“In Islam, bid‘ah (Arabic: بدعة) is any type of innovation. Though innovations in worldly matters are acceptable to an extent, innovation within the religion is seen as a sin in Islam…”
(Bid’ah di Wikipedia)
Ahem. Jadi begini. Tadi saya mau makan siang di kafeteria. Kenapa demikian? Karena lapar. Kenapa di kafeteria? Karena malas untuk pergi terlalu jauh.
Awalnya mata saya tertuju ke suatu porsi ayam aneh yang disajikan bersama nasi putih. Namanya saya lupa, pokoknya eksotik dan borjuis. Berhubung kombinasi nasi dan ayam sudah tergolong sehat, bercita rasa tinggi, serta agamis, saya pun mau beli yang itu. Sayangnya, perhatian sekonyong-konyong tertuju ke makanan lain yang lebih berkelas.
IndoMie Goreng. Makanan surgawi, super sehat, obat segala obat, maha gurih, halalan thayyiban, ambrosia, pokoknya sakti mandraguna. Saya sendiri sudah lama nggak makan makanan sekeramat itu. Jadi saya pesan dua porsi sekaligus. Lha memang kalau seporsi terlalu sedikit, je.
Tapi, waaah? Waah? Waaaaah?

Demi Tuhan, saya paling nggak suka mie yang kayak begini. Mienya bid’ah. Pake inovasi-inovasi– keminteran. Lha, mienya ini ‘kan sudah sempurna. Sudah ditakar oleh Tuhan IndoFood sedemikian rupanya. Mi ultra bernutrisi, dipadu dengan serbuk aneh (yang kalau dicicipi sedikit asin), minyak, dan kecap manis. Kalau aturan itu ditaati, semestinya cita rasa yang mumpuni itu bisa terlahirkan dengan mudah.
Lha ini kok ditambah-tambah. Ada taugenya. Ada sawinya. Ada ininya, itunya, bahkan ada beberapa onggok ikan yang biasanya dipakai buat Tom Yam. Niatnya memang baik, sih (atau jangan-jangan cuma buat menebalkan porsinya?), tapi kalau begini, saya ‘kan jadi kecewa. Mienya jadi hambar dan jadi benar-benar lain.
Lain kali saya akan beli nasi ayam eksotis itu saja.
p.s. Btw, ini entry pertama yang diproses pakai Gutsy.







saya juga cinta indomie goreng
dan saya agak benci tauge
gutsy gibbon nih yee
*cheers*
Emangnya gak bisa dipesen supaya cuman mienya aja mas??
Eh, tapi syukuri lho mas, banyak sodara2 qta yg buat makan sesuap nasi aja susah…
Ya tadinya ga tahu. Ntar mesannya ya kayak begitu.
Justru itu, jadinya pemborosan. Nambah tapi malah jadi ga enak. Walau, iya sih, mesti disyukuri.
Wah, kalau saya sih saya pesan taoge, sayuran dan ini itunya aja! Biar lebih ngga enak sedikit tetapi lebih sehat dan lebih close to the nature, atau kalau nggak bisa pesen taoge, sayuran dan ini itunya aja, ya terpaksa mie-nya saya buang, ‘kan menurut saya mie-nya yang bid’ah!
Wah, mungkin kopral memang sudah saatnya bertobat, sebab untuk menyantap mie aja di persulit.
Tafi di sono ada indomie juga tah? Hebat
Tuhanindofood ini.syukur alhamdulillah.. dakwah saya sukses
, saya sendiri blom upgrade ke gutsy
btw, ngakak guling2 baca entri ini, hmm.. mie bid’ah, analogi yang aneh hahaha..
Resiko balik ke Malaysia buru-buru ya begitu itu…
*siul-siul*
@ Yari NK
Hohoho, kebetulan sayurnya bukan yang saya suka, mas. Saya sih suka-suka saja sayuran, tapi tolong jangan sewaktu sedang menikmati yang sekelas Indomie. Mesti khusyuk, hehehe.
@ danalingga
IndoMie bukannya salah satu mie instan terbesar di seluruh dunia?
Jangan-jangan sehabis ini dibajak M******a…
@ warnetubuntu
*sembah sujud*
Iya, mas. Saya tanam di komputer portabel yang masih belum banyak isinya, jadi resikonya kecil.
*ikutan guling-guling*
@ alex
…
wah keren juga nih Mie bid’ah
ah U bisa aja ya
makan mie goreng memang enak
saya cinta mie goreng, itu mie yang paling disukai.
tapi, kebanyakan makan mie juga ga baik buat maag saya.. T_T
dan tambahan -tambahan dalam mie itu, memang ga enak ya?
klo dari gambar sih..kelihatannya iya
pokoknya makan sajalah. Daripada mubazir.
sebenarnya bidah dalam pembuatan indomie diperbolehkan, hanya ada asas2 yang harus ditaati, diantaranya: 1. bidah tidak boleh meyalahi kitab suci 2. bidah harus dilakukan berdasarkan kesepakatan para ulama pembuat mie 3. bidah tidak boleh merugikan umat.
nah soal bidah indomie saya paling suka bidah indomie telor. yang ini menurut saya ngalahi idomie original buatan tuhan indofood.
@ secondprince
Iya, mie bid’ah.
@ eMina
Mungkin enak, tapi karena dari awal udah mengharapkan mie goreng yang aseli, jadinya ya nggak bisa menikmati.
@ joyo
*ngakak sampai sakratul maut*
Btw, iya, pake telor mata sapi, enak.
*ikoetan ngakak batja komen #13*
betewe, makan mie sambil bawa istri baroe ja…???ataoe ik jang salah pandang…???
*dasar soekanja OOT*
hambar…???koerang garem itoe
Ija djoega. Kenapa ndak saja tambahkan garem sadja, ya? Akan saja pikirken.
tapi aku sukanya yg telor mata sapinya hasil rebusan…
saya juga paling gak suka mie ditambah-tambahin kol, sawi, apalagi toge -ih bentuknya aja menjurus- ;p
lain kali bikin sendiri aja di dapur kafetaria-nya
@ Shelling Ford
Telor mata sapi direbus? Itu yang kayak gimana, ya?
@ mina
*ngakak loncat-loncat*
Yaa kapan-kapan dipesan aja nggak pakai apa-apa. Bikinnya jadi lebih gampang, tho? Masak nggak mau.
kok mie-nya dikit? bukannya pesan 2 porsi??
apa-apaan ini….?
@ cK
Nggak semuanya dipindahkan ke mangkok. Belinya ‘kan dikasih pakai styrofoam.
@ aRul
Ini IndoMie pakai bid’ah, mas.
betewe, dari tadi ik g nengkep…benernja bid’ah itoe apa sih…???
@celotehsaya
bidah itu makan indomie telor
lah kok…???
berarti ik selama berbelas-belas tahoen hidoep dalam ke-bid’ah-an doenks…???
lha teroes bid’ah ini baik ataoe ndak to…???
bisaan aja oom yang satu ini.
@ joyo | celotehsaya
Silahken tanyaken ke ustadz terdekat.
@ boediarto
Hohoho. Makasih mampir, mas.
Ah, di sini sih bertebaran bid’ah2
miemacam itu. Entahlah apa kekuatan wahabi2miemacam anda. Kok masih saja membiarkan bid’ahmiemerajalela.Betul juga, semestinya ‘kan kita hentikan dengan tangan. Nanti akan saya gabungkan para pemurni ajaran IndoMie dan meratakan rumah makan sesat itu dengan tanah.
Mie goreng enaknya itu pake udang, sawi, telor dkk.
jadi lapeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrr
@ Nenda Fadhilah
Itu dia bid’ah yang harooom…
@ qizinklaziva
Silahken makan, mas. Bayar sendiri, ya.
Para bid’ah ers makin betebaran.
mas saya mau tanya, dan mungkin pertanyaan saya ngaak nyambung dengan tulisan sampeyan tenteng mie bid’ah.
mas saya mungkin baru melek teknologi. saya baru bikin blog, saya terusterang kagum sama blog sampeyan n friends, saya mau tanya tentang RSS feed yang ada blog sampeyan (banner Rekomendasi dan Tulisan Terbaru) bagaimana itu cara membuatnya??? mungkin itu pertanyaan saya dan terimakasih atas informasinya. thx.
Itu jadinya mubah
Dimakan bikin eneg dibuang mubazir
Ga tanya dulu sih
sedari kecil, saRa selalu makan mie goreng Indomie,
dan sedari kecil pula, selalu minta buatin ulang kalo udah nyampur-nyampur yang namanya sayur.
(sedari kecil udah ga ada malu
)karena itu!
mari kita lestarikan Mie Instan Indomie kecintaan kitaa!!
Merdeka!!
*kabur diantara kabut*
@ danalingga
Tapi kalau soal IndoMie, saya ini anti bid’ah, lho.
@ Didit Jawa
Salam, mas (ini mas-mas, ‘kan?).
Kalau itu ya dibikin dengan mengedit widget dari dashboard (presentation > widgets), tapi kayaknya yang ini mas sudah tahu, ya? Masukkan RSS, lalu isikan alamat feednya dan judulnya.
“Tulisan terbaru” menggunakan feed built-in WP, yaitu “*alamat-blog*/feed”, sedang “Rekomendasi” itu dari Del.icio.us. Silakan kunjungi dan dapatkan alamat feed pribadi mas.
@ Irwan
Iya, mas. Mestinya saya tanya dulu.
@ saRe’
Merdekaaa! Lawan bid’ah IndoMie!
ikut nimbrung.penggemar indomie goreng.
*ngloyor pesan mie goreng sama anto ob*
Aku suka lontooooong!!!
lho?
Benar. Indomie goreng paling cocok kalo dibiarkan ‘telanjang’ begitu saja, ya satu ceplok telur bolehlah. Ngomong-ngomong, taoge baik untuk kesehatan sperma, lho.
@ qnewt
Hidoep IndoMie goreng!
@ Paijo
Hidoep lontong joega!
//benarBenarToekangMakan
@ AM
Benar, mas. Paling nyeleneh ya pakai telur ceplok itu.
Lha, indomie kalau enggak make apa2 tuh cuman makan karbohidrat doang. Kandungan gizi lainnya diragukan. Namanya juga makanan awetan. Dulu gw pernah makan indomie hampir sebulan, abis itu sakit.
Yaaa ‘kan sekali-sekali. Cita rasa, mbak, bukan gizinya.
Kalau nyari gizi ya saya makan nasi putih lengkap…
Konon lagi indomie goreng yang sesudah dimasak ‘telanjang’ trus dicampur telur, trus dibakar dalam teflon. Inovasinya malah merubah bentuk je, persis kaya operasi pindah kelamin. Bid’ah, najis apa haram tuh?
Salam kenal dari sesama penggemar indomie
Kayaknya itu bid’ah al mu’tazilah, mas/mbak.
Salam kenal juga.
….
betewe, mie itoe sendiri apa boekannja oedah bid’ah…???
Siapa bilang? Mie itoelah wahjoe jang toeroen langsoeng dari IndoFood…
Misalnya saya lagi bosan makan indomie telor terus saya makan indomie rebus rasa kari ayam, atau makan mie dari tuhan pembuat mie yang lain misalnya mie sadaap rasa kaldu ayam atau klo saya parcaya makan indomie itu malah bikin sakit shg saya putuskan untuk tidak makan indomie dan berhenti muji2 indofood walopun telah berhasil ‘menurunkan’ makanan siap saji bagi seluruh semesta alam (note: yng terkahir ini klaim sepihak dari indofood) gimana mas Ged? apakah tindakan saya ini termasuk bidah ato murtad? mohon penjelasannya.
Tergantung, mas. Sebenarnya kalau dilihat lebih jauh, mau mas makan mie produk lain seperti Mi Sedaaap!, SuperMie, SariMi, Michi-Yo (yang ini udah punah, yak?) atau yang mana pun, mas tetap saja penikmat mie bukan? BAHKAN KALAU MAS NGGAK MAKAN MIE SEKALIPUN, toh IndoFood sendiri ‘kan nggak rugi. Dan tentunya nggak berniat menyakiti mas.
Sayangnya, mungkin, beberapa langganan IndoMie yang sudah fanatik, bakal menghalang-halani mas untuk berhenti menikmati IndoMie. Mereka akan mengklaim bahwa manusia butuh mie untuk hidup, dan dengan sepihak berusaha meyakinkan mas kalau IndoFood akan murka dan akan menghukum mas kalau berhenti mengkonsumsi IndoMie.
(Walau ‘tersembunyi’, kayaknya OOT, nih. Saya bener-bener mau ngomongin mie, lho.
)
udah, laporin aja biar segera dapet fatwa Haram dari Majelis Mie Internasional
Setelah kemaren memproklamirkan diri sebagai nabi, akhirnya wahyu pertama pun turun.. “Indomie goreng pake sayur adalah bid’ah!” *save to: wahyu terkini*
‘Dan barangsiapa tetep kekeuh menjalankan bid’ah (apalagi al mu’tazilah bahkan murtad) dalam beribadah, bakal dihukum rebus dalam kuah mie instan rasa kari ayam yang mblekotrok itu …’
hiii apa ga ngeri sampeyan, berenang dalam kuah panas bercampur bubuk aneh yang ‘asin’ itu.
ga doyan sayur yak?
Bid’ah!!!
BakaR!!!!
he….. iya ya padahal udah pas?
cuman kalo ditambah pake telor (mungkin) bukan bid’ah tapi “special”
ik brarti termasoek golongan fanatik doenks
brarti Loena Maja dan Titi Kamal adalah misionaris jang haroes kita basmi bersama…???
wahai saoedara ik sekalian, marilah kita tingkatkan amalan kita dengan teroes mengkonsoemsi mie boeatan
ToehanIndofood…!!!Karena itu, wahai fara felaku bid’ah, kalo mo masak indomie, memasaklah sesuai pemahaman para salafush shalih!
*ikutan oot*
Jadi Mie ini sudah diharamkan oleh MUI atau belum ?
Wah kalau MOTOR BID’AH gimana ya?
@ mardun
Sayangnya mungkin nggak semua mahdzab menganggapnya harom, mas.
@ qzink666
*ngakak sampai multiorgasme*
@ ann!sha
Tapi saya IndoMie kari ayam addict, kok. Mungkin saya malah bahagia, mbak.
@ caplang
Nggak buat IndoMie, mas.
@ aditthegrat
*meneriakkan yel-yel pembakar semangat*
BAKARR!!!
@ k’tutur
Kalau bid’ah yang itu saya suka.
@ celo
Luna Maya dan… Titi Kamal!? Oh, tidak. Mereka memiliki kekebalan hukum karena wujud mereka yang indah dipandang…
@ agiekpujo
Wah, ini bagus buat slogan.
@ Mihael Ellinsworth
Kayaknya belum. Tapi ini urusannya bukan dengan MUI, lho. Ini ‘kan
agamapermasalahan mie.@ wedulgembez
Motor yang dimodifikasi!
*kabur sebelum dihakimi massa KafeMotor*
*ngakak*
toenggoe beberapa taoen lagi dan kita liat bersama apakah kekebalan mereka masih berlakoe…
*halah OOT*
Jaa… Tentoenja hanja berlakoe sampai batas usia tententoe sadja…
kalau gitu “internet” bid’ah juga donk karena menyimpang dari syariat yang dimuat dalam *kitab suci – coret* prosedur tetap.
loh kan semoea djoega taoe…
blogg adja bid’ah kok
@ bumisegoro | celo
Wah, itu ‘kan dalam agama *sensor*, mas. Ini ‘kan agama IndoMie.
sayapun suka Intel Rebus = Indomie pake Telur terus direbus
Tetapi terkadang sayapun suka pesan tante goreng = indomie goreng tanpa telur
Saya juga, mas. Pokoknya IndoMie itu antara tanpa tambahan atau pakai telur saja. Baik yang digoreng atau direbus.
Nabi Indomie, Agama Indomie, Tuhan Indomie.. Hahahaha.. Negara Indo(nesia)mie juga kah?
Wah, itu saya belum tahu.
Saya cinta Bakmi!
[Teori Konspirasi]
Itu semua adalah upaya Malaysia yang bekerja sama dengan IndoFood untuk mengusir
terutamadikau dan WNI lainnya, Ged.Wah! Sudah menyangkut nasionalisme ini! Nasionalisme!
*summon para nasionalis*
[/Teori Konspirasi]
Hak, hak, hak….Indomie yang pakai Sayuran dan Bulatan berkadar boraks relatif itu adalah bid’ah.
@ rozenesia
Amen to that.
@ alex
…
@ Mihael Ellinsworth
Btw, saya mau beli lagi, nih. Kali ini, dengan peringatan tentunya. “Jangan bid’ah!”
Fuahahaaa… Afafun minumnya, makannya bakmi ditemani mbak-mbak D Cup!
*nyampah*
B Cup!
D Cup!
Baik bra maupun mangkuk bakmi, paling enak itu D!
Masih tetep pilih B cup.
Aduh, ngeyel… Dibilangin D Cup lebih enak disantap!
*bakmi lho… bakmi…
…kalau bra?
…
B Cup itu apa?
D Cup itu apa?
Piala untuk kejuaraan sejenis Piala Sudirman untuk sepak bola kah?
kok malah ngomongin cup sih??
Anak kecil kok ngomongin cup ? *siyul siyul*
@ alex
Hohoho, jangan pura-pura lugu, akhi…
@ cK
Hohoho, jangan pura-pura lugu, ukhti…
@ danalingga
Nah, yang ini nggak pura-pura lugu. Bravo, mas.
Diamlah akhi… Rasul dulu nggak pernah makan mie. Kalau sekarang ada yang bikin mie dengan takaran apapun, sudah pasti itu bid’ah!!
Salah tulis… strike kata “Tuhan” yang di blockquote kelupaan dibawa.
*udah dibenerin
Astaghfirullah…! Benar juga! Mari kita adakan sweeping IndoMie sesegera mungkin!
jangan dulu ya akhi…karena ada ulama yg berpendapat bahwa perkara mie ini masih dalam taraf bid’ah hasanah…wakakakakakaka!
*nunggu fatwa*
Fatwa syaik rozenesia: “Mie adalah halal, tatkala mangkuk yang dipakai adalah D Cup!”
*dimutilasi*
D cup? ya ampun…montoknyaaaaaaaa…
*mau…*
padahal ceweknya mbak rose cupnya b tuh *siyul-siyul*
Hidup D Cup!
@ celo *kagak log in*: Darimana kau tau? Kau pernah pegang hah!! Kurana aj-ajarr…
Mi goreng is the best!
*mutilasi semua yg ngomongin bra* -___-
AaaAAaAaAAAAaaa!!!! Jangan mutilasi papi-ku!!
Emang papi itu mesum + kayak buaya + dll, dst
tapi papi itu seorang figur ayah yang baik
emang kalo udah ketemu ‘brother’nya mesumnya jadi level 10
Ohoi… Apa ini hah?
Maaf, tapi saya belum tertarik menghamili wanita mana saja.
Indeed.
Aku kelahiran 1988, ya akhi…
Masih terlalu muda untuk tahu perihal dunia orang dewasa jika itu yang dikau maksudkan…
Loh? Dipuji malah digituin
Males ah muji lagi…
BTT,
Bukannya enakan mie soto?
[diinjek]