Rencana Sejuta Tahun ke Depan

yuki-usa Konon, dalam hidup dan kehidupan, dibutuhkan perencanaan. Mesti jelas, setahun ke depan, lima tahun ke depan, dan seterusnya, apa yang hendak diperbuat. Setahu saya, dari milyuner berwujud tub of lard yang mata duitan, ibu rumah tangga, sampai ustadz-ustadz yang gemar berlatih vokal di mimbar masjid sembari meninabobokan para jemaat, semuanya setuju dengan sentimen ini.

Apakah itu? Quick recap; perencanaan ke depan mesti ada.

Nah, setelah merenung sedikit, saya putuskan untuk menuliskan rencana saya sejuta tahun ke depan :P Mungkin agak ngawur, tapi mungkin nggak ada salahnya anda renungi.

Mau jadi apa saya sejuta tahun yang akan datang? Mari kita ukur dari berbagai kemungkinan yang bisa terjadi :) Saya asumsikan saja bahwa sejuta tahun lagi saya sudah mati. Walau, ya, nggak tertutup kemungkinan bahwa sejuta tahun lagi, saya ternyata masih bergentayangan dalam wujud manusia di muka bumi ini. Barangkali saya menemukan ajian untuk hidup abadi, atau terjadi revolusi biologis yang menyebabkan saya bisa menjadi cyborg, atau kebetulan memang sistem metabolisme saya yang sakti mandraguna. Tapi, for the sake of simplicity, asumsikan saja saya sudah mati.

  • Kalau saya masuk surga.
    Ah, happy ending? Mungkin. Memasuki tempat yang menyimpan kenikmatan infinit, siapa yang nggak mau? Anda juga berencana untuk masuk surga, ‘kan? :mrgreen: Pre-requisites: Berhasil melobi dan menjilat pada Sang Maha Kuasa.Kelebihan: Bisa berbuat seenak udhel, makan makanan enak tanpa khawatir kolesterol, mengunjungi sungai-sungai susu dan anggur, minum cocktail beralkohol tanpa cemas dilumuri dosa, bercinta beramai-ramai dengan bidadari, dan masih banyak lagi. Dan itu semua tanpa batas– saya akan hidup seperti itu selama-lamanya :D Intinya, segala keinginan duniawi manusia di sana akan tercapai.

    Kekurangan: Ahem, selain masalah kepekaan, saya sendiri mungkin nggak akan terlalu betah berada di surga melulu. Logikanya, saya juga nggak betah tinggal di hotel berbintang lima terus-terusan. Bosan. Lha, surga itu konon ‘kan statis. Nggak ada kesengsaraannya. Sedangkan bagi saya kesengsaraan itu mungkin diperlukan sebagai unsur penting dari kebahagiaan. Tapi nggak tahu juga, ya.

  • Kalau saya masuk neraka, tapi sementara saja.
    Ah, ini kalau rupanya Tuhan berniat untuk menggoreng saya untuk sementara waktu saja. Purgatorio. Mungkin seratus tahun, seribu, atau 70,000 tahun. Semoga nggak lama-lama. Tapi setelah itu, beliau akan memasukkan saya ke surga :P Pre-requisites: Tidak terlalu berhasil melobi dan menjilat pada Sang Maha Kuasa, walau belum bisa dibilang gagal.Kelebihan: Akan masuk surga. Apalagi, status saya berarti ‘kan lulusan neraka. Kesannya lebih jantan dibandingkan penghuni surga yang lain ;)

    Kekurangan: Kekurangannya jelas, saya mesti dipanggang terlebih dahulu. Dipanggang, dicucuk telinganya, disetrika, dan seterusnya. Sakit, pastinya. Mungkin akan saya tahan saja. Atau, saya akan melihat perkembangan dulu di neraka; bagaimana caranya para sesama ahli neraka di sekitar menahan penderitaan. Atau, mungkin saya bisa berlatih sejak masih ada di dunia untuk meningkatkan tingkat toleransi tubuh terhadap panas.

  • Kalau saya masuk neraka, selama-lamanya.
    Nah, ini yang namanya siyal. Tidak terlepas kemungkinan kalau saya akan menyumpahi Tuhan di dalam sana. Ya namanya juga kalap? Dan efeknya pun sama saja, toh tidak bakal keluar-keluar.Pre-requisites: Gagal melobi dan menjilat pada Sang Maha Kuasa.Kelebihan: Banyak teman. Hanya sedikit orang hebat yang masuk surga. Makhluk-makhluk yang jenius semacam Newton, Galileo, Voltaire, dan Paine, yang revolusioner seperti Gandhi dan Attaturk, yang selebritis layaknya Cobain, Cornell, dan Reznor, sampai yang bohai a la Rena Tanaka, Yua Aida, dan Sora Aoi, semuanya kemungkinan besar ada di neraka :mrgreen:

    Kekurangan: Yang ini tentunya fakta bahwa anda bakal digoreng di neraka dan disiksa selama-lamanya. Walau sebenarnya anda tidak perlu khawatir juga– penderitaan itu relatif. Kemampuan sensorik dan sensibilitas manusia akan selalu mencoba mencapai equilibrium. Setelah seratus, seribu, atau sejuta tahun disiksa, lama-kelamaan kita akan terbiasa. Mungkin kita akan mampu mengobrol sembari disiksa? Atau, mungkin, nggak akan merasakan apa-apa lagi. Pandangan pun akan menjadi kosong. Jadi boneka yang kehilangan kemampuan untuk merasakan apapun. Mirip-mirip budak-budak seks yang kerap dijumpai di serial-serial hentai, hanya menerima perlakuan yang ditimpakan dengan pandangan melompong :P

  • Kalau tidak terjadi apa-apa.
    Wah, Tuhan ternyata nggak ada, atau beliau ada, tapi nggak membikin sistem afterlife. Jadinya, mati ya mati saja, habis perkara.Pre-requisites: Tuhan tidak ada, pernah ada tapi sudah lenyap, atau tidak membikin sistem afterlife.Kelebihan: Nggak masuk neraka.

    Kekurangan: Nggak masuk surga.

    Yah, pastinya, kita nggak bakal ada untuk menyesali kondisi di atas. Nggak perlu khawatir.

  • Kalau saya hidup kembali.
    Konsep ini agak luas. Mungkin reinkarnasi, mungkin melanjutkan hidup di dunia lain dengan wujud yang berbeda. Mungkin jadi hantu.Pre-requisites: Tuhan ada dan membikin sistem seperti ini, atau Tuhan tidak ada (baik pernah eksis ataupun tidak), dan sistem alamnya ternyata seperti ini.Kelebihan: Hidup lagi. Petualangan lagi. Rage and love lagi.

    Kekurangan: Hmm… Memang kita akan merasakan kesulitan seperti hidup di dunia lagi, tapi kayaknya itu bukan masalah besar.

    Ah, saya ingin lahir kembali di tengah-tengah dunia fantasi medieval, atau dunia sci-fi :P

Hmm… Ada yang saya lewatkan?

Yang pasti, sekarang sudah agak aman; saya sudah menghitung kemungkinan yang ada, dan sudah menyiapkan antisipasi kemungkinan terburuk ;) Anda bagaimana?

Wassalam… :P

In God We Trust. RosenQueen, company.

80 Tanggapan ke “Rencana Sejuta Tahun ke Depan”


  1. 1 danalingga Agustus 11, 07 pukul 1:07 pm

    saya pilih pertamax. :P

    *lagi mikirin opsi opsinya*

  2. 2 danalingga Agustus 11, 07 pukul 1:09 pm

    oh iya kopral, itu opsinya bisa kita pilih salah satu atau pasrah aja mendapat salah saatu? ;)

  3. 3 Kopral Geddoe Agustus 11, 07 pukul 1:16 pm

    Itu juga saya masih bingung. Soalnya pre-requisite-nya juga nggak jelas, mas :P

  4. 4 Dimashusna Agustus 11, 07 pukul 2:05 pm

    Saya ikut planning Nomor 1 aja, (meski kemungkinan besar nomor 2):)

  5. 5 Kopral Geddoe Agustus 11, 07 pukul 2:15 pm

    Yup, semoga kita bertemu di sana dan bisa saling membantu :P

  6. 6 Rizma Agustus 11, 07 pukul 2:18 pm

    Sejuta taun lagi ya??
    Ma sih yang 20 taun lagi aja blom kepikiran,, mau mikirin yang sejuta taun lagi,,

    Pilihan pertama sih mau banget!!
    yang terakhir seru juga tuh,, :D

  7. 7 Kopral Geddoe Agustus 11, 07 pukul 2:32 pm

    Saya sih lebih menyukai yang terakhir, sebenarnya :P

  8. 8 dnial Agustus 11, 07 pukul 3:56 pm

    cara menjilatnya gimana?

  9. 9 secondprince Agustus 11, 07 pukul 4:00 pm

    saya inginnya yang pertama tapi kok ada rasa gk pantes
    saya gak terlalu suka yang terakhir
    kalau ada sih yang saya pilih yang keempat

  10. 10 Kopral Geddoe Agustus 11, 07 pukul 4:40 pm

    @ dnial
    Ya, mungkin dengan memuja-pujinya sampai nggak makan, nggak kerja, anak nggak sekolah, dan seterusnya :P Mungkin, lho.

    @ secondprince
    Itu namanya shift+delete, ya? :D

  11. 11 Count of Madness Agustus 11, 07 pukul 5:32 pm

    hehe…. kalau yg ke 5 bobroklah moral kita…. walau banyak orang akan ber hurahura…hehe….

    pilih nomer…nomer…nomer berapa ya?? pilih nomer 10 aja deh… hehe (lha wong pilihannya cuma 5…)

  12. 12 Kopral Geddoe Agustus 11, 07 pukul 5:38 pm

    Sebenarnya mungkin tidak juga… Seperti yang dikatakan Einstein, kebaikan yang hakiki susah didapat dengan iming-iming surga :P

  13. 13 Rizma Agustus 11, 07 pukul 6:49 pm

    Ya, mungkin dengan memuja-pujinya sampai nggak makan, nggak kerja, anak nggak sekolah, dan seterusnya

    yang ngenes itu kalo ngirain itu cara ngejilat yang tepat dan bela belain begitu, eh ternyata ampe ke sono,, salah,,
    ngenes sejati deh,,

  14. 14 erander Agustus 11, 07 pukul 6:52 pm

    Kok sejuta tahun ke depan? Lama amat hehehe

  15. 15 Kopral Geddoe Agustus 11, 07 pukul 7:06 pm

    @ Rizma
    Apa boleh buat? :roll:

    @ erander
    Biar nyeleneh, Pak :P

  16. 16 sora9n Agustus 11, 07 pukul 7:44 pm

    Eeh, tunggu sebentar… yang bilang kita dipastikan masuk surga/neraka dalam satu juta tahun lagi itu siapa? Bisa aja masih 1.000.001 tahun lagi kan? :P

  17. 17 sora9n Agustus 11, 07 pukul 7:46 pm

    BTW, saya rada setuju dengan kesan ‘jantan’ di pilihan no. 2. ;)

  18. 18 Kopral Geddoe Agustus 11, 07 pukul 8:07 pm

    @ sora9n

    Eeh, tunggu sebentar… yang bilang kita dipastikan masuk surga/neraka dalam satu juta tahun lagi itu siapa? Bisa aja masih 1.000.001 tahun lagi kan? :P

    For the sake of simplicity, selain alasan estetik :P

    BTW, saya rada setuju dengan kesan ‘jantan’ di pilihan no. 2. ;)

    Jelas, kapan sih saya pernah salah? :|

    *dibunuh*

    Heh, ada ego laki-laki yang berkata demikian :P

  19. 19 passya.net Agustus 11, 07 pukul 8:32 pm

    sejuta tahun? ah…ngitung2 dulu baru komen…

  20. 21 mataharipagi Agustus 11, 07 pukul 10:15 pm

    pilih yang ke 1 aja ah. Kekurangannya di shift+delete enter. Beres deh.. :lol:

  21. 23 jejakpena Agustus 12, 07 pukul 12:56 am

    Perencanaan untuk kondisi ideal yang mana ya? Pilihan yang pertama terlihat lebih baik, tapi ada yang kurangnya sih ya. :mrgreen:

    Apalagi, status saya berarti ‘kan lulusan neraka. Kesannya lebih jantan dibandingkan penghuni surga yang lain ;)

    kesan itu bisa relatif kan ya… :lol:
    Jangan-jangan di sejuta tahun itu nanti, pas dunia udah gak ada gitu, definisi-definisi ala dunia jadi beda, mungkin? :roll:

    Yang kedua kayanya lebih `membumi` dan lumayan `merakyat`? :mrgreen:

  22. 24 mr lekig Agustus 12, 07 pukul 1:24 am

    jadi, semua ada kelebihan dan kekurangan nya..

  23. 25 Xaliber von Reginhild Agustus 12, 07 pukul 1:31 am

    Nomor empat mengingatkan akan eksterminasi roh oleh Quincy-nya Bleach. :|
    Mengerikan juga, jejaknya tak akan pernah tersisa.

    Saya sih maunya nomor 1, jelas, tapi akan lebih baik kalau yang nomor 5. :mrgreen:
    …meskipun mungkin saya akan dapat yang nomor 2.

  24. 26 Neo Forty-Nine Agustus 12, 07 pukul 1:42 am

    Bah…ini cuma tulisan bagi YANG PERCAYA TUHAN. SURGA dan NERAKA, serta REINKARNASI. kalau ga percaya….ngapain nulis gini….jadi….kamu asih percaya semuanya ya Nak?
    :D

    Oke, saya hargai kepercayaan kamu…
    kalau saya????? Misteri maaan…….itu urusan saya dengan JURAGAN saya……

  25. 27 Kopral Geddoe Agustus 12, 07 pukul 1:51 am

    @ jejakpena
    Entahlah, mungkin tendensi middle ground? Ngaku mau masuk surga instan terlalu bombastis dan sok, masuk neraka selamanya, mungkin banyak yang memikirkannya saja sudah ngeri, juga dua pilihan terakhir lebih berbau freethought :P

    @ mrlekig
    Iya. Prinsip saya, mas, itu perfection is imperfection :D

    @ Xaliber
    Ah, ya. Soul Society adalah konsep yang sangat menarik. Reinkarnasi ad infinitum. Akan menyenangkan kalau jadinya memang seperti itu… Amin! :P

    @ Neo Forty-Nine
    Nggak, kok. Untuk pemahaman atheistik, ada opsi keempat… ;)

  26. 28 peyek Agustus 12, 07 pukul 1:58 am

    ah pasrah saja, lagian kalo milih-milih nanti dibilang “emangnya lo siapa?”

  27. 29 saRe' Agustus 12, 07 pukul 2:09 am

    hmm, rencana sara 10 taun ke depan, mungkin sudah punya keluarga, tinggal di rumah yang berbeda dengan sekarang, bersama anak-anak yang lucu, menanam bunga di sela-sela waktu kosong, bbq bersama keluarga, berkunjung ke rumah2 keluarga lainnya……….
    lho? kok jadi keinginan masa depan ya??? :lol:

  28. 30 Kopral Geddoe Agustus 12, 07 pukul 2:16 am

    @ peyek
    Lha, ini bukan buat milih, pak. Ini cuma analisis supaya saya bisa menerima setiap kemungkinan yang ada. Semuanya bisa terjadi, dan saya tidak bisa memilih :)

    Kalau kata mas Eric Sasono sih, saya berusaha ‘menembak sandera’ :P

    @ saRe’
    Dengan siapa? Syaoran kah? :mrgreen:

  29. 31 saRe' Agustus 12, 07 pukul 2:40 am

    boleh di-amin-in ga???
    :lol:

  30. 32 Kopral Geddoe Agustus 12, 07 pukul 2:52 am

    Silakan, berkali-kali pun tiada apa, toh tidak akan terwujud :lol:

  31. 33 Kang Adhi Agustus 12, 07 pukul 10:19 am

    masih ada opsi lain: Kalau gak mati-mati? Misalnya karena ada senyawa radioaktif yang bikin orang gak bisa mati.

    opsi lain lagi: mati tapi tidak ke surga atau neraka alias gentayangan.

    rencana?

  32. 34 Kopral Geddoe Agustus 12, 07 pukul 11:34 am

    Kalau nggak mati-mati, saya ‘kan sudah nulis, kita asumsikan saja nanti kita/saya sudah mati, Kang :D

    Kalau gentayangan, termasuk ke opsi kelima :P

  33. 35 grace Agustus 12, 07 pukul 12:21 pm

    hmmm…..
    vote buat opsi pertama ajalahh….~ :-)

  34. 36 Kopral Geddoe Agustus 12, 07 pukul 12:23 pm

    Ini nggak vote-vote-an, mbak, cuma kiat menghadapi masing-masing opsi :P

  35. 37 p4ndu_Y4m4to Agustus 12, 07 pukul 12:45 pm

    Saya milih yang terakhir. Meskipun yang pertama juga tidak terlalu buruk.

    Kalau saya masuk neraka, tapi sementara saja.

    Maka Anda bisa menempa diri disana.

    Kalau saya hidup kembali.

    Maka furyoku Anda akan meningkat drastis dan kekuatan Anda akan meningkat setelah menjalani latihan di neraka. Selain itu Anda berhasil menerapkan ilmu Ahli Yin-Yang Agung, Hao Asakura.

    Versi Shaman King, nih. ;)

  36. 38 Kopral Geddoe Agustus 12, 07 pukul 1:14 pm

    Sekali lagi, anda nggak disuruh milih :?

    Cuma mengukur kemungkinan yang ada dan mencoba mentoleransi masing-masing ;)

  37. 39 Shelling Ford Agustus 12, 07 pukul 2:44 pm

    konon, ged, di surga nanti tidak ada permintaan yg tidak dikabulkan. jadi kalo saya masuk surga besok, bakal ta’mohonkan kpd yg punya surga spy kamu dan teman2 hebat kita yg lain spy dimasukkan ke surga juga. policarpus tentu tidak termasuk.

    tapi kalo ternyata yg terjadi adlh yg sebaliknya, tolong mintakan hal yg sama buatku ya

  38. 40 sora9n Agustus 12, 07 pukul 6:50 pm

    @ Kopral Geddoe

    Jelas, kapan sih saya pernah salah? :|

    Pas ente melanggar sumpah soal kritik agama. Itu kan tindakan yang tak dapat dibenarkan… :mrgreen:

    Heh, ada ego laki-laki yang berkata demikian :P

    Ah, saya cuma mengikuti teladan Mas Geddoe di postnya aja kok… :lol:

  39. 41 sora9n Agustus 12, 07 pukul 6:51 pm

    @ Kopral Geddoe

    Jelas, kapan sih saya pernah salah? :|

    Pas ente melanggar sumpah soal kritik agama. Itu kan tindakan yang tak dapat dibenarkan… :mrgreen:

    Heh, ada ego laki-laki yang berkata demikian :P

    Ah, saya cuma mengikuti teladan Mas Geddoe di postnya aja kok… :lol:

  40. 42 sora9n Agustus 12, 07 pukul 6:54 pm

    Mas Geddoe, komen yang pertama sama yang ini dihapusin dong. Komen yang yang bener yang persis di atas saya nih. ^^

  41. 43 Grahat Agustus 12, 07 pukul 9:39 pm

    Sayaa piliiihhhh.. gabungan boleh gak??

    opsi pertama:
    yang pertama tapi ada Rena Tanaka ama Sora Aoi.. oh iya Miyu Hoshino juga boleh wakakakkaka..

    opsi kedua:
    reinkarnasi tapi deket dengan AVI lagi..

  42. 44 grace Agustus 12, 07 pukul 11:36 pm

    @@ grahat: sekali lagi grahat, anda tidak perlu memilih, karena ini bukan opsi untuk di pilih.
    benar begitu, kopral?
    :mrgreen:

  43. 46 calupict Agustus 13, 07 pukul 9:45 am

    Ever since I was in college, I don’t really care what happen to me after I die. Just live my life and pray to God for the best.

  44. 47 s1w1 Agustus 13, 07 pukul 10:49 am

    no comment….yang penting berusaha lebih baik semampu kita.

  45. 48 Grahat Agustus 13, 07 pukul 11:07 am

    @calupict
    hum.. saya rasa sih, punya ekspektasi termasuk setelah mati itu hal yang manusiawi..

  46. 49 Eva Braun Agustus 13, 07 pukul 12:31 pm

    ini Final Fantasy-nya ya … :lol:

  47. 50 Kopral Geddoe Agustus 13, 07 pukul 12:33 pm

    @ joesatch
    Kalau begitu, saya mau minta direinkarnasikan seperti pilihan terakhir :P

    @ sora9n
    Jangan mengungkit masalah lama :|

    Hohoho, biarin aja, biar komennya kelihatan banyak :lol:

    *dilempar kerak telor*

    @ grahat | grace
    Benar. Saya suka dengan surga gaya mas, tapi di sini memang bukan buat memilih :mrgreen:

    @ cK
    Jelas, saya… :lol:

    @ calupict
    What if God doesn’t exist? The utmost ken of human vision ought to include that sour possibility ;)

    @ s1w1
    Saya setuju :)

  48. 51 Kopral Geddoe Agustus 13, 07 pukul 12:37 pm

    @ Eva Braun
    Lha, maksudnya, mbak? :P

  49. 52 calupict Agustus 13, 07 pukul 2:13 pm

    @Grahat: For some part of people, yes; but not for other part of it. It depends on the person and it is their own private business. ;)

  50. 53 Mihael "D.B." Ellinsworth Agustus 13, 07 pukul 2:50 pm

    Hmm… Ada yang saya lewatkan?

    Kalau kamu dihilangkan a.k.a. di-delete ?

  51. 54 Kopral Geddoe Agustus 13, 07 pukul 2:55 pm

    @ calupict
    Yup, yup.

    @ Mihael Ellinsworth
    Mungkin termasuk nomor 4…
    Tapi mungkin nanti saya edit sedikit. Makasih :P

  52. 55 mina mina Agustus 13, 07 pukul 3:15 pm

    terkadang ada hal-hal yang tak bisa dipikirkan manusia. Tapi tentunya orang tak akan senang bila masuk neraka.

  53. 56 Kopral Geddoe Agustus 13, 07 pukul 3:54 pm

    Yah, In God We Trust sajalah :D

  54. 57 Mihael "D.B." Ellinsworth Agustus 13, 07 pukul 8:21 pm

    Setelah seratus, seribu, atau sejuta tahun disiksa, lama-kelamaan kita akan terbiasa. Mungkin kita akan mampu mengobrol sembari disiksa?

    Katanya kemampuan kita untuk terbiasa akan sesuatu juga akan dihilangkan di neraka, katanya….

  55. 58 Kopral Geddoe Agustus 13, 07 pukul 8:25 pm

    Memori jangka pendeknya nggak bakal terpicu? Kalau hukumannya statis, boleh jadi nggak akan terlalu parah juga…

    Yah, bagaimanapun kita juga mesti bersiap-siap kalau-kalau mesti bertahan tanpa kemampuan untuk terbiasa :P

  56. 59 fertobhades Agustus 14, 07 pukul 2:57 am

    ternyata mati juga punya opsi ya ? ;)

    tapi sudah tanya Tuhan dulu (kalau ada) kalau Kopral Geddoe mau dimasukin kemana ?

    *komen nggak jelas*

  57. 60 Kopral Geddoe Agustus 14, 07 pukul 3:19 am

    Itulah dia masalahnya, mas. Menghubungi Beliau itu sedikit sulit… :P

  58. 61 CY Agustus 14, 07 pukul 11:42 am

    Geddoe, udah pernah baca Journey of Souls (Dr. Newton ….ga inget)? berisi kisah2 yg berhasil dikorek melalui hipnoterapi mengenai afterlife, bhw setelah manusia mati, roh akan naik keatas menemui pembimbing spiritualnya utk membahas setiap detail kehidupan yg dijalani, dan kalau dirasa pelajaran yg didapat dari kehidupan belum cukup maka roh itu akan diturunkan lagi (reinkarnasi) utk menimba pelajaran kehidupan. Buku yg menarik, lumayan utk nambah wawasan ttg misteri kehidupan, dan sasaran sebenarnya yg hendak dicapai dalam kehidupan ber-manusia. :D

  59. 62 Kopral Geddoe Agustus 14, 07 pukul 11:58 am

    Ah, makasih, mas, nanti saya cari bukunya :) (PDF gratisannya tentu :twisted: )

  60. 63 CY Agustus 14, 07 pukul 12:49 pm

    ah hahaha…. mudah2an ada. soalnya gw googling berminggu2 ga dapet, terakhir krn penasaran gw beli aja lsg di Gramed. :D

  61. 64 Kopral Geddoe Agustus 14, 07 pukul 12:51 pm

    Yaa… Saya usaha dulu, deh… :?

  62. 65 watonist Agustus 16, 07 pukul 10:07 am

    untuk pilihan ke dua,

    apa dikiranya kalau lebih jantan lantas bisa mendapat jatah bidadari lebih banyak ?? enak saja !!

  63. 66 Kopral Geddoe Agustus 16, 07 pukul 10:29 am

    70,000 aja udah repot, mas… Masak mau nambah? :lol:

  64. 67 joyo Agustus 16, 07 pukul 11:25 pm

    @CY
    saya pinjam bukunya, bisa difoto copy kan? halah kuliah banget.

    @Kopral
    Hati2 dengan tawaran 70.000 bidadari cantik, menyesatkan!!. nanti nek hamil (eh bidadari bisa hamil gak ya?)semua repot lho, saya punya satu baby aj dipaksa gak tidur tiap malam :)

  65. 68 Kopral Geddoe Agustus 17, 07 pukul 12:13 am

    Konon sih di sana nggak bisa hamil, mas. Tapi nggak tahu juga, ya. Semoga saya kebagian rumah di dekat sungai susu, deh, jangan sungai khamr :lol:

  66. 69 Shelling Ford Agustus 21, 07 pukul 4:26 am

    egois! setidaknya sebelum minta direinkarnasikan, mintakan dulu supaya saya dimasukkan ke surga…

    penasaran pgn gang-bang!

  67. 70 Kopral Geddoe Agustus 21, 07 pukul 11:15 am

    Gangbang di dunia ‘kan bisa, mas :P

  68. 71 rider_isha Agustus 22, 07 pukul 10:57 am

    aku pilih reinkarnasi untuk lahir kembali sebagai tokoh protagonist, punya harem.

  69. 73 blueberry Agustus 29, 07 pukul 6:25 pm

    * pengennya nomor 1,
    * tp yg pasti nomor 2 nggak mungkin karena tidak ada ayat pendukung.
    * nomor 3 pasti untuk kebanyakan manusia, semoga sy tidak masuk di dalamnya
    * buat apa hidup menjalani kebajikan klo endingnya di nomor 4. not interested.
    * blm ketemu ayat yg cocok buat nomor 5, sebenernya ada sih klo mp di kait2kan, tp blm mateng ah

  70. 74 Kopral Geddoe Agustus 29, 07 pukul 6:48 pm

    Lah, mas ini memang seorang quranite, ya? :P Yep, konsep purgatory (neraka temporal) biasanya nggak didukung pemahaman Qur’aniyyun.

    Saya sempat tertarik dengan gerakan ini, tapi meninggalkannya karena gagal menjawab pertanyaan-pertanyaan saya :P

  71. 75 Jabz Nopember 28, 07 pukul 5:41 pm

    Bagaimana kalau sjuta tahun lagi masih hidup?

  72. 76 Kopral Geddoe Nopember 28, 07 pukul 6:09 pm

    Saya ‘kan udah bilang;

    Saya asumsikan saja bahwa sejuta tahun lagi saya sudah mati. Walau, ya, nggak tertutup kemungkinan bahwa sejuta tahun lagi, saya ternyata masih bergentayangan dalam wujud manusia di muka bumi ini. Barangkali saya menemukan ajian untuk hidup abadi, atau terjadi revolusi biologis yang menyebabkan saya bisa menjadi cyborg, atau kebetulan memang sistem metabolisme saya yang sakti mandraguna. Tapi, for the sake of simplicity, asumsikan saja saya sudah mati.

    :P

  73. 77 Jabizri Nopember 29, 07 pukul 12:35 pm

    ternyata bukan orang yang ‘Go with the Flow..’ :?
    *kecewa…*

  74. 78 Kopral Geddoe Nopember 29, 07 pukul 12:47 pm

    Yah, kalaupun masih hidup, saya nggak tahu juga. Kekekalan itu menakutkan, lho. :?

  75. 79 Sang Hyang Jenang Februari 15, 09 pukul 8:53 pm

    kalo menjadi tuhan kok gak ada? nanti mungkin kita bisa menghapus beberapa sensasi, termasuk bosan. lha kalo gitu kan kekekalan bisa menyenangkan [barangkali]. :mrgreen:


  1. 1 Kitab Yang Dianggap Suci « Sebuah Perjalanan Lacak balik pada Agustus 12, 07 pukul 5:12 am

Tinggalkan Balasan





A living organism doing all sorts of things before kicking the bucket in less than a hundred years. Whatever he likes is either illegal, immoral, or fattening.

Jalan Hidup

Highlight

Fokus utama saat ini:

We're moving out!


Visit the WIP site. »




c

Advertising




Berdiskusilah secara dewasa...
Berhenti menggeneralisasi - dunia tidak sesederhana itu.
Separation of church and state!

Hotline




Catalog


Malu bertanya, sesat di jalan...

Arsip

Affiliate Ads

Active Customers

web stats

Saldo

  • 132,278 G