
Salah satu setan yang katanya disekap selama bulan fuasa,
tengah meronta-ronta dengan seksinya.[1]
Assalamualaikum, wr. wb.
Sengaja saya lepaskan salam Yahudi kebanggaan saya untuk sementara, demi bertoleransi pada umat yang mungkin sedikit alergi terhadap Yahudi. Sebagai gantinya, saya memakai sapaan khas bangsa Arab yang telah akrab dipergunakan — dengan alasan yang saya sendiri kurang begitu paham.
Selamat datang di bulan fuasa. Bulan yang digadang-gadangkan sebagai sarangnya pengampunan, bulan yang canggih, modern, elegan, bonafid, haibat, dan bermartabat[2]. Walau, sebenarnya pada prakteknya tidak lebih dari sekadar diet massal. Pertanda dari umat yang belum begitu meresapi esensi ajaran sang ratu rasul.
* * *
Ritual diet massal fuasa ini sendiri baru sanggup saya jalankan sewaktu saya masih berwujud seekor bocah ingusan yang baru enam tahun terlahir ke atas dunia. Pada waktu itu kebetulan saya sanggup berfuasa secara sempurna, 30 hari durasinya. Yaa, setidaknya lewat kriteria umum, yaitu berdiet. Soal kontrol emosi, ego, dan sebagainya, saya tidak ingat apakah saya waktu itu melaksanakannya dengan baik.
Fuasa saya juga begitu-begitu saja. Tiada bedanya dengan fuasa anda-anda semua. Lha prosedur bakunya sudah ada, je.
- Pagi-pagi buta, saya dipaksa membuka mata. Lalu makan seperti babi. Lahap tanpa adab. Terlebih manakala yang terserak di atas meja ialah benda lezat sebangsa tauco kering atau rendang Padang yang dikawinkan dengan telur mata sapi. Semakin nikmat panganan yang disajikan, semakin barbarlah saya.
- Tatkala perut sudah terisi, yang dilakukan adalah menonton televisi. Ternyata setelah dipikir-pikir, tidak semua yang disiarkan itu adalah sampah. Beberapa cukup nikmat disaksikan, sembari menunggu bunyi sirine mengerikan itu bernyanyi. Menandakan bahwa umat sudah diharamkan untuk menenggak air, mengunyah roti, dan melakukan kegiatan serupa.
- Ketika pagi tiba, biasanya suasana hati sedang sentosa. Sewaktu saya masih bocah, pemerintah meliburkan para
budak-budak sekolahpelajar dari penyiksaan rutin yang biasanya mereka dapatkan. Memang itu berarti bulan fuasa adalah bulan yang tidak produktif, tapi karena dekrit yang satu ini konon langsung dimuntahkan dari mulut sang Maha Maha, maka tiada suara sumbang yang terdengar. - Apakah yang selanjutnya saya lakukan? Ialah bermain. Bulan fuasa ialah ajang menyelesaikan sebutir RPG yang berkwalitet, memperkaya pikiran, dan menjaga tingkah laku. Hal ini dilakukan dengan cara mengurung diri bersama game-game yang sakti mandraguna itu (seingat saya dua di antaranya adalah Disgaea dan FFT). Tentunya jikalau muadzin setempat mulai membentak-bentak seluruh kampung untuk menyembah-nyembah Tuhan pada waktu Dzuhur dan Ashar, saya akan menghentikan perbuatan saya yang tidak Islami itu. Hal ini untuk menjaga kehalalan
ibadahRPG-RPG laknat tersebut. - Demikianlah sampai bedug yang menyertai adzan maghrib bertalu-talu. Kemudian saya akan kembali makan. Kali ini tidak seperti babi, sebab yang dikerjakan hanyalah makan sedikit, sebelum kemudian melakukan ritual sembahyang. Barulah setelah itu dilanjutkan dengan makan seperti babi.
- Agenda selanjutnya adalah bertamu ke rumah Tuhan. Masjid atawa mushalla, tiada bedanya. Walaupun saya sedikit miris mendengar bahwa Tuhan bisa dikandang-kandangkan seperti itu, saya tetap mengikuti shalat Tarawih. Saya dikenal sebagai bocah yang lumayan tidak lazim, sebab sedari benar-benar bocah sampai bertahun-tahun setelahnya, saya selalu mengikuti ritual orang Islam tersebut sampai selesai. Saya tidak pernah main-main. Konon hanya saya sajalah bocah ingusan yang tiada pernah absen dari barisan jamaah. Ketika shaf shalat hanya tersisa sebaris di pertengahan Ramadhan, saya shalat, walau hanya bersama-sama pengurus masjid dan warga tua yang memang kerjaannya hanya sujud-sujud di atas sajadah.
Sepulangnya dari sana, siklus pun berlanjut.
(Sengaja saya tidak menyinggung soal buku amalan Ramadhan siswa yang hipokrit itu.)
* * *
Bagi saya waktu itu, fuasa itu kultural. Kenikmatannya hanya sebatas itu. Ditambah dengan diet. Ditambah lagi dengan Idul Fitri, yang kenikmatannya juga hanya kultural. Tidak ada suatu apapun yang spiritual. Semuanya seperti kosong, kalau diukur dengan standar pemikiran saya sekarang. Cuma budaya. Tiada pengembangan diri.
Baru sekitar setahun-dua tahun lalu lah saya mulai menambahkan porsi pengembangan spiritual pada fuasa. Dimulai dengan prinsip-prinsip sederhana seperti mengharamkan memencet klakson pada sepeda motor. Cukup berat di kala macet— ketika sudah naik pitam, dan tangan sudah gatal untuk membunyikan klakson. Sepele, tapi rasanya itu lebih baik daripada cuma berdiet massal.
Fuasa kali ini pun, saya tidak terlalu peduli dengan tetek bengek seperti mengharamkan makanan selama matahari ada di luar jendela. Ada baiknya, mungkin saya menghindari banyak bicara, menghindari banyak bacot, ngedumel, ngomong jorok, marah-marah, dan hal-hal yang lebih jelas juntrungannya. Kalau cuma numpang berdiet thok, namun hatinya masih busuk, buat apa? Debat kusir— masalah mahdzab lah, Ratu Adil lah, ini lah, itu lah, sampai semuanya memenuhi hati dengan benci, buat apa?
Maka dari itu, target pribadi fuasa kali ini adalah menghindari berdebat dengan pihak-pihak yang berseberangan pendapat dengan saya. Oknum-oknum yang mau meruntuhkan NKRI, yang mau memusnahkan agama lain dari muka bumi, yang bengis-bengis, akan saya biarkan dulu. Saya berniat menghapuskan rasa benci dari diri, selama sebulan. Juga saya akan berusaha supaya sok ramah tamah dengan siapa saja. Pokoknya hal-hal yang ada di luar perkara makan atau tidak makan.
* * *
[1] Surprise. Rintangan fuasa. Maaf kalau anda terganggu. ![]()
[2] Meminjam istilah mas Pramur.

btw itu gambarnya haram™
Ujian buat bulan fuasa.
Gambarnya…
Stop STMJ! Stop STMJ!
(Sholat Terus, Maksiat Jalan)
Lebih baik agnostik!
*dibunuh*
sial

Uhuk-uhuk ternyata seven deadly sins tuh di-bondage macam itu ya… Pantas tambah beringas setelah idul fitri nanti :))
oiya fo itu gambar cewek nya kebalik

harusnya telentang
@ rozenesia
Saya memang kecenderungannya ke sana, tuh…
@ oddworld
Kalau buka puasa dilepas, nggak, ya?
@ Fajar

Hee, kenapa?
Wah, nemunya cuma yang lagi begitu, tuh.
@ Kopral Geddoe:

*jabat tangan*
…
hwakakakakakakkkk….
suwer gw ngakak….
*nelan ludah ngeliatin gambar*
ya.. batal deh puasa saya
*timpuk geddoe pake pocky beracun*
@ Tito
Ngakak karena apanya, ya?
@ agiekpujo
*mati keracunan Pocky*
untung saya feremfuan
…feremfuan, toh?
mister, harusnya gambar itu berjudul : menu berbuka puasa
Duh, iya, ya, kok saya nggak kepikiran.
setan gitu
disini koq masih berkeliaran yak??
Wah, itu di luar wewenang saya, mas/mbak…
(btw setan itu beneran ada yah?)Weh, gambarnya.
Ah, bagus deh. Kebetulan pas submit nih komen udah waktunya buka.
Jadi udah ga batal.
Aah…
Udah nyerufut teh anget.
gambarnyaaaa….syukurlah saya mbuka blog ini pas udah buka puasa #:-S
tapi u got the point: puasa bukan sekedar diet masal.
dan 1 lagi (ngutip kata2 temen saya), bulan puasa jgn jadi ajang buat menjilat Tuhan
Waduh saya kok jadi nyesel baca artikel ini. Rasanya kok fuasa itu berat sekali ya?
*melototin gambar*
Jadi….
Bagaimana dengan puasa
yang lebih hebat dari PELATNAShari ini, Ged?*lihat gambar*
Masya Allah, akhi…
Turunkan gambar laknat™ itu. Jika tidak… Sesungguhnya puasamu hanyalah mendapat lapar dan haus sahaja™.
Yup, tepat sekali. Jangan lupa disertai menahan diri dari ecchi dan kawan-kawannya ya.
Eh, ada gunanya juga lho. Mempererat silaturahmi sama tetangga pas sama-sama nguber khatib. Priceless tuh.
BTW, saya baca post ini pas udah malem lho.
weleh………puasa kok gambarnya gitu…….
pa gak ada yang lebih seksi maz?
*tutup mata jari kebuka*
shaumul ‘umuum, shaumul khushush apa shaumul khushushul khushush?
Alasan buat bisa menatap dalam-dalam gambar godaan itu ya?
Baidewei, saya bacanya pagi, lho. (tetap aja ga ngaruh)
wakakaka, ged, ged
ini gambarnya yang setan, apa setan-nya yang
nyamarjadi ente*kabur gak bilang-bilang*
setan seperti ini yang saya suka
gambar, gambar itu lhoo
(semuanya kok ngomelin gambarnya?)
kampusku kejam, tetap kuliah sampe siang-sore tanfa ampfun
*meratapi nasib*
Bokep libur dulu enggak? *libur puasa*
Itu gambar rosenqueen yang sedang berpuasa secara kultural?
Shaum itu apa Fo?
Benarkah setan di sekap di bulan ini? kalau benar, lalu kenapa masih ada kejahatan kebatilan kebusukan penindasan… berarti selama ini kita cuma mengkambinghitamkan setan… asal kejahatan adalah dari dalam diri kita sendiri tanpa campur tangan setan.
Justru lebih sulit menahan emosi kalau sedang lapar loh. Kebutuhan manusia kan bertahan hidup yang secara fisik dipenuhi dengan makan makanan. Orang lapar itu cenderung sulit menahan emosi, karena pikirannya dipenuhi dengan pemenuhan kebutuhan dasar yaitu makan.
Kalau pake istilah main game, makan dengan cara biasa sambil menahan emosi itu level easy sementara melapar karena puasa sambil menahan emosi itu level hard.
Selain itu, puasa (dalam konteks menahan lapar) baik untuk terapi kesehatan. Makannya juga yang bener, sahurnya jangan kebanyakan bukanya juga. Terapi kesehatan sekarang ada tuh yang pake metode puasa.
Sial….judulnya Fuasa
Koq gambar paling depan kyk gtu…
Ampuuunn…kurang deh pahala puasa gw
waduh… baru jam 10 dah ngliat itu an.. untung gak ngedip
gambar ganti yang lebih hot! awas kalo nggak!
gambar cabe kek, merica kek, saus kek, sambal kek,
tekek kek, gitu ajah kok repot.
Tapi apakah fair kalau bulan fuasa semua rumah makan dan kedai kopi diharuskan tutup?? Kebablasankah ide
keparatitu?? Bukankah tercium kesan pemaksaan doktrin dan pelanggaran HAM??(koreksi saya kalau salah)Kalau ga ada lagi yg jual makanan, dimanakah letak seni godaannya??
Contohlah kota Medan/Jakarta, puasa sih puasa.. yg jual makanan berjibun, itu baru namanya puasa menahan lapar…
Walikota anda terlalu munafik bung…
@ asukowe
mas logikanya gini:
kalo mas diajarin nulis, ya mas akan berusaha nulis terus…….apalagi kalau sudah pintar nulis….
bawaannya pengen nulis……terus
gitu juga kalau terbiasa berbuat jahat. kapanpun akan terbiasa berbuat jahat walaupun bulan puasa. ’cause setan telah mengajari selama 11 bulan sebelumnya tentang kejahatan jadi karena bulan puasa cuma sebulan orang yang terbiasa berbuat jahat tidak bisa berhenti seketika. pengennya njahatin orang……terus….
gitu aja kok repot……..
Semalam (sehari sebelum puasa) tepatnya sesudah adzan subuh, aku bermimpi bertemu Umar bin Khattab. Dalam mimpiku ‘sahabat masa lalu’ itu menganjurkanku untuk makan dengan porsi jumbo(dia tahu aku sosok yang kurus), belum sempat menelan ludah keburu musuh datang meminta ‘jemputan’, akupun diperintahkan bergegas meninggalkan makanan.
Sampai saat terjaga aku sempatkan berfikir sejenak, iya kalau Umar sudah pasti banyak musuhnya, lah orang macamku siapa pula yang mau memusuhiku. Boleh dibilang temanku terhitung banyak, dari yang root radical bertampang kriminal (bau terminal) sampai model ikhwan masjidan bercelana cingkrang, dari yang bernama Nyoman sampai yang punya nama Nur Ramadhan. Dari sini pencarian musuhku berhenti, sengaja kuhentikan karena memang tak kutemukan baik dalam bentuk konkrit sosok tak berteman yang selalu saja ada kecenderungan untuk melawan maupun dalam wujud makanan.
Selera makanku kembali terangsang kala teringat menu makanan dalam mimpi tersebut. Pikirku jangan-jangan ini adalah musuh yang hilang saat aku kesulitan menemukan atau musuh yang datang tanpa diundang. Makanan absurd dalam mimpi telah berubah menjadi musuh yang paling bernyali, datang ke alam maya sebagai penggoda dan selalu ada di alam nyata sebagai penyaji godaan.
Aku tak habis pikir, musuhku cuma seporsi makanan! kukunyah dan kutelan lalu aku muntahkan lewat mulut bawahku (bukan anorexia bulimia). Tidak, yang demikian bukanlah musuh tapi media permusuhan (belum sempat kuteruskan, keburu aku ditraktir teman 30 tusuk sate kambing) antara aku dan keinginan-keinginan perutku, antara lidah dan pencernaan, antara jiwa dan jasad yang menyiksa.
‘ah, biarlah perut bicara dengan bahasanya’ terucap lagi kalimat yang sama yang pernah kutulis tahunan yang lalu di tembok kamar kos2an, toh orang bisa sahid gara-gara perutnya sakit, lagian ini sudah akan mulai puasa yang merupakan jedah kerja alat cerna. Shuumu tashihu, hadits lemah yng gak pernah aku mentahrijnya tak menjadikanku lemah untuk mempercayainya bahwa aku selalu kuat untuk puasa (baca; aku selalu sehat dikala puasa) sampai aku dilemahkan datangnya waktu ta’jil hanya oleh semangkok kolak pisang atau sekotak nasi kiriman dari orang kaya serakah pahala, dobel ganjaran! to feel the hungry is to feed the hungry atau feeling the hungry by feeding the hungry, oalah orang pintar menyiasati puasa.
Selera makanku jadi hilang beberapa tahun terakhir ini, aku coba berpikir keras mengapa aku tak segembira menyambut puasa waktu kecil?, terasa puasa biasa-biasa saja, lapar-kenyang beda tipis jadinya. Tapi paling tidak telah kukenali permasalahannya, sebagaimana hukum yang selalu melompat seiring zaman dan tempatnya demikian juga halnya puasa. Yang jelas salah satu penyebabnya bukan karena maraknya ta’jil gratisan bermotif ganjaran yang tentunya tak sesegar sayur asem bikinan emak (belum sempat nyelesaikan paragraf ini, satu kotak berisi beberapa ‘apem’ bahasa arabnya katanya ‘afwan’, pisang dan lumpia kudapatkan, alhamdulillah/ ritual sesaji sambutan awal bulan puasa ditambah satu mangkok mie goreng buatan istri aku malah jadi kenyang tanpa musti/sebelum makan).
Mimpi, makanan dan musuh yang datang
Lewat mimpi seseorang dihadapkan pada tidak adanya pilihan, yaitu menyambut musuh meninggalkan makanan. Adalah mimpi yang tak perlu di ta’wili karena mimpi tak lebih kembang tidur sebab tak terpenuhinya keinginan, atau dari setan dan bisa jadi diberikan oleh penguasa alam. Dan bukankah makanan merupakan teman pereda rasa lapar dan musuh adalah teman yang mengingatkan? Coba bantu aku mendefinisikan bunga tidurku.
Buat CY
Baca soal puasa dan warung yang ditutup :
http://asukowe.wordpress.com/2007/09/11/puasa-sebentar-lagi-warung-harus-tutup/
Buat abeeayang :
Lha kalo gitu kita puasa aja 1 tahun penuh…
wk wk wk… itu pembelaan yang terlalu berani
@ Justice Bringer
Silakan seruput tehnya. Saya akan menyeruput setannya saja.
@ arya
Benar sekali. Jangan jadi ajang poles-poles apel. Bijak.
@ danalingga
Jagalah mata… Jangan kau nodai…
@ alex
Puasa yang biasa-biasa saja, mas. Nggak ada kejadian heboh.
@ sora9n
Gaaah!
Jangan lupa dengan jasa menuliskan materi khotbah. Saya sering dimintai tolong, tuh.
*modifikasi timestamp*
@ abeeayang
Kapan-kapan saya upload yang lebih keren lagi.
*ngelap mimisan*
@ peyek
Apaan itu semuanya, pak?
@ rozenesia
Nggak ngaruh? Wah, segera periksakan ke dokter terdekat… :}
@ extremusmilitis
Kami sama-sama setan… Dan saling mencintai…
~gaJelas~
@ fertob
Selera kita sama, mas.
*cheers pakai
Carlsbergwedang jeruk*@ saRe’
Di sini pun demikian, mbak. Sama kejamnya.
Biar nanti saya bom saja.@ Nenda Fadhilah
Iya. Stok sedang kosong. Internetan cuma lewat kampus — mana bisa donlot NSFW?
Btw, makasih tips-tips puasanya.
@ M Shodiq Mustika
Wallahualam, pak.
*sebenarnya itu gambar nggak nyambung, sih*
@ manusiasuper
Kalau dari Wikipe;
@ asukowe
Setuju. Setan bagi saya hanyalah metafor.
@ sundoro
Jangan khawatir, mas. Konon Tuhan itu maha adil. Mungkin kalau nggak sengaja pahalanya nggak dimutilasi.
@ dobelden
Nggak berkedip berapa lama ya, mas?
@ CY
Yang ini saya setuju. Biarkan saja yang berjualan tetap mengais rezeki, dan yang puasa tambah sulit puasanya; supaya pahalanya tambah gemuk.
Kalau nggak salah mas asukowe ada menulis tentang hal ini…
@ )’.'(
*manggut-manggut*
met puasa kawand!
maaph saia telat ngucapin met puasa kepada dikau…hikz T_T
eh, btw, tuh gambar ko ya bisa bgitu? hmm…saia jadi tergoda,,,
Memangnya kenapa? Itu ‘kan menampilkan keindahan artwork bikinan manusia. Kalau ada yang melihatnya, tentu ia jadi berpikir; kalau manusia saja bisa sebegini mahirnya, tentunya Tuhan lebih mahir lagi bukan? Oleh sebab itu, saya berharap setelah melihat gambar di atas, manusia menjadi lebih rajin berdzikir…
GaHaHaHaHaHa!
pantes masuk top 10 botd
*terjebak*
Lha? Masih, tho? Perasaan udah lengser siang ini…
Hahaha gokil
untung gambarnya bukan bishies XD
Aniwei, Selamat berfuasa, Kopral!
Maap lahir batin
diklik lagi biar naek terus
oh ya, selamat berpuasa
ah, sudah adzan. buka puasa disini ah.
Wah, buka puasa pas azan? Bukannya sirine atau bedug, Nto?
*siap-siapin isep rokok bebas-bebas*met buka difoooo…
*makan calamari*
btw ntar buka-nya jangan makan kayak babi™ ya
SEKALINYA DITUTUP, LANGSUNG BUKA
(tag adv. A Mild)
Take it as bless in disguise. Kan biar lebih khusyuk puasa dan belajarnya. Kalau internet ada lebih kedistract kan.
Wah, gawat. Ana malah jenis yang makin terangsang melihat yg terikat seperti itu. Kalo ngga salah, dalam kamus per-jav-an, namanya bondage. Namanya jg setan, makin diikat makin menggoda.
Menurut Mr Geddoe, kalo dalam ceramahnya di masjid-masjid para ustadz menggunakan ilustrasi seperti itu, bakal efektif ngga ya?
bukannya malahan puasa itu agar lebih gampang menahan emosi, soale jika lafar bakalan males marah marah. Mendingan hemat energi, gitu loh.
halah , blockquotenya salah. Di benerin dongk kopral.
Ho ho ho, layak untuk di del.icio.us neh
BTW, kalau makanmu seperti babi, sedangkan babi itu haram, maka darahmu jadi haram dong???
@ Nenda Fadhilah
Ini Nenda ya?
?
Po, komenku kok ngilang? Siapa yang nelan???
@ alex
bukannya abis bedug/sirine langsung adzan?
lagian kan aku sendiri yang mukul bedug, mana bisa nyambi makan
@ dana :
ada pepatah dari negeri antah berantah : “galak kalau lagi lapar, bego kalau sudah kenyang”
eheheh… bagus sekali gambarnyah… sudah diiket teh masih negok ajah…
*liat gambar*
Ahhh….
*donlot Futari Ecchi sebelum saur :p*
eh, setannya cantik bener Fo?
kafir.. kafir.. !!
*met makan.. makan gulai kambing n satenya sambil nunggu adik selesai berenang pagi ini*
fo buruan kesini.. ada lontong sayur.
*dilempar ke kolam*
fuasa gak usah banyak bacot

biar allah yang menilai .
makan seperti babi? lebih dari babi tuh
manusia kan memang rakus .
dibanding yang gak puasa ? mereka makan layaknya binatang yang ingin terus mengisi perutnya .
Jadi ada ujian lainnya darimu, Ged ? Gambar - gambar seronok itu…?
—–
laper bareng2 yuk…….* mata jelalatan!
Untung bacanya pas sudah buka….hehehehehe….
Eh, Ged… Udah dapet belum tuh Lontong …heheheheehhe……
blog info >>> report as mature
wakakaka, enak di ente, gak enak di kami yang ngeliat, biking ngeres

*celingak celinguk patah hati*
*liat gambar*
Sayah ga napsu ama cewek..
Tolong sediakan gambar setan cowok supaya lebih adil, Kopral..
met menjalankan shoum..
semangaaaaaaaaaaaat !!!!
*bosen komentar ttg gambar :D*
Udah hampir waktunya buka (lagi).
*Liat gambar
malaikatsetan sepuasnya.Udah hampir waktunya buka (lagi).
*Liat gambar
malaikatsetan sepuasnya*@ CY
Soal fair bisa debatable tapi pelanggaran HAM rasanya tidak. Negara memang berhak merestriksi pelaksanaan HAM warganya dengan alasan yang masuk akal tentunya. Negara bisa kok melarang pelaksanaan ibadah demi keamanan.
@ Nenda
Nah, kalau melarang tempat prostitusi selama puasa, masuk akal nggak ? *tetapi setelah puasa dibuka lagi*
Kalau melarang rumah makan buka selama bulan puasa, itu namanya menghilangkan mata pencaharian orang lain, dan ini bisa digolongkan pelanggaran HAM oleh negara terhadap rakyat, lho…
Selamat berjuang Kopral Geddoe …
@ fertob
Benar.
Kenapa harus membatasi orang mencari rezeki dengan alasan ibadah kita?
Seperti di Banda Aceh sini. Semua warung dan rumah makan tutup total. Lalu orang-orang pun makan sembunyi-sembunyi, sampai akhirnya ketangkap. Padahal mereka tidak melulu salah karena tidak berpuasa. Kenapa?
Karena profesi mereka itu sudah masuk kategori diberi keringanan: kuli yang ngecor bangunan tinggi dengan upah kecil dan keringat yang melelahkan.
Lagipula, agama tetap saja pada akhirnya adalah urusan personal. Kenapa dibatasi dengan peraturan-peraturan?
Ini negara agama atau negara republik sebenarnya?
negara republik agama kali yak?
Republik Agama Indonesia?
*sesuatu melintas di benak*
Ahahaha… jadi ingat lelucon teman di sini. Katanya, NKRI itu bukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi Negara “Kok” Republik Indonesia..
Kalau ada yang merasa alasan penutupannya tidak masuk akal silakan ke pengadilan. Uji material aturannya ke MK kan bisa.
Soal pembatasan mencari rezeki dengan HAM, bukankah setiap peraturan pemerintah itu dapat membatasi penikmatan HAM individu tertentu. Misalkan pembatasan free speech karena alasan keamanan. Enggak lucu kan kalau ada orang bikin prank di bandara bikin panik semua orang lalu dibebaskan gara-gara free speech.
Pemerintah punya hak mengatur jalannya roda ekonomi demi stabilitas. Namun alasannya itu memang harus masuk akal sehingga seperti saya bilang, masih bisa diperdebatkan. Tiap pihak punya argumen masing-masing untuk mendukung posisinya.
Banda Aceh urusannya udah beda. Udah ada hukum syariah dan itu bukan keahlian saya. Sebenarnya saya juga sebal kalau ditutup gara-gara puasa. Enggak boleh puasa tapi makan juga enggak bisa.
Negara bisa kok mencampuri urusan agama, lihat Pasal 18 ICCPR ( http://www.ohchr.org/english/law/ccpr.htm ). Indonesia kan negara yang masih mencampuri kehidupan beragama warganya. Lihat saja Pasal kesatu Pancasila dan adanya pidana penodaan agama di KUHP. Indonesia bukan negara sekuler abis seperti Turki.
@Nendafadhilah
Masuk akalkah menutup semua warung dan rumah makan (yg sama artinya dgn melarang org makan), dimana yg namanya “makan/ngisi perut yg lapar” adalah termasuk Hak Asasi Manusia disamping kebebasan memilih Agamanya masing2 ???
Dalam hal ini minimal sudah melanggar 2 HAM, belum lagi hak org lain mencari nafkah dll.
@Nenda fadhilah
Wah… kalo sudah bicara pengadilan susah deh. Kalo diluar negri saya berani fight ke pengadilan masalah begituan, tapi kalo di negara kita ini …. spechless dah.., mungkin anda lebih tau bagaimana pengadilan di sini.
Pemerintah kan enggak melarang tidak makan sama sekali. Masih bisa bikin bekal trus makan *ngumpet2 sih*. Toko bahan makanan masih buka, jadi bisa masak. Supermarket/warung masih jual pengganjal perut juga, kan. *jadi lawyer pemerintah*
Bleh. Secara hukum memang negara berhak membatasi HAM rakyat untuk alasan keamanan atau stabilitas. Yang perlu dipertanyakan, apakah kalau secara hukum itu sah, serta-merta itu langsung tidak menjadi pelanggaran HAM?
Lho, tahu tidaknya itu pelanggaran HAM dari mana? Dari hukum yang berlaku kan.
Silakan baca:
ICCPR: http://www.ohchr.org/english/law/ccpr.htm
ICESC: http://www.ohchr.org/english/law/cescr.htm
Menjalankan ibadah puasa kan hak menjalankan agama yang harus dilindungi juga oleh negara enggak hanya hak orang lain untuk berjualan. Pemerintah berpikir, biar yang Muslim makin khusyuk puasa, maka godaan makanan dikurangi dengan menutup warung makan dsb.
Lagipula enggak dilarang berjualan sama sekali, kan. Masih bisa jualan di sore sampai malam hari.
Btw, dari tadi ngomong dilarang-larang segala macem, pelarangannya itu pake dasar apa? Peraturan Bupati/Walikota/Gubernur yang mana? Rasanya aneh nyebut melarang-larang tapi aturan pelarangannya itu sendiri tidak jelas.
Waks, riplainya banyak amat?
@ Apret
Kalau bishie, saya ya nggak tertarik. Saya ‘kan masih normal.
Kecuali kalau androgynous mungkin.Selamat fuasa.
@ caplang™
Selamat fuasa.
@ antogirang™
Mari berbuka bersama…
*siapin suntik gede*
@ cK
Calamari apaan?
Btw, sayangnya kemarin saya buka puasanya memang kayak babi™.
Woooooooi!!!
@ mbelgedez
Justru itu, mas. Jadi ‘buka’-nya ter’tutup’.
@ NesiaWeek
Iya, pak, fetish saya memang seabreg.
Kalau yang begituan ada di masjid, saya sih suka-suka saja, tapi pasti bakal ada yang bakal datang berbobdong-bondong ke sana pakai parang, tuh…
@ danalingga
Lha, agama ‘kan intinya memang mempersulit…
Btw, tagnya sudah diperbaiki.
@ Amed
Memang itu tujuan saya, mas. Supaya darah saya nggak halal lagi.
Barusan ditelen Akismet, mas.
@ sikabayan
He-eh. Bikin saya jadi lapar. <3
@ Nott de Nutt
Futari Ecchi terlalu lunak tuh…
Ahem.
Selamat sahur.
@ Mrs. Neo Forty-Nine
Yaah, kok ngomongin setannya semua, sih?
@ irdix
*terjun ke kolam, minum sepuasnya*
@ Bachtiar
Lha, manusia itu ‘kan memang sejenis binatang…
@ Mihael Ellinsworth
Hush, kamu™ masih kecil.
@ diKo
*ikutan jelalatan*
@ Magister of Chaos
Iya, nih. Mungkin besok saya mau berburu lontong.
@ extremusmilitis
Hohoho!
*cium-cium setan yang lagi meronta-ronta*
@ calonorangtenarsedunia
Setan cowok mah banyak di televisi… Dari Saddam Hussain, GWB, Blair, ABB, dan seterusnya.
@ A-isy
Semangat juga…
*akhirnya ada yang ga komenin gambar*
@ Justice Bringer
Huush, haloom, halooom!
@ M3
Selamat berjuang juga, mas.
@ Nenda Fadhilah
*bersungut-sungut*
Hahaha! Jadi ingat God Delusion-nya Dawkins. Di situ dia bilang kalau agama seringkali mendapat privilege yang berlebihan dari negara dan rakyat.
@ fertob
Kembali saya ingatkan masalah ‘privilege berlebihan’ yang diutarakan Dawkins.
@ alex
Republik sok agamis…?
Sialnya, sekularisasi di Indonesia belumlah sempurna…
@ CY
Makanya dukung sekularisasi, dong!
@ Scrooge McDuck
Benar sekali. Hanya karena sesuatu itu legal, tidak berarti itu tidak melanggar HAM. Yang menarik di sini adalah bagaimana agama dipraktekkan di luar private sphere…
@ Nenda fadhilah
Pelanggaran HAM tidak selamanya bisa dengan sempurna dirumuskan dengan hukum positif. Contoh kontroversialnya adalah larangan mengemudi bagi wanita di Arab Saudi.
Duh, makin nyambung ke teorinya Dawkins, nih, IMO. Coba baca bukunya, deh, di situ dia menyatakan bahwa sentimen umum itu bisa ‘berkonspirasi’ memberikan privilege berlebihan pada agama.
Dan ya, dukungan itu tidak mesti formal.
@ Nenda
Aturannya benar-benar debatable. Puasa tahun lalu aku merasa sampai naik urat leher karena debatan begini di kampus.
Begini:
Aku pernah mencoba bikin penelitian untuk artikel dengan teman di sini, di kalangan warga non-muslim tionghoa yang masuk kelas menengah ke bawah di kawasan pecinan Banda Aceh. Dan tahu apa yang kami temui?
Ada yang mesti jual petasan untuk nutup anggaran rumah tangganya! Dan itu pun kena lagi razia oleh aparat, dengan kutipan biaya keamanan.
Berjualan pada sore hari? Langganan muslim yang berbuka puasa sudah dicegat oleh pedagang muslim yang menjamur di sepanjang jalan.
Siapa yang nutup kerugian ekonomi mereka? Pemerintah?
Ada yang bandingkan dengan kasus di Bali dengan Hari Raya Nyepi misalnya. Apa pantes? Ini sebulan, sedangkan di sana itu cuma satu-dua hari.
@ kopral geddoe
Benar, Ged. Benar…
*manggut2*
Blogsome, tuh. Tulis aja.
Yang menyedihkan adalah, apakah aturna seperti itu memang sejalan dengan ajaran agama yang dikasih privilege?
Kagem Nenda Fadhilah :
aturan dan larangannya ini :
http://www.banjarmasinpost.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1528&Itemid=180
cepeekkkkk
walah.. keduluan segawon cepek nya. . .
btw, komentnya kayaknya sudah OOT nich
@ asukowe
Wah, terima kasih informasinya.
*geleng-geleng kepala*
@ funkshit
OOT-nya ke arah yang positif, kok…
Assalamualaikum…
Perkenalkan saya baru disini…
Weleh-weleh, gambar awalnya langsung membuat syahwat menggelora, *save
BTW ttg tulisannya, koq jadi membuat bulan puasa tidak seindah selama ini ya…
Wass…
Karena lagi bulan puasa, jadinya cari yang
lunakmendidik pakSaya yakin futari ecchi bahkan boleh dibaca waktu lagi puasa, kan kita tujuannya buat belajar toh?? *grins*
@ gm88
Aleikhem sholom.
Ini forbidden_lover dari VGI bukan?
Tidak indah? Memang, ini adalah bulan puasa yang bagi saya paling tidak indah. Mungkin karena kali ini secara religi saya punya lebih banyak pikiran… Lebih banyak renungan
Such is the price of knowledge.
@ Nott De Nutt
Hohoho, memang yang ini agak edukatif, mbak. Sayang unsur fetishnya sedikit…
Tapi unsur edukasinya lucu, lho. Saya sampai ngakak-ngakak…
Yup… ente senengan mana, ngejalanin ibadah dengan penuh semangat dan rasa kebahagiaan (walaupun disebut bodoh oleh orang lain), atau merasa uring2an karena banyaknya pemikiran
Bener, memang ignorance is bliss. Kadang saya juga pakai teknik-teknik a la self-seception supaya otak bisa dapat rasa kebahagiaan sebentar…
Selamat puasa.
Lucu sperti… banana?
*skeptical looks*
Yang pakai diagram-diagram, laporan hasil-hasil survey, sama artikel-artikel blak-blakan lainnya.
ckckckck, sudah ada 10 kata babi disini!
*istirahat sambil komen sebelum meneruskan makan seperti babi*
snort… snort.. krauks.. nyam nyam…
OH! Ternyata Kopral sudah pakai baret!
*lirik2 avatar*
*melanjutkan ketinggalan*
Selamat Berfuasa
Komen serius ni:
Sebetulnya saya rasa, si mangaka masukin facts itu supaya keliatan intelek™. Jadi maksudnya excuse buat bikin hentai…
Haih, kalo gitu mah sama aja kaya manga hentai yang laen kan? Yang penting niat kita buat bacanya…
*donlot yang laen :p*
*lirik komen di atas*
Lhaa… piye iki…
link donlodnya mana?
Lah, yang penting kan niatnya mas :p
gabisa kasih link, lagi bulan fuasahalah :p