
London, Kero Pos – Bertandang ke markas Chelsea di Stamford Bridge, London, penyerang belia tanah air Syamsul Bahri kembali menjadi buah bibir dengan mengantarkan klub barunya West Ham United membukukan kemenangan pertama mereka untuk musim 2010-11. Gol semata wayang Bahri pada menit 52′ sekaligus menghentikan winning streak the Blues pada dua laga pembuka liga Premier sebelumnya.
Partai pekan ketiga liga Inggris tersebut merupakan pertandingan pertama Bahri diturunkan sebagai starter, setelah dilaporkan mengalami kesulitan dengan gaya permainan the Hammers, yang berbeda cukup drastis dengan klubnya sebelum ini, Paris Saint-Germain. “Permainan West Ham tidak bertumpu pada terobosan sayap seperti yang saya praktekkan bersama PSG musim lalu,” akunya seperti dilansir Kero Pos.
Laga yang dihelat pada Minggu waktu setempat ini berlangsung imbang antara kedua kubu, namun kemelut yang terjadi di depan gawang tuan rumah mampu dimaksimalkan Bahri untuk melesakkan bola dan mencetak gol pada babak kedua. Gol ini akhirnya menjadi satu-satunya gol, yang bertahan hingga peluit panjang ditiupkan wasit.
Kontroversi
Kedatangan Bahri ke Upton Park sendiri memunculkan banyak tanda tanya pada transfer window pra-musim edisi 2010. Pasalnya, penyerang usia 19 tahun ini baru saja mencuri perhatian dengan mengantarkan Paris Saint-Germain merengkuh gelar treble winners yang prestisius dengan memenangi Ligue 1, piala liga Perancis, dan Liga Champions sekaligus.

Sebelumnya naik daun dengan peran bagusnya menyukseskan Genoa — klub profesional pertamanya — menjuarai piala UEFA edisi terakhir, Bahri direkrut PSG pada window off-season 2009 untuk melapis duet Péguy Luyindula dan Guillaume Hoarau. Bahri justru sukses mendemosi senior-seniornya tersebut menjadi pelapisnya setelah sepertiga musim berjalan, dan berjasa mengangkat PSG dengan mencetak 40 gol dari total 39 pertandingan, berikut 27 penghargaan Man of the Match. Bahri juga dengan impresif berperan dalam semua gol yang diciptakan PSG dalam tiga partai krusial mereka di akhir musim — final piala liga, fixture penentu Ligue 1, dan final Liga Champions — baik melalui gol maupun assist. Di akhir musim Bahri meraih golden boot di semua kompetisi, kecuali Liga Champions di mana ia kalah satu gol dari bomber Chelsea Didier Drogba.

Bahri dalam interview FourFourTwo Oktober 2010.
Di tengah sukses besar yang diraihnya ketika belum kepala dua tersebut, Bahri secara mengejutkan mengumumkan kepindahannya ke West Ham pada awal musim ini. Padahal, klub London tersebut hanya menghuni papan tengah dan tidak mendapat tiket ke kompetisi Eropa manapun tahun ini.
“Saya menyukai tantangan dan sesuatu yang baru,” menurut Bahri. “Lebih menarik mencoba merintis dengan klub yang baru, ketimbang membantu satu klub kaya memenangkan hal yang sama tahun demi tahun.”

Kepindahan Bahri memicu kontroversi di Paris.
Debut dan Masa Depan
Bahri pertama kali diturunkan sebagai pemain pengganti kala West Ham dijamu West Bromwich Albion pada pekan kedua. Turun di babak kedua dan ketinggalan 0-3, Bahri sukses membukukan hat-trick pertamanya untuk menyelamatkan the Hammers dari kekalahan telak, dengan dua gol terakhir yang dicetak melalui injury time. Pasca laga piala liga melawan Wigan, Bahri langsung mengambil alih posisi lone striker inti dari Dean Ashton.
“Saya sangat bersemangat untuk mengantarkan West Ham menembus dominasi big four,” katanya. Pernyataan ini diprediksi akan semakin menaikkan namanya di komunitas pendukung West Ham, apalagi ia begitu dielu-elukan ketika dengan heroik menyelamatkan klub dari West Brom. Namun barangkali tidak bijak terlalu bergantung dengan Bahri, sebab ketika ditanya apakah akan loyal dengan klub barunya, ia mengaku tidak bisa berjanji.
Dengan kemenangan ini West Ham naik ke posisi enam klasemen sementara dengan lima poin dari tiga laga. Ini adalah kali keempat Bahri menundukkan the Blues, setelah bentrok tiga kali di Liga Champions edisi musim lalu. Pemain yang identik dengan nomor punggung 28 ini menargetkan bersaing mengalahkan rivalnya Drogba pada perebutan sepatu emas.
Sabtu esok tim asuhan Gianfranco Zola ini akan menjamu Hull City di Boleyn Ground.

Feedback Terbaru