*Seri kesurupan episode kedua
*

Apabila pada kesempatan sebelumnya saya hanya mengoceh sendiri, kali ini saya ditemani oleh Suzumiya Haruhi
Selamat menerawang dan menerka-nerka membaca.
.
.
.
Haruhi: Jadi sekarang hujan meteornya sudah berhenti, ya, mas?
Geddoe: Masih ada yang kecil-kecil.
Haruhi: Kecil-kecil?
Geddoe: Batu-batu kecil.
Haruhi: Kerikil?
Geddoe: Batu-batu kecil.
Haruhi: Batu-batu kecil?
Geddoe: Batu-batu kecil.
Haruhi: Apa mas selamat?
Geddoe: Saya babak belur. Tapi masih hidup.
Haruhi: Ach so… Jadi, bisa kita mulai?
Geddoe: Bisa.
Geddoe: Sebenarnya saya pada putaran-putaran awal-awal bisa dibilang tidak pernah curiga kalau empat butir siluman itu berniat makar. Namun setelah beberapa kali disapa bulan purnama saya terbangun.
Geddoe: Saya pernah bergulat dengan dua siluman yang pertama, tapi saya tidak begitu hapal ajian-ajian mereka, jadi sebenarnya statusnya tidak tidak tidak sama dengan langkah kaki kanan menurut adab suku juru serapah dengan hitungan seratus dua kurang seratus dua.
Haruhi: Lalu?
Geddoe: Siluman yang disebut dua urutan sebelum siluman ketiga ini memang agak terlalu sakti, pada abad pertengahan saya sudah bersimbah darah. Lalu saya mati. Tamat.
Geddoe: Nah, tapi yang kedua ini lumayan bisa saya ladeni. Sekian putaran rotasi bola bundar raksasa yang sudah disebut dengan predikat silam saya sudah memojokkan dia ke tepian jurang lalu memberikan gaya dorong demi melayaninya dengan jasa bungee jumping tanpa tali. Entah kalau dia masih hidup.
Haruhi: Bagaimana dengan sisanya, mas?
Geddoe: Yang ketiga kemungkinan membuat saya tidak menang dengan perolehan angka yang tidak terlalu besar. Sayang tidak ada apa yang disebut dengan saudara Voltaire sebagai ‘menggambar’. Sedang siluman yang terakhir ternyata tidak kasat mata. Dia berhasil meletakkan racun di minuman saya.
Haruhi: Lalu mas tewas?
Geddoe: Iya.
Haruhi: Kutukan!
Geddoe: Ah, tidak. Dukun saya berpendapat lain.
Haruhi: Kutukan kecil!
Geddoe: Ah, sial. Dukun saya berpendapat serupa!
Haruhi: Hahaha!
Geddoe: Hahaha!
Haruhi: Mas tidak takut?
Geddoe: Saya akan menerapkan asas di mana saya mengambil, memetik, dan memungut sebagai organisme biologis yang serupa dengan Pak Susilo Bambang Yudhoyono.
Haruhi: Dan berbeda dengan Elizabeth Hurley?
Geddoe: Betul.
Haruhi: Lalu, saya mendengar kabar burung bahwa mas akan mandi sepanjang malam-malam musim basah?
Geddoe: Ah, itu tidak benar, walau absennya zat cair tersebut mesti dibayar dengan isolasi.
Haruhi: Isolasi itu bisa menjadi masalah bukan?
Geddoe: Pungut seperti Pak SBY.
Haruhi: Ha… Begitu, ternyata…
Geddoe: Yep
Geddoe: Tentunya saya akan mengkhianati juru selamat yang satu ini dan menjadi Judas.
Haruhi: Demi promised land? Zion?
Geddoe: Ya, tapi bukan yang pernah diduduki Ishak dan Yakub a.s.
Haruhi: Yang ini skalanya kecil?
Geddoe: Yup.
Haruhi: Kalau begitu, tidak ada masalah, dong?
Geddoe: Ya cuma ini, tinggal menunggu hujan meteor ini betul-betul selesai.
Haruhi: Batu-batu kecil?
Geddoe: Batu-batu kecil.
Haruhi: Lalu kembali menarik garis lurus, ya
Haruhi: Kabarnya mas juga sudah menjadi seperti Maitreya.
Geddoe: Minus saya berkurang.
Haruhi: Mata mas ‘kan tidak minus?
Geddoe:
Geddoe: Ceritanya agak panjang. Tentunya kamu sudah paham.
Haruhi:
Geddoe: Pokoknya di tanah yang bisa dipijak, saya sudah tidak punya masalah.
Haruhi: Yang tidak bisa dipijak?
Geddoe: Apalagi.
Geddoe: Tinggal menunggu hujan meteor ini reda saja. Setelah itu saya bisa memasuki Gear 3rd. Tanpa batas waktu.
Haruhi: Btw konon para hantu di–
Geddoe: Sekarang saya sudah tidak menakuti jenis hantu yang itu.
Haruhi: Asal sprite mas dan dia tidak overlap, ya?
Geddoe: He-eh. Malah sekarang jadi joke harian.
Haruhi: Bagoes…
Geddoe: Nanti kalau saya sudah memasuki Gear 3rd… Wah, susah dijelaskan.
Haruhi: Warna dari cat rumah kita juga bakal beda, ya…
Geddoe: Betul.
Haruhi: Yang penting menunggu batu-batu kecil ini semuanya sudah menyentuh tanah…
Geddoe: Iya
Haruhi:
Geddoe:
.
.
.
Btw, saya sudah yakin bisa melihat dua jenis malaikat sekaligus, walau mungkin setelah beberapa ribu tahun


PERTAMAX !!!!
…
…
Ini pertamax yg paling pertamax aku lakukan
Baru sekali baca, masih samar-samar, perlu baca lagi
Itu maksudnya yakin bisa untuk `jadi` ya? ada kata yang ketinggalan? Atau mmg gitu maksudnya?
@ Fadli
Selamat Mas… berhadiah satu piring cantik
benar-benar kesurupan
di kesempatan sebelumnya saya meras otak untuk nafsirin, tapi kali ini ngga ah. Dinikmati saja.
btw, Gear 3rd itu kan one piece? maksudnya zaman baru, gitu?
dan hujan kerikil itu maksudnya ‘penghalang?’
ahh, ga tahan buat nafsirin panjang-panjang. sangat asyik walaupun tafsirannya salah banget, melenceng jauh
tapi saya masih sangat penasaran dengan “dua jenis malaikat” itu.
Apakah itu “Dua kebenaran”/ kebenaran jamak,
atau malaikat lain yang mempunyai nafsu dan keinginan?
dinikmati sajalah kali ini…
@ Fadli
Asal jangan jadi kebiasaan, mas. Ada lho yang mengharamkan pertamax — saya nggak sih
@ jejakpena
Makasih koreksinya, sudah dibetulkan
@ halludba72623
Jangan ditafsirkan, mas. Not worth it
He-eh, Gear 3rd itu dari One Piece. Kemarin ‘kan Manusia Saiya Super, sekarang Gear 3rd. Formatnya begitu
*nggak penting*
*jedot jedot difo*
kamu sakit ya?? sini ikut saya ke dokter. biar diperiksa…
hoho. di malaisya one piece sudah sampai edisi berapa mas?
untung aku bisa bahasa inggris, jadinya baca di internet.
btw, chapter 460 sudah ada lho mas.
*halah, oot*
@ cK
Sakit sih tidak, itu cuma kebutuhan seorang sufi saja
*dibakar massa*
@ halludba72623

Di Malay namanya Budak Getah
Nggak beli, saya main comot scanlation juga, kok
He? 460 sudah ada? *baru punya sampai 459*
Makasih infonya… *mulai berburu*
Ini tentang apaan sih?
…
…
…
…
*Baca post sekali lagi*
Hoo… Tentang Gear 3rd rupanya…
Denger-denger Captain Tsubasa di ubah judulnya jadi Jaguh Sepak Bola
)
(Halah, OOT lagi…
Yep. Crayon Shin-chan jadi Dik Cerdas
kok jadi aneh-aneh begitu namanya.
budak getah….. jaguh sepak bola… dik cerdas!
ngakak bener bacanya. memang dalam bahasa malaisya artinya apa?
Ya itu… Bocah karet, Jago sepakbola, Bocah cerdik…
Maksa
bocah karet…
translate-nya jauh beneeer……
kalo fruit basket apaan?? keranjang buah? *ditimpuk karena OOT*
kok jadi oot begini. ayuh-ayuh bak tu topik.
*sendirinya
*
Beh, kok OOT?
Saya nggak mau ikut interpretasi…
…kecuali bahwa empat siluman itu melambangkan empat orang dosen Mas Geddoe di kampus sana.
Hujan meteor = hujan ujian dan tugas, baru selesai. Batu2 kecil itu ujian perbaikan (kali lho), atau deadline tugas yang masih nyisa.
Btw, aneh betul sih ente, kesurupan tiap kali ada masalah kuliah?
Pokoknya setiap perlu pelampiasan, tag ‘kesurupan’ akan saya isi
Tag ‘kesurupan’ di WP masih eksklusif punya saya, lho, mas
jadi…. Kopral Geddoe sekarang suka makan kerikil ? sambil liat malaikat ? ato sama malaikat sambil makan kerikil ?
*mikir* tukang nasgor kok ga lewat2 sih..
PEROTES!!!
Ga terima kau ngobrol sama Haruhi!!
Apalagi Haruhi menggil kau “mas”… ga mungkin…
*ngamuk, stress*
@ irdix
Ah, nasi goreng lebih lezat daripada kerikil
@ Master Li
Wajar-wajar saja, tho?
Jujur saja, saya teramat bodoh untuk mengetahui maksud dibalik cerita ini….
Tapi saya tahu teramat sulit untuk mencapai 3rd Gear di one Piece.
Tafsiran dari Count of Madness:
Menurut saya, makna dari anda mendapat 3rd Gear itu berarti anda sudah dapat kos-kosan baru!! Betul gak? Kweh!?
@ Death Berry Ille-Bellisima
Hohoho, ini cuma tulisan ngalor ngidul saja kok
@@ Count of Madness
Wrong, dood
Mungkin ini pelampiasan karena belum menemukan homebase yang sesuai dengan kantong kopral?
Bukan juga…
Uuunggg… *masih ga terima Haru-chan memanggil pakai “mas”*
sepertinya aku mulai beranjak tua…
@ Master Li
Itu sudah agak formal, lho…
@ joesatch
Mana ada yang beranjak muda, mas?
Oh gitu ternyata.
*purapurangerti*
jadi pengan pengen batu-batu kecil …
*ikutan OOT … hehehehe*
*nyanyi-nyanyi*
… ga terlalu ngerti…
Nggak apa-apa, Mas. Itu berarti masih normal
sori gak sempat baca komen2 sebelumnya… intenet limiiiit….
cuma aku suka banget sama metal gear solid……..
Soriddo Sunekku FTW
Yudas itu pengkhianat … baca sini dunk!
*kabur*
Katanya sih memang begitu…