
MALAIKAT
oleh Saeful Badar
Mentang-mentang punya sayap
Malaikat begitu nyinyir dan cerewet
Ia berlagak sebagai makhluk baik
Tapi juga galak dan usil
Ia meniup-niupkan wahyu
Dan maut
Ke saban penjuru.
(2007)
* * *
Ini menyoal sajak Malaikat-nya Pak Saeful Badar. Konon, katanya, sajak yang dimuat di Pikiran Rakyat edisi 4 Agustus 2007 ini, diberangus.
Diberangus?
Iya, diberangus. Lho, pertanyaan yang timbul; Kenafa diberangus? Apasal? Mengafa? Wai? Sebab, konon, menurut legenda, sajak ini menghina ajaran Islam. Oleh siafa? Konon, menurut catatan sejarah, beberapa organisasi yang mengatas namakan Islam.
Lucunya, sewaktu saya baca, kok saya sendiri jadi bingung. Bagian mananya yang pantas untuk diberangus? Bagian mana yang pantas dicekal? Saya baca dari kiri ke kanan, atas ke bawah, bawah ke atas, kanan ke kiri, sampai diagonal, kok nggak kelihatan blasphemy-nya? Saya ‘kan jadi bingung. Kelihatannya juga dari yang saya baca, sajak ini nggak ada kelanjutannya.
Penasaran, saya berusaha mengimplementasikan metode bible code untuk membacanya. Mungkin ada pesan tersembunyinya. Tapi hasilnya nihil.
Tolong bantu saya. Ini sajak bagian mananya yang sesat?
* * *
Saran saya kepada bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, kalau kemampuan mencerna tulisan berestetikanya kurang, jangan menyalahkan yang bikin sajaknya, dong
Mbok jangan ngeyel, jangan sok tahu. Sok tahu makna sajak yang dibikin orang, misuh-misuh pula. Jangan bikin malu!
Link terkait;


jadi ingat puisinya mas joe…
untung dijelaskan wong segitu aja intresprestasinya dah bermacam-macam apalagi yang ini….
tapi sayang dalam kasus ini seni menang sendiri, seni benar sendiri dan seni lain2 yg dibuat seenak perutnya sendiri aja yang dipake dan dibenarkan oleh lembaga media itu sendiri
Kalau interpretasi “mereka” seperti itu, semua puisi dan karya sastra bisa saja ditafsirkan menghina ajaran agama tertentu. Tergantung siapa yang menafsirkannya dan apa kepentingannya.
Sayangnya, karya sastra itu multi tafsir dan tidak ada yang bisa mengklaim tafsir mereka sebagai hal yang paling benar.
*kalau malaikatnya seperti gambar disamping, saya pengen juga tuh…*
besok besok…liat tampang presiden juga bakalan jadi haram
Itu yang sering bikin resah masyarakat di negeri ini. Lha wong koruptor yang menilap uang negara milyaran rupiah aja didiamkan kok, penyair yang mau bikin bener malah diuber-uber. Itu menurut pemafsiran saya dari “Malaikat”-nya Saiful. Orang lain dianggap pendosa dan menganggap dirinya paling suci dan sok paling bener. Ok, salam kenal dan salam budaya, merdeka!
@ almas
Betul, mas. Teks itu sifat dasarnya ambigu. Kalau cuma curiga sedikit mungkin masih bisa dipahami, tapi kalau main berangus, itu sudah memprihatinkan.
@ fertobhades
Penafsiran kayaknya memang selalu bias, ya, mas? Saya sendiri, misalnya, kalau menafsirkan lirik-lirik lagu mentalnya melulu ke agama, lho, walau ternyata makna menurut senimannya beda
Btw, lagunya nggak saya berangus, lho
@ Neo Forty-Nine
Jangan sampailah…
@ Sawali Tuhusetya
Huhuhuhu, koruptor ada bekingan, kali, Pak. Penyair ‘kan nggak seberkuasa politikus
Merdeka. Mari mulai lagi dari kemerdekaan dari hegemoni intelektual
Wah di sini malaikatnya lebih cute tuh.
Moga moga para malaikat itu makin sibuk menghadapi protes, agar ndak ngerjain orang lagi.
Sebenarnya itu sampel dari 70,000 bidadariAh, ah, ah, malaikatnya buwat saiya sajha…Itu lirik lagu Homicide yang bikin Orang-Orang Begitu Itu™ jadi kepanasan.
Eh… ini baru malaikat, belum lagi Tuhan, udah macam cacing disundut api rokok saja.
*misuh2*
yang mengancam Kang Saiful dan Redaktur Pikiran Rakyat kok gak ada yang komen sih? Apa mau mendemo Matt?
Sumpah ! Jadi inget pas jamannya Harmoko membreidel TEMPO dan menjebloskan Mas Gunawan Muhammad ke penjara dweh !
Peace, Love `N Harmony !
Sumpah ! Jadi inget pas jamannya Harmoko membreidel TEMPO dan menjebloskan Mas Gunawan Muhammad ke penjara dweh !
Peace, Love `N Harmony !
@ alex
He? Itu lagu yang mana, ya?
@ Kang Adhi
Misterius, kang
@ 9uBr3K5
Tenang, mas. ‘Kan yang misuh-misuh baru kelompok-kelompok yang belum bisa dibilang terlalu berkuasa
Btw peace, love, harmony, kok kaya slogan toko hotdog, ya?
@ Kopral Geddoe
http://multiply.com/benefits/8?event=event9&xurl=http%3A%2F%2Fimages.tintamerah.multiply.com%2Fsong%2F1%2F28%2Ffull%2FU2FsdGVkX1.5SvxRPfmYQafj43b%2Cd5go9lwGoo5l4EbZ%2C5eg6NoRNM.3T5JFhLfp%2FPuritan%2520%2528Godblessed%2520Fascists%2529.mp3
Tuh! Donlod saja kalo mau dengar
Tapi mesti punya akun di multiply sih.
*donlot*
Heheh, akun multiply sih jelas ada, demi kepentingan donlot-mendonlot
wah dah merdeka download dunk?
kalo malaikatnya dah merdeka belon ya?
@ alex
*ngakak*
Mantaaaaf, mantaaaf, tengkyu, mas
@ danalingga
Malaikatnya? Wah, nggak tahu, tanya dia, dong?
@ kopral geddoe
Lho? Kalo mantaaaf mbok ya di-invite dong sayah…
*halaaah… maksa*
Lho? Ndak diapa-apain MP-nya? Yaaah… kirain ada yang berguna di sana.
Minimal 3GP atau AVI yang menggiurkan, misalnya.Eh, coba deh itu lagu2 Homicide dicari liriknya, I’m sure U will love it
Wew…kabarnya akan ada mogok kerja di PR gara – gara pencabutan puisis tersbut lho.
RefF :
Mentang-mentang punya sayap
Malaikat begitu nyinyir dan cerewet
Ia berlagak sebagai makhluk baik
Tapi juga galak dan usil
Ia meniup-niupkan wahyu
Dan maut
Ke saban penjuru.
susah juga ya… politikus2 kita semuanya `gak punya rasa seni.
iya. kamu jangan sok tahu™
@ alex
Invite apaan? Multiplai? Saya nggak ngapa-ngapain mah kalau di sana…
He-eh, btw nyari liriknya di mana, ya? Ngomongnya kilat amat…
@ Mihael Ellinsworth
Waw. Mogok…?
@ rivafauziah
Iya, itu dia yang katanya ‘menghina’, mas/mbak/bu/pak
@ telmark
Minimal, mesti tahu diri
@ cK
Ya, ya
euh.. memang sangat menghina… kalau kabayan juga punya sayap malaikat pasti terhina sekali… sayangnyah ngga ada yang jualan sayap begituh teh… pengen nyobain..
Konon kalau ada sayap juga manusia nggak bisa terbang, kang…
eheheh.. iyah kang.. ituh ajah yg digambar.. sudah pakai sayap.. masih kepanasan.. ngga pakai celana… apalagih yang membrangus atuh…
Pake thong, tuh
@ Kopral Geddoe
Ikarus udah coba tuh. Bisa… cuma dianya saja keenakan, gak nyadar kena matahari. Meleleh deh lilin yang dijadikan perekat bulu-bulu sayap… hueheuheue
*komen ndak penting*
Homerus kok dipercaya…
Percayanya kan nggak sampe mengimani. Nanti tambah pulanya rukun iman® awak…
Homer pan jauh lebih baik dibaca daripa skenario ala chicklit di sinetron
*ngeyel*
Ha, asal skenario Homer jangan sampai diadopsi sinetron…
haa.. malaikatnya pasti beda.
Afanya yang beda?
malaikatnya punya tanduk dan ekor menjulur ada ujungnya lancip (inget MU).
Ato mau seperti saya? malaikatnya seperti optimus prime.. lebih keren dan futuristik.
malaikat yang mana?
@ irdix
Wah, kalau itu, di luar pengetahuan saya
@ IsMa
Subyektif, sepertinya…
@ Geddoe
Aku sendiri ndak gitu banyak nulis ulang liriknya. Belum sempat abis semua. Tapi ada beberapa di sini.
Donlod saja semua, terus coba aja dengar dan catat sendiri
*sodorin notes+pulpen*
Siip…
seminggu di ibukota, aku malah ketinggalan bermacam berita. jindal!
Hohoho! Manusiawi