Lhoo, kok, jadi begini?
Kenapa jadi menyedihkan begini?

Beberapa jam yang lalu, saya bangun tidur. Sesaat sebelumnya, di alam mimpi, mobil saya diseruduk dari belakang oleh para gangster yang berhasil mengejar saya balapan di jalan tol (ini serius, lho). Akibat efek benturan semu tersebut, saya pun terjaga.
Rasanya agak aneh.
Aneh.
Aneh.
Aneh.
Pukul sepuluh malam.
Pukul sepuluh malam.
Lhaa, perasaan saya tadi cuma mau tidur siang sebentar, kenapa bangunnya sampai pukul sepuluh?
Karena keteraturan hidup hari itu sudah terlanjur rusak binasa, saya tidur lagi. Dua jam kemudian, setengah tidur, saya pun berangkat ke rumah makan terdekat. Waktu itu sudah pukul dua belas. Ngelindur, saya pesan bistik kambing. Aneh-aneh saja, ‘kan?
Padahal biasanya saya nggak pernah makan makanan nggak jelas kayak begitu.
* * *
Setelah pulang, saya kemudian tersadar; HIDUP SAYA NGGAK JELAS! Kamar saya wujudnya kayak sarang bajak laut. Memang nggak kotor, tapi betul-betul berantakan. Saya sendiri sempat terpana. Ini kamar siapa? Ini bukan kamar saya!
Betul, selain jadwal tidur yang semakin ngawur, kamar saya juga tatanannya nggak manusiawi. Lemari saya saja kosong. Semua barang masih di kardus, karena saya ‘baru pindah’. Masalahnya, sebenarnya sudah nggak terlalu baru lagi; sudah dua bulan, je. Singkat cerita, kamar saya kayak gudang. Pakaian yang ada main tumpuk saja di atas koper. Berantakan kayak obralan. Betul-betul gudang, pokoknya.
Apalagi, banyak kotak-kotak teh botol berserakan di mana-mana. Saya sendiri bingung sejak kapan saya jadi sebegitu cintanya sama teh botol. Yang berserakan di sekitar desktop saja, setelah saya hitung, ada sebelas kotak. Itu semuanya kosong, nggak dibuang-buang. Botol air mineral juga mengalamai nasib yang sama. Hanya jumlahnya lebih sedikit.
Seisi kamar adalah tempat sampah. Anda bisa lihat sendiri di gambar yang paling atas. Koin berserakan di mana-mana. Di lantai, di meja, di mana-mana. Khusus yang ini, kapan-kapan mesti dipungut satu demi satu. Duit soale.
Buku-buku, berkas-berkas, dan cakram-cakram penyimpan data juga tempatnya campur baur nggak jelas. Dari manga, buku-buku komputer, Al-Qur’an, Alkitab, buku panduan atheisme, manual PSP, buku-buku kajian tasawuf yang sampulnya sudah lecek, selebaran pusat kebugaran, manga-manga lokal Malaysia, iklan dari Domino’s, sampai buku kosong, sama-sama terdeteksi tersimpan secara sporadis.
Saya pun jadi panik. Melolong-lolong sendiri. Memanggil-manggil Tuhan dengan berbagai nama. Ya Tuhan! Ya Allah! Yahweh! Jehova! Tetragrammaton! Bapa! Ya Rabb! The All! Alpha dan Omega! Bhagavan! Demiurge! Deus! Nature’s God! Providence! Kami-Sama!
“Saya kok jadi nggak jelas begini?”
Padahal, dulu kamar saya rapi. Disapu setiap pagi. Dipel dua minggu sekali. Pakaian tersusun rapi. Buku dijilid sesuai jenis bacaan. Selalu ada tempat untuk meletakkan koran pagi. Kenapa saya jadi urakan begini?
* * *
Sebenarnya mungkin karena saya memang berniat untuk pindah. Jadi, mungkin… Alam bawah sadar saya menolak untuk berapih-rapih ria di tempat sementara ini…?
Eniwei, saya mau memperbaiki mood. Mungkin saya besok bakal bangun shubuh-shubuh dan ikut shalat shubuh di surau di dekat sini, berjamaah. Saatnya mengeksploitasi kekuatan agama; buat motivasi spiritual.
Kalau anda mau membantu, doakan saya supaya kembali menjadi JELAS, dan segera pensiun menjadi orang NGGAK JELAS.
Shalom aleichem
*diiringi BGM Bodies-nya The Sex Pistols*.


…
Pictures say more than 1000 words, -__-`
Pesan moral : segera bereskan `dirimu` Nak. SEGERA!
Siap, bu. Siap. Rearrange my lifestyle, live like a wild child.
Dasar kaum laki-laki!!™
Begitulah pacar, adik dan sepupu2 ceweku sering bilang, kalo ngelongok isi kamar… sejak SD memiliki kamar yang berantakan, yang sewaktu SMA hingga kini ditutup dengan kata, “Namanya juga seniman… namanya juga orang freelance…”
sebagai alasanHmm… pemake Toshiba Sateliite juga, ya? *lirik ke laptop di lantai*
Lhoooo, ini baru sekalinya lho kamar saya kayak kapal pecah begini, mangkanya syok
Btw, iya, Satellite L100. Tapi itu di atas kasur, lho, bukan lantai
Matanya tajam amat, mas
ohh… itu kasur tho?
*kucek2 mata*
aku kira lantai di laundry roomya kenal saja bentuknya, udah familiar pake si toshiba M35. tampilannya toshiba sepertinya sama semua, kecuali portege, ya?
eh, kok berantakan begitu? kesannya jadi kaya bekas
pesta narkobapesta lajang, dehKasurnya memang nggak kelihatan, kok. Itu notebooknya tak taro di ujung
Btw, itu bukan pesta apa-apa, lho. Kalau nggak pasti lebih parah lagi
ckckckkck sayah malah kira kamar saya dulu berpindah tempat ke sana setelah liat gambanya ckckckckkckc
btw.. itu gambar terakhir… mo buat piramida ya
*kaburr*
Mau bikin patung Zeus
gak jauh berbeda dengan kamar saya yang lama
jorok…
*padahal kamar sendiri juga kayak kapal pecah*Padahal meskipun aku cowok, kamarku rapi tuh… (Kecuali lemari pakaian yg berantakan).
Intinya, sembunyikan yang tidak rapi
Somehow, I can’t believe it.
Oke, saya juga sering males buat ngebuang botol-bekas-minuman. Tapi, sependek ingatan saya, kayaknya gak pernah deh sampai numpuk segitu banyaknya depan monitor.
tentunya bungkus minuman kotak udah pada dibuangintapi tetep aja orang-orang pada bilang kamar saya berantakan. kenapa ya?
Ketinggalan.
Betul-betul selera bacaan yang lengkap dan sporadis, persis seperti isi kamarnya.
hmm… ada yang mencurigakan disini..
Cewe yang biasanya nggak loe umpetin di bwh tumpukan sampah itu kan Ged?!?!??
hahaha.. bwakakaka… ngakak abis.. *nertawain diri sendiri* I’ve been there.
kadang terbuka pada sesuatu itu bagus, namun semua inputan yg diterima semestinya diamati. more step to go bro.. hehe..
*ga ngerti ngedumel apaan*
@ Fajar
Tapi dulu kamar saya nggak seperti itu!
@ cK
Mosok? Skrinsyut, dong
@ dnial
Itu memang strategi paling ampuh, sih. Sembunyikan yang nggak rapi
@ sora9n
It’s true
Di kamar saya yang dulu, di dekat situ ada tong sampah… Jadi nggak pernah numpuk
Untung nggak ada buku John Grisham dan Penthouse,
serta selebaran Lia Eden, ya@ Abu Ganteng Al Narsisi
‘Kan saya udah bilang, lemari saya kosong
@ irdix
Jadi sekarang mesti ngapain?
beresin kamar secepatnya, bikin jadi cozy. Trus.. hmm.. bengong.
Siap, dikerjakan
dasar cowok
hadu haduh..
*beresin kamar geddoe*
betul -betul parah.
hwaa..kecoaaaaaaaaaaaa
*pingsan*
hadu haduh..
*beresin kamar geddoe*
betul -betul parah.
hwaa..kecoaaaaaaaaaaaa
*pingsan*
Kamarmu itu… hhhh… sampai ada yang pingsan 2x itu, Ged
*lirik komen2 di atas*
Pindah ke hotel saja, ada cleaning service, ada roomboy lagi
@ IsMa
Nggak perlu repot-repot, mbak
@ alex
Duwit, mas, duwit
ah, justru di tempat yang rapi saya ga bisa mikir kreatif
bawaannya mo tidur mulu..
*alesan*
wah, kayaknya kecoak pun ga betah disana, hehehe
@ antogirang
Betul, mas
*justifikasi*
@ mr lekig
Kalau dipikir-pikir, di sini memang nggak ada kecoa, lho, mas
Masih pecah kapalnya Difo?
*jangan-jangan jawabannya `masih` nih*
Masih, mbak
kopral baik baik aja kan?
oi, cepet benerin kamarnya!
ga usah jawabin komen dulu
abis itu, bersihin kamarku sekalian
Kamar berantakan saya masih maklum. Bangun tengah malam dan memesan bistik kambing itu yang membuat saya khawatir…
Bertobatlah!
Saatnya beristri pak, pak…
Emangnya tengah malam ada rumah makan yang buka?
Semoga bisa balik normal lagi, deh.
*Cast Healing Wind*
*Bantu Geddoe beres-beres kamar*
udah dirapiin belom??
*liat komen #32 Scrooge McDuck dan #33 Mansup*
Difo! Denger tuh!
@ danalingga
Sayanya sih masih hidup, mas
@ antobilang
Permintaan… Ditolak…
@ Scrooge McDuck
Itulah, saya pun heran kenapa saya tiba-tiba pesan bistik kambing. Walau rasanya lumayan juga
@ manusiasuper
Saya juga berpikir begitu!
@ p4ndu_Y4m4to
Ada, mas, 24 jam, kok
Btw, jangan pakai mantra angin dong, semuanya jadi tambah berantakan, ‘kan
@ cK
Belum
@ jejakpena
Memangnya apa hubungannya antara komen Pak Bebek dan Mas Mansup?
Tapi kan buat healing… Jadi ga terlalu bahaya.
Kalo The Shredding atau Funeral Wind, nah, itu baru bahaya.
Gak ada hubungannya sih, cuma dua-duanya kan mengandung `nasihat`. Begitu.
@ p4ndu_Y4m4to
…
@ jejakpena
Ha, begitu…
Cih, masih berantakan kamar gw (kalau lagi kumat) *mencari suami yang bisa disuruh bersih2*
Anda patut merasa malu
Makanya…. *liat lowongan calon suami*
Lagian saya agak2 alergi debu juga *alesyan*
where is
wallykopral?@ Nenda Fadhilah
Pak Bebek cukup pembersih, bukan?
Hohoho!
@ caplang
Kenapa, mas?
Telat saya baca Postingan ini.
setelah saya baca postingan
http://rosenqueencompany.wordpress.com/2007/08/20/harun-yahya-strikes-back/
dan Klik Icon BACK.
Baca Postingan ini.
OouPs. Sahabatku. Kopral Geddoe
1. Mari yuk kita sama-sama bercermin
2. Mari Yuk kita sama-sama melihat ibu jari kita,
3. Mari Yuk kita sama-sama kembali melihat kebawah, dan senantiasa mencari kembali apa dan siapa sebenarnya diri kita.
4. Mari yuk menjaga dan senantiasa menjaga, apakah kita menjadi lebih baik dari yang kita jadikan objek pembicaraan. http://rosenqueencompany.wordpress.com/2007/08/20/harun-yahya-strikes-back/
Maafkan sahabatmu yang lancang ini.
Terima KAsih
Gila, kalo sampe yang punya kamar itu menikah, kasihan banget istrinya!! Sebagai istri dia akan perlu banyak bantuan, berarti satu istri ga akan cukup kopral!
Btw, setelah baca posting ini, saya tidak lagi merasa sebagai orang terjorok didunia. Terimakasih.
@ sahabat kopral geddoe
Silakan baca [tulisan ini]
Anda akan melihat sendiri, secara matematis, blunder anda dalam mengambil kesimpulan ada di mana
Semoga anda sudi belajar dari anjing seperti saya
@ Guh
Berarti saya mesti poligami
Ayo, ayo, empat slot masih tersedia
what do you waiting for ?
sungguh realitas yg berantakan.
karena saya sangat amat percaya dengan teori generatio spontanea, saya yakin di kamar Kopral Geddoe sudah banyak makhluk hidup yang muncul dari benda-benda yang “sporadis” itu…
*jangan-jangan yg punya kamar juga muncul dari benda-benda sporadis itu ?*
hohoho… kalau kamar saya lumayan rapih bin teratur, otak ini yang nggak tertata rapih. terbalik ya ?
@ irdix
Males, mas
@ fertobhades
Nggak tahu juga, sih. Semoga ga keluar mutan
He? Teori abiogenesis ‘kan itu?
Btw, kalau saya justru paralel, mas. Kalau kamarnya rapi, pikiran juga. Makanya, saat ini pikiran saya sedang rusak
hwehe… kalo kamarnya rapih ntar aq traktir rawon iga bakar deh.. hehe..
*iga sapi kan bagian paling enak dari bagian2 lainnya, lalu dibakar, diberi bumbu dan terakhir dipanggang dalam bungkusan daun pisang agar rasanya meresap jauh kedalam.. bayangkan saat dinikmati dgn rawon yg rasanya khas lalu ditambah dgn aroma harum daging iga sapi yg dibakar.. dagingnya benar2 lembut dan maknyuzz*
-jd kuliner deh-
Hush, Pak Bebek itu kakak yang baik yang selalu bersedia mendengarkan keluh kesah saya mengenai suatu hubungan yang tidak jelas selama berjam-jam.
geddoe, daripada kamu beristri 5..mendingan pelihara budak…
halal tuh buat disetubu…..*dicekik*
Hum….”hampir” semua mahasiswa pemalas ya ?
@ irdix
*ngelap iler*
@ Nenda Fadhilah
Kalau di manga-manga, hubungan seperti itu bukannya tidak potensial sama sekal…
@ antobilang
Di sini nggak ada pasar budak mas
@ Mihael Ellinsworth
Yang merantau biasanya iya
Eits, generalisasi?
EIts, saya pakai kata “hampir”.
“Hampir”nya pake tanda kutip sih, jadi kesannya…
Btw, situ nanti kuliah di mana? Kalau di Bandung juga, mungkin nggak serusak saya
Tidak semua perantau jorok, tapi hanya karena ada beberapa perantau yang jorok – seperti geddoe – hancurlah nama perantau.
*ini ngomong apa sih*
Iya, iya…
ah, yang penting otaknya gak jorok…
kalau semisal ada, mau beli?
Bisa jadi
Tentunya setelah itu saya membebaskannya. Biar masuk surga
dan dapat 70,002 bidadari
Mungkin di Bandung. Kalau saya ditendang dari ITB, mungkin mau di Jakarta.
*Melirik gaya hidup kos – kosan*
Kita lihat seberapa bersih dikau nantinya
mimpi di “siang” bolong yaaa??
He? Kalau siang saya nggak di kamar, mbak, boro-boro tidur atau ngimpi
O eM JI???!!!
kok bisa sekacau itu sih? *tepuk tangan* ternyata aku tidak sendirian didunia ‘ini’
*langsung megang sapu*
…
Segitu parahnya kah?
Melihat kamarmu kok serasa habis kalah perang ya ?
sudah sholat subuhnya?
Berantakan itu biasa Nak, kalau kost ga berantakan, namanya bukan kost. tapi istana Negara…
@ Mihael Ellinsworth
Wah, belum pernah melihat pemandangan kalah perang yang asli, ya?
@ Neo Forty-Nine
Kosan saya yang lama rapih, lho
Wajar dah kalo cowok gitu…
Gak jauh beda dengan kamarku…hihi
yak..tinggal siapin granat 1. lempar. dah silahkan pindah mas…
dulu saya juga begitu sewaktu masih sendiri…namun sekarang setelah ada yang menemani, jadi sedikit terbantu untuk merapikan…:)
@ pelbis
Hohoho, namanya juga laki-laki, Pak…
@ mataharipagi
Masalahnya granat nggak dijual bebas di sini, mas/mbak
@ imcw
Kapan-kapan saya ikuti tips-nya deh, mas/mbak
@ Kopral Geddoe
Ada gitu yang mau sama ente?
sst, katanya kebanyakan cewek lebih suka sama cowok yang rapi lho
Saya ‘kan cuma basa-basi
Buset, memang susah dipercaya sih kalau saya ini dulunya rapi
Memang susah, IMO. Soalnya nggak kebayang… bahwa seorang cowok yang (dulunya) rapi sekarang nunjukin screenshot kamar kayak gitu.
-pictures say more than 1000 words, katanya-
Well, memang susah untuk meyakinkan hal itu… Karena itu saya nggak akan susah-susah mencoba
gak percata yah saya punya granat…nih saya lempar..
DUARR………!!
percaya gak..?? sekarang pindah sana…!!
btw, masih mending tuh penuh..kamar awak gak ada isinya..kasur doank..wakaka
*mati terkena ledakan granat*
kapal pecah? kapal hancur maksutnya..
Pecah dan hancur
ha ha ha…. aku bangeet kuwi geddoe….
ga nyangka itu kamarnya anak yang ngakunya obsesif kompulsif,,
di sana banyak jual teh kotak?
@ Suluh
Wah, kenapa, mas?
@ Rizma
Makanya. Saya sendiri jadi stress melihatnya
bagi-bagi gih teh kotaknya,, kami bersaudara penggemar teh kotak
Lha, di Indonesia ‘kan banyak
kirimkan saya tiket ke malay. nanti saya rapihkan kamarmu
Ada kemajuan?
Ini udah hari ketiga kan? *liat kalender*
(curiga jawabannya `gak ada` )
@ cK
Halaah, ga yakin sampe kesana cK bakal ke kosan Difo.
Errr… tapi bisa jadi juga ding.
*membayangkan cK buangin sampah teh kotak dan beres-beres*
@ cK
Yakin mau ke gubuk saya? Ntar kelayapan di shopping mall lagi
@ jejakpena
Ada, saya beli kantong asoy super gede. Semuanya dimasupin ke situ. Besok pagi dibuang di perempatan.
*ngebayangin difo buang sampah segede mayat*
saya serius! kirimin saya tiket! nanti saya rapihkan
*nyiapin paspor, baju, koper supergede dan digicam*
…
….
buang di perempatan….
tindak-tanduk kafirun™ ….
BUANGLAH SAMPAH
DENGAN TEMPATNYAPADA TEMPATNYA, Ged…*nyamar jadi Kepala dinas kebersihan*
Ya, di perempatan itu ada bak sampah gede
Ah… saya jadi ingat sesuatu…
Dulu kalo di kampung, kalo ibu suruh buang sampah ke ujung jalan di kompleks rumah, saya dengan senang hati melakukannya. Bukan karena ada bak sampah gede saja di ujung jalan itu, tapi karena ada wajah
merangsangmanis yang duduk di kios seberang jalan…Ada apa pula dekat bak sampah gede di sana, Kopral Geddoe?
*mancing*
Ada kios burger, kalo udah siang
seratus!!!