
“Jalan (sepertinya) masih panjang…
Makanya yang rasanya salah mesti segera diluruskan.”
Ingat ’sumpah’ saya di sini?
Kayaknya itu perlu diamandemen.
Oh, bukan. Bukan dibatalkan, ditarik atau dihapus.
Diamandemen, diupdate supaya nggak ambigu. Kayak undang-undang
Nah, di situ ‘kan saya tulis;
Maka dengan ini Kopral Geddoe resmi pensiun dari tulisan-tulisan yang eksplisit ditujukan pada agama tertentu
![]()
Lha terus saya mikir. Berarti nulis ucapan selamat lebaran nantinya nggak boleh?
Itu, ‘kan, eksplisit terhadap agama tertentu.
Oleh sebab itu, diamandemen;
Maka dengan ini Kopral Geddoe resmi pensiun dari tulisan-tulisan dekonstruktif dan berbau kritik yang eksplisit ditujukan pada agama tertentu
![]()
Ya, begitu. Soalnya artikel selanjutnya memang menuju ke agama tertentu, walau bukan berbau kritik — apalagi kritik satir dan badai otak lainnya.
Isi ’sumpah’-nya sih nggak berubah, membetulkan kalimat yang ambigu saja
Saaah?
p.s.tulisan aselinya juga sudah diedit
p.s. 2. sumpah ini sudah dilanggar. Bwakakakaka!


keduax!!!
Sumpah bisa diamandemen?
*baru tahu*
Udeh, cabut aja sumpahnya. Mengkeritik spesifik itu enak kok. *kompor*
jadi ?? termakan sumpah sendiri nih ceritanya ??
@ Luthfi
Keenamx
@ dnial
Bisa, tentunya
@ danalingga
…
@ watonist
Nggak, cuma kalimat di pengumuman sumpah itu nggak terlalu mewakili sumpah yang aseli
i trust u, dood
hahahaha…ndak tahan ya?
Nggak, tulisannya agamanya nggak berupa kritik lagi, kok
Saya kira hanya Undang – undang saja yang bisa diedit.
Wah… Difo is Back.. Hehehe
tidak afa afa ya ahkii. Pancasila saja harus diamandemen. kenapa cuma kata kata tidak boleh? ya kan?
@ Mihael Ellinsworth
Perasaan hampir segala hal bisa diedit…
@ Count of Madness
Kalau maksudmu akan mengkritik para Abu lagi, nggak, sih
@ Neo Forty-Nine
Iyaaa, akhi…
Kenapa enggak sewa loyer kontrak aja? *nungguin nilai kontrak dan PLKH 1*
Btw, berdasarkan pengalaman gw, kalau kita bersumpah untuk menghindari sesuatu, kita jadinya melanggar ’sumpah’ itu di masa yang akan datang. Daripada sumpah terus enggak jalan-jalan, mendingan ‘do it’.
Yaa, IMO nggak apa melanggar sumpah demi kebenaran…
confirmed ….
Apanya yang dikonfirm, mbak?
walah anak ini,, jadi mo nulis lagi ya,,
*liat perubahan kalimatnya*
diperkecil gitu wilayah yang ga ditulis,, ckckck,, gapapa deh,,
btw, emang udah musimnya lagi ya,,
*abis blogwalking*
@ Dana
jangan dikomporin,, nih anak dua hobi saling kompor mengompor,,
Dalam keadaan tertentu yang mendesak, melanggar sumpah emang gpp. Tapi kalau keseringan kayak enggak konsisten gitu.
@ Rizma
Musim…?
@ calupict
Kesimpulan; jangan sering-sering bikin sumpah
Sumpah itu kan yang dibuang ke kali?
Atau mungkin duduk dengan posisi kaki bersila?
…
kalau sumpahmuw kau ucapkan di depan mukaku…baru tak kuwizinkan kau menariknya lagi…^^
Eh, sebentar. Kok avatar-ku yang di sidebar balik lagi ke edisi ketiga??
*Sekarang edisi keempat*
@ matahari pagi
Saya akan bersikeras…!
@ p4ndu_Falen45
Mana saya tahu…
cobalah sekeras2nya….akuw akan menahannya…(halah)^^
lha emang kalo ngeritik, apa salahnya tho?
betul banget tuh tikabanget, nggak ada salahnya kok.
ayo cabut aja sumpah sialan itu. Kekekekek…………
*ikut-ikutan ngomporin*
apa perlu dibikinin petisi dulu nih ?? supaya kesannya “untuk memenuhi hajat ‘hidup’ orang banyak” ?? hahaha …
Takut kualat ya? atau sudah mulai ada sms-sms cinta?
toh cuman kritik, mereka lho nggak bakal ngereken
Nah, iya benar. Jangan kebanyakan sumpah.
Janji juga tuh, kapan mau dipenuhi? *lirik sms*
Setiap semester suka resolusi macem2 juga kapan mau dipenuhi?
makasi sudah mampir ke blog saya ya, apalagi url saya juga sudah di add.
makaci makaci makaci..
@ -tikabanget-
Salah sih nggak, cuma belum mampu berdedikasi penuh jadi kritikus
@ danalingga
Selamat malam dan salam sejahtera
@ watonist
:mrgeen:
Jangan, norak
@ mardun
Bukan, saya cuma sudah nggak merasa kalau itu terlalu perlu
@ calupict
Itulah hidup… *ngisap
rokoklolipop dalam-dalam*@ mrlekig
Wajar, tho, blog sekeren blognya mas/mbak/ibu/bapak
hehehe, ini kopral sesungguhnya, karena disitulah tempat anda yang paling tepat!
*Berlenggang Puwas*
Wah pada banyak yang seneng Geddoe nulis ‘itu’ lagi ya?? moga moga ga ilang ke-content-an yang udah ada sekarang ya,,
@ peyek
Doain supaya nggak dikafiri, pak
@ manusiasuper
Hati-hati di jalan, mas
@ Rizma
Insya Alloh
Difo, hati-hati. Baca ini: http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/6915002.stm
Kalau situ ketangkep kan berabe; walau mungkin bisa gw bantu pembelaannya.
Kutukupret, apaan tuh? Kayaknya Malaysia memang lebih dekat ke 1984 daripada Indonesia,
yang lebih dekat ke anarkisme, ya?Btw saya apa nggak dihitung blogger Indonesia?
Makanya jangan asal nyumpahin, eh bikin sumpah…
Hohoho, mungkin itu bijak, ya. Bagaimana kalau bersumpah untuk tidak bersumpah?
kayak “sepakat untuk tidak sepakat”
Paradoks, dong
Well, since you live in Malaysia; theoretically you could be considered as a Malaysian Blogger too. It’s the internet, people can read your thoughts from everywhere.
Yet this junk weblog is listed in id.wordpress section…
Is it not THAT that matters?
*ra mudeng hukum dan cengkak-cengkoknya*
Not THAT one. You are currently living in Malaysia, so technically the territorial jurisdiction of Malaysia applied to you (i.e the law of Malaysia). If the government of Malaysia thought that what you have write is an insult for them (THAT religion matter), they can captured you easily and legally simply because you live in their area.
You can ask for asylum thought to a neutral country, go to the embassy. Usually religion and political offense is not an extraditable one. Perhaps Canada and Scandinavia countries can be a good option.
Jadi difo bisa dipenjara di Malay ya gara gara isi blognya??? waaaaah,,
heh! malaysia ternyata makin mengerikan aja!!!
@ All
Cool. Political imprisonment? I can get on T.V.! Punk bands would write songs for me!
Ah, yeah. Forgot to say that you need to exhausted the home country help first before applying the asylum to other countries.
Ya, ya
Begitu ya?
*siapin otak buat membaca tulisan rosenqueencompany*
tapi, asal semuanya disampaikan dengan baik saja
Tentunya