kok jadi kayak iler…
Crucifixnya mesti dizoom tuh, supaya kelihatan.
@ almirza
Saya juga nggak tahu pasti.
iyesss.. ada yang berpikiran kaya gini juga. . .
saya jgua merasa nick alamat imel saya kekanak2 an banget. .
sisa2 jaman smp seh .. .
Saya juga bikinnya waktu SMP, mas.
dulu saya bikin imel chika_moffatt@themoffatts.com
sayang sekarang udah nggak ada lagi…
O Bulat…